Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 131 Hari Pernikahan


__ADS_3

Adam mematikan ponselnya, sambil Sekretaris Rey melihat.


‘’Kenapa? Nona Eve ingin bertemu denganmu. Mungkin saja dia ingin menyampaikan sesuatu misalnya rasa terima kasih,’’ kata Sekretaris Rey.


‘’Aku masih belum bisa jalan terlalu lama,’’ kata Adam.


‘’Perban di perutmu sudah dilepas,’’ kata Sekretaris Rey.


‘’Lukanya masih belum pulih,’’ kata Adam.


‘’Tapi lukanya sudah dijahit,’’ kata Sekretaris Rey.


Adam memejamkan mata sambil menghela nafas secara tertahan. ‘’Bekas jahitnya akan terbuka kalau aku banyak gerak.’’


‘’Kau baru saja selesai berenang.’’


‘’Rey! Akh!’’ seru Adam.


Sekretaris Rey yang melihatnya hanya terkikik pelan, membuat Adam menghela nafas panjang.


‘’Sejak kapan kau suka membuat orang kesal seperti ini? Selain itu panggil aku Tuan Muda,’’ kata Adam.


‘’Boleh aku mengajukan pertanyaan?’’ tanya Sekretaris Rey mengabaikan.


Melihat kediaman Adam membuat sang sekretaris mengerti.


‘’Kenapa Tuan Muda sampai melakukan semua itu?’’ tanya sekretaris Rey.


"Melakukan apa?" tanya Adam.


"Tidak usah pura-pura," kata Sekretaris Rey.


‘’Hanya membayar dosa yang telah aku perbuat kepada mereka, meskipun tidak sebanding dengan 6 tahun yang mereka lalui,’’ jawab Adam.


......................


‘’Apa?’’ tanya Dokter Yuu dengan wajah terkejut setelah kedua anak itu menceritakan situasi.


Ia menatap meja dengan tatapan serius. ‘’Sudah aku duga akan seperti itu. Sepertinya Kaji juga bersih keras menolaknya.’’


Kedua anak itu hanya memasang raut wajah bingung, membuat dokter Yuu tersadar.


‘’Aa, sebenarnya aku selalu memantau Eve-chan yang selalu ingin bicara dengan Tuan Adam,’’ kata Dokter Yuu.


‘’Eh? Ibu melakukan hal itu? Bukankah Ibu membenci Ayah? Hem! Maksudku pria yang telah menendang kami?’’ tanya Kane.


Kein memicingkan mata dengan alis berkerut, membuat Kane pura-pura tidak peduli.


‘’Aku juga tidak tahu apa yang ingin Eve-chan bicarakan. Tapi sebagai ahli wanita … Aku sangat yakin kalau Eve-chan sebenarnya masih menyukai Tuan Adam.’’

__ADS_1


Kedua anak itu tersentak mendengar ucapan dokter Yuu.


‘’Hanya saja, Eve-chan menolak perasaannya dan lebih memilih egonya untuk bersama Kaji. Aku sudah memberitahu hal ini, tapi Kaji juga bersih keras menolaknya. Haa ... Kedua orang itu sama keras kepalanya,’’ kata Dokter Yuu.


‘’Tapi, setelah kalian memberitahuku mengenai soal ini, aku sudah sangat yakin dengan pikiranku. Aku akan berusaha bicara dengan Kaji sekali lagi,’’ lanjutnya bergegas pergi.


Kedua anak itu kembali saling bertatapan hingga akhirnya menghela nafas panjang.


......................


1 minggu kemudian…


‘’Bukankah Kaji-kun bilang kita akan mengadakan pernikahan di mansion pribadi? Lalu kenapa tempatnya di bangunan ini?’’ tanya Eve.


‘’Kenapa? Kau tidak suka?’’ tanya Kaji.


‘’Um tidak, aku hanya sedikit terkejut,’’ kata Eve.


Kaji terdiam sambil menatap Eve dengan lekat. Ia sangat senang melihat wanita itu terlihat menyukai dekorasi tempat pernikahan.


Eve menoleh karena menyadari dirinya ditatap sejak tadi. ‘’Sampai kapan kau akan menatapku seperti itu?’’


‘’Biarkan aku menatapmu sampai puas,’’ senyum Kaji.


‘’Ta-Tapi aku merasa malu,’’ kata Eve menutupi wajahnya.


Kaji menghela nafas disertai senyuman. ‘’Ayo, waktunya bersiap-siap.’’


Kaji terbelalak lalu berbalik ke belakang, melihat Eve menghentikan langkahnya.


‘’Kaji-kun….’’


‘’Ada apa?’’ tanya Kaji.


Eve menggeleng lalu tersenyum. ‘’Tidak ada apa-apa.’’


Kaji yang melihatnya hanya tersenyum. Ia lalu mengantar wanita itu ke ruang rias.


......................


Sekretaris Rey menatap pesan yang dikirim Eve ke ponsel Adam. Karena tidak kunjung datang setelah menerima banyak pesan dari Vic, membuat Eve akhirnya mengirim satu pesan untuknya. Isinya adalah permintaan maaf mengenai kejadian di kamar 212 serta terima kasih saat membantunya dari masalah penyerangan Cordelia bersama anak dan ibunya.


‘’Tuan Muda, hari ini Nona Eve akan menikah. Apakah Anda masih marah kepadanya?’’ tanya Sekretaris Rey.


Adam hanya memasang wajah tenang seperti biasa. ‘’Aku sudah tidak marah lagi kepadanya.’’


‘’Lalu kenapa Tuan Muda hanya diam melihat Nona Eve menikah? Apakah Anda sudah menyerah?’’ tanya Sekretaris Rey.


‘’Eve memilih keputusannya sendiri. Jika itu yang membuatnya bahagia … Aku harus menerimanya,’’ kata Adam.

__ADS_1


Sekretaris Rey menoleh dan tersentak. Ia menatap Adam dan berniat memberitahu kedatangan orang itu, namun sosok tadi menghentikannya dan menyuruhnya meninggalkan mereka.


Adam mendongakkan kepala menatap ke langit. ‘’Hari itu kau bertanya kepadaku apakah aku masih mencintai Eve … Hm, bahkan jika aku berusaha melupakan wanita itu, membencinya atau menghindarinya, tetap saja tidak bisa. Ya, sampai sekarang aku masih mencintainya, sangat mencintanya.’’


‘’Baiklah. Setelah pernikahan ini selesai, aku akan bicara dengan E—‘’ ucapan Adam terpotong saat ia berbalik.


‘’Di mana Sekretaris Rey?’’ tanya Adam yang melihat kedatangan Kaji.


‘’Jangan marah kepadanya. Aku yang menyuruhnya meninggalkan kita berdua,’’ jawab Kaji.


Kedua pria itu terdiam untuk sesaat.


‘’Mengenai ungkapan tadi, kau tidak perlu memikirkannya. Selamat atas pernikahan Tuan Kaji. Semoga rumah tangga Anda bahagia untuk selamanya,’’ kata Adam berjalan melewati Kaji.


‘’Aku belum menikah, kenapa Tuan Adam begitu terburu-buru memberiku ucapan?’’ tanya Kaji tanpa merubah posisi.


Langkah Adam terhenti, sehingga kedua pria itu saling membelakangi.


‘’Tuan Adam, bisakah kita berdua bicara sebentar?’’ tanya Kaji.


......................


Altar Pernikahan


Semua menoleh ke arah pintu melihat memplai wanita yang begitu cantik. Eve mengenakan gaun super mewah yang membuat dirinya sangat elegan. Pak Percy yang mengantarnya menuju ke memplai pria, hanya bisa terharu.


Kaji yang berdiri menunggu sambil melihat Eve, hanya diam membisu. Setelah ayah dari memplai wanita menyerahkan putrinya, kedua pasangan itu berjalan menuju altar.


‘’Kau sangat cantik Eve-chan,’’ kata Kaji.


‘’Terima kasih Kaji-kun,’’ senyum Eve.


Kaji menoleh karena merasakan sedikit cengkeraman dari tangan Eve yang menggandeng lengannya. Ia memejamkan mata sambil tersenyum. ‘’Eve-chan….’’


‘’Terima kasih untuk semuanya. Rasanya sangat senang bisa berada di sampingmu sampai saat ini. Terima kasih karena telah menerima keberadaanku. Terima kasih karena telah menerima perasaanku. Terima kasih telah memberiku kenangan yang tidak akan pernah aku lupakan. Terima kasih telah menjadi cahaya dalam kehidupanku meski hanya sesaat. Terima kasih memberiku kesempatan berharga.’’


Kaji mengungkapkan perasaannya hingga akhirnya mereka telah tiba di depan penghulu.


‘’Terima kasih telah menjadikanku pria yang paling beruntung. Arigatou, hontouni arigatou Eve-chan,’’ ungkap Kaji.


‘’Kaji-kun? Kau menangis,’’ tatap Eve.


‘’Ini perasaanku. Aku juga ingin minta maaf,’’ kata Kaji.


‘’Maaf? Tapi untuk apa? Kaji-kun tidak pernah melakukan kesalahan,’’ kata Eve.


Penghulu hendak memulai, tapi sebelah tangan Kaji terangkat untuk menghentikannya membuat semua orang bingung terutama Eve.


‘’Eve-chan … Aku tidak bisa menikahimu.’’

__ADS_1


Deg!


Semua orang tersentak mendengar ucapan Kaji, terutama keluarga Kamiya.


__ADS_2