
..."Apa yang terjadi denganku apabila Aku mencintaimu, ada di dekatmu saja sudah terlalu banyak rasa sakit yang harus aku tanggung"...
...~Gadis ~...
LIKE LIKE JANGAN LUPA KAKAK ππ
Devil Mansion.
"Bos saya sudah dapat semua informasi lengkap tentang cewek itu bos," kata Soni anak buah Alex memberikan amplop coklat yang berisi tentang informasi Gadis.
Alex langsung menyambar amplop coklat dan mengeluarkan beberapa berkas berupa kertas dari dalam amplop itu, lalu dia membaca satu persatu lembaran kertas dengan seksama.
"Hehehe," Alex tertawa smirk sepertinya dia menemukan ide untuk balas dendam kepada Gadis.
"Panggilkan koki terbaikku Kosim, bawa dia kesini dan kalian keluar lah." perintah Alex pada anak buahnya termasuk Sonny.
Tok tok tok
"Masuk!' suara alex dari ruang kerjanya.
"Ya Tuan, ada tugas apa untuk saya?" tanya Kosim koki kepercayaan Alex.
"Ada tugas untukmu, tolong bikinkan menu ini sekarang juga dan kalau sudah jadi antarkan ke sini," perintah Alex kepada Kosim.
Kosim membaca sekilas kertas yang tertulis di tangan.
'Saya akan lakukan sekarang Tuan." sahut Kosim dan bergegas pergi keluar dari ruang kerja Alex.
"Ternyata tidak sesulit bayanganku untuk membuatmu menderita, bahkan hilang dari bumi Cewek Sialan!" decak Alex tersenyum menyeringai.
\*\*\*
Lokasi Syuting film.
"Dis, sebentar lagi waktunya makan malam kamu rapiin semua peralatan ya. Mr mau pergi kebelakang dulu sebentar Udah gak tahan nih!" Bee berkata sambil berjalan cepat meninggalkan Gadis yang sedang merapikan alat-alat make up setelah selesai digunakan.
"Ok, Mister don't worry," sahut Gadis.
Saat Gadis sedang merapikan alat-alat make up
Adin salah satu kru akomodasi datang membawa kotak makan menghampiri Gadis.
"Dis, ini ada makanan kesukaan kamu sengaja Tadi aku bikin spesial buat kamu," ucap Adin sambil menyodorkan box lunch ukuran kecil.
"Makasih Kak Adin, tapi HBD Gadis dah lewat Kak," sahut Gadis sambil menerima kotak makanan dari Adin.
"Emang kalau kita ngasih makanan harus pas HBD aja?" tanya Adin bercanda sambil tersenyum.
"Hehehe, nggak juga sih," jawab Gadis Sambil tertawa.
"Coba deh kamu buka pasti kamu suka ," Adin menyuruh Gadis membuka kotak makanan yang ada di tangan Gadis.
"Wow corn dog," Gadis setengah berteriak kegirangan dengan mata membulat.
__ADS_1
"Kamu suka Dis," tanya Adin memperhatikan Gadis yang langsung mengambil satu corn dog dan memakannya.
"Yaudah ya dis aku pulang duluan." kata Adin meninggalkan Gadis.
"Hooh makasih Kak," ucap Gadis dengan mulut mengunyah corn dog.
"Kalau mulut penuh jangan sambil ngomong ntar keselek aja," celetuk Bee yang tiba-tiba sudah ada di belakang Gadis
"Mister mau?" tanya Gadis sambil menyodorkan kotak makanan kepada Bee.
"Boleh, kebetulan perut Mister udah mulai keroncongan minta diisi," Bee mengambil satu corn dog langsung memakannya dengan lahap.
"Mantull Dis rasanya!" kata Bee sambil mengacungkan jempolnya.
"Udah beres Mister, kuy kita cao!" ajak Gadis menggendong ransel dan menantang tas make up yang berukuran cukup besar.
Mereka berdua pun berjalan menuju parkiran dan meninggalkan lokasi syuting tepat saat waktu menunjukkan pukul 20.00. Sepanjang perjalanan Gadis terlihat gelisah dan keringat dingin mulai keluar di telapak tangan dan juga pelipisnya.
"Kamu sakit, Dis," tanya Bee khawatir melihat muka Gadis yang pucat.
"Entahlah Perasaan dada Gadis nggak enak Mis," jawab Gadis mulai mual perutnya.
"Mister Gadis turun di halte di depan situ aja," ucap Gadis sebuah halte yang ada tepat depan apartemen tempat tinggal.
Gadis berjalan terlihat begitu sangat lemah, Gadis merasa ada pembengkakan pada mulut, lidah, atau tenggorokan, napasnya terasa sesak yang parah.
Gadis berjalan menuju lift, dia merasa mengalami sesak napas yang parah secara tiba-tiba.
"Astaghfirullah kenapa tiba-tiba napas ku terasa sesak?" batin Gadis sambil mencoba untuk mengatur napasnya.
Gadis menyentuh nadinya dia meraba terjadi penurunan tekanan darah secara drastis dan
Jantung berdebar, tapi dengan detak yang lemah. Gadis melihat tangannya ada ruam kemerahan pada kulitnya
"'Alergiku!" Gadis membulatkan matanya.
Gadis merasa pusing kepalanya dan pandangannya berkunang-kunang. Mual dan muntah mulai Gadis rasakan.
"Aku harus sampai kamar," gumam Gadis dengan jalan tertatih terus berusaha.
Gadis berjalan sambil merambat di dinding, begitu masuk ke dalam lift Gadis menekan nomor 28 dan seketika tubuhnya roboh di lantai lift.
Gadis mengambil hp-nya dan menekan nomor Hayati.
"Mah, A-lergi-ku," Gadis berkata tergagap karena sesak nafas yang luar biasa sambil memegang dadanya.
"*NENG! BERTAHAN DI MANA KAMU SEKARANG*!"
Hayati berteriak Panik di seberang telepon dia tahu saat ini kondisi putrinya antara hidup dan mati.
__ADS_1
"Apar-te-." satu kata Gadis yang tak mampu diteruskan karena dia sudah dalam kondisi tak sadarkan diri.
"*NENGGGG*!"
\*\*\*
Hayati begitu panik dia langsung hubungi nomor Raja beberapa kali tapi telepon tak tersambung.
"Astaghfirullah siapa lagi yang harus aku telepon," Hayati berucap wajahnya terlihat panik sekali.
Dia kembali membuka HP nya lalu mencari nomor yang bisa dihubungi untuk menolong Gadis.
"Bismillahirrohmanirrohim Ya Allah semoga ini diangkat,"
"Assalamualaikum Ray, tolong cepat kamu datang ke apartemen Gadis sekarang juga! Gadis dalam keadaan kritis," ucap Hayati langsung mematikan teleponnya dan mengirim pesan ke nomor Ray
π€ Apartment penthouse no 28.
"Ya Allah Semoga Gadis tertolong," bisik Hayati berdoa matanya tampak menggenang.
"Aku akan minta Ruslan mengantarkan aku ke Terminal malam ini juga," gumam Hayati langsung bergegas untuk berkemas dan pergi ke Jakarta.
\*\*\*
Ray berlari seperti orang kesetanan masuk kedalam apartemen penta house terlihat sekali wajah nya panik.
"Mbak tolong, saya mau ke nomor 28 ini darurat Mbak!" kata Ray pada seorang resepsionis yang bertugas di meja resepsionis di lobby.
"Mohon tinggalkan KTP dan isi buku tamunya,"
Dengan cepat Ray mengisi buku tamu dan memberikan ktp-nya, setelah urusan selesai langsung bergegas lari menuju ke lantai 28. Begitu lift terbuka di lantai 28. Betapa terkejutnya Ray saat melihat Gadis tergeletak tepat di pintu keluar lift dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"BEB!!" teriak Ray memeluk Gadis yang tubuh nya penuh ruam dan bibirnya biru.
Ray langsung menekan nomor unit gawat darurat.
"Mas tolong cepat bawa ambulans ke apartemen Pentahouse teman saya dalam keadaan kritis!" teriak Ray dengan suara panik.
Ray memapah tubuh Gadis masuk kembali ke dalam lift.
"Beb bangun beb," Ray mencoba membangunkan Gadis dengan menepuk pipinya tapi tak ada respon.
Begitu lift terbuka di lantai lobby, seorang petugas pria membantu Ray membopong Gadis dan dibaringkan di sofa panjang yang ada di lobi sambil menunggu ambulans.
"Ya Allah kenapa lama sekali ambulans nya," gerutu Ray panik.
...π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€π€...
Apa yang terjadi dengan Gadis? Apakah nyawa Gadis bisa tertolong karena alerginya dan Bagaimana reaksi Raja saat melihat kondisi Gadis ikuti terus episode berikutnya ditotok pembangkit
Terima kasih untuk semua dukungan like vote gif dan juga komennya ππ€ dukung terus kakak.
Kak maaf kalau yang komentar belum sempat dibalasππ
__ADS_1