Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 99 Hierarki


__ADS_3

Rombongan orang itu pun tiba di hadapan Kaji dan Eve.


Aku bisa merasakan aura mengintimidasi dari keluarga Induk Kamiya, kata Eve dalam hati.


Tuan Giruberuto melontarkan tatapan tajam membuat Eve menelan saliva lalu tersenyum.


‘’Selamat datang keluarga Induk Kamiya,’’ sambut Eve sambil membungkuk memberi hormat.


‘’Puff.’’


Eve mendongakkan kepala dan menatap semua keluarga Induk Kamiya. Dahinya berkerut.


Aku seperti mendengar ada seseorang yang ingin tertawa tadi. Ah, mungkin aku salah dengar karena saking gugupnya. Mereka yang memasang wajah serius seperti ini tidak mungkin di antara mereka ada yang ingin tertawa, kata Eve dalam hati.


‘’Nona Eve, meskipun kita tidak pernah bertemu secara langsung, kami sudah mendengar tentang dirimu,’’ kata Nyonya Vaioretto.


‘’Kami juga sudah mengetahui masa lalu Nona Eve saat menyaksikan kompetisi masak World Premier Gastronomy Periode 128,’’ kata Tuan Giruberuto.


Apakah menurutmu keluarga Induk Kamiya akan menerimanya?


Kenapa keluarga Induk Kamiya tidak akan menerimanya? Mereka akan mengerti setelah melihat penderitaan Eve-chan.


Jika keluarga Induk Kamiya tidak menerimanya, maka aku yang akan meminang Eve-chan. (Kaji teringat)


Tangannya mengepal sambil melihat tatapan keluarganya kepada Eve.


Jika mereka tidak merestui kami, aku tidak punya pilihan lain. Aku akan meninggalkan keluarga Kamiya, kata Kaji dalam hati.


Eve merasa tidak nyaman dengan tatapan keluarga Induk Kamiya, meskipun saat ini ia mempertahankan raut wajah tenangnya yang sedang tersenyum.


Kenapa aku merasa mereka tidak menyukaiku, ya? Benar juga. Setelah mengetahui masa laluku, mereka pasti tidak menerima keberadaanku. Kalau begitu, apa pun yang terjadi, aku akan menerimanya, kata Eve dalam hati.


‘’Selamat atas pertunangan kalian,’’ kata Tuan Giruberuto.


Nyonya Vaioretto dan yang lainnya juga memberikan ucapan kepada Kaji dan Eve, sebelum mereka berbaur dengan para tamu. Kaji dan Eve hanya saling bertatapan.


Direktur Pengelola, Komisaris dan wakil, Pendiri, Kritikus Restoran, Sponsor, CEO, dan koki kelas atas menyusul memberikan ucapan kepada Kaji dan Eve. Tuan Moriarty, Nyonya Mary dan Sekretaris Rey juga memberikan mereka ucapan.


Yang paling heboh dan terharu adalah Vic.


Ketiga Bookman yang pernah menjadi juri di kompetisi masak World Premier Gastronomy juga turut hadir dan memberi ucapan.


Setelah acara pertunangan selesai, mereka pun kembali ke master bedroom suite masing-masing.


......................


Master Bedroom Suite Kaji & Eve


‘’Aku sangat lelah, rasanya seperti mengelilingi satu pulau,’’ kata Eve.

__ADS_1


Eve menghela nafas lega karena akhirnya ia tidak bersama dengan keluarga Induk Kamiya lagi. Ia pun berjalan dan menjatuhkan dirinya ke kasur. ‘’Kau saja yang mandi dulu, baru aku.’’


Belum sempat Kaji melepas pakaiannya, tiba-tiba sebuah notif masuk di ponselnya.


Kaji menggeser layar lalu menatap ke arah Eve. ‘’Ada pesan dari kakak.’’


‘’Iya, iya, kalau kau ada urusan dengan Yuki-san, silahkan. Aku mau beristirahat,’’ kata Eve.


‘’Keluarga Induk Kamiya ingin bertemu denganmu,’’ jawab Kaji.


Eve melotot dan langsung bangkit. Raut wajahnya langsung frustasi. ’’Jangan lagi.’’


......................


Ruang Aula


‘’Shitsurei shimasu(Permisi),’’ kata Kaji dan Eve masuk.


Terlihat keluarga Induk Kamiya sudah melontarkan tatapan dingin dan mengeluarkan aura mengintimidasi.


Eve tidak tahu harus mengatakan apa dalam situasi yang memiliki tekanan seperti ini. Ia hanya berusaha mempertahankan raut wajah tenangnya sambil tersenyum.


‘’Eve-chan~ uwa! Aku sudah tidak tahan lagi harus menatapmu dengan tatapan dingin,’’ isak Tuan Giruberuto.


‘’Eh?’’ bingung Eve melihat perubahan pria yang merupakan kepala keluarga Induk Kamiya.


Eve tersentak karena Nyonya Vaioretto langsung menggenggam tangannya. ‘’Hidupmu pasti benar-benar kelam. Aku tidak menyangka kau menghadapi masalah seperti itu di masa lalu. Beruntung, Peri Kecil kami datang membantumu.’’


‘’Eh? Pe-Peri kecil?’’ tanya Eve.


‘’Ya, dia adalah Kaji-chan, dan Eve-chan sekarang adalah Tuan Putri,’’ kata Nyonya Vaioretto.


Kaji dan Eve hanya tersenyum dengan wajah bodohnya.


‘’Jadi kau Eve-chan, ya? Puff, aku sampai tidak bisa menahan tawaku saat kau menyebut kami keluarga Induk Kamiya,’’ kata Tuan Zanmu.


Nona Zekino menyikuk suaminya. ‘’Sayang, sudah aku bilang jangan tertawa, dia akan merasa tersinggung.’’


Nyonya Vaioretto menjadi murung. ‘’Kenapa Bunga Sakura-ku lama sekali, ya?’’


‘’Sepertinya keluarga Kamiya memiliki calon menantu lagi,’’ kata Tuan Toki.


Ceklek!


Saat itu juga, muncul sosok tuan Yuki dan dokter Yuu bersama si kembar.


‘’Ara? Bunga Sakura-ku sudah tiba,’’ kata Nyonya Vaioretto.


Sejak tadi, Eve hanya bisa memasang raut wajah bodohnya.

__ADS_1


Jangan bilang Bunga Sakura yang dimaksud Nyonya Besar adalah orang ini, ucapnya dalam hati.


‘’Yuki-kun, kenapa kau begitu lama? Eh? Musim Semi juga terlambat datang,’’ kata Nyonya Vaioretto.


Musim Semi? Jadi itu panggilan untuk Yuu-san, kata Eve tidak melihat pencerahan.


‘’Semuanya! Baris dan jangan sampai ada kesalahan sedikitpun ... Lakukan sekarang!’’ perintah Tuan Giruberuto.


‘’Oosama(Kaisar)!’’ sambut semuanya.


Sebelah alis Eve terangkat dengan wajah yang masih memasang raut wajah bodoh.


O-Oosama? Sekarang siapa lagi yang mereka panggil dengan sebutan Oosama, kata Eve dalam hati.


‘’Shitsurei shimasu(Permisi),’’ kata si kembar.


Heh? Jadi mereka berdua ini adalah Oosama, ya? Sebenarnya hierarki apa yang sedang dijalankan keluarga Induk Kamiya, kata Eve dalam hati.


Cepret!


Eve terbelalak saat menyadari bunyi kamera. Ia pun menoleh dan melihat Nyonya Vaioretto memegang kamera.


"Oka-sama mengambil gambar tanpa izin lagi?" tanya Kaji.


‘’Ohohoho, aku hanya mengambil gambar untuk kenang-kenangan keluarga kita,’’ kekeh Nyonya Vaioretto.


Heh? Entah kenapa, aku seperti melihat adegan ini, kata Eve dalam hati sambil memasang raut wajah bodohnya.


‘’Kein-kun, kau membuatku bangga dengan menghajar penjahat itu demi memberikan keadilan kepada ibumu,’’ kata Tuan Giruberuto.


‘’Sesuai laporan yang kuterima, aku akan mengirim agen khusus dari FBI secara langsung untuk menangkap Cordelia-san dan Reon-san,’’ kata Nyonya Vaioretto.


‘’Ahaha, Nyonya Besar tidak perlu berlebihan seperti itu,’’ kata Eve.


Nyonya Vaioretto melotot. ‘’Beraninya kau!’’


‘’Ma-Maafkan aku Nyonya Besar karena telah lancang kepada Anda,’’ kata Eve menunduk.


‘’Kau telah bertunangan dengan Kaji dan tidak lama lagi akan menikah. Sekarang kau bagian dari keluarga Kamiya, jadi jangan memanggilku dengan sebutan Nyonya Besar, panggil aku Ibu!’’ perintah Nyonya Vaioretto.


Eve terbelalak, dan mengingat Nyonya Mary juga pernah berkata seperti itu kepadanya. Ia tersenyum, rasanya ia sangat bersyukur bisa melihat seorang wanita yang menyuruhnya memanggil mereka dengan sebutan ibu. ‘’Terima kasih, Ibu.’’


Tok! Tok!


Semua menoleh ke arah pintu karena suara ketukan tadi. Tuan Giruberuto mempersilahkan sosok yang mengetuk tadi untuk masuk.


‘’Shitsurei shimasu(Permisi). Tuan Besar, kita sudah sampai,’’ lapor pelayan pribadi.


‘’Sudah sampai?’’ bingung Kane.

__ADS_1


__ADS_2