
Pelabuhan Naha, Okinawa
Sebelum mereka menuruni kapal pesiar, sudah tersedia mobil yang menunggu mereka di bawah.
‘’Ini di Okinawa?’’ tanya Eve.
Kaji tersenyum dan mengangguk. ‘’Iya, kita akan melaksanakan pernikahan di mansion pribadiku.’’
Okinawa? Heh, aku pikir kita mau ke mana sampai-sampai menggunakan kapal pesiar super mewah, ternyata hanya ke Okinawa. Padahal jauh lebih praktis jika menaiki pesawat untuk kemari, yang hanya memakan waktu 3 jam. Tapi malah menggunakan kapal pesiar yang memakan waktu 25 jam. Dasar orang kaya, kata Kane dalam hati.
Semua pun menaiki mobil dan hendak menuju ke mansion pribadi milik Kaji di Prefektur Okinawa.
......................
Mansion Pribadi Kamiya Kaji
Inilah yang ditunggu-tunggu semua orang, mansion pribadi milik Kamiya Kaji. Semua orang tahu, tidak mudah bagi sembarang manusia bisa menginjakkan kaki di kediaman pribadi masing-masing anggota keluarga Kamiya.
Tapi, berkat Eve yang merebut perhatian Kaji meskipun ia tidak berniat seperti itu, membuat para tokoh berpengaruh bisa memasuki mansion pribadi milik pria yang dikenal sebagai miliarder itu.
Kane menatap bangunan super mewah di depannya. ‘’Konsep bangunannya seperti sebuah istana abad ke-17 tapi bergaya Mediterania.’’
‘’The Chateau Lous XIV Fourth Fairfield Pond,’’ kata Kein.
‘’Benar. Menurut laporan The New York Times, Pangeran Salman membeli istana The Chateau Louis XIV melalui sebuah perusahaan yang dikelola yayasan pribadinya, yakni Eight Investment Company. Luasnya sekitar 57 hektare dan dilengkapi fasilitas yang mengangumkan. Lalu, Fourth Fairfield Pond yang ada di New York, memiliki luas 63 hektare dengan bangunan mencapai 110.000 meter persegi, milik pengusaha New York, Ira Leon Rennet,’’ kata Kane.
‘’Paman Kaji sepertinya menggabungkan kedua kediaman mewah tersebut menjadi satu,’’ kata Kein.
‘’Kaji-san mengeluarkan harga yang cukup fantastis untuk membangun mansion pribadinya ini, yaitu 198.000.000 dollar Amerika atau senilai 133 miliar Poundstreling,’’ kata Dokter Yuu.
Tanpa bertanya pun, kalian sudah tahu bagaimana reaksi wajah si kembar.
Para pelayan pun menuntun semua orang ke kamar yang sudah disiapkan Kaji. Tidak ada aktivitas spesial, hanya makan malam seperti biasa dan berbincang di ruang tamu, setelah itu kembali beristirahat.
......................
Keesokan harinya…
Hari ini Kaji membawa Eve berjalan-jalan dan tentu saja semua orang ikut bersamanya. Mereka mengunjungi beberapa tempat di Okinawa.
‘’Oh iya, aku ingin kau bertemu dengan seseorang,’’ kata Kaji.
‘’Seseorang? Siapa?’’ tanya Eve.
......................
Kediaman Hakuba
‘’Aneh, pagar rumahnya terkunci, sepertinya dia tidak ada di rumah,’’ kata Kaji.
Tiba-tiba ada seorang pria menghampiri rombongan mobil itu. ‘’Ano, sumimasen(permisi), Anda siapa?’’
__ADS_1
‘’Saya teman dari pemilik rumah ini, apakah beliau sedang keluar?’’ tanya Kaji.
‘’Oh begitu? Tuan Hakuba sudah pindah sejak satu minggu yang lalu, dan rumah ini sudah dibeli oleh seorang komposer,’’ jawab pria tersebut.
‘’Pindah? Aneh sekali. Kenapa dia tidak mengabariku?’’ bingung Kaji.
‘’Ya sudah, kita pergi saja Kaji-kun,’’ kata Eve.
‘’Eh? Tuan Kaji? Tunggu, apakah yang Nona maksud Kamiya Kaji?’’ tanya pria tadi.
Kaji mengangguk dan membenarkan pertanyaan pria itu. ‘’Itu memang namaku. Memangnya ada apa?’’
‘’Syukurlah. Sebelum Tuan Hakuba pindah, dia memberitahuku jika ada seseorang yang bernama Kamiya Kaji mencarinya, dia menyuruhku untuk memberikan secarik surat ini kepada orang tersebut,’’ kata pria itu menyerahkan secarik kertas lalu pamit pergi.
Kaji membukanya dan melihat secarik kertas.
‘’Ada apa Paman Kaji?’’ tanya Kane yang melihat wajah pria itu.
‘’Anak itu, selalu saja ingin membuatku berpikir. Kenapa harus menggambar sesuatu yang tidak berhubungan, padahal bisa memberitahuku secara langsung,’’ kata Kaji tersenyum menahan emosi.
Kane melihat isi secarik kertas itu. Dahinya berkerut karena isinya bukan sebuah surat, melainkan gambar bulan sabit dan pohon kelapa yang digabungkan.
‘’Ayo ke tempat orang itu,’’ kata Kaji.
‘’Kau sudah tahu di mana Tuan Hakuba berada?’’ tanya Dokter Yuu.
Namun, belum sempat mereka memasuki mobil, semuanya terganggu dengan suara menyalak seekor anjing dari dalam rumah komposer.
Prank!
Semua tersentak mendengar suara pecahan kaca yang begitu jelas terutama Kane. Mereka langsung menatap ke arah rumah tersebut.
Kane langsung berlari ke arah pagar. ‘’Gomen kudasai(Maaf mengganggu)! Dare ga imasen ka(Apakah ada orang di dalam)? Gomen kudasai!’’
Namun, karena tidak ada jawaban, membuat Kane hendak memanjat pagar.
‘’Ano, kalian siapa, ya? Apa yang kalian lakukan di rumahku?’’ tanya seorang wanita.
‘’Kami mendengar suara pecahan kaca dari dalam rumah Anda,’’ kata Kaji.
Wanita itu melotot dan segera membuka pagar rumah, lalu berlari dengan perasaan begitu cemas.
Kane langsung menyusul begitu juga dengan Kaji, Adam dan dokter Yuu.
‘’Eh? Terkunci dari dalam?’’ cemas wanita tadi.
Tok! Tok!
Wanita itu langsung berteriak sambil memukul pintu dengan begitu keras. ‘’Suamiku! Kau di dalam, kan? Suamiku!’’
‘’Apakah ada orang selain suami Anda?’’ tanya Kaji.
__ADS_1
‘’Pembantu di rumah ini, Hanaru-san. Mungkin saja mereka sedang terluka sampai tidak menjawab,’’ kata wanita itu.
Tapi, karena tidak ada jawaban sama sekali, membuat Kaji tidak punya pilihan lain. ‘’Yuu-san, Tuan Adam, kita bertiga harus mendobrak pintunya. Apakah Anda tidak keberatan Nyonya?’’
Wanita itu mengangguk dengan perasaan cemas. Tidak peduli pintu rumahnya rusak atau apa, intinya mereka harus segera masuk. Ketiga pria itu pun mendobrak pintu, akan tetapi pintunya tidak bisa terbuka.
‘’Baiklah, ini yang terakhir. Dalam hitungan ketiga, kita akan mendobraknya secara bersamaan. Kalian siap? Satu, dua, tiga!’’ kata Kaji.
Bruk!
Pintu terbuka, dengan masuknya wanita itu secepat mungkin.
Srig!
Deg!
‘’Ah!’’ jerit wanita itu berjalan mundur karena saking terkejutnya.
Kaji dan yang lainnya juga terpaku terutama Kane.
Dokter Yuu menghampiri wanita yang masih syok tadi. ‘’Tenanglah Nyonya.’’
‘’Panggil ambulans!’’ perintah Kaji.
‘’Tidak!’’ seru Kane yang mendekati kedua orang yang tertimpa pecahan kaca di sofa.
Mata Kane memicing. ‘’Panggil polisi.’’
......................
Eve dan yang lainnya terbelalak melihat beberapa mobil polisi datang.
‘’Polisi? Apa yang terjadi?’’ bingung Eve.
‘’Inspektur? Anda di sini?’’ tanya Nyonya Vaioretto.
Pria itu membungkuk untuk sesaat. ‘’Nyonya Besar di sini juga? Kami mendapatkan laporan bahwa dua orang terbunuh di dalam rumah ini.’’
Vic membengkap mulut. ‘’Apa? Terbunuh?’’
Setelah mendengar laporan itu, mereka semua langsung memasuki rumah tersebut.
‘’Kohide Kazuga … Pekerjaan, komposer. Lalu Mitsuka Hanaru … Pekerjaan, pembantu rumah tangga. Kaca yang pecah, jatuh ke sofa dimana suami dan pembantu Anda berada, dan keduanya ditemukan tewas karena bingkai kaca ini menimpa mereka,’’ kata salah satu petugas.
‘’Kalau begitu ini adalah kasus kecelakaan, ya? Sungguh ceroboh,’’ kata Inspektur.
‘’Kalian salah. Ini bukan kecelakaan, tapi murni kasus pembunuhan,’’ kata Kane.
Semua tersentak mendengar ucapan Kane.
...Visual Inspektur...
__ADS_1