
..."Hubungan itu seperti jarum dan benang"...
...~Gadis~...
LIKE JANGAN LUPA KAKAK
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Raja duduk dengan menyilang kan kaki di salah satu sofa yang terdapat di lobby hotel suasana lobi masih sepi hanya Ada 2 orang petugas resepsionis Waiter dan seorang Porter yang berjaga.
Raja fokus melihat layar HPnya, sesekali dia terlihat tersenyum, telunjuknya terlihat mengusap layar hpnya.
"Tumben pagi sekali kamu bangun Raj." ucap suara familiar yang langsung membuat hati Raja berdegup seketika. Raja menoleh ke arah sumber suara
"Lu nginep di sini juga?" kata-kata terkejut itu meluncur keluar begitu saja dari mulut Raja.
Zee berjalan mendekat ke arah Raja, hati Raja mulai tak tenang ada rasa senang tapi juga jengah.
"Lu ma-u jogging di pagi musim semi gini Raj?" Zee bertanya heran saat memperhatikan pakaian Raja.
"Iya, kenapa?" tanya Raja mulai terlihat tenang bisa menguasai perasaannya.
Raja berdiri menatap Zee tajam, wanita yang usianya 2:tahun lebih muda berparas cantik dari sejak lahir dan berotak cerdas hingga di percaya sebagai wakil CEO perusahaan Asuransi asing karena Zee terkenal memiliki berkepribadian hangat dan ramah dengan senyuman yang tak pernah lepas dari wajahnya. Zee juga seorang wanita yang tangguh dan pantang menyerah.
"Gak biasanya, seperti bukan Raja yang aku kenal." jawab Zee.
Mereka berdua sekarang saling berhadapan menatap dengan hati dan pikiran tak tahu satu sama lain.
"Raja Pramudya yang kamu kenal sudah mati dan sekarang yang ada di depanmu adalah Raja yang lain," ucap Raja menyakinkan Zee sekaligus dirinya.
Wajah Zee seketika berubah datar bahkan senyum pun hilang seketika, kata-kata Raja membuat Zee terhempas perasaannya. Zee tidak menyangka Raja mampu berkata seperti itu terhadap dirinya.
"Sedalam itukah luka yang aku tinggalkan kan di hatimu Raj," desis Zee
Terlihat sekali dia berusaha menahan agar air yang menggenang di sudut matanya tidak jatuh dengan beberapa kali berkedip.
"Gue nggak punya luka jadi gue nggak mau bahas." saut Raja dingin.
"Sepertinya tebakanku salah. Aku kira kamu belum bisa move on dari aku tapi ternyata kamu sudah melupakan aku dan juga cinta kita. Maaf Raj, kalau aku terlalu dalam menyakitimu." ucap Zee sebelum berbalik pergi meninggalkan Raja yang berdiri tegak menatap punggung Zee berjalan sambil berlari kecil menjauh.
Gadis yang sedari tadi melihat dan mendengar pembicaraan keduanya di balik tanaman hias menatap Raja dengan senyum tipis yang hampir tak terlihat. Gadis berjalan menghampiri Raja dengan langkah ringan.
"Maaf lama ya Kang, Tadi Gadis sakit perut." ucap Gadis membuat Raja menengok ke belakang sedikit terkejut.
__ADS_1
"Kalau sakit perut gak usah jogging Nong! Jangan dipaksain, takut malah tambah parah. Lagian biasanya kan orang PMS bukannya enggak boleh olahraga Nong?" tanya Raja terlihat cemas di wajahnya.
"Kata siapa Kang nggak boleh olahraga? kalau renang ya gak bagus karena nanti kotorannya kemana-mana. Kalau jogging atau olahraga yang lain ya malah bagus. Udah yuk kita berangkat sekarang. Tuh mataharinya udah manggil kita untuk keluar." ajak Gadis menarik tangan Raja dan Raja pun begitu patuh seperti kerbau dicocok hidungnya.
***
Raja dan Gadis berlari kecil menyusuri kota, Paris. Kota cinta dengan gemerlap cahaya yang dikenal dengan nuansanya yang klasik, pesonanya yang romantis, dan bangunan-bangunannya yang ikonis, mulai dari menara Eiffel yang menjulang megah sampai ke Mona Lisa yang misterius.
Jalanan masih sepi hanya beberapa orang yang lalu lalang begitu juga dengan kendaraan, lampu jalanan masih menyala di sepanjang jalan. Sesekali langkah Gadis terhenti saat ada gonggongan anjing.
"Kita ke mana Kang?" tanya Gadis penasaran tapi hanya di jawab dengan senyuman.
Buat Raja Paris seperti rumah keduanya, hampir 4 tahun Raja menghabiskan waktu untuk menimba ilmu di salah satu Universitas terkenal di Paris begitu juga halnya dengan Zee. mereka berdua sama-sama kuliah di tempat yang sama dulunya.
"Tempat ini masih sama Zee, cuma orang yang di samping gue yang berbeda." batin Raja saat matanya berkeliling melihat tempat-tempatnya di laluinya
Raja menarik nafas panjang menahan nya sejenak di aliran sistem pernapasan lalu menghembuskan nya lewat mulut secara perlahan, beberapa kali Raja melakukan hal itu untuk mengurangi ketegangan hati dan mentalnya.
Gadis melirik ke arah Raja sepertinya dia tahu apa yang sedang Raja rasakan saat ini. Matahari dari di ujung timur dengan warna orange keemasan atau ungu dari jauh mulai memancarkan sinarnya.
"Berhenti Nong, lu liat!" unjuk Raja dengan mengarahkan telunjuknya ke arah sebuah bangunan pilar kuno di tengah kota Paris.
Gadis memperhatikan pemandangan fajar yang mempesona penuh kagum.
"Subhanallah cantik banget Kang." ucap Gadis.
Gadis tidak melewatkan kesempatan untuk mengambil beberapa video dan juga foto. mereka berdua pun juga mengambil beberapa foto dengan pose yang berbeda-beda.
Raja memeluk pinggang Gadis dari belakang dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya melingkar di leher Gadis. Raja menundukkan kepalanya.
"Nong, Jangan terlalu lama lu tutup hati lu buat gue." bisik Raja di telinga Gadis.
Gadis menoleh ke belakang menatap Raja dengan senyum di bibirnya.
"Akang tahu arti hubungan, baik itu pacaran atau perkawinan? Buat Gadis itu bisa dipandang sebagai jarum dan benang. kita tidak bisa menjahit kain hanya dengan jarum atau benang. Kita akan membutuhkan keduanya untuk memulai. Jadi kita harus bersabar satu sama lain." ucap Gadis bijak membuat Raja memutar tubuh Gadis menghadapnya.
"Kok lu dewasa banget Nong." puji Raja memegang kedua pundak Gadis.
"Gak juga Kang, Gadis cuma ingin kita jalani ini mengikuti arus."saut Gadis.
Semburat warna orange cahaya matahari terbit membuat kilau di wajah Gadis Raja menyusupkan kedua tangan di belakang telinga Gadis mendekatkan wajahnya lebih dekat ke arah Gadis.
__ADS_1
"Lu punya utang pagi ini sama gue Nong," ucap Raja hingga aroma mint menguar dari hembusan napas Raja.
"Utang apa Kang? berapa?" tanya Gadis bingung dengan perkataan Raja.
"Kiss morning pagi ini buat gue," ucap Raja sambil memandang mata Gadis lalu pandangannya beralih pada bibir Gadis.
"Kang, jangan di sini malu." protes Gadis tangannya berusaha menahan.
Raja merenggangkan pelukannya dia tersenyum nakal.
"Ayo." ajak Raja merangkul Gadis meninggalkan pilar-pilar Avenue des Champs รlysรฉes.
Saat sebuah taksi lewat Raja langsung menghentikannya dan keduanya masuk ke dalam taksi.
"Hotel Plaza Athenee." ucap Raja kepada sopir taksi.
Hanya 10 menit perjalanan mereka sampai hotel, Raja tidak membawa Gadis ke kamar tapi mengambil arah melangkahkan kakinya ke tempat lain.
"TA DAA! Kita main ice skating aaja di sini gimana Nong?" ajak Raja.
Gadis tak menjawab matanya masih di buat kagum dengan apa yang Gadis lihat di depan nya.
Raja pergi meninggalkan Gadis yang terpaku dengan area ice skating di depan nya, baru kali ini dia melihat, area ice skating secara langsung.
"Ayo duduk Nong." Raja merangkul pundak Gadis membawa nya duduk di bangku salah satu cafe yang banyak di pinggir lapangan ice skating.
Gadis melihat Raja menenteng dua pasang sepatu ice skating dengan warna yang sama yaitu orange. Raja jongkok di bawah Gadis hendak mengganti sepatu kets Gadis dengan sepatu ice skating.
"Jangan Kang biar Gadis aja." tolak Gadis merasa tak sopan.
"Udah duduk manis aja lu." titah Raja.
Raja melepaskan sepatu Gadis satu persatu dan menggantikan dengan sepatu ice skating.
Deg.
Jantung Gadis sedikit berdetak tak seperti biasanya.
...๐น๐น๐น๐น๐น๐น...
Detak itu makin cepat atau terhenti.
__ADS_1
Yuk ikuti episode selanjutnya Totok Pembangkit.
Terima Kasih untuk Like Vote Gift dan Komentar nya kakak ๐๐