Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 75 Perubahan Eve


__ADS_3

‘’Sebagai suamimu, aku memberi perintah untuk melarangmu melakukan pernikahan itu!’’ perintah Adam.


‘’Aku menentang keputusan Anda, Tuan Adam,’’ kata Kaji.


‘’Maaf, tapi orang asing seharusnya tidak ikut campur dengan urusan rumah tanggaku dengan Eve,’’ kata Adam.


Kaji berniat angkat bicara, tapi Eve menghentikannya.


‘’6 tahun,’’ kata Eve membuat semua orang mengerutkan dahi.


Eve menatap Adam dengan raut wajah sendu. ‘’6 tahun aku membesarkan kedua anak itu di negara asing tanpa membawa atau mengetahui apa pun. Awalnya aku sudah putus asa, dan ingin mengakhiri hidupku, tapi Kaji-kun datang mengulurkan tangannya kepadaku. Jika bukan karena Kaji-kun, mungkin kau tidak akan bisa melihat Kein dan Kane lagi bahkan diriku.’’


Kaji menoleh saat tangan Eve menggenggam tangannya. Adam yang melihatnya tidak menyukai hal itu.


‘’Kau sendiri yang jelas adalah ayah kandungnya tidak mengakui kedua anak itu, tapi Kaji-kun … Dia mau menerima kekuranganku dan membantuku membesarkan mereka. Jadi Kaji-kun lebih berhak atas kedua anakku dibandingkan dirimu,’’ kata Eve.


‘’Eve-chan,’’ tatap Kaji dengan mata berbinar-binar.


Dokter Yuu membengkap mulutnya dengan kepala tangan untuk menahan tawa karena tingkah Kaji.


Beruntunglah kau Eve-chan, karena menjadi pawang dari seorang miliarder yang memiliki pengaruh besar, kata Dokter Yuu dalam hati.


Apakah yang ada di depanku ini adalah adikku? Heh, aku seperti seekor anjing yang ingin minta makanan kepada majikannya, kata Tuan Yuki dalam hati.


‘’Kalau aku masih terikat menjadi istri sah Tuan Adam, maka baiklah … Setelah perayaan kemenangan Kein, aku akan mengusulkan kembali perceraian kita,’’ kata Eve membuat keluarga Raymond terbelalak terutama Adam.


‘’Eve, kau tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak seperti ini,’’ kata Adam.


‘’Kami memang melakukan kesalahan, tapi berikan kami kesempatan untuk memperbaikinya,’’ kata Tuan Moriarty.


‘’Benar, kau hanya sedang emosi karena itu langsung mengambil keputusan,’’ kata Nyonya Mary.


Eve tersenyum dengan wajah santainya. ‘’Sayang sekali, Nyonya Besar salah paham. Aku sama sekali tidak merasa marah, aku memang sudah mengambil keputusan.’’


‘’Tapi, aku ti—‘’

__ADS_1


‘’Ibu, ayo kita pulang,’’ kata Kane muncul memotong ucapan Adam.


Semua menoleh ke arah Kane yang menarik tangan Eve untuk pergi.


‘’Kakak juga sudah ingin pulang, jadi untuk apa kita berada di sini lebih lama lagi?’’ tanya Kane.


‘’Sepertinya kedua anakku sudah ingin pulang. Maaf karena tidak bisa tinggal lebih lama,’’ kata Eve.


‘’Tuan Moriarty, Nyonya Bookmaster, Tuan Adam, kami pamit dulu,’’ kata Tuan Yuki.


Begitu Eve dan keluarga Kamiya berbalik untuk pergi, Adam menarik tangan Eve. Untuk sesaat, keduanya saling bertatapan hingga akhirnya wanita itu menepis tangannya dengan pelan.


‘’Setelah kita resmi bercerai, aku akan mengundang Tuan Adam pertama kali untuk hadir di pernikahan kami, dan kupastikan kami akan menyambut Tuan Adam dengan layak. Aku menantikan kedatangan Tuan Adam. Kalau begitu kami aku pamit dulu Tuan Adam ... Tidak, maksudku Tuan Muda,’’ kata Eve berjalan pergi.


Adam mengepalkan tangan melihat kepergian Eve bersama keluarga Kamiya, terutama kepergian Kane dan Kein yang ikut bersama mereka. Tanpa membuang waktu, ia bergegas menyusul Eve diikuti yang lainnya. Namun, begitu mereka keluar dari akademi, para wartawan sudah mengepung bangunan itu.


Bahkan, mereka melihat Cordelia dan Reon yang ternyata juga masih belum meninggalkan akademi karena dikepung para wartawan.


‘’Itu mereka!’’


‘’Tuan Besar dan Nyonya Besar juga ada, begitu juga dengan Tuan Kamiya Yuki.’’


Belum sempat para wartawan itu mengepung, para pengawal keluarga Kamiya sudah memberi jalan.


Adam berusaha mengejar Eve yang sudah hampir memasuki limousine, tapi para wartawan itu tidak memberi jalan. Ia menghela nafas saat melihat Eve dan keluarga Kamiya sudah lolos dari kerumunan wartawan. Sekretaris Rey memerintah pengawal keluarga Raymond untuk mengatasi para wartawan tersebut, hingga akhirnya ia dan keluarga Raymond berhasil memasuki mobil untuk pulang.


......................


Perjalanan…


Pikiran Eve tidak pernah lepas dari sang ayah. Meskipun ia sangat ingin menghampiri pria dewasa itu tadi, tapi karena kesalahannya di masa lalu membuatnya tidak punya wajah untuk bertemu dengan ayahnya.


Ayah sangat terkejut begitu melihat wajahku. Aku sangat merindukan ayah, tapi aku tidak bisa menghampirinya. Ya, aku tidak butuh alasan untuk kembali lagi setelah mereka menendangku, kata Eve dalam hati.


Kaji yang menatap Eve hanya menghela nafas.

__ADS_1


Eve-chan … Kau sudah melakukan yang sepantasnya. Aku benar-benar tidak percaya kau bisa menghadapi keluarga Raymond seperti tadi. Syukurlah, kau bisa mengatasinya, kata Kaji dalam hati.


......................


Kediaman Raymond


Begitu keluarga Raymond tiba, Adam langsung menarik Cordelia ke dalam. Semua yang melihat hanya menyusul masuk terutama Reon.


‘’Selamat datang Tuan Mu—‘’ salam sambutan dari para pelayan terpotong karena Adam langsung menyeret Cordelia.


‘’Akh!’’ ringis Cordelia yang dihempaskan ke sofa di ruang tamu.


Cordelia menatap Adam yang wajahnya sudah merah padam sambil pria itu menahannya. ‘’A-Adam.’’


Adam mengepalkan tangan sejenak hingga akhirnya melayangkan pukulan kepada Cordelia.


Plak!


‘’Ibu!’’ seru Reon menghampiri Cordelia.


‘’Cordelia, aku tidak menyangka kau adalah wanita seperti ini,’’ kata Adam dengan nafas tertahan.


‘’Adam, sudah aku bilang aku dijebak! Kakak menjebakku agar dia bisa merebut kembali haknya sebagai istrimu,’’ kata Cordelia.


‘’Dari awal ini memang posisi kakakmu Cordelia!’’ seru Tuan Moriarty.


‘’Kau benar-benar aib dalam keluarga Raymond. Aku menyesal mengizinkanmu masuk ke dalam keluarga kami. Jika tahu seperti ini, akan lebih baik kalau Eve yang tetap mengisinya,’’ kata Nyonya Mary.


Cordelia berdecih sambil menggertak gigi. ‘’Kenapa? Kenapa semua orang menyayangi kakak dan tidak ada yang menyukaiku?!’’


‘’Itu karena kau berbeda dengan Eve. Dia adalah wanita yang baik dan tulus, sedangkan kau adalah wanita yang licik dan tidak memiliki hati nurani. Aku menyesal karena percaya dengan omonganmu dan akhirnya menendang Eve keluar waktu itu,’’ jawab Adam.


‘’Heh? Kau bilang aku tidak punya hati nurani? Kau yang tidak memiliki hati nurani Adam! Semenjak kita menikah sampai Reon lahir, kau sama sekali tidak pernah memandangku. Kalau kau memang tidak menyukaiku, setidaknya berikan aku sedikit perhatian sebagai seorang suami. Aku tersiksa selama 6 tahun dengan sikap kalian kepadaku, tapi aku bertahan karena aku menyukaimu,’’ isak Cordelia.


‘’Sejak awal, kau tidak pernah menyukaiku. Kau hanya menyukai harta keluarga Raymond,’’ kata Adam.

__ADS_1


__ADS_2