Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 120 Pesan Berkode


__ADS_3

Kane mengerutkan dahi membuatnya membuka pesan tersebut.


Deg!


Matanya membulat besar setelah melihat isi pesan. Semua orang yang melihat reaksi anak itu saling bertatapan bingung.


‘’Kane-kun, ada apa?’’ tanya Kaji.


‘’Aku memberimu sebuah kode, dan kau pasti bisa memecahkannya sebelum 30 menit. Jika sudah tahu, datang dan temui aku seorang diri. Tidak ada polisi atau meretas untuk menelusuri ponsel ini. Kalau kalian melanggar kesepakatan, maka semuanya berakhir. Tertanda Kein.’’


Deg!


Semua orang tersentak mendengar anak itu membaca pesan tadi.


‘’Kenapa Kakak mengirim pesan aneh seperti ini?’’ tanya Kane.


‘’Tidak ingin dilacak, tapi mengirim lokasi. Ini sangat aneh,’’ kata Kaji.


......................


Sosok bertudung tersenyum setelah mengambil ponselnya. ‘’Aku memberimu waktu sedikit lebih lama untuk memberikan adikmu kode, tapi kau menyelesaikannya hanya dalam waktu 3 menit. Cih, anak jenius seperti kalian membuatku sangat kesal.’’


‘’Aku sudah menuruti semua perintahmu. Tidak menggunakan ponselku tapi menggunakan milikmu untuk menghubungi mereka. Kuharap kau tidak mengingkari janjimu,’’ kata Kein.


‘’Sudah aku bilang, jika adikmu itu bisa menemukan tempat ini sebelum 30 menit berakhir, aku akan menyerahkan diri ke polisi.’’


Kein menatap ruang dimana ia berada sekarang bersama sosok bertudung itu. Meski begitu, ia masih tidak percaya dengan taruhan yang terlihat sangat mudah ini.


......................


Ruang Tamu


Semua menatap kode yang telah dikirim Kane ke laptop agar semua orang melihatnya.


‘’Ada begitu banyak kartu remi yang jadi. Apakah ini adalah kodenya?’’ tanya Dokter Yuu.


Kaji dan Kane menatap kartu remi tersebut dengan tatapan serius.


‘’Apakah kau sudah memecahkan kode kartu reminya?’’ tanya Yuki.


‘’Tidak ada waktu lagi. Kita harus segera menyelamatkan kakak,’’ kata Kane.


‘’E-Eh? Kau benar-benar sudah memecahkannya? Uso,’’ kata Dokter Yuu dengan wajah bodohnya.


‘’Apa isinya, sampai kau setegang itu?’’ tanya Tuan Zanmu.


A♥ HEART


2♥ HEART


2♣ CLUB


2♠ SPADE

__ADS_1


‘’Kita susun huruf di dalam kartu alphabet, lalu hitung huruf yang ada di kartu dengan nomor yang sama. Kartu pertama adalah As Heart, yang berarti H. Kartu kedua adalah dua Heart, jadi itu E. Kartu ketiga adalah dua Club, dieja jadi L,’’ kata Kane.


‘’Lalu kartu keempat adalah dua Spade, jadi itu adalah P. Jika merangkai empat kartu remi jadi yang pertama, kita akan mendapatkan H-E-L-P. Kein-kun meminta pertolongan,’’ kata Kaji.


3♠ SPADE


5♥ HEART


5♥ HEART


2♦ DIAMOND


A♣ CLUB


‘’Jika membaca tumpukan kartu kedua dengan cara yang sama, kalau dieja akan menjadi A-T-T-I-C. Bukankah seharusnya ATTACK atau dieja menjadi A-T-T-A-C-K? Apakah Kein-kun salah memberi kode?’’ tanya Yuki.


‘’Tidak. Itu memang adalah Attic yang berarti ruangan di atap sebuah bangunan,’’ jawab Kane.


6♦ DIAMOND


2♦ DIAMOND


2♦ DIAMOND


4♥ HEART


3♣ CLUB


‘’Jadi, tumpukan berikutnya adalah enam dan dua Diamond. Dua Diamond, empat Heart dan tiga Club, kalau dieja N-I dan I-R-U,’’ kata Adam.


Adam dan Kaji tersentak karena tidak menyadari beberapa saat yang lalu mereka sedang bertengkar, membuat keduanya kembali saling membuang muka.


Semua yang melihat hal itu hanya menggelengkan kepala.


Kane kembali menatap potongan kartu terakhir yang menyatakan lokasinya adalah di pelabuhan.


‘’Tapi, apa maksudnya di loteng kalau lokasinya ada di pelabuhan?’’ tanya Hakuba.


‘’Nanti saja membahasnya. Kita harus menemukan kakak sebelum 30 menit berakhir, dan perjalanan ke pelabuhan sedikit jauh. Aku harus bergegas,’’ kata Kane.


‘’Tunggu!’’ seru Nyonya Vaioretto.


Kane menoleh. ‘’Nenek, aku harus pergi sendiri. Itulah yang diinginkan pelakunya. Kalau kita melanggar kesepakatan, kakak bisa dalam bahaya.’’


‘’Aku tahu kami semua tidak bisa datang bersamamu. Tapi, kami akan berada di luar dan mengepung sisi pelabuhan," kata Nyonya Vaioretto.


"Selain itu, mereka berdua yang akan menemanimu,’’ kata Nyonya Zekino.


Kane menatap kedua orang itu dengan tatapan tidak percaya.


‘’Lama tidak bertemu Kein-kun,’’ senyum kedua pasangan itu.


‘’Aku memanggil mereka berdua kemari setelah menyelesaikan urusan di Osaka,’’ kata Nyonya Zekino.

__ADS_1


Kane mengangguk begitu juga semuanya.


......................


Pelabuhan


Semua pasukan yang dipanggil oleh nyonya Zekino telah mengepung seluruh sisi untuk mencegah pelaku kabur.


‘’Aku akan masuk dan mencari kakak. Jika sudah waktunya tiba, aku akan mengirimkan sinyal kepada kalian,’’ kata Kane.


Tanpa membuang waktu pun, ia masuk dan menatap ke sekitar. Dahinya berkerut sambil mengingat kode yang dikirim kakaknya tadi.


Loteng? Pelabuhan? Apa maksudnya ini? Memang benar aku sudah memecahkan kodenya, tapi kenapa kakak memberikan kode yang tidak jelas? Stt, kata Kane dalam hati.


Tentu saja semua orang akan bingung jika harus mencari loteng di pelabuhan yang sama sekali tidak ada.


Deg!


Help, Attic, Ni, Iru … Attic yang berarti ruangan di atap sebuah bangunan. Itu berarti aku tinggal mencari bangunan di sekitar sini, kata Kane dalam hati.


Mata Kane menyusuri setiap sudut dan hanya melihat bangunan berlantai satu. Ia mulai gusar karena tidak menemukan apa yang ia cari. Saat itu juga matanya terbelalak melihat bangunan berlantai 3 di sekitar sana.


Ketemu! Kakak pasti ada di sana, kata Kane dalam hati.


Nyonya Zekino beserta yang lainnya menatap CCTV di pelabuhan dengan serius, setelah melihat Kane berlari ke arah salah satu bangunan.


......................


‘’Dia menemukan keberadaan kita, ya?’’ tanya sosok bertudung itu melihat Kane dari CCTV di bangunan tersebut.


Kein menatap sosok itu dengan wajah tenang dan serius. ‘’Kau sudah kalah. Adikku akan tiba sebentar lagi, itu berarti kau harus menyerahkan diri dan mengakui semuanya.’’


Sosok bertudung itu tersenyum remeh sambil meninggalkan ruangan berkaca itu. ‘’Kau salah ... Justru akulah yang menang. Kau memberi kode kepada adikmu tanpa memberitahu pelakunya. Aku tidak sabar menunggunya. Bicaralah dengan adikmu itu untuk terakhir kalinya.’’


Kein mengerutkan dahi mendengar ucapan sosok bertudung yang pergi itu hingga akhirnya Kane datang.


‘’Kakak!’’ seru Kane melihat kakaknya berada di dalam ruangan berkaca.


Loteng ini sangat luas sampai bisa menampung satu ruangan persegi. Tapi aneh, kenapa ada ruang berkaca di sini? Hm, kata Kane dalam hati.


‘’Kakak, apakah kau baik-baik saja?’’ tanyanya.


‘’Kau datang, ya?’’ tanya Kein.


‘’Tentu saja! Itu karena Kakak yang meminta bantuan, dasar. Ayo pergi dari sini. Semuanya sudah mengepung pelabuhan dan sebentar lagi kita akan menangkap pelakunya,’’ kata Kane.


Kein merasa ada yang aneh. Semuanya benar-benar berjalan begitu mulus dan sangat mudah.


Klek!


Kedua anak kembar itu terbelalak saat mendengar suara seolah-olah ruangan terkunci. Dan benar, Kane berusaha membuka pintu ruangan berkaca itu tapi tidak bisa. Lalu, muncul pembatas di tengah untuk membagi dua ruangan berkaca.


Kedua anak kembar itu saling meletakkan tangan di pembatas tengah yang memisahkan mereka berdua. Tidak lama kemudian, di sudut sisi ruangan kedua anak itu keluar sebuah asap.

__ADS_1


‘’Apa ini?’’ tatap Kein.


‘’Semacam gas,’’ kata Kane menutup hidung menggunakan lengannya.


__ADS_2