
..."Yang harus nya marah tuh aku kenapa kamu yang ngambek"...
..._ Raja_...
******
"Aaauuuww, kepalaku," suara risih suara Wijayanti saat sadar.
"Mama, syukur lah Mama sudah sadar," Raja berucap sambil menggenggam telapak tangan Wijayanti.
Bruuk.
Wijayanti mendorong kasar tubuh Raja hingga terjengkang jatuh ke lantai. Wijayanti menatap tajam dengan pandangan melotot.
"DASAR ANAK BANGOR KENAPA SELALU BIKIN MASALAAHHH!!" teriak Wijayanti melengking hingga membuat dokter Arkan, Ifi dan Raja menutup telinganya.
Belum sempat Raja bangun dari lantai, Wijayanti melemparkan semua bantal dan guling ke arah Raja.Raja berlindung dengan lengannya.
"HARUS BAGAIMANA MAMA MENGHUKUM KAMU RAJA TENGIL!!" kembali Wijayanti memaki Raja dengan nada sopran.
"Semua keluar!" Perintah Raja.
Sekarang tinggal Raja dan Wijayanti yang saling duduk menatap.
"Mama, kumohon Mama dengar dulu penjelasanku nanti terserah Mama mau hukum Raja, akan Raja terima," Raja menatap penuh permohonan dan membuat Wijayanti terdiam.
"Pernikahan ini adalah pernikahan kontrak antara aku dan Gadis, ada alasan kenapa aku harus menikahi Gadis Ma," ucap Raja.
"Apa kamu menghamilinya?" cecar Wijayanti.
"Kalau masalah itu tidak mungkin aku akan menikahinya, bisa saja aku menyuruh orang untuk menghabisi nyawanya, selesai," elak Raja.
"Terus masalah apa? to the point saja jangan bikin Mama darah tinggi RAJA TENGIL!!" teriak Wijayanti mulai kesal dan tidak sabar.
"Ini nyangkut masalah kebahagiaan dan juga masa depanku Ma," sahut Raja lemah.
"IYA APAAA?" teriak Wijayanti kembali dengan nada sopran membuat Raja meletakkan telunjuk ke mulutnya sebagai kode agar Mamanya tidak berteriak.
"Ini menyangkut masalah Dicky mah?"
"Dicky? Dicky siapa dan apa hubungannya dengan kamu Raja!" Wijayanti mendelik sepertinya dia gagal faham dengan maksud Raja.
"Aduh Mama gak faham maksudku bukan orang Dicky itu Ma, tapi ini," ucap Raja sambil menunjuk ke arah bagian di bawah perutnya.
Wijayanti mengikuti arah telunjuk Raja tapi terlihat masih belum mengerti.
Puk puk puk
Tiga kali pukulan bantal mendarat mulus di Kepala Raja dari sang Mama. Satu jeweran hinggap di telinga kanan Raja membuat Raja meringis kesakitan.
"Aaauuuww sakit Ma!"
"Makanya ngomong yang JELASSS!!" teriak Wijayanti lagi tepat ditelinga Raja membuat Raja meringis sambil memejamkan matanya.
"MAKSUD RAJA BURUNG RAJA MAMAAA!!" teriak Raja melengking yang langsung di bekap mulutnya oleh Wijayanti.
__ADS_1
Ifi dan Arkan yang ada di luar kamar saling memandang dengan tatapan tak bisa diartikan.
"Kita tunggu di luar saja," ajak Ifi berjalan menuju ruang tamu di ikuti dokter Arkan.
Sementara Raja mengusap telinganya yang sakit Wijayanti menatap tajam ke arahnya.
"Jadi begini Ma, Raja Impoten sebelum menikah dengan Gadis. Gadis lah yang sekarang sedang mengobati penyakit Raja untuk bisa kembali normal," Raja mulai memberi penjelasan kepada Mamanya.
"Kenapa harus dengan menikahinya?"
Raja menjelaskan dari awal kejadian dengan sangat runtun dan gamblang saat mendengarkan terlihat sekali ada kemarahan yang jelas di wajah Wijayanti.
"Ini pemerasan namanya, bagaimana kalau gadis gila itu menyebarkan pernikahan kalian?" Wijayanti protes sambil mendelik ke arah Raja.
"Mama tenang saja aku selalu mengawasi dia," balas Raja meyakinkan Mamanya.
"Kalau dia hamil bagaimana? apa kamu tidak memikirkan hal itu bodoh!"
Deg.
Kata hamil yang di ucapkan Mamanya tiba-tiba membuat jantung Raja berdegup kencang.
"Waduh Ma, Raja tidak pernah terpikir sampai-" ucap Raja sambil menepuk jidatnya.
pletok.
"Bodoh kok di pelihara!" maki Wijayanti sambil menyentil jidat Raja.
"Jangan bilang selama berhubungan dengan gadis itu kamu tidak pakai pengaman!" hardik Wijayanti melotot.
"DASAR BODOH!!!" teriak Wijayanti.
"KELUAR DARI KAMAR! MAMA BISA BENAR-BENAR JANTUNGAN MALAM INI KARENA KELAKUAN MUUUU!!" teriak Wijayanti mengusir Raja sambil melemparkan bantal dan guling kembali ke arah Raja.
Raja buru-buru keluar dari kamar Wijayanti saat bertemu dengan Ifi dan Arkan di ruang tamu...
"Ar, lu stay di sini malam ini sampai kondisi Mama membaik jangan lupa kabarin gue," pesan Raja.
Raja melangkah mendekati Ifi.
"Titip Mama Antie," bisik Raja di telinga Ifi sambil mengecup pipinya.
"Dasar anak nakal selalu bikin masalah," ucap Ifi membalas.
Raja hanya tersenyum kecut dan pergi keluar.
***
Seperti yang sudah Gadis janjikan kepada Michael setelah selesai sholat subuh Gadis meluncur ke rumah Michael dengan menggunakan jasa ojol. Begitu sampai Gadis di sambut Michael di halaman rumah nya yang cukup mewah dan luas.
"Kita mulai sekarang?" tanya Michael.
"Sudah Kakak siapkan apa yang Gadis pesan?" Gadis balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Michael.
"Sudah," jawab Michael.
__ADS_1
"Ok kita mulai sekarang kak," ajak Gadis.
Di ruang tamu di temani Harun asisten pribadi Michael. Gadis mulai melakukan pengobatan dengan melakukan penotokan di beberapa bagian tubuh dan kepala Michael. Berkali-kali Michael teriak dan mengerang kesakitan.
"Sekarang kakak berbaring,"
Dengan napas terengah karena menahan sakit akibat totokan membaringkan tubuhnya. Gadis mulai menusukkan beberapa jarum akupunktur disekitar perut Michael, setelah selesai Gadis berdiri melepas sarung tangan medis nya.
"Jangan berubah posisi Kak, Mas Harun toilet di sebelah mana ya?" tanya Gadis.
"Ayo Mas antar Dis," sahut Harun berjalan ke belakang diikuti Gadis.
Setelah sepuluh menit Gadis mencabut jarum Akupunkturnya.
"Selesai Kak, Mas Harun air kelapa ijo nya," pinta Gadis.
Harun lalu memberikan kepada Michael.
"Habiskan Kak,"
Michael meneguk segelas air kelapa hijau yang sudah Gadis campur dengan beberapa bahan seperti madu dan jeruk nipis.
"Mas nanti klo Kak Michael muntah atau mencret tolong beri ramuan ini direbus dengan dua mangkok jadiin Satu mangkok dan minum dua kali sehari setelah makan,"
"Oke," sahut Harun
Michael sudah tertidur di sofa saat Gadis ke luar dari rumahnya, saat itu waktu menunjukkan pukul 06.15. Gadis langsung naik ojol yang sudah menunggu di depan rumah Michael.
Klik klik klik klik klik klik klik..
"Bakal jadi trending topic hari ini, siapa gadis berhijab itu, sial mukanya tertutup masker dan topi," rutuk seorang paparazi yang bersembunyi di sebuah mobil terparkir bersebrangan dengan rumah Michael.
***
"DARI MANA PAGI-PAGI SUDAH KELAYAPAN!!" teriak Raja mengagetkan Gadis yang baru saja masuk pintu apartemen.
"Astaghfirullah lama-lama budek deh telinga Gadis, gak di telpon gak di dunia nyata kenapa sih Kang hobi teriak!" ucap Gadis dengan nada kesal.
"Jawab! dari mana pagi-pagi sudah keluar rumah, jangan bilang lu nginap di luar rumah!" ucap Raja mendelik.
Gadis mendekati Raja, memegang lengan Raja mengarahkan tubuh Raja pada salah sudut ruang tamu.
"Noh Kang, jangan pura-pura pikun ya dan polos nuduh Gadis. Tuh CCTV-nya kenapa? mati!" cetus Gadis sambil melepaskan pegangan tangannya dan pergi meninggalkan Raja menuju kamarnya.
"Mending cuma satu CCTV hampir semua tempat diintipin, awas aja kalau kamar dan kamar mandi Gadis di pasang CCTV Gadis lempar pake tongkat bisbol, lagi pula gak takut tuh otak travelling apa," ucap ketus Gadis di depan pintu kamarnya dan kemudian membanting pintu kamar membuat Raja kaget.
"Lah gue yang harus nya marah kenapa malah dia yang ngambek? Oh my God berarti dia tahu kalau gue liat dia pas senam? huuuuuhhhh tersiksa banget punya bini cenayang dan psikopat," gerutu Raja kesal menyusul Gadis ke kamarnya.
****
Mau nerusin berantem apa mau yang lain Kang nyusul ke kamarnya Gadis. Yuk yang masih penasaran dengan kisah Gadis dan Raja ikuti episode selanjutnya di Totok Pembangkit.
Jangan lupa like kakak reader 🤗🤗
Terimakasih untuk yang like vote dan gift
__ADS_1
makin bikin author semangat kakak 🤭🙏🙏🙏