Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 38 Datang ke Kediaman Raymond


__ADS_3

Eve mengernyitkan alis tanda kesal saat menatap 3 hidangan di meja. Para koki dan pelayan hanya menunduk dengan raut wajah gusar.


“Kau sudah akan pergi?” tanya Eve melihat Kaji menuruni tangga, dengan stelan tuxedo dan mantel berbulu lebat miliknya sebagai ciri khasnya.


Kaji mengangguk. Tapi langkahnya terhenti tepat di depan wanita itu. “Kau benar-benar yakin tidak ikut?”


“Haa ... Iya, aku sudah memberitahumu. Katakan saja kepada mereka kalau aku tidak enak badan. Lagi pula ada Kane dan Kein yang menemaniku di sini,” kata Eve.


“Baiklah kalau begitu. Aku tidak akan memaksamu. Itte kimasu(Aku pergi),” kata Kaji.


“Itte irasshai(Hati-hati),” kata Eve.


*Namun, ia mengerutkan dahi melihat Kaji yang sejak tadi selalu tersenyum.


Setelah memastikan kepergian pria itu, Eve menuju ke kamar kedua anaknya*.


Tok! Tok!


“Kane? Kein? Waktunya makan malam,” kata Eve.


*Wanita itu mengetuk sekali lagi dan tidak ada jawaban membuatnya membuka pintu.


Eve terbelalak saat melihat kamar itu kosong. Ia berjalan untuk mengecek kamar mandi dan balkon, tapi tetap saja tidak menemukan kedua anaknya*.


“Eh, mereka ke mana?” tanya Eve berjalan keluar.


Eve menuruni tangga dengan raut wajah cemas. Kebetulan ada beberapa pelayan yang lewat membuatnya bertanya. “Kalian melihat Kane dan Kein?”


Beberapa pelayan itu membungkuk sebelum menjawab. “Bukankah Tuan Kane dan Tuan Kein ikut bersama Tuan Muda?”


“Eh? Apa maksudmu?” tanya Eve.


“Kami baru saja membantu Tuan Kane dan Tuan Kein memakai baju atas perintah Tuan Muda.”


“Apa?” tanya Eve sekali lagi.


“Apakah Nona Muda tidak tahu?”


Eve menggeleng dengan raut wajah kebingungan. “Baiklah. Terima kasih.”


Setelah mengetahui kabar itu membuat Eve menuju ruang tamu dan mengambil ponselnya.


......................


Perjalanan…


Kaji yang fokus ke depan menoleh saat ponselnya berbunyi. Terukir senyuman di bibirnya sebelum mengangkat panggilan itu.


“Ya, ada apa Eve-chan?”


📞 “Kaji-kun kenapa kau mengajak kedua anak itu? Bukankah hanya kau yang akan pergi?”


“Mereka sendiri yang mau ikut denganku. Kalau tidak percaya, silahkan tanyakan kepada mereka,” kata Kaji mengaktifkan speaker ponselnya.


“Ibu, maaf karena kami pergi tanpa memberi kabar. Kami berdua merasa bosan tinggal di rumah, jadi ikut Paman Kaji keluar saja,” kata Kane.


📞 “Tapi kalian berdua sudah sepakat untuk tidak ikut dan tinggal di rumah bersamaku.”

__ADS_1


“Cuma ibu yang mengatakan hal itu. Kami tidak pernah bilang tidak akan ikut,” kata Kein.


📞 “Kalian berdua!”


Kaji tersenyum lalu mematikan kembali speaker ponselnya. “Kalau Eve-chan berubah pikiran, ada box di atas meja dalam kamarku. Pakailah itu untuk menghadiri acara. Baiklah aku tutup teleponnya.”


Tit! (Eve teringat)


Haa ... Tiga orang itu benar-benar, kata Eve dalam hati.


“Segera siapkan mobil untukku!” perintahnya berdiri menuju ke kamar Kaji.


......................


Perjalanan…


“Hihi,” kikik Kaji karena rencananya berhasil membujuk Eve agar ikut ke acara tersebut.


“Kalau sudah tahu kenapa masih bertanya?” tanya Eve balik.


Kaji hanya menghela nafas, tiba-tiba sebuah ide muncul membuatnya tersenyum miring.


Setelah mereka selesai makan, Kaji menghampiri kedua anak kembar yang hendak menuju ke kamar mereka.


“Ada apa Paman Kaji? Apakah butuh sesuatu?” tanya Kane.


“Sebenarnya aku sangat ingin mengajak Eve ke acara Tuan Raymond. Tapi ibu kalian menolak untuk pergi. Padahal aku sudah berjanji kepada Tuan Adam kalau akan membawa calon istriku hem! Maksudku ibu kalian,” kata Kaji.


Kane dan Kein saling memandang.


“Tapi ibu bilang tidak ingin pergi. Kami tidak bisa membantahnya,” kata Kane.


Kaji mengatupkan kedua tangannya agar Kane membujuk ibunya untuk ikut bersama dirinya ke acara keluarga Raymond.


“Ibu dan kakak memilih untuk tidak pergi, jadi Paman Kaji sudah tahu jawabanku, maaf,” kata Kane berbalik untuk masuk ke kamar.


Kaji menghela nafas sambil menyilangkan kedua tangannya. “Padahal Komisaris akan hadir, dan dia bilang ada kasus yang menjanggal pikirannya sehingga dia ingin meminta saranku.”


Langkah kaki Kane terhenti setelah mendengar ucapan pria itu.


Kaji yang berjalan pergi langsung terkaget melihat Kane tiba-tiba ada di depannya. “Ka-Kane kenapa kau ada di sini? Bukankah kau berjalan masuk ke kamar?”


“Paman Kaji bilang apa tadi? Ada kasus yang menjanggal? Kasus apa itu?” tanya Kane dengan mata berbinar-binar.


Kaji sudah menduga hal ini tapi tetap bersandiwara. “Kau tidak perlu tahu. Aku akan bertemu dengannya besok malam, jadi serahkan ini saja kepadaku.”


“Aku ikut!” seru Kane membuat Kaji tersenyum.


“Aku ikut, aku ikut, kumohon Paman Kaji,” kata Kane layaknya seekor anjing yang sedang menempel kepada majikannya.


Kaji menghela nafas sambil memikirkan sesuatu.


“Aku akan membujuk kakak untuk ikut. Jadi bawa kami pergi bersama Paman Kaji, ya? Ya?” tanya Kane memelas.


“Baiklah, aku tunggu besok malam,” senyum Kaji.


“Terima kasih! Oyasuminasai(Selamat malam untuk tidur),” kata Kane sebelum berlari ke arah kamarnya.

__ADS_1


“Oyasumi,” balas Kaji. (Kaji teringat)


Sangat mudah memancing penggila misteri ini. Tapi bagaimana dia membujuk Kein untuk ikut, ya? Tidak masalah, yang penting Eve akan datang, kata Kaji dalam hati.


......................


Kediaman Raymond


Sebuah limousine terhenti dan menampilkan sosok Kaji dan dua anak kembar yang menuruninya.


Kane dan Kein menatap rumah mewah bergaya Eropa klasik itu.


Kami seharusnya berada di rumah ini sekarang dan menikmati semua hak yang kami miliki, jika saja wanita itu tidak merusak keluarga ibu. Aku berjanji akan membayar semua ulah mereka, kata Kane dalam hati.


Keluarga Raymond, kami kembali untuk meminta kompensasi atas semua yang telah kalian lakukan, kata Kein dalam hati.


“Ayo kita masuk,” kata Kaji.


Begitu Kaji masuk ke dalam, semua yang hadir langsung menoleh ke arahnya dan memberi salam. Mereka tidak menyangka akan bertemu dengan kedua anak genius itu di sana.


Ya, meskipun Kane dan Kein populer, mereka tidak pernah mempublikasikan wajah mereka. Hanya orang-orang tertentu yang mengetahui identitas kedua anak itu, kecuali keluarga Raymond yang hanya mengetahui kedua anak kembar itu dari segi warna rambut.


Dari jauh, sekretaris Rey yang mendampingi Adam hanya memasang raut wajah bodohnya.


Apakah ini acara bertemu idola? Kenapa semua orang langsung mengepung Tuan Kaji? Haa, seperti ingin meminta tanda tangan saja, kata Sekretaris Rey dalam hati.


“Sepertinya Tuan Kaji sudah datang,” kata Adam yang menyadari.


“Sungguh kehormatan bisa bertemu dengan Tuan Kane.”


“Aku dengar Tuan Kein akan ikut kompetisi ini, kami tidak sabar melihat performa Anda.”


Adam muncul sambil dikawal Sekretaris Rey. “Tuan Kaji sudah tiba, silahkan ni—”


Ucapan Adam terpotong saat melihat kedua anak kembar itu di masing-masing sisi Kaji.


Anak kembar ini datang bersama Tuan Kaji? Eh, kata Adam dalam hati.


Sekretaris Rey juga sama kagetnya.


Bukankah mereka anak kembar yang kami temui di hotel? Mereka datang bersama Tuan Kamiya. Apakah mungkin Tuan Kamiya adalah ayah mereka? Tapi berdasarkan informasi, 2 Kamiya bersaudara belum ada yang menikah, kata Sekretaris Rey dalam hati.


“Kalian?” tatap Adam.


Kaji yang melihat Adam dan si kembar secara bergantian, mengerutkan dahi. “Kalian saling mengenal?”


“Kami tidak sengaja bertemu di hotel saat mereka tersesat,” jawab Adam.


“Tersesat?” tanya Kaji.


“Tapi ibu mereka menemukannya sebelum kami pergi,” kata Adam.


Ia menatap ke sekeliling. “Bukankah Tuan Kaji akan datang bersama calon istri Anda?”


“Dia sedang dalam perjalanan kemari,” senyum Kaji.


Saat itu juga mata Kein membulat melihat kedatangan Tuan Moriarty bersama istrinya.

__ADS_1


Itu dia, Bookmaster dari W.O.G! Mary Raymond, kata Kein dalam hati.


__ADS_2