
..."Cinta itu seperti berbagi membaca buku, ia tak akan bertahan lama jika dua hati tak berada pada halaman yang sama"...
...~Gadis~...
LIKE JANGAN LUPA YA
...~~~~~~~...
Suasana di Stasiun Bogor terlihat cukup ramai pagi ini, maklum saja suasana Penumpang Commuter Line jurusan Jakarta Kota dan Tanah Abang, pagi ini sudah memadati Stasiun Bogor karena hari ini hari kerja terakhir sebelum weekend besok.
"Kang nanti kalau di dalam stasiun atau di kereta Kita bersikap seperti orang asing saja," ucap Gadis sebelum keduanya masuk stasiun.
"Udah cuek aja Nong, kalau jadi gosip juga gue nggak peduli," saut Raja acuh.
"Bisa nggak sih Kang gak bikin masalah? Jangan pikirin cuman diri sendiri, tapi pikirin ibu mertua. Udah Kang pokoknya Gadis minta sekali lagi jangan bikin masalah yang nanti akan timbul." ucap Gadis menekankan.
Raja menatap Gadis.
"Apa yang Jenong katakan ada benarnya juga, kalau nanti mama jatuh sakit mendadak gara-gara gosip gue, gue juga yang repot," batin Raja.
"Oke lah gue ikutin Lo, tapi janji Lo harus terus deket ama gue, baru kali ini gue naik kereta,* ucap Raja sambil melengos menghindari tatapan mata dengan Gadis.
Begitu banyak penumpang di stasiun ada ratusan atau mungkin ribuan orang yang mulai berjejal masuk ke dalam gerbong kereta berdesak-desakan. Tujuannya hanya satu, yaitu ingin mendapatkan tempat duduk.
Raja berjalan di belakang Gadis bukan hanya mengikuti Gadis, tapi juga melindungi Gadis dari banyaknya penumpang terutama penumpang pria. Begitu masuk gerbang kereta, suasana cukup ramai tapi tidak terlalu padat.
Banyak juga penumpang KRL pagi ini yang berdiri begitu juga dengan Gadis dan Raja, mereka menempati tempat dekat pintu keluar kereta. Gadis bersandar di dinding dan kursi penumpang paling ujung, Raja persis di depannya berdiri di pinggir pintu.
Ting
π₯ Coba tadi ikut Pak Ruslan, Akang lebih nyaman.
Raja membuka hpnya membaca pesan dari Gadis lalu dia melirik kearah Gadis,
π€ Jadi lu nyesel gue ikutan naik KRL π
Gadis membaca pesan Raja hanya tersenyum, sementara Raja menatap tajam ke arahnya.
π₯ Nyesel kenapa Kang?
π€ Gak bisa lirik brondong π
π₯ Gak ada brondong Kang, adanya cuman Om-om dan bapak-bapak π€
π€ Tuh cowok berkacamata dekat gue pandangannya ke lu mulu π
π₯ Itu bukan brondong Akang, tapi bocil. celananya aja masih pakai seragam biru masa iya Akang cemburu sama bocil ππ€
Raja menunduk perhatikan celana yang dipakai oleh cowok di sampingnya dan ternyata benar dia masih memakai celana biru pendek tanda dia masih SMP.
π₯ Akang kali banyak yang lirik para cecan, tuh liat semua cewek di gerbong ini matanya tertuju ke Akang.
__ADS_1
π€ Cecan apaan Nongπ
π₯ π€¦ Cewek cantik Kang
Mata Raja berkeliling gerbong, memang hampir semua mata cewek menatap ke arahnya baik secara terang-terangan atau mencuri-curi pandang.
π€ Lu harus bangga punya suami ganteng keren dan tajir kaya gue kalau gitu Nong.
Gadis hanya tersenyum tipis membaca pesan Raja yang terakhir. Saat KRL memasuki stasiun Depok penumpang makin bertambah banyak dan keadaan kereta makin padat, hingga Raja memegang besi pengaman yang ada di depannya begitu juga dengan Gadis.
Tangan Gadis ada di bawah tangan Raja, Tiba-tiba Gadis iseng menggoda Raja
Sedikit demi sedikit tangan Gadis naik mendekati tangan Raja, Raja menghindar menaikkan tangannya lebih keatas dan Gadis mengejar menaikkan lagi tangannya mendekat ke arah tangan Raja.
Seorang pria yang memperhatikan adegan itu menjadi gemas sendiri, dia tersenyum dengan mata menatap tak berkedip ke arah tangan Raja dan Gadis yang sedang saling menggoda kejar-mengejar. Terlihat sekali dia ikut geregetan dan baper.
Sementara Raja dan Gadis tidak saling memandang mereka bersikap seperti orang asing yang sedang saling menggoda dengan isyarat tangan.
"Neng Nong selalu bisa bikin hati gue berdebar dan jantung gue dag dig dug," batin Raja mulai berdesir hatinya bak anak ABG.
"Lu goda gue, sama aja lu pancing buaya Nong Kita lihat Jenong siapa yang paling nakal diantara kita," batin Raja kembali dalam hati.
Jari telunjuk Gadis menyentuh jari kelingking Raja, Raja kembali menggeser tangannya naik keatas dan saat tangan Gadis hendak mengikuti tangan Raja tiba-tiba,
"Omegot!!" teriak pria itu spontan membuat penumpang KLR menatap ke arah tangan Raja dan Gadis yang saling bersentuhan.
Gadis tersenyum tersipu malu sekaligus geli dengan apa yang dia dan Raja lakukan, sementara beberapa orang ada yang tersenyum dan banyak yang baper melihat adegan itu.
"Sebentar lagi kereta anda akan tiba di Stasiun Tebet
Soon your train will arrive at Tebet Station" suara Announcer KLR terdengar Gadis pun bersiap untuk turun.
Raja menggenggam tangan Gadis saat keduanya turun di stasiun Tebet. Tapi begitu turun Gadis melepaskan tangannya dari genggaman tangan Raja.
π₯ Kang Gadis udah pesen taksi online buat Akang ke kantor, kita pisah di sini ya. Gadis langsung balik ke apartemen naik ojol.
Raja membaca pesan Gadis lalu memandang Gadis sambil melempar senyum dan mengangguk pelan. Tepat di depan stasiun mereka berpisah, sebelum masuk mobil Raja masih sempat menoleh ke arah Gadis yang sudah siap naik ojol. Saat motor Yang membawa Gadis pergi baru Raja menyuruh sopir taksi melajukan mobilnya.
***
Penthouse Apartemen
Nit Nit Nit Nit Ceklek.
"Assalamualaikum," sapa Gadis begitu masuk apartemennya.
"Waalaikumsalam Nyonya," balas Yati yang sedang membersihkan meja.
__ADS_1
"Mbak Yati maaf, bisa minta tolong bikinin Gadis es jeruk." pinta Gadis sopan sambil menghempaskan tubuhnya lelahnya di sofa ruang tamu yang luas.
"Siap Nyonya." Yati bergegas pergi ke dapur.
TING TONG TING TING TING TONG
Bel berbunyi nyaring dan cepat Gadis menoleh ke arah pintu hendak beranjak dari duduknya tapi Bu Santi tergopoh-gopoh dari dapur berjalan cepat menuju pintu.
IYAA TUNGGU SEBENTAR!!" teriak Bu Santi.
Ceklek.
Begitu pintu terbuka sedikit langsung di dorong kasar oleh tangan kekar seorang pria dengan wajah kasar dan dingin
BRAKK
Gadis tersentak kaget dia langsung berdiri menghadap ke pintu. Dua orang bodyguard masuk dengan arogan ke apartemen Gadis.
"Siapa kalian," tanya Gadis dengan tenang.
"Mereka orang yang akan mengusir mu besok kalau kamu tidak keluar dari apartemen ini," dengus Wijayanti dengan suara sinis.
Melihat orang yang masuk adalah ibu mertuanya Gadis langsung merubah sikap. Gadis sedikit membungkuk memberi hormat dengan wajah tenang tapi dia tidak mendekat ke arah Wijayanti.
"Malam ini terapi yang terakhir bukan?" tanya Wijayanti menegasikan.
"Iya Ibu," jawab Gadis.
"Jangan sekali-kali kamu panggil aku ibu," dengus Wijayanti kesal sambil mengangkat salah satu bibirnya ke atas.
"Aku datang kesini hanya mengingat kamu dan juga memperingatkan mu, bahwa besok pagi kamu harus sudah keluar dari Apartemen ini. Dan ingat kamu tidak boleh membawa apapun kecuali barang-barang milikmu. Mengerti kamu!" bentak Wijayanti
Gadis memandang Wijaya menatap dengan datar.
"Baiklah Nyonya saya mengerti," saut Gadis tanpa mengalihkan pandangannya dari tatapan Wijayanti.
"Oh ya satu lagi lakukan terapi untuk malam ini sebaik mungkin aku tidak mau anakku tidak bisa punya keturunan gara-gara ulahmu." dengus Wijayanti.
Gadis tidak menyahut dia hanya diam terpaku.
"Baiklah, aku akan lihat besok pagi. Aku harap kamu bisa keluar dari apartemen ini tanpa harus mengotori tangan anak buah ku dengan kekasaran," lanjut Wijayanti sebelum kemudian pergi ke luar apartemen Gadis di ikuti dua bodyguardnya.
Bu Santi dan Yati sedari tadi hanya bisa diam menatap Gadis dengan prihatin dan juga sedih.
"Nyonya-" ucap Bu Santi dengan nada sedih.
Gadis tidak menyahut dia hanya tersenyum tipis lalu pergi menuju kamarnya.
_
-
__ADS_1
Di tunggu like dan komentar nya kakak