Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 132 Kesepakatan


__ADS_3

‘’Apa yang anak itu bicarakan di saat seperti ini?’’ tanya Nyonya Zekino.


‘’Hokuto-kun? Kenapa dia berkata seperti itu? Apalagi di depan semua orang berpengaruh?’’ tanya Vic.


Hakuba tersenyum kaku. ‘’A-Aku juga terkejut tahu.’’


‘’Apa yang Kaji-kun katakan?’’ tanya Eve.


Flashback on


‘’Tuan Adam, bisakah kita berdua bicara sebentar?’’ tanya Kaji.


‘’Aku sedang sibuk. Selain itu Tuan Kaji sebaiknya bergegas karena sebentar lagi akan menikah,’’ jawab Adam.


Kaji berbalik menatap kepergian Adam. ‘’Menikahlah dengan Eve-chan!’’


Deg!


Adam tersentak bersamaan langkahnya terhenti. Ia berbalik menatap Kaji dengan tatapan tidak percaya. ‘’Apa?’’


‘’Ya, gantikan diriku dan menikahlah dengan Eve-chan,’’ ulang Kaji.


‘’Tuan Kaji, sudah aku bilang Anda tidak perlu memiki—‘’


‘’Aku tahu semuanya. Kalian berdua tidak perlu memaksakan diri untuk saling menyakiti satu sama lain. Aku sebenarnya tidak ingin melakukan hal ini, tapi semakin aku menutup mataku, semakin aku menyakiti Eve-chan. Karena itu, menikahlah dengannya,’’ kata Kaji.


Adam menatapnya dengan wajah serius. ‘’Kenapa kau melakukan hal ini demi kami berdua?’’


Kaji menatap Adam sama seriusnya. ‘’Sepertinya Tuan Adam salah paham. Aku melakukan ini bukan demi kalian, tapi hanya demi Eve-chan.’’


Flashback off


Eve menatap Kaji dengan tatapan tidak percaya.


’’Aku sangat bahagia karena akan menikahi wanita yang aku cintai. Tapi, aku akan sangat lebih sedih kalau wanita yang aku nikahi membohongi dirinya sendiri,’’ kata Kaji.


‘’Kaji-kun, aku bisa menjelaskan se—‘’


‘’Itu tidak perlu,’’ senyum Kaji memotong ucapan Eve.


Keduanya menoleh saat melihat Adam datang dengan pakaian yang sama dikenakan sebagai memplai pria.


‘’Tapi Kaji-kun?’’ tatap Eve.


‘’Aku tahu kau menerima pernikahan kita karena ingin membalas budi kepadaku dan keluarga Kamiya. Itulah, kenapa aku tidak bisa menikahimu jika berlandaskan balas budi. Aku ingin kita menikah dengan perasaan cinta yang tulus. Tapi … Sepertinya perasaan itu memang hanya untuk Tuan Adam. Aku tidak bisa mengisinya,’’ kata Kaji.


Kaji menarik sebelah tangan Eve dan sebelah tangan Adam lalu menyatukannya. ‘’Hari itu, karena aku yang membuat kalian berpisah … Maka hari ini aku juga yang akan membuat kalian bersatu kembali. Dengan begitu semuanya impas.’’

__ADS_1


Butiran bening terjatuh dari sudut mata Eve, membuat Kaji menghapusnya. ‘’Hei, kenapa kau menangis? Riasanmu akan luntur.’’


‘’Kaji-kun, hiks … Kau memang adalah pria yang sempurna, dan wanita seperti diriku yang memiliki banyak kekurangan tidak bisa berdiri bersamamu,’’ kata Eve.


‘’Jangan menangis, aku tidak kehilangan dirimu. Aku bahkan mendapatkan 2 teman,’’ senyum Kaji yang juga terisak.


‘’Kau juga menangis,’’ kata Eve membuat mereka terkekeh.


‘’Tuan Kaji, terima kasih,’’ kata Adam.


Kaji memicingkan mata. ‘’Kalau aku sampai tahu kau membuat Eve-chan menangis, bahkan seperdua dari butiran air matanya, aku tidak akan mengampunimu.’’


Adam tersenyum. ‘’Tentu saja. Aku sudah pernah melakukan kesalahan dan sangat menyesal. Aku berjanji tidak mengulanginya lagi.’’


‘’Tapi, apakah Kane dan Kein akan menerima hal ini?’’ tanya Eve.


Kaji mengkode mereka untuk menatap kedua anak kembar yang duduk di antara para tamu. Untuk sesaat kedua anak kembar itu terdiam hingga akhirnya mereka berdua mengangguk.


‘’Tidak perlu khawatir. Mereka berdua juga salah satu dari rencanaku bersama Yuu-san,’’ kata Kaji.


‘’Tapi bagaimana dengan keluarga Induk?’’ kata Kaji.


Kaji menoleh dan terkekeh dengan wajah kaku sambil menggaruk pipinya. ‘’Mengenai soal itu, kurasa mereka akan membunuhku setelah pernikahan ini selesai. Tapi, jangan khawatir … Aku sudah menyuruh Yuu-san untuk memberitahu kesepakatan yang membuat mereka menerima pernikahan ini. Dan kurasa kalian berdua dan keluarga Raymond juga akan membunuhku setelah pernikahan ini selesai.’’


Eve hanya memasang raut wajah bingung sambil menatap Adam. Sebelum penghulu mulai, Adam meminta maaf atas semua yang telah terjadi.


‘’Aku berusaha menolak perasaanku, tapi Kaji-kun menyadarkan diriku. Jadi, ayo kita mulai lembaran yang baru,’’ kata Eve.


Adam menunduk. ‘’Aku minta maaf. Aku pernah melakukan kesalahan dengan menyentuh wanita lain sebelum pernikahan, meski tidak tahu kalau wanita itu ternyata kau sendiri. Jadi, saat mendengar dirimu hamil, aku jadi teringat kesalahan itu dan melampiaskannya kepadamu, dengan menendangmu keluar. Seharusnya aku jujur dan memberitahumu mengenai hal itu.’’


‘’Aku juga melakukan kesalahan dengan membiarkan pria lain menyentuh diriku sebelum pernikahan, tanpa sadar kalau pria itu adalah dirimu. Seharusnya aku juga jujur dan memberitahumu, tapi aku tidak memiliki keberanian,’’ kata Eve.


Adam dan Eve terkikik setelah 6 tahun berlalu, mereka baru sempat meluruskan kesalahpahaman, apalagi melakukannya di depan penghulu.


Adam kembali menatap Eve dengan serius. ‘’Eve, maukah kau menikah denganku?’’


Eve kembali terkikik membuat Adam mengerutkan dahi tanda bingung.


‘’Kenapa kau tertawa?’’ tanya Adam.


‘’Aku hanya merasa geli karena sebelumnya kita sudah menikah,’’ jawab Eve.


Ia tersenyum sambil mengangguk. ‘’Ya, aku ingin menikah denganmu.’’


Penghulu pun memulainya, dan setelah beberapa tahap berlalu, ia mempersilahkan pengantin pria untuk mencium memplainya.


Semua bertepuk tangan dan bersorak melihat pasangan itu telah resmi menjadi suami-istri.

__ADS_1


Saat tiba pelemparan bunga, semua bersiap dan menunggu untuk menangkap bunga itu.


Mereka menghitung mundur, hingga Adam dan Eve melempar bunganya ke belakang.


Kedua pengantin itu berbalik untuk melihat orang yang akan menangkap bunganya.


‘’Dapat!’’ seru Hakuba.


Vic menutup wajahnya karena pria itu langsung bersujud di depannya.


‘’Nona Vic Demilo, maukan kau menikah denganku?’’ tanya Hakuba.


‘’Tentu saja, kenapa tidak?’’ tanya Vic langsung menerima bunga itu.


Sekretaris Rey terbelalak. ‘’Aku tidak tahu kalau dia wanita yang sangat agresif.’’


Keluarga Kamiya pun mendatangi Eve dan Adam, membuat pasangan itu canggung sambil menatap Kaji.


Nyonya Vaioretto menujuk Kaji dan tanah secara bergantian. ‘’Bunga Sakura yang jatuh dari pohon, pasti mendarat di tanah, kan?’’


‘’I-Ibu Suri Agung?’’ tatap Kaji ragu.


‘’Eve-chan, selamat atas pernikahanmu dengan Tuan Adam. Kami menghargai keputusan yang kau ambil. Terima kasih sudah pernah menjadi bagian dari kami,’’ senyum Tuan Giruberuto.


Nyonya Zekino tersenyum dengan mata menyipit. ‘’Ahaha, kenapa ayah berkata seperti itu? Eve-chan, akan tetap menjadi bagian dari keluarga Kamiya. Benar, kan? Kaji-chan?’’


‘’Ahaha,’’ kekeh Kaji dengan wajah kaku.


‘’Kau tahu betul kalau kami tidak menerima hal ini. Tapi, kami akan melupakannya jika Nona Eve menyetujui kesepakatan yang diusulkan anak ini,’’ kata Nyonya Zekino.


Semua menatap ke arah Kaji yang tersenyum menampilkan deretan giginya dengan wajah meragukan.


......................


Eve menarik kerah leher baju Kaji hingga ke atas sambil tersenyum. ‘’Hoh~ aku benar-benar ingin membunuhmu Kaji-chan.’’


‘’Aha, ha … Eve-chan, kau adalah malaikat jadi tidak akan melakukan hal itu,’’ kata Kaji.


‘’Hm~ saat ini aku berubah menjadi iblis,’’ kata Eve.


‘’Hii! Tolong ampuni aku. Kane-kun! Kein-kun! Tasukete kure!’’ teriak Kaji.


‘’Demi menjaga hubungan antar keluarga, kita harus menyetujui kesepakatan itu yang menjadikan kita bagian dari keluarga Kamiya. Good job Adam, karena kedua anakmu itu kita mendapatkan Golden Ticket,’’ senyum Nyonya Mary.


‘’Hm, ini pilihan yang sangat baik. Selain Adam dan Eve kembali bersama, kedua keluarga ternama juga bersatu berkat kedua cucu kita,’’ senyum Tuan Moriarty.


Adam hanya memasang wajah bodohnya, sedangkan Sekretaris Rey menggelengkan kepala.

__ADS_1


__ADS_2