
Tapi, apakah kami harus berpelukan dengannya? Haa, kata si kembar dalam hati kompak.
Kane dan Kein menatap Eve yang hanya mengangguk dengan maksud menerima permintaan Tuan Moriarty, membuat kedua anak kembar itu menghela nafas panjang.
"Hem! Mohon maaf Tuan Besar. Kami bukan tidak menghargai permintaan Anda, tapi malam ini sedang ada acara formal. Keluarga Raymond baru saja selesai berurusan media. Jika semua tamu melihat Tuan Besar memeluk kami berdua, maka penilaian mereka terhadap Tuan Moriarty Raymond akan semakin rendah. Jadi, sebaiknya Tuan Besar menahan diri dulu," kata Kane.
Kein menghela nafas lega karena Kane berhasil mencegah pelukan itu terjadi.
Kedua keluarga terbelalak mendengar ucapan Kane. Melihat sikap bijak anak berumur 5 tahun itu membuat Tuan Moriarty semakin tidak tahan ingin memeluk si kembar.
"Lihat? Anak umur 5 tahun saja mengerti tentang keadaan dan menanggapinya secara dewasa, kenapa kau yang dewasa ini malah bersikap seperti anak-anak?" tegur Nyonya Mary Raymond.
Padahal dalam hatinya, ia juga sangat ingin memeluk kedua anak kembar itu.
Kedua anak kembar ini memang cucu keluarga Raymond. Aku benar-benar merasa bersalah karena tidak sempat memberinya kasih sayang sebagai seorang kakek, kata Tuan Moriarty dalam hati.
__ADS_1
Cucu keluarga Raymond memang sepantasnya bersikap seperti ini, tidak seperti Reon, dan ini karena kesalahan Adam dan suamiku. Jika saja waktu itu aku tidak ke Jepang, dan bisa mencegah Eve pergi, maka keluarga Raymond tidak perlu membayar mahal karena ulah Cordelia. Wanita dan anaknya itu benar-benar aib bagi keluarga Raymond, kata Nyonya Mary dalam hati.
"Baiklah kalau itu kemauan kalian. Tapi jangan sungkan memanggilku kakek dan istriku sebagai nenek kalian berdua," senyum Tuan Moriarty.
Keluarga Raymond ini memang benar-benar ... Seperti tidak ada saja yang terjadi, kata Kein dalam hati.
Apakah mereka berpikir kami akan melakukan hal itu? Faktanya kami memang berasal dari keluarga Raymond, tapi hal itu sudah tidak berlaku sejak kalian menendang kami yang masih berada di dalam kandungan, kata Kane dalam hati.
"Kane, Kein," panggil Adam membuat kedua anak kembar itu menoleh.
Adam dan kedua anak itu saling melontarkan tatapan datar.
"Kalian memanggilku dengan sebutan Tuan Muda?" tanya Adam.
"Kalau begitu Anda ingin kami berkata apa? Ayah?" tanya Kane.
__ADS_1
"Tentu saja, itu karena Tuan Muda memang adalah ayah Anda Tuan Kane, Tuan Kein," kata Sekretaris Rey membetulkan.
Kane tersenyum dengan sebelah alis terangkat. "Aku tidak ingat kalau kami memiliki seorang ayah."
Deg!
Dokter Yuu memasang raut wajah bodohnya.
Si kembar ini, sampai kapan mereka menyatakan perang kepada keluarganya sendiri? Kupikir setelah Eve-chan mendapatkan keadilan, perasaan mereka sudah puas. Dasar Akuma, kata dokter Yuu dalam hati.
"Secara hukum, Tuan Muda adalah ayah biologis Anda," kata Sekretaris Rey.
"Kane, kami tahu keluarga Raymond bersalah, tapi berikan kami kesempatan untuk memperbaikinya," kata Nyonya Mary.
"Tapi aku tidak pernah melihat Tuan Muda memperbaiki kesalahannya," kata Kein.
__ADS_1
"Kesalahan pertama, dia menendang Ibu. Kesalahan kedua, setelah kami kembali, dia bersikap kasar kepada Ibu, dan kesalahan ketiga ... Dia memperlakukan Ibu seolah-olah tidak ada yang terjadi. Jadi di mana aku melihat usaha Tuan Muda untuk memperbaiki kesalahannya?" tanya Kane.
Adam dengan wajah dinginnya memicingkan mata. "Aku ingin bicara dengan kalian berdua."