
...Aku masih setia di sini, menunggumu membuka hati dan berlari memelukku dari belakang...
...~Raja~...
LIKE LIKE JANGAN LUPA KAKAK 🙏
...~~~~~~...
"Fi! bener ini dukun sakti dan pintar?" kembali Wijayanti bertanya kepada Ifi untuk meyakinkan dirinya bahwa dia datang ke tempat yang tepat.
"Kata Affandi begitu mbak, katanya dia pintar dia bisa tahu Apa maksud kedatangan kita ke sini walaupun kita belum bicara padanya." ucap Ifi antusias mempromosikan dukunnya.
"Berarti kita nggak perlu ngomong fi, kalau kita datang untuk memisahkan pasangan." kata Wijayanti berbisik.
Tanpa sepengetahuan keduanya ada kamera CCTV dan alat penyadap yang di pasang sang dukun di mata patung leak.
Tepat di depan pintu masuk rumah utama ada seorang juru kunci yang menyambut kedatangan mereka, juru kunci itu berpakaian hitam-hitam dengan sorban pengikat kepalanya berwarna hitam riasan wajahnya pun memakai celak tebal berwarna hitam legam.
"Permisi Kami mau ketemu dengan Mbah Brojol," kata Ifi kepada juru kunci itu.
"Silahkan baca buku tamu dan isi sekalian." perintah jurusan kunci sambil menyodorkan buku tamu yang besar seperti buku akutansi.
Begitu Ify melihat buku yang disodorkan juru kunci ada senyum yang tak mampu Ifi tahan, membuat Wijayanti penasaran untuk melihat dan membacanya.
PENYAKIT APAPUN PASTI SEMBUH, TIDAK SEMBUH ONGKOS PENGOBATAN KAMI GANTI 5 KALI LIPAT
"Gak rugi Mbak Yu kalau gagal ongkosnya kembali." bisik Ifi sambil tersenyum saat menulis buku tamu.
"Silakan ikut saya." kata juru kunci itu berjalan di depan Ifi dan Wijayanti membawa mereka berdua masuk dalam sebuah lorong yang gelap dan cukup panjang seperti gua.
Ujung dari lorong Itu adalah sebuah ruangan yang tidak terlalu besar begitu masuk pandangan mata langsung tertuju pada sebuah lukisan Harimau putih dengan mata merah di dinding menghadap ke pintu lorong.
"Fi kok serem ya?" bisik Wijayanti menggamit erat lengan Ifi.
Ifi mengelus telapak punggung Wijayanti.
" Silakan duduk sebentar lagi Mbah akan keluar." kata sang juru kunci mempersilahkan mereka duduk tepat di depan sebuah meja persegi panjang yang berukuran sedang.
Di atas meja itu ada sebuah baskom yang terbuat dari Kuningan berisi air yang dicampur dengan bunga kantil. lalu di sebelahnya ada pecut pemukul kuda.
"Ehem." suara batuk sesekali dari balik dinding lukisan harimau putih yang tiba-tiba terbuka membuat Ifi dan Wijayanti teriak bersamaan.
"Aaaaa!" teriak keduanya.
"Kaget ya?" kata Mbah Brojol yang baru menampakkan diri dari balik dinding dengan jubah hitam dan rambut gondrong sepinggang bergelombang acak-acakan menutupi sebagian wajahnya.
"Enggak Mbah cuma belum terbiasa." jawab Ifi dengan jantung masih deg degan.
"Nanti juga akan terbiasa." saut Mbah Brojol.
"Mbah maksud-" kata Ifi terpotong.
"Mau memisahkan pasangan ya? Hehehe itu mah gampang." potong Mbak Brojol sambil tertawa terkekeh di buat-buat.
"Wijayanti dan Ify saling memandang, Ifi mengangkat alisnya Wijayanti mengangguk pelan. Tebakan mereka tentang dukun itu ternyata benar seperti yang dikatakan Afandi teman Ifi.
"Bi- bisa kan Mbah?" tanya Wijayanti antara ragu dan yakin.
"Itu mah gampang yang penting kamu mau ikutin syaratnya. Mbah akan buat pasangan itu saling menjauh sejauh Barat dan Timur sejauh Utara dan Selatan," janji Mbah brojol meyakinkan Wijayanti.
"Baguslah kalau begitu Mbah, kalau boleh tahu syaratnya apa ya mbak?" ucap Wijayanti makin bersemangat.
"Pertama kamu malam ini juga mandi kembang kantil dan membeli minyak produk jin sakti, yang ada di tangan saya ini." kata Mbah Brojol sambil memperlihatkan sebotol kecil minyak yang ada di tangan.
__ADS_1
"Enggak masalah Mbah. Berapa harga minyak itu saya akan membelinya yang penting anak saya bisa nurut dan patuh lagi sama saya," ucap Wijayanti mulai termakan oleh bujukan Mbah Brojol.
"Harga minyak ini sangat murah kalau untuk anda hanya sekitar 25 juta." kata Mbah Brojol sambil membelai jenggot nya yang hampir menutupi mulut dan dagunya.
"Saya bayar cash Mbah." ucap Wijayanti.
"Harus kalian ingat minyak ini tidak berguna dan khasiat nya akan luntur jika korbannya terpisah oleh benua dan samudera." pesan Mbah Brojol.
"Di mengerti Mbah." ucap Wijayanti dan Ifi bersamaan.
"Baiklah kalau begitu kita mulai ritualnya, silahkan kalian tulis nama pasangan itu." ucap Mbah Brojol sembari membeli secarik kertas yang terbuat dari daun lontar.
Wijayanti lalu menulis nama Raja Pramudya dan Gadis pada daun lontar dengan sebuah tinta hitam yang disiapkan oleh Mbah Brojol. ritual kedua adalah mandi kembang Kantil.
"Mbah saya punya rematik bisa gak kalau mandinya di wakilkan adik saya." pinta Wijayanti.
"Boleh saja. Tapi jangan salahin saya kalau nanti anaknya nurutnya sama dia bukan sama anda.":ucap Mbah Brojol tanpa ekspresi.
"Kalau gitu gak jadi Mbah." saut Wijayanti.
Semua ritual perdukunan di ikuti wijayanti sampai selesai, butuh waktu sekitar hampir dua jam Wijayanti mengikuti proses.
***
Penthouse Apartment.
.
Raja sedang duduk melihat layar ipad di ruang kerjanya. di dampingi Pras, karena kesehatannya yang baru pulih, Raja memutuskan untuk bekerja dari rumah mengontrol perusahaannya.
Tok tok tok
Ceklek sreeek
"Maaf Kang ganggu bentar boleh?" tanya Gadis mengintip dengan separuh badannya.
Gadis berjalan mendekat kearah meja kerja Raja. Pras yang duduk di kursi depan meja kerja Raja langsung berdiri memberi tempat untuk Gadis.
"Gak usah Pak Pras, Bapak duduk saja." tolak Gadis.
Pras kembali duduk dan berpura-pura memeriksa berkas tapi radar telinganya melebar.
"Gadis mau ijin pergi bentar Kang." kata Gadis meminta ijin.
Raja memasang Wajah masam.
"Mau kemana?" Raja mengerutkan dahi sambil bersandar dan melipat tangan didepan dada.
"Kak Ray sakit, Gadis mau ke rumah nya." ucap Gadis.
"Oh, bentar aja biar Ruslan yang antar lu." saut Raja
"Makasih Kang." ucap Gadis.
"Itu ce-wok bisa sakit juga ternyata." Gumam Raja.
"Ce-wok apaan Kang?" tanya Gadis heran.
"Cewek casing cowok hahaha." gelak Raja tertawa.
Plak!
Gadis memukul lengan kiri Raja.
__ADS_1
"Aauuw." teriak Raja membuat Pras melirik Raja menahan senyum.
"Jangan sembarangan kalau ngomong!" ujar Gadis.
"Lah emang bener kan Nong? Dia ce-wok." kembali Raja mengulang kata yang membuat Gadis kesal sahabatnya dijadikan bahan olok-olokan Raja.
"Omongan gue bener kan Pras?" tanya Raja pada Pras yang hanya dijawab dengan acungan jempol.
Gadis menggelengkan kepala melihat keduanya dia pun lalu berbalik badan keluar dari ruang kerja Raja.
.
"Nong jangan lupa ntar malam." teriak Raja sebelum Gadis menghilang dibalik pintu.
"Cewek abu-abu sakit apaan ya?" batin Pras dalam hati terlintas begitu saja rasa penasaran terhadap kondisi Ray.
"Pras! Lu liat , lucu banget bini gue kalo lagi kesel." ucap Raja sambil tersenyum sendiri.
Pras diam seperti tak mendengar ucapan Raja Raja melihat ke arah Pras karena merasa diacuhkan.
"Wooii! kerja apa ngehalu?" teriak Raja menyadarkan Pras hingga terlihat Pras gugup.
"Iya Bos, a-ada apa ya bos?" tanya Pras terlihat bingung.
"Jangan bilang lu lagi mikirin si cewok ya?" tanya Raja menggoda.
"Cewok? cewok apaan Bos?" tanya Pras makin bingung.
"Dodol! Lu tadi ngacungin jempol ke gue buat apa?" geram Raja mulai darting.
"Oh, Ray Bos." balas Pras.
"Jangan bilang lu mulai naksir dia Pras. Lu biasanya manggil dia cewek abu-abu sekarang panggil nama. Ciee lu naksir dia kan?" goda Raja semakin bersemangat.
"Wah modelan yang begitu bukan selera saya Bos." sangkal Pras.
"Halah ngaku aja lu, pake ngeles segala. makin lu ngeles makin kepikiran lu dodol." Raja terus menggoda Pras membuat wajah Pras bersemu merah.
Dreettt
Telepon Pras berdering ada panggilan masuk.
"Hello Pitz. What's the problem with you hanging up the phone(Halo pitz, Ada masalah apa kamu tumben telepon)."
"Alright, you handle it first, we'll go there soon(Baiklah kamu hendel dulu kita akan segera berangkat ke sana)." ucap Pras sebelum menutup telepon nya.
Raja yang menyimak pembicaraan telepon langsung bisa menangkap bahwa ada masalah dengan perusahaan yang ada di Paris.
"Ada Masalah apa Pras?" tanya Raja mengerutkan dahi.
"Steven kabur para karyawan sedang berdemo. Produksi gak jalan." jawab Pras dengan wajah serius.
"Hubungi bandara untuk menyiapkan pesawat, secepatnya kita berangkat ke Paris. Sekarang lu jemput bini gue." perintah Raja beranjak dari tempat duduk pergi meninggalkan ruang kerja.
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
Tiba-tiba datang masalah jelang terapi
Bagaimana dengan terapi nya?
Apakah akan berhasil upaya Wijayanti dengan cara dukunnya memisahkan Raja dan Gadis.
Ikuti episode selanjutnya Totok Pembangkit
__ADS_1
Terima kasih untuk LIKE VOTE GIFT KOMENTAR NYA 🙏🙏
Dukung terus kakak😊🙏