
Jepang
Kaji dan Eve menuruni pesawat jet pribadi. Begitu mereka keluar, sudah ada puluhan pengawal yang menunggu di depan mereka. Eve terbelalak melihat hal tersebut. Ia menatap Kaji tidak percaya. Sebenarnya sekaya apa pria di sampingnya itu sampai-sampai disambut puluhan pengawal seperti ini.
’’Selamat datang Tuan Muda!’’ bungkuk puluhan pengawal.
Mendengar kata ‘’Tuan Muda’’ yang diucapkan puluhan pengawal itu membuat Eve tersentak. Ia langsung teringat dengan Adam, membuat raut wajahnya kembali murung. Tidak butuh waktu yang lama, sebuah limousine tiba. Dahi Eve berkerut.
Bukankah limousine itu dipakai saat kami di Indonesia? Kenapa sudah ada di sini? Um, bingung Eve dalam hati.
Kaji yang melihat raut bingung terpancar dari wajah Eve membuat pria itu menjelaskannya.
‘’Aku memiliki 2 limousine, 1 untuk pribadi dan 1 untuk dibawa kemanapun saat aku mengeluari Jepang.’’
Bahkan sampai memiliki 2 limousine. Apakah mungkin Tuan Kaji salah satu orang kaya di Jepang? Haa, kata Eve dalam hati.
Kaji memasuki limousine dan heran melihat Eve masih tetap berdiri di luar. Eve menjelaskan kepada pria itu kalau ia tidak akan ikut ke kediaman.
Eve hanya membungkuk memberi hormat. ‘’Tuan Kaji, saya benar-benar merasa berterima kasih. Anda membawa saya ikut ke Jepang saja sudah cukup. Saya tidak perlu sampai datang ke kediaman Anda. Oleh karena itu, terima kasih banyak.’’
Namun, Kaji berusaha mengajak dan Eve tetap menolak. Tidak ingin memaksa kehendak Eve, membuat Kaji pasrah.
‘’Tapi, apakah kau yakin, bisa menjaga diri baik-baik?’’ tanya Kaji.
‘’Ya, Tuan Kaji. Anda tidak perlu mencemaskan saya,’’ jawab Eve.
Kaji mengangguk mengerti. Ia kembali tersenyum sebelum pergi dari tempat itu. Eve membalasnya hingga akhirnya melihat limousine itu melaju.
Eve menghela nafas sambil menatap ke sekeliling. Ia berjalan menyusuri negara Jepang.
Jepang adalah sebuah negara kepulauan di Asia Timur. Letaknya di ujung barat Samudra Pasifik di sebelah timur Laut Jepang, dan bertetangga dengan Republik Rakyat Tiongkok, Korea Selatan dan Rusia.
‘’Apakah ada perayaan? Kenapa aku melihat semua orang mengenakan kimono?’’
__ADS_1
*Kimono adalah sebuah jubah panjang yang dilengkapi dengan sabuk di pinggang disebut Obi.
Selain itu, Eve juga tercengang melihat pemandangan Bunga Sakura. Tidak lama kemudian, ia tersadar setelah menyadari semua orang mengenakan kimono sambil menikmati pemandangan bunga sakura.
Tunggu, kalau tidak salah sekarang akhir bulan Maret. Setiap tahun, orang Jepang merayakan awal musim semi dengan perjalanan untuk melihat pohon ceri karena sedang mekar dan penuh warna. Ah, sekarang aku mengerti, ucapnya dalam hati.
Sebuah keberuntungan ia tiba di Jepang di waktu seperti ini.
Tanpa membuang waktu, Eve mengeluarkan ponselnya dan mengambil gambar di beberapa tempat. Sesekali, ia berjumpa dengan Geisha.
*Geisha adalah wanita yang mengenakan kimono dan make up khusus, yang menghibur para tamu dengan menampilkan tradisi kuno seni, tarian dan nyanyian.
......................
Taman Jepang
Di Jepang, taman bukan hanya taman, dan hortikultura. Di negara ini memiliki sejarah panjang dan terkenal. Di masa lalu, kebun dirancang sesuai dengan filosofi Buddha dan masih banyak mengandung unsur Buddha seperti candi atau kuil.
Taman Jepang dirancang dengan harmoni dalam pikiran, sehingga setiap elemennya dipilih dengan hati-hati untuk mengimbangi yang lain. Inilah sebabnya mengapa orang dapat berharap bahwa taman Jepang mengandung berbagai fitur, seperti tanaman, air, batu, dan jembatan kayu. Semuanya merupakan paduan dari gaya dan idelis alam. Ah, aku benar-benar tidak menyangka benar-benar ada di sini. Andai saja aku bisa mengajak ayah, kata Eve dalam hati.
*Ikebana adalah salah satu tradisi Jepang dan dikenal di luar Jepang dan pada dasarnya adalah seni kuno merangkai bunga.
‘’Wah~ cantik sekali,’’ tatap Eve terkesima melihat rangkaian bunga Ikebana yang luar biasa indahnya.
Tujuan dari Ikebana adalah untuk menyeimbangkan elemen yang berbeda untuk membuat pengaturan estetis, dan ada banyak aspek seni ini, seperti harmoni, keseimbangan dan kesempatan untuk berkomunikasi dengan alam. Untunglah, aku pernah membaca buku yang berisikan budaya Jepang sehingga aku bisa mengetahuinya, ucapnya dalam hati.
......................
Upacara Minum Teh Sado
Eve duduk sambil menatap wanita berpakaian kimono yang menyeduhkan teh untuknya.
Upacara minum teh di Jepang adalah salah satu yang paling terkenal dari semua tradisi di sini, dan bagi pengujung yang datang ke Jepang dapat menjadikannya salah satu tujuan dari perjalanan mereka. Upacara minum teh adalah ritual yang sangat preskriptif dan dilakukan sebagai semacam meditasi dan sebagai cara untuk menghormati tamu dan membawa orang. Ya, tidak perlu diragukan lagi, tata krama di Jepang sangatlah tinggi. Duduk dan minum saja memiliki aturan, jadi tidak bisa sembarangan dan harus berhati-hati. Sebab salah sedikit, kita bisa dinilai tidak sopan. Rasanya, aku tidak tahu harus meletakkan kakiku dimana. Buku panduan, aku sangat berterima kasih kepadamu, kata Eve dalam hati.
__ADS_1
Sambil menikmati teh tersebut, Eve juga mendapatkan kesempatan untuk mencoba bubuk matcha green tea yang lezat dan diseduh dengan air panas.
Kalau tidak salah, saat orang Jepang ingin berterima kasih, akan mengatakan kalimat ini, ucapnya dalam hati.
‘’Arigatou gozaimasu(Terima kasih),’’ kata Eve sambil menundukkan kepala.
‘’Douitashimahsite(Sama-sama),’’ balas sang wanita yang menyeduhkan teh untuknya.
......................
Setelah keliling sejak tadi, membuat perut Eve berbunyi. ‘’Ah, karena terlalu girang, aku jadi belum makan setelah di limousine milik Tuan Kaji.’’
Eve mulai bingung, sebab ia tidak punya seperpun uang. Apalagi di Jepang, mata uang mereka adalah yen, dan berbeda dengan mata uang di negaranya. Ia bingung harus melakukan apa untuk mendapatkan uang.
Pertunjukkan Ikebana saat di taman tadi langsung muncul di benaknya. Kebetulan, festival musim semi berlangsung, membuat Eve memiliki ide. Ia mengumpulkan bunga Ikebana dan merangkainya lalu menjualnya dengan harga murah. Rata-rata, yang membeli bunganya adalah anak kecil dan ibu-ibu.
Tidak lama kemudian, kumpulan remaja dan pria mulai berdatangan. Eve sangat bersyukur, ternyata banyak juga yang menyukai rangkaian bunganya.
‘’Arigatou gozaimasu(Terima kasih),’’ ucapnya berulang kali sambil menundukkan kepala.
Selain rangkaian bunga buatannya, semua pembeli juga memuji kecantikan yang ia miliki. Eve hanya tersenyum merasa tersanjung.
Beberapa menit kemudian…
‘’Wah, aku tidak menyangka mereka memborong semua rangkaian bunganya. Untung saja aku membuat banyak.’’
Eve tersenyum karena akhirnya ia mendapatkan uang. Perutnya kembali berbunyi membuatnya langsung menuju ke restoran terdekat.
‘’Iraasshaimase(Selamat datang)!’’
*Iraashaimase adalah sapaan wajib dari pekerja saat menyambut tamu yang memasuki restoran.
Pekerja menuntun Eve ke salah satu meja makan.
__ADS_1
Para pekerja restoran memintanya agar menggunakan bahasa Jepang, tapi ia tidak terlalu mahir dan hanya mengandalkan bahasa inggrisnya.
Aku lupa. Jepang sangat menjunjung tinggi bahasa mereka, dan yang menggunakan bahasa asing kecuali di pelajaran sekolah, akan dianggap tidak sopan, kata Eve dalam hati.