Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 16 Informasi Mengenai Adik Tuan Kamiya Yuki


__ADS_3

Kediaman Raymond


Adam melepaskan blazer miliknya dan menyerahkannya kepada Eve. Ia memberitahu istrinya agar tidak perlu menyiapkan makan malam dan wanita tadi hanya menurut.


Beberapa menit kemudian setelah membersihkan badan, ia menyuruh istrinya masuk ke kamar mandi.


Ponselnya bergetar, membuatnya meraih benda itu. Ia terbelalak melihat pesan dari rekan kerjanya yang sedang mengalami kecelakaan, sehingga mengutus adiknya untuk menggantikannya sementara waktu. Adam mengerti dan mengirimkan pesan agar rekan kerjanya itu cepat sembuh.


Aku tidak tahu kalau dia memiliki adik yang seumuran denganku, kata Adam dalam hati.


Ceklek!


Pintu kamar mandi terbuka dengan keluarnya Eve. Ia menatap suaminya bingung.


‘’Ada apa? Apakah semuanya baik-baik saja?’’ tanya Eve.


‘’Tuan Kamiya mengalami kecelakaan dan tidak sempat mengambil penerbangan kemari.’’


Eve terbelalak dan kaget mendengar ucapan suaminya. ‘’Jadi, bagaimana? Bukankah besok kalian berdua akan meresmikan kerja samanya?’’


‘’Tidak perlu khawatir. Meskipun Tuan Kamiya tidak bisa hadir, dia sudah mengutus adiknya agar menggantikannya untuk sementara waktu. Besok aku mungkin pulang larut jadi tidak perlu menunggu.’’


‘’E-Em, aku mengerti.’’


......................


Keesokan harinya…


Adam bangkit dari tidurnya. Ia menatap ke samping, melihat Eve sudah tidak ada di tempatnya. Kepalanya mencari-cari ke sekeliling hingga berakhir ke secangkir teh hijau di meja minimalis kamar. Di sampingnya juga tergeletak secarik kertas, membuatnya meraih secarik kertas itu.


Ini teh hijau untukmu. Teh hijau adalah pilihan yang bagus untuk minuman pagi hari. Teh hijau memiliki cukup kafein untuk memberi dorongan energi pagi yang baik. Tidak seperti kopi, teh mengandung asam amino L-theanine, yang mencegah serbuan kafein dan memberi energy berkelanjutan selama beberapa jam. Karena hari ini begitu penting, kau pasti akan sangat sibuk, jadi jangan sampai kelelahan.


Matanya kembali melirik teh hijau itu. Ia meletakkan kembali secarik kertas tersebut, dan meraih cangkir. Sekali tegukan, ia terdiam untuk beberapa saat, hingga ia kembali meneguknya.


......................


Ruang Makan


Adam sudah melihat istri dan ayahnya sarapan. Mengingat teh hijau tadi, ia melirik Eve sekilas. Sarapan berjalan dengan tenang seperti biasa. Adam menatap Eve membuat wanita itu tersenyum. Ia kembali menyantap makanannya.


‘’Buatkan aku teh hijau setiap pagi mulai sekarang.’’


Tuan Moriarty dan Eve terhenti dari aktivitasnya. Keduanya menatap Adam yang hanya tenang menyantap sarapannya. Meskipun suaminya itu meminta dengan nada yang datar, tapi Eve tidak bisa menahan senyumannya karena merasa senang.


‘’Hoo, ada apa ini? Kenapa kau tiba-tiba menyuruh istrimu membuatkan teh hijau setiap pagi?’’ penasaran Tuan Moriarty.


‘’Tidak ada alasan lain. Aku hanya ingin energiku tetap terjaga,’’ jawab Adam biasa saja.

__ADS_1


‘’Begitu? Oh ya, Eve, hari ini kita juga akan keluar untuk menghadiri peresmian di akademi kuliner. Jadi setelah makan, bersiap-siaplah!’’


Raut wajah Eve terlihat sedikit bimbang. ‘’Um Ayah, itu, aku sebenarnya ingin ikut, tapi aku ingin meminta izin kepada Ayah. Bisakah aku mengunjungi ayahku? Aku ingin melihat kondisinya.’’


Tuan Moriarty dan Adam saling memandang. Eve merasa ragu melihat reaksi wajah kedua pria itu, sepertinya memang mustahil dirinya mendapat izin.


‘’Tapi Eve, hari ini Adam akan meresmikan kerja samanya dengan Kamiya Group. Kau yang sebagai istrinya wajib datang untuk menemaninya,’’ kata Tuan Moriarty.


Eve mengangguk mengerti, meskipun terlihat kekecewaan di raut wajahnya. Adam yang melihat hal itu hanya menghela nafas.


‘’Tidak apa-apa. Biarkan dia menjenguk ayahnya.’’


Perkataan Adam spontan membuat Eve mendongakkan kepala dengan raut wajah tidak percaya. Tuan Moriarty menatap putranya bingung.


‘’Tapi Adam, dia ha—‘’


‘’Sudah kubilang, tidak apa-apa. Ayah seharusnya mengerti perasaannya," kata Adam memotong ucapan ayahnya.


Tidak ingin berdebat lebih lama membuat Tuan Moriarty pasrah. Eve benar-benar tidak percaya karena suaminya itu malah mendukungnya.


Selesai sarapan, Eve menuju ke kamarnya bersama Adam. Ia membantu suaminya berpakaian dan memasangkan dasinya.


‘’Itu, terima kasih,’’ kata Eve.


‘’Terima kasih untuk apa?’’ tanya Adam.


Adam terdiam. Ia membuang wajah begitu ia selesai mengenakan pakaiannya. Sebelum dirinya meninggalkan kamar, langkah kakinya terhenti.


Eve menatap punggung suaminya.


‘’Jangan lupa menuliskan secarik kertas juga saat kau menyiapkan teh hijau untukku.’’


Eve terbelalak. Menyuruhnya menuliskan secarik kertas sebagai ucapan selamat pagi, entah apa yang dipikirkan suaminya itu. Tingkahnya sangat menggemaskan, yang lebih membuat suaminya itu menggemaskan, karena cara bicaranya yang datar tetapi tingkahnya seperti anak kecil.


Keluarga Raymond benar-benar unik, kata Eve dalam hati.


Ponselnya tiba-tiba bergetar di atas lemari laci, membuatnya berbalik. Baru saja, ia merasa senang karena tingkah suaminya, senyuman di bibirnya langsung luntur melihat si pengirim pesan. ‘’Cordelia.’’


......................


Rumah Keluarga Laurence


‘’Bapak bisa masuk ke dalam rumah,’’ kata Eve.


‘’Terima kasih Nona Muda. Saya menunggu di luar saja.’’


Eve mengangguk dan menuruni mobil. Ia masuk ke dalam rumah dengan tergesa-gesa. Melihat pesan Cordelia yang mengatakan ini keadaan mendesak, membuatnya khawatir dengan ayahnya.

__ADS_1


‘’Ayah!’’


Pak Percy tidak percaya melihat kedatangan putrinya. Ia menuruni tangga dan memeluk Eve. Wanita itu menatap ayahnya dari atas sampai bawah.


‘’Ayah baik-baik saja? Ayah tidak merasa aneh atau sakit, kan?’’


Dahinya berkerut melihat raut khawatir putrinya. Ia memberitahu Eve kalau dirinya baik-baik saja.


‘’Tapi Co—‘’ ucapan Eve terpotong saat melihat Cordelia dari belakang mengkodenya untuk diam.


‘’Kenapa?’’ tanya Pak Percy.


Eve kembali menatap Cordelia yang mengatupkan kedua tangannya.


‘’Oh tidak apa-apa. Aku hanya khawatir dengan Ayah. Tapi Ayah sungguh baik-baik saja, kan?’’


Pria itu kembali mengangguk. ‘’Aku tidak menyangka kau akan datang.’’


‘’Aku ingin memeriksa kondisi Ayah. Jadi aku datang kemari. Aku juga sudah meminta izin dan suamiku mengizinkan.’’


‘’Aku baru saja ingin ke kamar, tetapi mendengar suaramu, aku kembali turun.’’


‘’Ah maafkan aku. Kalau begitu ayo kuantar ke kamar.’’


Cordelia bersembunyi agar ayahnya tidak melihatnya. Ia mengkode kakaknya untuk ke dapur setelah membawa ayah mereka ke kamar.


......................


Perusahaan Raymond


Para wartawan sudah menunggu sejak tadi di depan perusahaan. Melihat sebuah mobil datang, membuat mereka mengepung mobil itu. Sekretaris Rey membukakan jalan untuk Adam dan Tuan Moriatry sambil diwawancarai.


‘’Peresmiannya akan segera dilakukan. Kalian bisa menunggu kami di akademi kuliner Chrysos, karena peresmiannya akan dilakukan di sana,’’ kata Adam.


Di saat yang bersamaan, seorang pria muda menuruni pesawat jet pribadinya. Terlihat limousine yang sudah menunggunya. Ia memasuki limousine yang sudah dibukakan oleh supir pribadinya.


......................


Perusahaan Raymond


Semua karyawan tercengang melihat pria muda memasuki perusahaan tersebut yang dikawal puluhan pengawal menuju lantai atas.


......................


Ruang Pertemuan


Sambil menunggu kedatangannya, sekretaris Rey menyerahkan dokumen yang berisikan infromasi adik dari Tuan Kamiya.

__ADS_1


Sebagai seorang perwira polisi, dia menggunakan kekayaannya yang luar biasa dan koleksi gadget teknologi terbaru untuk menyelesaikan kasus kejahatan. Dia seorang miliarder, kata Adam dalam hati.


__ADS_2