
"Oh iya, tadi Jaja nggak bilang gue harus bawa bininya nya ke kamar atau langsung ke tempat pesta? Mendingan gue telepon deh," gumam Pras lalu mengambil hp di saku kemejanya.
"Oh my God! Kenapa pakai lowbat segala baterai HP gue!" geram Pras dalam hati.
"Mending gue susul Jaja ke kamar," pikir Pras lalu bergegas menuju lift untuk ke kamar Raja.
Sementara di kamar Raja, Raja dibuat geram oleh sikap yang sesuka hati. Raja melotot tajam ke arah Zee, tanpa kata Raja mendekat ke arah Zee dengan nafas memburu dan Wajah Merah penuh kemarahan.
"Selama gue kenal lo, nggak pernah gue lihat wajah lo yang kayak gini Raj, ini benar-benar menandakan sudah tidak ada lagi gue di hati lo. Tapi gue nggak peduli gue akan tetap buat lo ada dalam genggaman hidup gue." Zee dengan anggun dan perlahan mulai beranjak dari duduknya menghampiri Raja.
Tangan Raja langsung mencekal lengan Zee dengan kasar lalu menyeretnya menuju pintu keluar.
"LEPASIN TANGAN GUEE!!" lengking Zee sambil menarik paksa tangannya dari cekalan tangan Raja hingga terlepas.
"Pergi lo sekarang juga! Dan jangan bikin drama di tempat gue! Ngerti lo!" bentak Raja kepada Zee sambil mengacungkan jari telunjuk nya keluar pintu.
"Oke Raj, nggak perlu bersikap kayak gitu.Aku akan pergi. Tapi aku ingin mengambil tasku," ucap Zee lalu kembali berjalan mendekat ke arah sofa untuk mengambil tas tangannya.
Zee tersenyum menyeringai matanya menatap kearah gelas wine bekas dia minum, Raja tak melepaskan pandangannya dari sosok Zee karena dia tahu sekali Zee adalah wanita yang sangat nekat.
Tangan kiri Zee mengambil tas tangan lalu dengan sangat cepat tangan kanannya meraih gelas wine yang ada di atas meja.
PYARRRR
Suara gelas wine yang Zee pukul kan pada Pinggiran meja hingga pecah berantakan di atas lantai dengan satu tangannya masih menggenggam gagang gelas sisa patahan.
"Lu tau gue kan Raj, kalau gue punya keinginan dan nggak gue dapetin apa yang gue mau. Gue akan memilih mengakhiri hidup gue!" ancam Zee Sabil mengarahkan ujung pecahan Gelas Kaca yang sangat tajam ke arah nadi tangan kirinya
Sorot mata Raja terlihat makin marah dia seperti muak dengan permainan drama Zee, bibirnya mengerucut tak tampak kekhawatiran sedikitpun dari sorot mata dan juga raut wajahnya.
"Dan lo tau gue kan? Kalau gue nggak mempan untuk diancam. Kalo mau mati di depan gue silakan dengan senang hati gue akan menyaksikannya tanpa Rasa salah dan berdosa sedikitpun. Paham lo!" balas Raja sinis.
__ADS_1
Raja berjalan ke arah salah satu sofa dan dia menundukkan bokongnya dengan sangat santai lalu dengan gaya angkuhnya dia menyilang kan kaki.
Mendengar hal itu membuat Zeet tersenyum miris dengan mata yang mulai tergenang, dia tahu sekali jika Raja memang tidak mudah untuk dipengaruhi karena sifat arogan dan juga kejam dalam dirinya.
"Semoga ancaman gue bisa bikin Zee menyerah untuk tidak berbuat nekat," batin Raja dalam hati.
Raja yang sekarang bukanlah Raja yang dulu, yang keras kepala, arogan dan tegaan. Tapi Raja telah berubah sensitif dan juga lembut, Raja berusaha menutupi kecemasan dan kekhawatiran nya dengan sedemikian rupa agar Zee tidak bisa menekannya.
"Ayo? Tunggu apa lagi?" tentang Raja dengan hati yang bertolak belakang.
Zee mulai menekan ujung pecahan gelas ke kulit tangannya yang putih mulus hingga tampak terlihat goresan kecil dan juga tetesan darah
"Sialan dia bener-bener nekat! Tapi gue harus tetap menahan diri. Apapun yang terjadi gue nggak boleh lemah dengan ulah Zee." Raja tetap pada posisi duduknya tanpa melakukan pergerakan apapun.
Di luar Pras yang baru sampai di depan pintu kamar suite room Raja langsung membuka pintu dengan kasar
BRUKK.
"KALIAN GILAA!!" teriak Pras suaranya terdengar hingga terdengar keluar kamar.
Pras bergegas lari menghampiri Zee, belum sampai dekat Zee sudah melotot ke arahnya sambil berteriak,
"BERHENTI DI SITU BULUK!" lengking suara Zee membuat Pras menahan untuk tidak melangkah.
"Oh, jadi lo mau mati? Good. Lo itu memang pantas untuk mati, wanita yang berhati iblis yang terlalu memuja diri sendiri sampai lo nggak pernah bisa lihat penderitaan orang lain akibat sikap egois lu!" bentak Pras pada Zee.
"Diam Buluk!" Zee berteriak makin menjadi.
"Lo yang diam Zee! Lo nggak tau penderitaan yang Raja alami setelah lu pergi ninggalin dia. Dia nggak cuman depresi tapi dia hampir gila hingga dia harus menjalani perawatan psikiatri dan itu pun hasilnya nol!" cecar Pras mengungkap fakta betapa menderita nya Raja begitu ditinggal Zee hampir dua tahun yang lalu.
"Apa lu pernah berpikir betapa bagaimana Raja hancur! Bukan hanya hidupnya yang hancur tapi juga hidup Tante! Patah hati yang lo buat untuk Raja membuat dia gila hingga dia tidak mau mengurus dirinya sendiri dan dia hanya larut dalam kehampaan! Apa lu tau jiwanya hampir melayang beberapa kali karena sakit hati yang dalam waktu yang begitu lama akibat ulah lo!" cecar Pras dengan suara meledak.
__ADS_1
"Sekarang dengan seenaknya lo datang ngancam dia, apa salah kalau gue bilang lu perempuan iblis? Katakan Apa gue salah?" hardik Pras meledakkan semua emosinya.
"Bro, cukup!" seru Raja tapi tak di gubris Pras
"Gue yang nggak terima man, kalau ada orang yang hari ini pengen ngehancurin kebahagiaan lu. Nggak peduli siapa orang itu!" dengus Pras tetap melotot tajam ke arah Zee tak berkedip.
"Pergi lu buluk! Jangan ikut campur urusan gue sama Raja!" geram Zee menjerit.
Pras melangkahkan kaki kanannya.
"JANGAN MENDEKAT BULUKKK HIKS HIKS HIKS!" teriak Zee diantara isak tangisnya jelas terdengar betapa ada kegalauan hebat dalam diri Zee.
Perlahan Pras tetap melangkahkan kakinya mendekat ke arah si dan sekarang jarak keduanya benar-benar sudah sangat dekat dan saling berhadapan. Zee tertunduk dalam tangis.
"Hiks hiks hiks hiks." suara isak tangis Zee terdengar pilu.
"Pras mengambil sisa pecahan beling dari tangan sih dan dia menjatuhkannya di lantai.
Pyarrrrr.
Pras lalu memeluk si membenamkan wajah yang berlinang air mata di dada bidangnya.
"Gue akan anterin lu pulang, lu butuh istirahat," suara Pras pelan hampir berbisik di telinga Zee.
Pras dan Zee mulai berjalan keluar dari kamar Raja, Raja hanya menatap datar ke arah keduanya. Pras memberi isyarat dengan matanya untuk pamit membawa Zee pergi dan Raja membalas dengan anggukan.
Setelah kepergian Pras dan Zee, wajah Raja tanpa bingung.
"Waduh, sebentar lagi acara mau dimulai tapi siapa yang jemput Neng Nong? Hadeh gara-gara drama ikan terbang jadi gue juga yang harus terbang jemput si Jenong." Raja lalu bergegas keluar kamar pergi menjemput Gadis.
..."Sesungguhnya mantan yang minta balikan adalah godaan hati yang meresahkan dan bikin masalah"...
__ADS_1
...~Raja~...