Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 119 Menghilang


__ADS_3

‘’Aku mengerti. Tapi, kau tidak bisa membawaku pergi. Mereka pasti akan menemukanmu,’’ kata Kein setuju.


Sosok bertudung itu tersenyum. ‘’Kau pikir aku tidak bisa mengakali semua orang?’’


Kein mengerutkan dahi mendengar ucapan sosok bertudung itu.


......................


Ruang Tamu


‘’Syukurlah Tuan Kein mulai membaik,’’ kata Direktur Pengelola.


‘’Kondisinya masih lemah karena efek racun di tubuhnya,’’ kata Tuan Zanmu.


Semua menoleh melihat semua petugas polisi yang berjaga di sekitar kamar rawat Kein datang.


‘’Apa yang kalian lakukan di sini? Aku memerintahkan kalian untuk menja—‘’


Boom!


‘’Apa?!” pekik semuanya menoleh saat mendengar ledakan.


......................


Kamar Rawat


Kein terbelalak saat mendengar suara ledakan itu. Ia akhirnya mengerti dengan maksud ucapan sosok bertudung tadi. ‘’Kau…’’


Sosok bertudung itu menodongkan pistol ke arah kepala Kein.


......................


Ledakan kedua terjadi, membuat semua orang menghampiri lokasi tersebut. Setelah mereka tiba di halaman belakang, sekali lagi ledakan terjadi membuat semuanya merunduk.


Nyonya Zekino mengaktifkan talkie walkie. ‘’Segera berkumpul dan cari bom yang ditanamkan ke tanah!’’


Tidak lama kemudian, semua datang sesuai perintah wanita itu. Kane yang mendengar ledakan tadi, langsung berlari keluar ke balkon kamar dan melihat semua orang berkumpul.


Kebetulan kamarnya berada di sekitar halaman belakang, membuatnya melihat efek ledakan tersebut.


‘’Bom? Kenapa bisa?’’ tanya Kane.


Matanya menyusuri semua orang dan melihat petugas polisi yang berjaga untuk kakaknya di rumah sakit . ‘’Apa yang mereka semua lakukan di sini?’’


Deg!


‘’Eh? Kalau mereka semua ada di sini ... Berarti saat ini rumah sakit sedang kosong!’’ pekik Kane.


Tanpa membuang waktu, ia langsung meninggalkan kamar dan berlari sekuat tenaga menuju ke rumah sakit pribadi. Begitu tiba di kamar rawat Kein, matanya membulat besar.


‘’Sial!’’ kesal Kane.


......................

__ADS_1


Halaman Belakang


‘’Kami sudah berhasil mengamankan empat bom yang tersisa yang akan meledak 20 menit lagi Nyonya Muda,’’ kata salah satu petugas yang telah menjinakkan bom.


‘’20 menit? Aneh, kalau ingin melakukan ledakan secara beruntun, seharusnya semua bom disetel dengan waktu yang sama. Tapi, hanya tiga bom itu yang meledak secara bersamaan. Selain itu, bagaimana bisa ada bom yang tertanam di sekitar halaman belakang rumah?’’ tanya Tuan Zanmu.


Kaji menoleh saat melihat kedatangan Kane. ‘’Kane-kun, apakah ledakan tadi membuatmu terkejut sampai datang kemari?’’


‘’Siapa yang menyuruh kalian meninggalkan rumah sakit saat ini?!’’ tanya Kane.


Nyonya Zekino tersadar dan meminta penjelasan kepada para petugas tadi yang sempat tertunda.


‘’Mohon maaf, Tuan Kein sendiri yang memerintahkan kami semua untuk pergi.’’


‘’Lalu kalian menurutinya?!” marah Kane.


Kaji mengerutkan dahi melihat reaksi wajah anak itu. ‘’Kane-kun, kau tidak perlu semarah itu. Mereka hanya menuruti perintah ka—‘’


‘’Kakak tidak ada di kamar rawatnya!’’ seru Kane memotong ucapan Kaji.


Deg!


Semua orang tersentak terutama Adam dan Kaji. ‘’Apa?!’’


‘’Setelah bom ini, sekarang Kein menghilang?’’ tanya Tuan Moriarty.


Kaji membuka ponselnya, dan melihat rekaman CCTV khusus miliknya yang mencakup seluruh tempat di mansion pribadinya.


Sambil ledakan terjadi di halaman belakang, terlihat sosok bertudung menodongkan pistol ke arah Kein, membuat anak itu terpaksa ikut bersamanya.


......................


Ruang Tamu


Nyonya Zekino pun mengutus kepolisian di Okinawa untuk mencari keberadaan Kein. Kepolisian bahkan menghentikan semua jalur untuk sementara, agar memastikan tidak ada yang meninggalkan Prefektur Okinawa.


‘’Bagaimana?’’ tanya Nyonya Zekino.


Namun, mereka tidak menemukan sosok bertudung yang membawa seorang anak bersamanya. Bahkan tidak ada satu pun penumpang yang ciri-cirinya terlihat seperti sosok pencuri anak.


Sreg!


Semua tersentak saat Adam menarik kerah leher baju Kaji di depan mereka tanpa rasa ragu.


‘’Apakah ini yang kau bilang dengan melindungi Eve dan membuatnya bahagia? Wanita itu sekarang ada di kantor polisi, salah satu putraku diracuni, lalu yang satunya lagi diculik karena kelalaian kalian. Kenapa tidak memberikan hasil yang pasti?’’ tanya Adam tertahan.


Sreg!


Dengan raut wajah tertahan yang sama, Kaji juga menarik kerah leher baju Adam. ‘’Kau pikir aku tidak gila saat ini? Aku belum pernah tidur dengan tenang sedikitpun karena mencari petunjuk untuk membebaskan Eve-chan dari kantor polisi, dan menemukan pelaku yang telah meracuni Kein-kun.’’


‘’Kalian berdua hentikan!’’ seru Nyonya Mary dan Nyonya Zekino.


Tuan Moriarty dan Tuan Zanmu saling memandang dengan wajah kaku.

__ADS_1


Wanita memang benar-benar menyeramkan saat sedang marah, kata keduanya kompak dalam hati.


Adam dan Kaji saling melontarkan tatapan tajam hingga akhirnya melepaskan cengkeraman mereka sambil menghela nafas kasar.


‘’Adam? Kau ingin ke mana?’’ tanya Nyonya Mary.


‘’Mendinginkan kepalaku,’’ jawab Adam berlalu pergi sambil disusul sekretaris Rey.


‘’Seharusnya kau melakukan itu sejak tadi,’’ kata Kaji memprovokasi.


Adam tidak peduli dan berjalan pergi bersama sekretaris Rey di belakangnya.


Heh, membuat kedua Tuan Muda ini berada di genggamanmu, pengaruhmu besar juga Eve, kata Vic dalam hati sambil memasang raut wajah bodohnya.


......................


Taman


Sekretaris Rey menatap punggung Adam dari belakang. Mengingat kejadian tadi membuatnya menghela nafas. ‘’Tuan Muda sangat khawatir kepada Nona E—‘’


‘’Sudah aku bilang, jangan menyebut namanya,’’ kata Adam memotong ucapan.


‘’Anda tidak perlu berbohong, semuanya terlihat jelas di ruang tamu tadi,’’ kata Sekretaris Rey.


Adam hanya diam dan tidak peduli dengan ucapan pria di belakangnya itu.


‘’Memang benar kalau Tuan Muda membenci Nona Eve.’’


‘’Aku bilang jangan sebut namanya,’’ kata Adam.


‘’Tapi sebenarnya Tuan Muda masih mencintai Nona Eve.’’


‘’Sekretaris Rey!’’ seru Adam.


‘’Kenapa? Tuan Muda sangat marah kalau saya menyebut nama Nona Eve, karena Anda menolak kalau sebenarnya Tuan Muda masih tidak bisa melupakannya, kan? Kita sudah berteman sejak kecil. Jadi Tuan Muda tidak bisa membohongiku. Tidak ada yang mengenal Anda lebih baik diriku.’’


‘’Aku tidak menyukainya,’’ kata Adam langsung.


Sekretaris Rey menghela nafas panjang. ‘’Kalau begitu, bukan sebagai sekretaris, tapi sebagai teman masa kecilmu. Aku akan bertanya sekali lagi. Adam … Kau masih menyukai Eve, kan?’’


Adam tidak menjawab dan kembali berjalan masuk ke ruang tamu. Sekretaris Rey hanya menghela nafas sambil menyusul.


......................


Ruang Tamu


‘’Tuan Adam kembali begitu cepat,’’ kata Kaji.


Nyonya Zekino mengkode putranya dengan tatapan tajam agar berhenti cari masalah.


‘’Tidak ada tempat yang menenangkan,’’ kata Adam.


Nyonya Mary melakukan hal yang sama dengan Nyonya Zekino. Semua hanya memasang wajah kaku melihat ulah kedua pria muda tadi. Tidak lama kemudian, ponsel Kane bergetar.

__ADS_1


‘’Pesan dari nomor tidak dikenal,’’ kata Kane.


__ADS_2