Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 20 Kesan Mengenai Indonesia


__ADS_3

Rumah keluarga Laurence


Pak Percy melihat sarapan sudah lengkap di meja makan.


‘’Selamat pagi Ayah,’’ sapa Cordelia setelah selesai mencuci piring.


‘’Ke mana ibumu?’’ tanya Pak Percy.


Cordelia memberitahunya kalau bu Christa sedang menjemur pakaian di belakang rumah.


‘’Ayah duduklah untuk makan. Setelah itu minum obat agar cepat sembuh. Eh? Kenapa Ayah menangis?’’


Pak Percy menyeka air matanya dan tersenyum. Ia tidak menyangka hari ini kedua wanita itu mengingatkannya dengan Eve dan mendiang istrinya. ‘’Tidak apa-apa. Aku hanya senang melihat kalian berdua seperti ini.’’


‘’Hehe, kalau begitu aku akan memanggil Ibu dulu.’’


......................


Kediaman Raymond


Adam dan Eve masih sibuk dengan pekerjaan mereka. Keduanya tidak ragu saling memberi komentar saat mencicipi, untuk memastikan bumbunya sudah tepat.


Beberapa menit kemudian…


Adam meraih pisau dan mengiris gulungan nasi yang sudah berisikan aneka ragam sayur dan daging. Eve mengambil sumpit dan menyerahkannya kepada Adam.


Pria itu menggunakan sumpit untuk mengambil sushi tersebut dan mencelupkannya ke saus cair.


‘’Bagaimana?’’ tanya Eve.


Adam terdiam sambil mengambil sushi, lalu mencelupkannya ke saus cair dan menyuapinya.


Eve terbelalak karena tidak menyangka Adam akan melakukan hal itu.


‘’Buka mulutmu kalau kau ingin tahu rasanya,’’ kata Adam datar.


Eve menelan saliva hingga membuka mulutnya. Ia mengunyah berulang kali untuk mengetahui ketepatan rasanya.


Glek!


‘’Bagaimana?’’ tanya Adam balik.


Wanita itu menundukkan kepala bersamaan jantungnya kembali berdebar.


Padahal dia bisa mengatakan sushi ini enak. Kenapa harus menyuapiku dan menanyakannya kepadaku? Dasar, kata Eve dalam hati.


‘’Enak,’’ jawabnya pelan.


Dahi Adam berkerut melihat tingkah Eve. ‘’Kenapa kau menundukkan kepala?’’


‘’Aa, tidak ada apa-apa.’’


‘’Buat ini saja saat Tuan Kamiya Kaji datang nanti.’’


Eve mengangguk. Setelah urusan di sana selesai, ia meninggalkan dapur lebih dulu. Adam yang melihat tingkahnya hanya tersenyum. Ia sebenarnya tahu alasan Eve menunduk tadi.


‘’Wajahnya sangat lucu saat dia malu.’’


Adam kembali melahap satu sushi dan membawanya sambil meninggalkan dapur itu.


......................

__ADS_1


Ruang Tamu


Kebetulan, ayahnya sedang duduk menonton TV, membuat Adam meletakkan sushi yang dibawanya tadi.


Tuan Moriarty melepas penutup aluminium itu dan melihat hidangan sushi di dalamnya. ‘’Hooh, inikah masakan kalian berdua?’’


Adam mengangguk menjawab pertanyaan ayahnya.


Cepret!


Lagi dan lagi, Tuan Moriarty mengambil gambar hidangan sushi tersebut, membuat Adam memasang raut wajah bodoh.


‘’Ayah, itu hanya sebuah makanan. Kenapa sampai mengambil gambarnya?’’


‘’Ini adalah masakan pertama kalian berdua semenjak menikah. Jadi aku mengambilnya untuk dijadikan sejarah. Teruslah memasak bersama Eve.’’


‘’Agar Ayah bisa mengambil gambar kami berdua secara diam-diam lagi?’’


Tuan Moriarty terkekeh, dan segera mencicipi hidangan sushi tanpa merasa bersalah.


‘’Enaknya~ aku jadi merasakan suasana romantis di dalam hidangan sushi ini.’’


Adam menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah ayahnya itu. Ia lebih memilih menuju ke kamar, meninggalkan pria dewasa yang sedang sibuk dengan imajinasinya itu.


......................


Kamar Adam & Eve


Eve menuju ke lemari pakaian setelah dirinya mandi. Pandangannya mengarah ke cangkir yang tergeletak di meja minimalis.


Setiap kali aku membuatkan Adam teh hijau, aku tidak pernah melihat secarik kertas yang sering aku tulis untuknya. Apakah dia membuangnya? Haa, ucapnya dalam hati.


Pintu kamar terbuka membuatnya tersentak.


Adam mengangguk dan langsung masuk ke kamar mandi.


Jantung Eve kembali berdebar karena rasa kaget tadi. Saat hendak memakai pakaian, ia mendengar notifikasi dari ponsel suaminya. Eve berjalan menghampiri meja minimalis. Dilihatnya sebuah pesan masuk.


‘’Kamiya Kaji?’’


Eve menoleh ke arah kamar mandi dan kembali menatap ponsel suaminya.


‘’Nanti saja aku beritahu setelah dia selesai mandi.’’


15 menit kemudian…


Setelah Eve selesai merias dirinya senatural mungkin, Adam akhirnya keluar dari kamar mandi.


‘’Tadi ada notifikasi masuk ke dalam ponselmu,’’ beritahu Eve.


Adam berjalan menghampiri ponselnya dan melihat pesan dari Kamiya Kaji. Ia pun membaca isi pesannya.


‘’Dia akan datang sore ini,’’ beritahu Adam.


‘’Kalau begitu aku akan menyiapkan hidangan lainnya saat menjelang sore nanti,’’ kata Eve.


‘’Oh iya. Kau juga boleh mengundang keluargamu untuk datang kemari.’’


Eve menatap Adam, memastikan pendengarannya tidak salah.


Adam mengulang kalimatnya sekali lagi, kalau wanita itu boleh mengundang keluarganya.

__ADS_1


‘’Terima kasih.’’


‘’Ya.’’


......................


Rumah Keluarga Laurence


Setelah beres-beres di dapur, Cordelia menuju ke kamarnya dan langsung menjatuhkan diri ke kasur.


‘’Hhah! Lelahnya.’’


Cordelia berdecih. Baru satu hari saja ia sudah dihadapkan banyak pekerjaan. Karena dirinya bangun lebih awal, ia terpaksa mencuci pakaian terlebih dahulu. Menyapu dan mengepel rumah, membersihkan halaman depan belakang hingga memasak.


‘’Jangan katakan padaku, kalau aku harus melakukan hal ini seterusnya!’’


Wanita itu bangkit untuk mandi, tapi ponselnya tiba-tiba berbunyi. Cordelia menggerutu dan meraih ponselnya. Raut wajahnya langsung berubah melihat si pemanggil.


‘’Halo, ada apa?’’ tanyanya ketus.


Spontan ia berdiri dengan tampang tidak percaya.


‘’Sungguh? Sore ini? Baiklah, aku akan memberitahu ayah.’’


Cordelia menutup telepon dan tersenyum girang. ‘’Kenapa keberuntungan selalu berpihak kepadaku? Ah, ini benar-benar skenario yang sempurna!’’


......................


Kediaman Raymond


Pak Percy dan bu Christa beserta Cordelia berdiri memandangi rumah mewah bergaya Eropa klasik di depannya itu.


I-Ini rumah Adam? Rumah Adam Raymond?! Ah! Apakah aku sedang bermimpi? Ini pertama kalinya aku mendatangi rumahnya, kata Cordelia dalam hati.


Seorang pelayan pria datang menjemput mereka dan menuntun ketiga orang itu masuk. Begitu mereka masuk, ketiga orang tersebut terdiam membisu melihat nuansa yang tidak kalah mewah di dalam rumah keluarga Raymond.


Cih! Kakak menikmati semua kemewahan ini, sedangkan aku hanya tinggal di rumah kecil dan sederhana itu, gerutu Cordelia dalam hati.


Tuan Moriarty datang menyambut mereka. Cordelia mencari keberadaan Adam yang tidak terlihat sejak tadi, hingga Tuan Moriarty menuntun mereka ke dapur pribadi. Pak Percy dan keluarganya hanya bisa menatap kemewahan saat menyusuri rumah itu.


......................


Dapur Pribadi


Api kecemburuan langsung meningkat saat Cordelia melihat Adam dan Eve ternyata ada di dapur dan memasak bersama-sama. Tangannya mengepal melihat pemandangan yang menyakitkan mata itu.


Berbeda dengan pak Percy, pria dewasa itu hanya tersenyum melihat chemistry putri dan menantunya.


‘’Sambil menunggu mereka, ayo kita ke ruang tamu,’’ kata Tuan Moriarty.


......................


Hotel


Kaji mengeluari hotel dan memasuki limousine-nya.


‘’Kediaman Raymond!’’ perintahnya.


‘’Wakarimashita, Kaji-sama(Tuan Kaji).’’


Selama perjalanan, Kaji menoleh ke sekitar, melihat bangunan dan beberapa patung bersejarah selama menyusuri jalanan kota. Banyak pohon-pohon yang berderetan di trotoar dengan jarak yang seimbang.

__ADS_1


Indonesia ternyata sebagus ini. Begitu banyak keberagaman tetapi tidak memisahkan mereka, malahan menyatukan semuanya. Rasa kesatuan mereka benar-benar luar biasa, kata Kaji dalam hati.


__ADS_2