Totok Pembangkit

Totok Pembangkit
Bukan Istri Bayangan


__ADS_3

Jantung Gadis berdetak lebih kencang dari biasanya, untuk sesaat Gadis dan Raja saling menatap dalam diam.


"Nong, bisa nggak sih lo kalau jalan lebih hati-hati." ucapan Raja tiba-tiba mengembalikan kesadaran Gadis.


"Maafkan kakinya gak punya mata Kang." Gadis menarik tubuhnya dari pelukan Raja.


Pandangan Raja turun ke bawah manik matanya menangkap telapak tangan kiri Gadis yang berkulit putih dengan jari-jari lentik nya. Telapak tangan kekar Raja lalu meraih telapak


tangan gadis dan menggenggam nya untuk beberapa saat, tatapan mata Raja kembali naik menatap manik mata Gadis dengan senyum manis di bibir nya.


"Kang," ucap Gadis hampir berbisik sambil berusaha menarik tangannya dari genggaman tangan raja.


Raja meletakkan tangan gadis untuk menggamit lengan kekarnya, gadis menatap Raja sambil mengangkat kedua alisnya. Raja hanya membalas dengan lirikan dan yang di bibirnya.


Gadis bingung dengan tatapan orang ke arahnya, baru kali ini dia benar-benar menjadi canggung juga grogi tak seperti biasanya yang tenang dan cuek. Raja merasakan itu karena telapak tangan Gadis yang ada di genggaman nya tadi terasa dingin.


"Percaya diri seperti biasa jenong normalin muka jangan tegang gitu. Senyum Nong." Raja berucap dengan sikap biasa tanpa menoleh ke arah Gadis.


Gadis menarik nafas panjang dan mulai mengatur perasaannya agar lebih rileks ada lengkung ke atas yang mulai terlihat di bibirnya.


begitu raja dan gadis memasuki ruangan semua tamu undangan dan langsung berdiri dan memberikan aplus dengan tepuk tangan.


"Astaghfirullah acara apaan ini?" tanya gadis kaget dalam hati melihat begitu banyak tamu dan juga kilatan lampu blitz ke arah mereka berdua.


"Jangan tegang, lu istri Raja Pramudya pemilik Wiguna Corporation jadi tetaplah tersenyum pada para tamu Nong." pesan Raja kepada gadis dengan berbisik di telinga sambil berjalan.


Jantung Gadis rasanya mau copot mendengar Padahal dia juga emang Biarin biar bisa main lagi perkataan Raja, Raja terus melangkah membawa Gadis menuju stage. Begitu tiba di atas stage Raja dan gadis disambut oleh seorang bos terkenal yang waktu itu memandu acara ulang tahun Raja.


"Ini Gadis yang bukan gadis lagi itu kan?" tanya Ramzi kaget hampir tak percaya dengan mata membulat.


"Iya Om, gak salah." jawab gadis dengan santainya.


Wajah Raja hanya tersenyum melihat kebingungan Ramzi.


"Bro, sorry bini lo - " Ramzi tidak meneruskan kalimatnya hanya tatapannya mengarah kearah Gadis sambil menutup mic yang ada di tangannya.


Raja hanya tersenyum dan mengangguk pelan sementara wajah rame-rame tampak terkejut India geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Ram, kita mulai acaranya sekarang," titah Raja kepada Ramzi.


Ramzi membalas dengan mengangguk dan dia pun mulai membuka acara.


"Baiklah para tamu sekalian, karena Tuan pemilik hajat yang kita tunggu sudah datang beserta dengan seseorang yang membuat kita pasti penasaran tanpa membuang waktu kita akan dengarkan sambutan atau prakata dari tuan Raja Pramudya." Ramzi memberikan mic kepada raja dan mempersilahkan raja untuk memulai sambutannya.


raja yang melepaskan genggaman tangannya dari tangan kaki selalu menonton menjadi dengan menekan pundaknya untuk supaya gadis mendekat dan berdiri tepat di sebelah kirinya


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Selamat malam semua tamu undangan khusus malam ini yang saya hormati. Saya sengaja Mengundang Anda semua datang di acara pesta syukuran kecil-kecilan pernikahan saya dengan istri tercinta yang sekarang berdiri di samping saya. Pertama saya ucapkan maaf yang sebesar-besarnya pada istri saya karena sejak pernikahan kami 4 bulan yang lalu Baru kali ini ini saya berani memperkenalkan istri saya di depan ada semua disini." Raja menarik nafas menoleh kearah kasih lalu mengambil itu apa tangan Gadis dan menciumnya.


Gadis membalas dengan senyuman, ada genangan di kedua sudut matanya melihat sikap Raja yang tanpa dia duga yaitu berani mengumumkan pernikahan mereka. Itu artinya keberadaan Gadis benar-benar sudah diakui secara penuh sebagai istri sah Raja bukan secara cara sembunyi-sembunyi.


Hampir semua mata yang menatap kearah mereka dibuat terkejut dengan apa yang disampaikan Raja malam ini tak terkecuali Raya, dia sampai menutup mulut dengan kedua tangannya.


"Wahh! selamat Bang selamat." Ramzi mengulurkan tangannya memberi ucapan selamat kepada Raja dan juga Gadis.


"Satu hal lagi yang ingin saya sampaikan disini adalah hal yang paling saya impikan selama ini selain memiliki istri yaitu, saya bersyukur Allah memberikan kami berdua rezeki yang tak terduga atas kehadiran calon bayi hasil buah cinta kami," mata Raja tampak tergenang tangan kanannya mengusap perut Gadis Lalu bersimpuh dan mencium perut Gadis.


Gadis tak mampu menahan genangan air matanya yang meluncur membasahi pipi putihnya. Tangan kanan Gadis membelai lembut rambut Raja, malam ini hati Gadis benar-benar dibuat bahagia luar biasa dengan apa yang dilakukan Raja untuknya. Ini satu surprise yang tidak Gadis duga sama sekali.


"Assalamu'alaikum sayang nya papa, maaf papa baru nyapa dedek. I lope you dear." Raja berucap tanpa mampu menahan air yang mulai mengalir di kedua pipinya.


" Terima kasih sayang I love you so much." ucap Raja dengan mata berbinar menatap manik mata Gadis yang masih tergenang.


Gadis tak mampu berkata dia memeluk pinggang Raja dan membenamkan wajahnya dalam dada bidang suaminya.


"Jahat, Akang jahat hiks hiks hiks," ucap Gadis lirih di sela isak tangis nya.


"Maaf Nong selama 2 hari gue nahan kangen sama Lo, rasanya berat banget. Gue janji gak akan pernah ninggalin lo sampai maut memisahkan kita," Raja mencium pucuk kepala Gadis berucap janji.


"I miss you Nong, I miss you so much." ucap Raja.


"Aduh siapa yang ngiris bawang di tengah pesta!" teriak Ramzi mencairkan suasana menjadi Penuh tawa dari para undangan dan juga dari Raja.


Acara pun dilanjutkan dengan acara santap malam bersama, Raja berkeliling menghampiri para tamu bersama Gadis untuk memperkenalkan Gadis kepada para sahabat rekan dan juga saudara-saudaranya.


Tepat pukul 10 malam acara selesai dan para tamu undangan pun sudah banyak yang meninggalkan ruang acara.

__ADS_1


"Selamat ya dek. Kamu jahat banget, kenapa selama ini kamu nggak pernah cerita sama kakak kalau kamu itu istri seorang pengusaha terkenal yang selama ini selalu bikin jengkel kakak." protes Raya kepada Gadis yang berdiri di samping Raja.


"Maaf akak jangan marah arah sepakatan kita berdua." saut Gadis sambil merangkul pundak Raya.


"Pokoknya Kakak nggak terima, kalian berdua harus Kakak kasih hukuman," rajuk Raya.


"Ya udah, Gadis terima. Apa hukuman yang harus kami terima Kak?" tanya gadis kepada Raya.


Raja hanya senyum melihat dua wanita yang ada di depannya sedang berdebat.


"Kalian nggak boleh ampek pisah atau cerai, kalau hal itu sampai terjadi anak kali harus dikasih sama kakak." kata Raya mengatakan syarat yang diinginkan.


"Wah syarat gak ada akhlak." saut Raja.


"Akang." tegur Gadis melotot ke arah Raja.


"Iya Sayang, lagian siapa sih yang mau pisah kita akan gedein anak kita nggak mungkin juga kita ngasih anak kita ke orang. Bener kan sayang." ucap Raja terlihat begitu semangat.


"Ya udah! Dek kaka pamit pulang ya. Jaga baik-baik calon ponakan kakak. Awas hati-hati lu jangan terlalu nafsu!" pamit Raya di tambahin ancaman buat Raja.


"Kang suruh pak Ruslan anterin kaka Ray ya." pinta Gadis.


"Gak usah biar dia yang nganter." Raja menatap ke depan di mana Pras sedang berjalan menghampiri mereka.


"Sorry bro, gue telat tadi Zee-"


"Lo anterin Raya pulang." perintah Raja ke pada Pras.


"Di mana cewek abu-abu itu bro?" tanya Pras matanya berkeliling mencari sosok Raya.


Raya yang mendengar perkataan Pras langsung melotot matanya ke arah Pras dan menghentakkan kakinya lalu berbalik badan pergi ke luar ballroom dengan muka masam.


"Buluk! Susul kaka ipar angkat gue dan minta maaf lo!" bentak Raja ke pada Pras sambil menunjuk Raya yang berjalan cepat ke luar ballroom.


"Hah! Cewek cantik tadi-" Pras menepuk jidatnya dan terlihat bingung wajahnya.


Pras lalu bergegas menyusul Raya.

__ADS_1


"


__ADS_2