
‘’Shitsurei(Maaf), bagi kami orang Jepang, memotong ucapan seseorang itu dianggap sangat tidak sopan, apalagi sampai membentak dengan suara tinggi seperti tadi. Sangat tidak pantas orang berwibawa seperti Anda bersikap seperti ini,’’ kata Kein.
Ia kembali menatap Reon yang sejak tadi sudah menahan emosinya. ‘’Apakah kau tetap tidak ingin menepati janjimu?’’
‘’Aku, Reon Raymond tidak akan pernah meninggalkan dunia memasak dan menjadi bawahanmu!’’ tegas Reon.
‘’Kalau begitu aku yang akan memaksamu meninggalkan dunia kuliner,’’ kata Kein.
‘’Kein-kun, kono detarame o yame nasai(Hentikan omong kosong ini)!’’ tegur Tuan Yuki.
‘’Kore wa detaramede wa arimasen, Yuki Oji-sama(Paman Yuki, ini bukan omong kosong)!’’ tegas Kein untuk pertama kalinya.
Kein-kun tidak pernah membantahku sama sekali. Meskipun anak itu dasarnya dingin, untuk pertama kalinya aku tidak mengenali Kein-kun yang berdiri di depanku saat ini. Entah kenapa, dia memiliki aura yang berbeda, kata Yuki dalam hati.
Anak itu tidak pernah membantah ucapan Yuki-san, tapi hari ini dia melakukannya. Apa yang membuatnya berubah seperti ini? Kein-kun, kata Dokter Yuu dalam hati.
"Sebagai ucapan selamat dariku, aku akan memberimu hadiah," kata Kein.
Kane yang berada di ruang kontrol mulai mengotak-atik sistem sambil melihat Kein yang hendak memberikan aba-aba.
‘’Bagaimana?’’ tanya Kein muncul.
Kane hanya tersenyum menampilkan deretan giginya sambil mengacungkan jempol membuat kakaknya mengangguk.
‘’Kita hanya bisa bertaruh dengan deduksimu itu. Tapi kalau misalkan deduksimu terbukti terjadi, tunggu sampai aku memberikan aba-aba dengan menjentikkan jari, baru tiba giliranmu!’’ perintah Kein.
‘’Aku mengerti, serahkan semuanya kepadaku. Ini saatnya kita membalas keluarga Raymond tepat dunia menyaksikannya,’’ kata Kane.
‘’Kalau begitu aku pergi dulu,’’ kata Kein. (Kane teringat)
Kane tersenyum miring. ‘’Let's do it to the game.’’
‘’Kein!’’ panggil Eve membuat Kein yang hendak menjentikkan jari langsung terhenti begitu juga Kane yang juga terhenti saat hendak menekan tombol enter.
Kein melirik ibunya yang ternyata masih memakai kacamata hitam.
__ADS_1
‘’Aku tidak pernah mengajarimu untuk membantah perkataan orang yang lebih tua darimu. Kau sudah memenangkan kompetisi ini, jadi kenapa masih mempermasalahkan taruhan itu?’’ tanya Eve membuat keluarga Raymond sedikit tenang.
Sepertinya Eve-chan tidak peka dengan perbuatan Kein, apalagi sejak tadi aku tidak melihat Kane di sini. Sepertinya kedua anak kembar itu sudah menyusun rencana ini untuk membalaskan dendam Eve-chan. Tapi apakah mereka serius melakukannya saat dunia menyaksikan ini semua? Haa, Si Kembar Iblis itu, kata Kaji dalam hati.
‘’Kompetisinya sudah selesai, jadi ayo kita pulang!’’ perintah Eve berdiri yang hendak berjalan pergi.
Namun, langkahnya terhenti karena melihat Kein tidak meninggalkan tempatnya. ‘’Kein, apakah kau juga akan membantah ibumu?’’
‘’Maafkan aku Ibu, tapi mereka pantas mendapatkan bayaran atas perbuatan mereka,’’ kata Kein membuat semua orang di sana saling bertatapan bingung.
Eve mengerutkan dahi untuk sesaat sampai akhirnya ia menyadari sesuatu. Kepalanya mencari-cari keberadaan seseorang membuat Adam yang melihatnya juga mengikuti tingkahnya.
Kane ... Di mana Kane?! Kenapa aku tidak melihatnya? Jangan bilang sejak tadi dia tidak ada di sini, kata Eve dalam hati.
Ia langsung menatap layar besar dan beralih ke Kein yang mengangkat sebelah tangannya.
Klik!
Bersamaan Kein menjentikkan jari, Kane menekan tombol enter sehingga muncul sesuatu di layar besar yang membuat semua orang heboh bukan main terutama Cordelia.
‘’Apa-apaan ini?! Cepat matikan layarnya!’’ seru Cordelia.
‘’Cordelia, apakah kau memiliki hubungan dengan Jeremy Marlo?’’ tanya Tuan Moriarty tertahan.
‘’Ti-Tidak, aku tidak memiliki hubungan dengan pria itu! Percayalah, foto-foto ini pasti editan,’’ kata Cordelia.
Jadi ini resiko yang dimaksud anak itu? Kurang ajar, setelah aku menuruti permintaan Kane, kukira anak itu tidak akan memperlihatkan hal ini. Dia memanfaatkanku di dalam rencana mereka. Meskipun aku tidak mempermasalahkan hubungan ini, tapi kalau sampai anak itu juga membocorkan mengenai diriku yang membantu Reon agar menempati posisi pertama dengan membocorkan tema hidangan di setiap kompetisi masak, maka tamatlah riwayatku, kata Jeremy dalam hati.
‘’Hem! Hem! Mohon maaf semuanya karena harus menyita waktu kalian karena kejadian ini,’’ kata suara sistem yang entah datang dari mana.
Suara ini … Bukankah ini suara Kane? Di mana anak itu? Stt, kata Eve dalam hati.
‘’Seperti yang kalian lihat di layar, begitu banyak foto Nona Cordelia Raymond bersama Bookman Peringkat 1, Jeremy Marlo. Hal itu pasti membuat kalian bertanya-tanya, ada hubungan apa mereka berdua, kan?’’ tanya suara sistem.
‘’Tapi sebelum aku menjawabnya, mungkin lebih baik kita tanyakan dulu kepada Nona Cordelia Raymond,’’ kata suara sistem.
__ADS_1
Tiba-tiba lampu padam dan hanya menyoroti Cordelia membuat wanita itu sedikit melindungi wajahnya.
‘’Siapa kau?! Beraninya mengedit fotoku seperti ini untuk menjatuhkan reputasi keluarga Raymond!’’ seru Cordelia.
‘’Hehe, reputasi? Humph! Reputasi keluarga Raymond sudah jatuh sejak mereka menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya,’’ kata suara sistem membuat keluarga Raymond mengerutkan dahi tanda tidak mengerti.
‘’Biarkan dunia melihat kenyataan yang selama ini keluarga Raymond sembunyikan,’’ kata suara sistem.
Deg!
Mata mereka membulat besar melihat rekaman di rumah sakit. Rekaman yang memperlihatkan seorang wanita memelas di kaki seorang pria, hingga pria itu pergi tanpa memperlihatkan belas kasih.
‘’Ha? Astaga, bukankah itu Tuan Muda?’’
‘’Apakah benar Tuan Muda sekeji itu?’’
‘’Apa-apaan ini?’’
Yang lebih kagetnya lagi, setelah Adam, Tuan Moriarty dan Sekretaris Rey pergi, seorang wanita berambut ungu panjang menghampiri wanita yang memelas di lantai tadi.
‘’Ya Tuhan! Wanita itu bukankah Nona Cordelia?’’
‘’Hm! Dia membenturkan kepala wanita itu dan menginjak punggungnya.’’
‘’Astaga, dia benar-benar tidak punya hati nurani!’’
Adam dan Cordelia mengepalkan tangan dengan urat leher yang sudah menegang.
Setelah Cordelia mengusir wanita itu, ia menghubungi seseorang. Muncul rekaman baru yang memperlihatkan wanita yang diusir tadi berdiri di depan batu nisan tanpa peduli hujan turun begitu deras.
Tak lama kemudian, wanita itu menyusuri kota sampai sebuah mobil hitam muncul dan beberapa pria turun untuk menculiknya, hingga menjadi adegan kejar-kejaran di tengah kota sambil hujan turun.
‘’Ha? Sungguh malang wanita itu, setelah diperlakukan seperti binatang, dia akan dibunuh.’’
‘’Hm, dan yang menyewa pembunuh bayaran itu adalah Nona Cordelia Raymond.’’
__ADS_1
Kaji langsung mengingat kejadian hari itu, hari dimana ia tidak jadi datang ke keluarga Raymond karena mendapat panggilan untuk kembali ke Jepang, dan saat itulah dia bertemu dengan Eve yang dalam kondisi kacau. Tangannya langsung mengepal sambil melihat Cordelia.
Jadi Eve-chan benar-benar ingin dibunuh hari itu seperti yang dia ceritakan, kata Kaji dalam hati.