
Jangan sentuh aku! Beraninya … Beraninya kau berusaha melenyapkan Eve, putriku satu-satunya.
Ti-Tidak, kami berdua dijebak suamiku!
Dijebak? Humph, hehe, haa … Sampai sekarang kau dan anakmu itu tetap masih sama ... Wanita ular.
Kau menghancurkan keluargaku, kau benar-benar tidak memiliki hati nurani … Dasar Iblis!
Semua sudah terbukti kalau selama ini menantu Anda menipu kalian semua. Apakah kalian akan tetap mempertahankan seorang penipu di dalam keluarga Raymond?
Cukup mudah, keluarga Raymond hanya perlu memutuskan hubungan dengan Cordelia dan Reon lalu meminta maaf kepada seluruh dunia, mungkin mereka akan mempertimbangkan permintaan kalian.
Heh~ aku minta maaf karena membuat kalian kecewa dengan diriku yang masih hidup.
Cordelia? Aku membebaskanmu dari pernikahan ini.
Tidak, jangan lakukan itu padaku, kumohon! Baiklah, aku akan mengatakan yang sebenarnya. Kejadian itu adalah sebuah kecelakaan, bukan murni dari kemauanku. Jeremy memaksaku untuk melayaninya, dan yang dikatakan anak itu tidak benar! Aku tidak pernah berniat membunuh Kak Eve.
Apakah rekaman itu terlihat berbohong?
Sekarang kau bukan bagian dari keluarga Raymond lagi.
Ima koso, anata ga watashi ni sen’nen suru tokidesu(Sekarang saatnya kau mengabdikan dirimu kepadaku).
Aku akan memberi kalian kesempatan kedua, tapi … Bukan berarti aku telah memaafkan kalian berdua, tidak. Aku benar-benar marah karena perbuatanmu dan Cordelia. Bukan itu saja, aku sangat kecewa. Aku tidak menyangka kalian berbuat keji kepada Eve seperti itu.
Padahal Eve sangat menyayangi kalian berdua. Dia menganggapmu sebagai ibunya, dan menyerahkan semua barangnya kepada Cordelia tanpa merasa terganggu.
Sampai Eve memaafkan kalian berdua, jangan harap bisa mengajakku bicara. (Bu Christa teringat)
Tangannya mengepal dipenuhi perasaan emosi. "Eve, kau dan kedua anakmu akan membayar ini semua."
......................
Kediaman Raymond
Setelah kita resmi bercerai, aku akan mengundang Tuan Adam pertama kali untuk hadir di pernikahan kami, dan kupastikan kami akan menyambut Tuan Adam dengan layak. Aku menantikan kedatangan Tuan Adam. Kalau begitu kami aku pamit dulu Tuan Adam ... Tidak, maksudku Tuan Muda.
Sepertinya Tuan Muda salah paham. Saya hanya memperingati adik saya tadi, bukan berarti dengan mengakui Anda sebagai ayah biologis kami ... Kami memberikan kesempatan.
Kurasa sudah cukup kita berbincang. Sebelum kami pergi, saya ada sesuatu untuk Tuan Muda.
Itu akan menjelaskan kalau urusan di antara kita sudah selesai. Kami pergi dulu Tuan Muda. Shitsurei shimasu(Permisi).
__ADS_1
Shitsurei shimasu(Permisi).
Itu salahmu sendiri karena tidak memiliki kepercayaan kepada istrimu. Jadi, jangan salahkan Eve sudah menemukan orang yang tepat.
Kau juga sama halnya dengan Adam! Meragukan putrimu sendiri, apakah itu pantas disebut sebagai seorang ayah? Kau bahkan gagal sebagai ayah dan mertua, dan yang paling membuatku kesal adalah, kalian menendangnya saat aku tidak ada di rumah. Jadi, rasakan sendiri akibat yang sudah kalian perbuat. (Adam teringat)
Adam tersadar setelah mengingat semua hal itu. Ia masih berdiri di depan pintu sebuah kamar.
Sekretaris Rey yang melihatnya hanya menatap Adam dengan tatapan sendu. Ya, itu kamar milik Adam saat dia dan Eve masih menjadi pasangan suami-istri. Semenjak Eve pergi, Adam mengunci kamar itu dan tidak pernah mengizinkan siapapun membukanya.
Setelah Adam menikahi Cordelia, pria itu juga hanya menatap kamar tersebut dari jauh. Lalu saat ini, untuk pertama kalinya, Adam berdiri di depan kamar tersebut.
Tangan Adam hendak memegang gagang pintu.
"Apakah Tuan Muda ingin masuk ke dalam?" tanya Sekretaris Rey berhasil membuat niat Adam terhenti.
"Oh iya, saya juga mendapatkan kabar. Kompetisi masak World Premier Gastronomy Periode 128 telah selesai dan tidak ada urusan lagi, jadi sore ini keluarga Kamiya akan kembali ke Jepang, begitu juga dengan ... Nona Eve, Tuan Kane dan Tuan Kein," kata Sekretaris Rey sekali lagi.
Adam menatap pintu kamar itu dengan wajah datar. Tanpa mengatakan apa pun, ia berbalik berjalan pergi.
Sekretaris Rey yang melihat hal itu hanya menghela nafas panjang. "Sepertinya Tuan Muda benar-benar kacau."
......................
Rumah Keluarga Laurence
"Suamiku, sampai kapan kau akan diam kepadaku? Ayolah, jangan bersikap seperti ini. Aku benar-benar tidak tahan," sedih Bu Christa.
Pak Percy hanya diam dan lebih fokus membaca koran.
Bu Christa hanya menghela nafas dan berjalan pergi dengan kepala menunduk. Setelah memastikan kepergian wanita itu, pak Percy melipat koran lalu menunduk dengan raut wajah murung.
......................
Perusahaan
Begitu Adam dan Sekretaris Rey masuk, semua karyawan tidak ada yang berani menatap atau memberi salam seperti biasa. Setelah kompetisi masak selesai, entah kenapa semua karyawan merasa Adam benar-benar berubah drastis. Meskipun mereka semua mengetahui masa lalu keluarga Raymond, tapi tidak ada yang berani menyinggungnya. Ya, kecuali jika kau sudah siap dipecat.
Adam memasuki ruangan kerja yang dikawal sang sekretaris.
"Tuan Kamiya Yuki mengirimkan pesan, kalau dia akan bertemu dengan Tuan Muda sebelum kembali ke Jepang," kata Sekretaris Rey.
"Kapan itu?" tanya Adam yang sedang memeriksa berkas.
__ADS_1
"Pukul 02:00 siang nanti Tuan Muda," jawab sekretaris Rey.
Adam menatap jam tangannya yang menunjukkann sudah pukul sepuluh pagi.
"Baiklah, kau boleh pergi," kata Adam kembali memeriksa berkas.
"Eh?" bingung Sekretaris Rey.
"Aku sedang sibuk, banyak berkas yang harus aku periksa hari ini, kau tidak perlu membantuku, jadi kau pergi saja," kata Adam.
"Tapi Tuan Muda, berkas itu...."
"Aku bisa menyelesaikannya," kata Adam.
Sekretaris Rey hanya pasrah dan membungkuk sebelum pergi. Setelah dirinya keluar dari ruangan, dahinya berkerut.
"Tapi berkas itu sudah diperiksa Tuan Muda beberapa hari yang lalu. Kenapa mau diperiksa lagi?" bingung Sekretaris Rey.
Ia menghela nafas. "Dasar, kalau ingin butuh waktu sendiri, bilang saja. Tuan Muda benar-benar buruk dalam hal menyembunyikan perasaannya."
Adam yang membuka lampiran kertas tadi langsung terhenti. "Haa, tidak jelas sekali."
......................
Supermarket
Karena tidak sempat sarapan pagi, Sekretaris Rey pun membeli ramen yang sudah diseduh air hangat. Ia pun berjalan ke meja dan mulai makan.
Tanpa sadar, seorang wanita memasuki supermarket dan berbelanja. Beberapa menit kemudian, Sekretaris Rey selesai dan menuju ke kasir untuk membayar.
"Hei! Apakah kau menipuku? Jelas-jelas aku menghitung semua barang belanjaanku, dan uangku sama sekali tidak kurang," gerutu seorang wanita.
Sekretaris Rey hanya memasang raut wajah bodohnya menyaksikan omelan wanita di depannya.
"Itu, bisakah Anda geser? Aku juga ingin membayar," kata Sekretaris Rey.
"Diam! Aku sedang kesal dengan kasir ini," tegur wanita itu tanpa menoleh ke belakang.
"Nona, saya terburu-buru, kalau saya tidak kembali, maka atasan saya akan marah," kata Sekretaris Rey.
"Apa peduliku dengan atasanmu itu!" omel wanita itu.
"Kalau begitu biar saya yang membayar kekurangannya," kata Sekretaris Rey.
__ADS_1
"Heh! Aku tidak butuh bantuan da—‘’ ucapan wanita itu terpotong saat ia berbalik.
"Kau?" tatap Sekretaris Rey.