
..."Cinta itu nggak perlu pakai konsep karena cinta akan datang dengan sendirinya"...
...~Gadis~...
Raja menoleh ke belakang pandangannya langsung menangkap sosok Aida Raja lalu berbalik badan, terlihat sekali dengan jelas tatapan heran di wajah Aida melihat bosnya nonton di tempat ini. Sementara Pras yang berdiri di samping Aida memegang dagu dengan salah satu tangannya dan tanga satunya lagi dimasukkan ke dalam saku celananya tersenyum mengejek sekaligus geli.
"Gila nih si Jaja, maunya nonton di tempat kayak gini. Pasti ini ide bininya, udah mulai bucin akut dia ma bininya kek ny Jaja," batin Pras.
"Tadi saya ragu mau negor bapak tapi mas Pras yakinkan saya bilang kalau itu pak Bos," kata Aida terlihat formal berbicara membuat Raja merasa tidak enak apalagi ini di luar kantor dan di tempat umum.
"Jangan panggil gue pak Bos Kalau di luar," perintah Raja tanpak tak senang dengan sikap formal Aida.
"Baik pak, maksud saya Mas Raja," saut Aida tersenyum malu baru kali ini Dia memanggil bosnya dengan sebutan Mas.
"Kalian pacaran ya?" tanya Raja kepada keduanya.
"Nggak Mas." buru-buru Aida menepis menggoyangkan telapak tangan kanannya ke arah Raja.
Pras melirik tajam ke arah Aida dengan bibir mengerucut dan hidung mengembang. Raja yang melihat tak mampu menahan senyum di bibirnya, senyum sinis balasan untuk Pras atas penolakan tak langsung Aida.
"Ohhhh," saut Raja sambil matanya melirik ke arah Pras dengan senyum mengejek.
Melihat ledekan Raja membuat Pras gerah.
"Sialan puas banget tuh Jaja ngebalas gue," batin Pras pergi meninggalkan mereka berdua.
"Pras kemana lu?" tanya Raja sambil tersenyum.
"Bomat, bukan urusan lo," saut Pras pergi begitu saja.
"Pak Pras lagi pms kali ya pak, sensi amat," gumam Aida.
"Mungkin," saut Raja datar.
"Mas Raja datang ke sini sama siapa?" tanya Aida mulai tidak canggung memanggil Mas pada Raja penasaran.
Raja tak menjawab, dia membalikkan badan kembali menatap poster-poster film yang terpasang di dinding di depannya. Aida melangkah mendekat dan berdiri di samping Raja sambil ikut memperhatikan poster yang terpasang di dinding.
Gadis menghentikan langkahnya saat melihat Raja berdiri di samping seorang wanita. Ada debar di dadanya yang dia tidak mengerti, apa rasa tidak suka melihat Raja dekat dengan wanita lain atau takut jika dia mendekat wanita itu akan tahu dengan siapa Raja datang ke bioskop.
"Dia Aida sekertaris nya," ucap Pras yang tiba-tiba sudah berdiri di samping nya.
"Pak Pras, anda-" kata Gadis terpotong.
"Gue datang ke sini sama dia," potong Pras.
"Oh," saut Gadis singkat.
"Ehem!" suara batuk dibuat-buat oleh Pras.
__ADS_1
Raja dan Aida balik badan bersamaan, mata Aida langsung menatap Gadis lekat-lekat. Gadis membalas dengan sekilas tatap, Gadis berjalan mendekati Raja.
"Ini Kang makan malam nya, kita cari tempat duduk Kang," ajak Gadis sambil menyerahkan pop mie yang sudah diseduh kepada Raja.
Raja menatap pop mie yang ada di tangannya dengan tatapan heran, tapi sekali lagi Raja tidak ingin komplain kepada Gadis karena janjinya untuk mengikuti dunia Gadis.
"Maaf Pak Pras Gadis cuman beli 2 pop mie nya, enggak tahu tadi Kalau ada Pak Pras dan mbaknya," kata Gadis merasa tidak enak.
"Dah gak usah mikirin dia sayang, kita cari tempat buat makan aja," ajak Raja menggandeng tangan Gadis meninggalkan Pras dan Aida.
"Sayang?" ucap Aida heran sambil mengangkat alisnya.
"Dah, gak usah kepo wajahnya," kata Pras merangkul pundak Aida.
Wajah Aida masih terlihat jelas penasaran dengan Raja.dan Gadis.
"Apa mereka pacaran Mas?" tanya Aida semakin penasaran.
"Jangan kepo, kepo memperpendek umur sayang," saut Pras.
"Dih, sayang. Nembak aja enggak panggil sayang," balas Aida mencebik.
"Sayang itu gak harus buat pacar tapi tebar ke semua orang, apalagi cewek cantik seperti kamu hehehe," balas Pras sambil mencubit dagu Aida.
"Modus buaya pak Pras," kata Aida.
"Buaya yang tidak merugikan," saut Pras cuek.
***
Di sebuah ruang tunggu penonton Gadis dan Raja duduk bersama untuk menikmati makan pop mie rasa ayam bawang. Raja yang sedari kecil tidak dibiasakan oleh Wijayanti makan mie instan, merasa kurang berselera disuguhi Gadis pop mie.
"Sayang, emang nggak ada ya makanan lain selain ini," tanya Raja hati-hati kepada Gadis.
Gadis tersenyum menatap Raja, dia tahu bahwa Raja memang belum pernah makan mie instan. gadis mengambil kipas angin mini dari tasnya setelah itu dia mengambil pop mie milik Raja lalu mengipasi nya dengan kipas angin miliknya.
setelah agak dingin Gadis mengambil garpu plastik pop mie dan menyuapkan ke mulut Raja.
"Aaaaa," titah Gadis tanpa sungkan dan malu di depan umum.
Wajah Raja merona dengan sikap yang ditunjukkan Gadis secara spontan benar-benar membuat dia tersipu malu. Mata Raja memperhatikan sekeliling ada beberapa tatapan mata yang mengarah ke mereka sambil tersenyum entah senyum apa Raja sepertinya masa bodoh tidak mau peduli.
Raja menerima suapan dari Gadis dia mengunyah secara perlahan. entah karena disuapi Gadis atau karena rasa pop mie, Raja merasakan pop mie ini benar-benar nikmat.
"Pop mie nya nggak panas lagi Kang, terusin makannya ya Kang. Habisin jangan sampai sisa, nanti habis itu kita masuk ke dalam," ucap Gadis sambil menyerahkan pop mie Raja kepadanya.
Gadis sendiri juga memakan pop mie nya.
"Enakkan?" tanya Gadis saat melihat Raja begitu lahap memakan mei nya.
__ADS_1
Raja tak menjawab hanya menganggukkan kepala karena dia begitu menikmati pop mie yang ada di tangannya.
"Kenapa makanan seenak ini nggak dikasih ya sama Mama, beneran tegaan tuh Mama," sesal Raja'
Sejak kecil Raja selalu diperlakukan seperti seorang pangeran hingga dalam soal makanan pun selalu dalam pengawasan orang tuanya terutama Wijayanti, Raja kecil tumbuh menjadi sosok Raja dewasa yang selalu banyak aturan dan dalam pengawasan tidak seperti anak-anak lain umumnya yang bisa merasakan kebebasan dalam bermain bersama lingkungan dan juga teman-temannya.
Pola hidup seperti itulah yang diatur oleh Wijayanti dan suaminya hingga Raja menjadi begitu banyak asing dengan dunia luar selain keluarga dan di lingkungan keluarga besarnya.
Sifat Arogan, egois dan tidak peduli dengan orang-orang di sekelilingnya yang membentuk pribadi Raja hingga dia tumbuh menjadi lelaki dewasa yang hidup sesuai keinginannya selama tidak merugikan orang tuanya, sampai Gadis menyentuh sisi dalam ruang hatinya yaitu nuraninya.
"Gadis tersenyum menatap wajah suaminya tangannya meraih tisu yang ada di dalam tasnya lalu mengusap sisa makanan yang ada di ujung bibir Raja. Raja seketika menghentikan makannya menatap Gadis yang sedang tersenyum kepadanya lalu tangannya menyentuh tangan Gadis yang ada di ujung bibirnya.
"I Love You my girl," ucap Raja mencium tangan Gadis sambil memejamkan matanya.
Hati Gadis berdesir ciuman sederhana ternyata mampu membuat ada rasa senang di dalam hatinya.
" Me too Kang," balas Gadis setengah berbisik.
Dari kejauhan Aidah terlihat masam dan menekuk wajahnya melihat kemesraan antara Raja dan Gadis sementara Pras hanya tersenyum tipis.
"Gak sangka Bos kita bisa seromantis itu," ucap Pras.
Aida merasa cemburu dengan Gadis yang diperlakukan begitu istimewa oleh Raja karena selama ini walaupun Raja buaya tapi dia tidak pernah melakukan hal-hal seperti yang dilakukan saat ini kepada Gadis. Aida berjalan pergi meninggalkan Pras.
"Sayang mau kemana?" tanya Pras melangkah mengejar Aida.
"Pulanggg!" saut Aida kesal.
Raja dan gadis sudah selesai makan mereka pun bersiap untuk masuk ke gedung bioskop, saat hendak beranjak dari duduknya Raja mendengar celetukan dua orang cewek yang ada di meja samping mereka.
"Sayang banget ya ganteng-ganteng keren dipanggilnya Kang," kata salah satu cewek.
"Mungkin pacarnya Kang somay, langganan tuh cewek," saut temannya.
Mendengar celetukan itu membuat darah Raja mendidih dan hatinya panas. Raja lalu bergegas pergi setelah melotot tajam kearah dua cewek itu sambil mendengus membuat kedua cewek itu menundukkan kepala.
"Kang!" panggil Raja.
"Jangan panggil gue Kang!" bentak Raja berbalik badan ke arah Gadis tajam menatap Gadis..
-
-
Raja marah, bagaimana edisi nonton film mereka gagal atau tidak ya🤔
Ikuti episode berikutnya
Maaf up nya lama Kaka🙏
__ADS_1
Terima kasih untuk semua jejaknya 🙏