Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 78 Kamar


__ADS_3

Eve masuk ke dalam kamar dengan wajah sendu.


‘’Kein-kun, kono detarame o yame nasai(Hentikan omong kosong ini)!’’


‘’Kore wa detaramede wa arimasen, Yuki Oji-sama(Paman Yuki, ini bukan omong kosong)!’’


‘’Aku tidak pernah mengajarimu untuk membantah perkataan orang yang lebih tua darimu. Kau sudah memenangkan kompetisi ini, jadi kenapa masih mempermasalahkan taruhan itu?’’


‘’Maafkan aku Ibu. Tapi mereka pantas mendapatkan bayaran atas perbuatan mereka.’’


‘’Apa-apaan ini?! Cepat matikan layarnya!’’


‘’Hehe, reputasi? Humph! Reputasi keluarga Raymond sudah jatuh sejak mereka menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya.’’


‘’Tapi, karena sebuah kesalahan, dia ditendang oleh 2 keluarga sekaligus. Kebetulan pernikahan Adam Raymond tidak dipublikasikan oleh media, sehingga akan lebih mudah untuk mencari pengganti istri pertama tanpa dunia mengetahuinya. Namun, karena Nona Cordelia merasa terancam kalau istri pertama masih hidup, dia menyuruh pembunuh bayaran untuk membunuh Eve Laurence, dengan begitu akan lebih mudah mengisi posisi calon istri Adam Raymond.’’


‘’Hehe, Tuan Adam yang menendang istri Anda sendiri, kenapa sekarang begitu marah saat mengetahui dia hampir dibunuh?’’


‘’Astaga, kalau begitu Nona Eve itu tidak mengandung anak dari orang lain, tapi tetap mengandung pewaris keluarga Raymond itu sendiri.’’


‘’Cukup mudah, keluarga Raymond hanya perlu memutuskan hubungan dengan Cordelia dan Reon lalu meminta maaf kepada seluruh dunia, mungkin mereka akan mempertimbangkan permintaan kalian.’’


‘’Kalau kau ingin meminta keadilan, langsung kepada Cordelia. Kenapa harus mengikutsertakan keluarga Raymond?’’ tanya tuan Moriarty.


‘’Karena keluarga Raymond juga pantas untuk membayarnya.’’ (Eve teringat)


Ceklek!


Ia menoleh saat mendengar suara pintu terbuka. Wajahnya langsung berubah drastis saat melihat sosok yang datang.


Eve mengerutkan dahi tanda kesal. "Kaji-kun, bukankah aku sudah bilang jangan pernah memberitahu masa laluku kepada kedua anak itu? Kenapa kau mengingkari janjimu?"


"Haa ... Eve-chan, apakah kau masih berpikir aku yang memberitahu kedua anak itu mengenai masa lalumu?" tanya Kaji.


"Apa maksudmu? Tidak ada yang mengetahui masa laluku lebih baik selain dirimu. Selain itu, tidak mungkin aku menceritakannya kepada sembarang orang," jawab Eve.


Kaji menghela nafas sekali. "Kedua putramu dijuluki Si Kembar Iblis, kan? Kalau yang satu ahli seni dan kuliner, maka yang satunya ahli deduksi dan peretas. Jadi, kurasa kau sudah tahu kenapa kedua anak itu bisa mengetahui masa lalumu."

__ADS_1


Eve langsung teringat dengan kejadian waktu itu.


‘’Jangan melarikan diri lagi. Ini saatnya kau balas dendam kepada mereka yang sudah menyiksamu, terutama Cordelia. Adik tirimu itu sudah menghancurkan kehidupanmu dan merebut posisimu sampai kau ditendang 2 keluarga sekaligus. Aku mau kau bangkit sekarang. Kalau kau merasa tidak aman dan mencemaskan kedua anakmu, jangan khawatir. Kalau kau mau, aku akan ikut ke Indonesia dan bersedia melindungimu.’’


Saat itu juga pintu terbuka membuat kedua anak itu tersentak. Sama halnya Kaji yang membuka pintu, ia tidak menyangka melihat kedua anak kembar itu sudah ada di sana.


‘’Kalian sudah pulang?’’ tanya Kaji.


‘’Hehe, iya Paman Kaji. Kami baru saja sampai, apakah Paman Kaji sudah ingin pulang?’’ tanya Kane senatural mungkin. (Eve teringat)


"Kane ahli meretas, kan? Itu berarti dia yang menemukan semuanya pertama kali. Tapi, aku tidak menyangka mereka berdua akan mengungkapkan kebenaran ini di hadapan seluruh dunia," kata Kaji.


"Saat itu, mereka berdua pasti mendengar pembicaraan kita," kata Eve.


Kaji mengerutkan dahi. ‘’Maksudmu?’’


‘’Kau ingat waktu itu saat membuka pintu? Bukankah Kane dan Kein sudah ada di depanmu?’’


‘’Berarti, waktu itu mereka berdua sudah mendengar semuanya,’’ kata Kaji.


‘’Maaf Kaji-kun, aku sudah menuduhmu. Aku kira kau yang memberitahu kedua anak itu,’’ kata Eve.


Eve menghela nafas panjang lalu menatap Kaji.


‘’Eve-chan, kenapa kau malah menangis? Apakah aku melakukan kesalahan? Aku minta maaf kalau perkataanku melukaimu, tapi kumohon berhenti menangis,’’ cemas Kaji.


‘’Kaji-kun?’’ panggil Eve.


‘’Ada apa Eve-chan?’’ tanya Kaji.


‘’Kenapa kau begitu baik kepadaku? Apakah kau melakukan ini karena merasa simpati?’’ tanya Eve.


‘’Kau masih menganggap perlakuanku ini kepadamu adalah simpati? Aku sudah bilang, aku benar-benar menyukaimu, harus kukatakan berapa kali lagi? Aku tulus menyayangi mereka seperti putraku sendiri, dan akan segera melamarmu. Apakah kau masih meragukan diriku?’’ tanya Kaji.


Eve hanya diam sambil menunduk dengan wajah sendu. Kaji yang melihatnya hanya mengerutkan dahi.


‘’Jangan bilang kau ragu untuk menceraikan Adam?’’ tanya Kaji.

__ADS_1


Eve menepis tangan Kaji. ‘’Aku sama sekali tidak ragu! Akan kupastikan perceraian kami akan terjadi.’’


‘’Kalau begitu kenapa kau masih bertanya kepadaku mengenai perasaanku?’’ tanya Kaji.


‘’Yuki-san sudah mengetahui semuanya mengenai diriku. Setelah aku bercerai dengan Adam, entah apakah keluarga Kamiya masih bisa menerimaku,’’ jawab Eve.


Kaji menatap Eve tidak percaya.


‘’Apakah menurutmu keluarga induk Kamiya akan menerimanya?’’ tanya Tuan Yuki.


‘’Kenapa keluarga induk Kamiya tidak akan menerimanya? Mereka akan mengerti setelah melihat penderitaan Eve-chan,’’ jawab Kaji. (Kaji teringat)


Ia mengepalkan tangan. ‘’Kenapa kau berpikir seperti itu mengenai keluarga Kamiya? Tentu saja kami akan selalu menerimamu.’’


‘’Seluruh dunia sudah menyaksikan masa laluku, dan itu akan berdampak kepada keluarga ternama di dunia kuliner karena memiliki seseorang seperti diriku,’’ kata Eve.


Kaji memengang kedua bahu Eve dan menatap wanita itu dengan lekat. ‘’Eve-chan … Semua orang tahu kalau kau hanya korban dari masalah ini. Kau hanya perlu fokus terhadap masalah perceraianmu dengan Adam. Setelah itu kita akan menikah dan akan kupastikan, aku akan membahagiakanmu bersama Kane-kun dan Kein-kun.’’


Eve menatap Kaji dengan mata berkaca-kaca. Ia hanya tersenyum sendu.


‘’Kein-kun sudah memenangkan kompetisi masak yang sudah lama dia nantikan. Kita harus merayakan kemenangannya. Kalau kedua anak kembar itu melihatmu sedih, mereka juga tidak akan memiliki semangat untuk merayakan pesta,’’ kata Kaji.


‘’Hm, kau benar Kaji-kun,’’ kata Eve.


‘’Kalau begitu aku pergi ke kamar dulu. Kami akan menunggumu di ruang tamu,’’ kata Kaji.


Eve mengangguk sambil tersenyum melihat kepergian Kaji. Tak lama kemudian, senyumannya menjadi murung.


......................


Kamar Kane & Kein


Kein meletakkan trofi di meja belajar tanpa menolehkan pandangannya. Kane yang melihatnya mengerutkan dahi.


‘’Setidaknya tersenyum atau memasang raut wajah senang karena sudah memenangkan kompetisi bergengsi memasak dunia, malah memasang raut wajah datar,’’ kata Kane.


‘’Untuk apa aku harus memasang raut wajah senang kalau aku sudah tahu kalau dari awal sebelum kompetisi itu dimulai, aku yang akan memenangkan kompetisinya,’’ kata Kein.

__ADS_1


‘’Sombong sekali manusia es yang satu ini,’’ kata Kane.


Kein menoleh ke arah adiknya. ‘’Ini bukan sombong, tapi percaya kepada kemampuan sendiri.’’


__ADS_2