
..."Apapun yang terjadi aku akan penuhi janji ku untuk ada sampai end, semarah apapun dirimu"...
...~Gadis~...
LIKE VOTE JANGAN LUPA KAKAK 🙏
Amigos apartment.
Vivian serius memperhatikan iPad di tangannya, jari telunjuknya menggeser layar iPad sambil sesekali terlihat keningnya mengkerut.
"Sialan! Dasar cewek murahan, Gue yakin dia pelakor diantara hubungan Gue sama Raja, lihat saja Gue bakal bikin perhitungan dengan cewek murahan ini!" dengus Vivian saat melihat beberapa foto mesra Raja dan Gadis waktu di Pulau Seribu.
Vivian mengambil handphone lalu menekan nomor seseorang.
"Cari tahu di mana Cewek Sialan itu sekarang berada CEPAT!" Vivian melempar hp-nya di atas tempat tidur dengan kasar.
'Aaaaaaaaggggrrrr!" teriak Vivian sambil melempar botol parfum yang ada di atas meja rias
Pyaarrr.
Ting.
Ada pesan Vivian langsung menyambar hp-nya dan melihat pesan yang baru masuk, sebuah pesan Sherlock Di mana keberadaan Gadis berada saat ini.
"Gue akan bikin perhitungan dengan cewek murahan sialan itu saat ini juga!" sungut Vivian dengan mata merah dan urat leher tegang sambil kedua tangannya mengepal.
Vivian menyambar tas HP dan juga iPad lalu pergi keluar kamarnya.
\*\*\*
Di Cafe Health Rumah Sakit Bunda.
Gadis sedang duduk di cafe menunggu seseorang sambil menikmati es cappucino nya.
"Udah lama nunggu?" tanya suara cowok yang sangat familiar baru datang dari arah belakang Gadis.
"Belum lama Kak," jawab Gadis beranjak dari duduknya.
"Lu nggak salah ngajak janjian ketemu di sini?" ada rasa penasaran dalam diri Michael. Kenapa Gadis ngajak ketemu di sebuah rumah sakit.
"Mau nagih janji kakak." jawab Gadis sambil memainkan sedotan di gelasnya.
"Emang Gue punya janji apa sama Lu?" Michael tampak bingung dan juga terkejut.
"Alhamdulillah terapinya cepat selesai diluar perkiraan, mungkin karena zat ATS atau aphetamin tidak terlalu tinggi dalam kadar darah Kakak dan sekarang sudah bersih.Jadi terapinya udah selesai dan sekarang Gadis minta bayarannya." jawab Gadis sambil memandang ke arah Michelle.
"Oh itu, oke berapa yang kau minta. Waktu itu Gue berjanji Gue bakal bayar berapa pun Lu mau. Sekarang sebut berapa nominal yang Lu minta," Michael berkata sambil memandang ke Gadis ingin tahu berapa bayaran yang diinginkan Gadis.
"Oke, kalau gitu sekarang kakak ikut sama aku," ajak Gadis berdiri dan berjalan diikuti Michael dibelakangnya.
__ADS_1
"Terus sekarang kita mau kemana?" tanya Michael semakin penasaran.
"Nanti kakak juga tahu, yang penting Kakak udah janji mau bayar dan penuhi berapapun Gadis yang pinta." sahut Gadis.
Gadis berjalan di ikuti Michael di sampingnya ke sebuah ruang perawatan anak kelas 3 menuju sebuah bankar pasien anak perempuan.
"Assalamualaikum Mama Ajeng," sapa Gadis pada seorang ibu yang sedang menunggu anak perempuan berumur sekitar 9 tahun dengan rambut botak, badan kurus dan muka pucat.
"Halo Ajeng sayang nya akak, nih akak datang sesuai janji akak bawa siapa hayooo?" bisik Gadis sambil membelai pipi Ajeng yang tampak tertidur.
Mendengar suara Gadis Ajeng langsung membuka matanya.
"Kakak Gadis!" Panggil Ajeng bangun dari tidurnya.
"Aduh pelan-pelan Sayang!" ucap Gadis sambil membantu Ajeng duduk bersandar di bankarnya.
"Taraa.. ini dia idola Ajeng cantik!" kata Gadis menunjuk ke arah Michelle.
Ajeng tampak terkejut matanya membulat, ada senyum yang mengembang lebar di bibirnya. Terlihat sekali Dia sangat senang dan bahagia bertemu dengan bintang idolanya. Ajeng menutup kedua matanya dengan kedua tangannya karena malu dan menangis terharu.
"Kok malu, udah dong adek akak jangan nangis, katanya pengen ketemu sama Kak Michelle. Kakak udah penuhi loh janji kakak sama Ajeng, Ayo ah, Kak Michael Ajeng ini fans fanatik kakak loh. Bener nggak Jeng?" goda Gadis kepada Ajeng yang tersipu malu.
Gadis memberi kode kepada Michael untuk mendekat dan menyapa Ajeng, Michael paham dan dia pun lebih mendekat kearah Ajeng lalu mengulurkan tangannya untuk memberikan pelukan.
Ajeng dan Michelle saling berpelukan. Ajeng tak berhenti menangis, suatu tangis kebahagiaan Setelah sekian lama keinginannya untuk bisa ketemu sang idola.
sekitar 10 menit mereka bertiga saling bercengkrama dan memberi support kepada Ajeng untuk sabar dan semangat untuk sembuh. Gadis tidak melewatkan moment kebersamaan mereka, beberapa video dan foto di ambil dengan handphonenya.
"Kita pergi ke administrasi ya Kak." ajak Gadis kepada Michelle setelah mereka berpamitan kepada Ajeng dan ibunya.
"Mau ngapain?" tanya Michael Masih belum paham apa yang inginkan Gadis.
Gadis berhenti menghadapkan wajahnya ke arah Michael.
"Untuk mengurus biaya pengobatan dan juga perawatan Ajeng dan itu kakak yang bayar." ucap Gadis.
"Hah? Gue yang bayar semua biaya pengobatan dan perawatan Ajeng?" tanya Michael tak mengerti maksud Gadis kenapa harus dia membayar biaya perawatan Ajeng.
"Itu biaya terapi yang harus kakak bayar ke aku seperti yang sudah kakak janjikan. Bukankan Kakak akan memenuhi berapapun biaya yang aku mau? Dan aku mau kakak lunasi semua biaya perawatan dan pengobatan Ajeng." ucap Gadis.
"Ajeng menderita kanker otak dan dia membutuhkan biaya untuk operasi secepatnya dan juga untuk kemoterapi setelah pasca operasi. Karena itulah aku minta Kakak untuk membantu biaya perawatan dan juga pengobatan Ajeng. Anggap saja ini sedekah buat Ajeng dan keluarganya dari Kakak," ucap Gadis menjelaskan maksud dan tujuan. Kenapa meminta Michael untuk datang ke rumah sakit.
"Gue nggak nyangka hati Lu seperti malaikat." Puji Michael sambil tersenyum.
"Jadi Kakak bersedia kan?" tanya Gadis ingin mencari kepastian Michael mengangguk dengan pasti.
__ADS_1
Mereka pun berdua pergi ke bagian administrasi Michael membayar dan mengurus semua biaya perawatan dan pengobatan Ajeng.
"Foto dan video tadi udah aku kirim ke kakak, gunakan itu untuk hal yang positif misalnya berikan kepada wartawan agar dipublikasikan dan itu bisa meredam gosip miring yang akhir-akhir ini tentang kakak agar bisa mereda," ucap Gadis.
"Makasih Dis." balas Michael dengan sorot kagum.
Saat menunggu Michael yang sedang yang mengurus biaya administrasi pengobatan Ajeng , tanpa diduga mata Gadis menangkap sosok Pras yang sedang mendorong kursi roda seorang ibu paruh baya. Gadis berjalan menghampiri Pras.
" Selamat siang pak Pras. Selamat siang bu." sapa Gadis ramah kepada Pras.
"Kamu lagi ngapain di sini?" tanya Pras heran melihat Gadis ada di rumah sakit yang sama dengannya.
"Membesuk seseorang Pak." jawab Gadis.
"Ini Ibu Pak Pras?" tanya Gadis sambil tersenyum ramah kepada ibu yang ada di kursi roda.
"Iya kamu sendiri siapa Nak temannya Pras?" tanya ibunya Pras.
Gadis lalu mengulurkan tangannya dan disambut oleh ibu Pras, Gadis mencium punggung telapak tangan kanan wanita paruh baya itu.
"Dis semuanya sudah selesai bisa kita pulang sekarang?" ajak Michael yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Gadis dan ini membuat Pras heran.
"Kalian datang berdua?" tanya Pras ingin tahu dan penasaran.
"Oh ya Pak, kami emang janjian ke sini. Ya udah kalau gitu Gadis pamit dulu ya Pak Pras, Ibu semoga cepat sembuh ya Bu," pamit Gadis sambil sedikit membungkuk sebagai tanda hormat.
Setelah mereka berdua pergi Pras Masih sempat mengambil foto mereka dari arah belakang dan langsung mengirimkannya kepada Raja.
📤 Bos Nyonya ada di rumah sakit sama Michael.Bos Nyonya ada di rumah sakit sama Michael.
\*\*\*
Wiguna Tower.
Raja sedang sibuk memeriksa berkas dan juga menatap layar iPad nya wajahnya tampak sekali serius.
Ting.
📥 Bos Nyonya ada di rumah sakit sama Michael.
Raja melihat pesan dan kiriman beberapa foto dari seketika wajahnya langsung memerah urat lehernya tegang dan matanya melotot ke arah layar iPad
"JENOOONGGGGG!!" teriak Raja sekuat tenaga.
...😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡...
Apa yang bakal terjadi selanjutnya padahal waktu terapi nanti malam, apakah terapi akan gagal atau sebaliknya.
Yuk yang masih penasaran stay Next episode Totok Pembangkit.
__ADS_1
Terima kasih untuk like vote gift dan juga komennya, dukung terus ya Kakak 🤗🙏