
Karena kejadian di restoran tadi, membuat Eve berniat mempelajari bahasa Jepang. Ia tidak bisa seperti itu, karena berada di negara yang dijuluki ‘’Negeri Sakura’’.
Setelah makan, Eve berjalan menyusuri Kota Tokyo untuk mencari letak perpustakaan umum.
......................
Kediaman Kamiya
Seperti biasa, Kaji akan disambut dengan hormat saat tiba di kediaman.
......................
Kamar Kamiya Yuki
‘’Kau sudah kembali?’’ tanya Yuki selaku kakaknya.
‘’Iya, bagaimana kondisi Nii-san(Kakak laki-laki)?’’ tanya Kaji balik.
‘’Shinpa shinaide kudasai, watashi wa genki-desu(Jangan khawatir, aku baik-baik saja),’’ jawab Yuki.
Tidak lupa, Yuki juga berterima kasih kepada adiknya karena sudah mau menyempatkan diri, untuk menggantikannya menghadiri peresmian dengan Raymond Group.
Kaji hanya tersenyum dan tidak merasa kerepotan. Setelah kedua saudara itu berbincang, Kaji pamit menuju ke kamarnya.
......................
Kamar Kaji
Pria itu masuk sambil melepaskan mantel berbulu miliknya, lalu menggantungnya di gantungan tiang baju. Sambil melonggarkan kancing atas kameja dan kedua tangannya, ia mengingat sosok Eve. Entah kenapa, ia merasa tertarik dengan wanita itu setelah mengetahui Eve berusaha dilenyapkan.
‘’Luka memar di sekujur tubuh, betapa teganya orang yang melakukan hal itu. Apalagi sampai ingin melenyapkannya. Tapi kenapa? Melihat cara bicara dan perilakunya, Eve-san wanita yang baik dan sopan. Kenapa ada orang yang ingin melenyapkannya?’’ penasaran Kaji yang akan memasuki kamar mandi.
Selain itu, dia juga sangat cantik, ucapnya dalam hati.
Rasanya, kedua pipinya sudah merona sambil ia menutup bibirnya dengan punggung tangan.
Kaji menggelengkan kepala dan kembali fokus dengan aktivitas mandinya.
Kuharap aku bisa bertemu dengannya lagi, ucapnya dalam hati.
......................
Tokyo Metropolitan Central Library
Eve tiba di depan sebuah bangunan berwarna putih. Matanya melirik ke papan info. Karena tidak tahu artinya, membuatnya menerjemahkan kalimat tersebut.
‘’Ada dua jam buka yang tertera, yang pertama yaitu Senin-Jumat buka pukul 10:00 – 21:00, dan yang kedua yaitu Sabtu-Minggu buka 10:00-17.30, kebetulan hari ini adalah Jumat, dan sekarang masih pukul 15:00, yosh! Aku masih memiliki banyak waktu.’’
__ADS_1
Eve menutup kembali ponselnya dan berjalan masuk. Tanpa membuang waktu, ia pun mencari buku tentang dasar-dasar bahasa Jepang. Sepertinya, butuh waktu yang lama untuk mencarinya di antara ribuan buku tersebut, tapi ia tidak menyerah.
Setelah mendapatkan buku yang sesuai untuk dirinya, Eve menuju ke meja sambil membawa beberapa buku.
Keadaan di dalam perpustakaan benar-benar tenang, membuat Eve sampai merinding. Ya, kalau masalah kedisiplinan, Jepang tidak perlu diragukan lagi. Padahal, ada banyak orang yang membaca.
Beruntung, dia dan Kaji meninggalkan Indonesia pada pukul 01:00 dini hari, membuatnya tiba di Jepang pada pukul 08:00 pagi dengan perjalanan selama 7 jam. Jadi, ia memiliki banyak waktu untuk menguasai dasar-dasar bahasa Jepang.
Tapi, karena harus mengumpulkan uang terlebih dahulu dan makan di restoran, membuat Eve memiliki waktu belajar selama 6 jam sebelum perpustakaan umum ditutup.
5 jam kemudian…
Dahi Eve berkerut sebab ia sama sekali tidak mengerti apa yang dijelaskan dalam buku. Sudah terbuang 5 jam, dan ia belum menguasai apa pun.
Wanita itu melirik ke arah ponselnya untuk melihat jam.
Ah, sudah hampir tutup, bagaimana ini? Haa, paniknya dalam hati.
Karena tidak ada kemajuan, membuat Eve mengembalikan buku-buku tersebut ke lemari rak.
Wanita itu berjalan dengan wajah lesu. Bagaimana ia akan mencari penginapan jika dirinya saja tidak tahu bahasa Jepang.
Tiba-tiba ia tersadar akan sesuatu, membuatnya kembali meraih ponsel. Tidak disangka, jaringan di Jepang sangat cepat seperti di Indonesia, membuat wanita itu membuka jejaringan internet. Tangannya mengetik, mencari aplikasi yang populer untuk belajar berbagai bahasa di dunia. Tidak butuh waktu yang lama, ia mengunjungi satu situs teratas di internet.
‘’Duolingo? Sepertinya ini bagus, juga banyak yang mengunduhnya. Baiklah, aku akan mencoba menggunakan aplikasi ini saja. Semoga aku bisa!’’ ucapnya memberi semangat untuk dirinya sendiri.
Tidak lama kemudian, aplikasi Duolingo telah terunduh di ponselnya.
Terlihat seluruh bahasa di dunia, sehingga Eve mencari logo bendera milik Jepang. Benar adanya, ia menemukan logo bendera Jepang yang bersama logo bendera Amerika Serikat yang berbasis bahasa inggris.
......................
Kediaman Raymond, Indonesia
Adam hanya duduk tenang sambil menyantap makan malam, berbeda dengan Tuan Moriarty yang sama sekali tidak menyentuh makanannya.
Pria dewasa itu menatap kursi kosong di samping putranya yang merupakan tempat Eve duduk jija mereka berkumpul makan.
Tuan Moriarty hanya menatap putranya dengan tatapan sendu, karena Adam sama sekali tidak memperlihatkan raut wajah kesedihan, melainkan raut wajah tenang seolah-olah tidak ada yang terjadi.
‘’Koki sudah membuatkan makanan untuk kita, kenapa Ayah tidak menyentuhnya?’’ tanya Adam tanpa mengalihkan pandangannya dari makanan.
Pria dewasa itu terdiam. Setelah dipikir-pikir, ia seharusnya mendengarkan penjelasan Eve terlebih dahulu sebelum putranya menendangnya dari keluarga Raymond.
‘’Adam, mungkin sebaiknya kita selidiki dulu mengenai masalah E—‘’
‘’Aku tidak ingin mendengar namanya.’’
__ADS_1
Bahkan ia belum menyebut nama Eve, tapi putranya sudah menyela. Meskipun perbuatan Eve tidak bisa dimaafkan, ia merasa ingin memperjelas kehamilan menantunya.
Adam berdiri tanda selesai sambil menyuruh ayahnya untuk makan. Tuan Moriarty hanya menatap kepergian putranya itu. Jujur saja, perasaannya memang terluka karena perbuatan Eve, tapi dalam hati paling dalam, ia merasa bersalah karena tidak mendengar penjelasan Eve waktu itu dan hanya memilih pergi.
‘’Ya sudah, kalau dia tidak mau, aku akan mencari Eve sendiri,’’ kata Tuan Moriarty mengeluarkan ponsel menghubungi seseorang.
......................
Jepang
1 jam telah berlalu setelah Eve mempelajari bahasa Jepang di aplikasi Duolingo.
‘’Ah, kalau tahu seperti ini, seharusnya sejak tadi aku mengunduh aplikasi Duolingo ini, daripada belajar selama 5 jam di perpustakaan umum tapi tidak mengerti apa pun.’’
Eve merasa senang, karena selama satu jam penuh, ua sudah mengerti sedikit seputar bahasa Jepang. Pukul sudah menunjukkan 21:00 malam, membuatnya mencari penginapan di sekitar.
......................
Apartemen
Kebetulan ia bertemu dengan pemilik apartemen.
[Percakapan Dalam Bahasa Jepang]
‘’Ano, sumimasen(Um, permisi),’’ kata Eve.
*sumimasen memiliki beberapa makna yang benar-benar berbeda: "maaf", "terima kasih" dan saat menyapa seseorang. Mungkin awalnya membingungkan, tapi kalau sudah terbiasa akan terasa praktis. Saat orang Jepang mengucapkan sumimasen, mereka biasanya membungkukkan badan untuk berterima kasih atau meminta maaf.
‘’Saya ingin menyewa salah satu rumah dalam apartemen Anda, apakah masih ada yang kosong?’’ tanya Eve.
Pemilik apartemen membetulkan pertanyaannya dan menuntunnya ke salah satu rumah di lantai 3. Meskipun sederhana, tapi hampir tidak ada kekurangan, membuat Eve sudah menetapkan hati untuk menyewanya.
‘’Kira-kira berapa biaya sewanya?’’ tanya Eve.
‘’60.000 yen selama sebulan,’’ jawab si pemilik apartemen.
Karena tidak tahu mengenai nominal uang Jepang ke rupiah, membuat Eve membuka ponsel. Matanya membulat besar melihat 60.000 yen ternyata setara dengan 7.824.363 rupiah. Ia hanya menelan saliva.
Di Indonesia saja, harga sewa apartemen selama satu bulan hanya 1 atau 2 juta. Tapi di Jepang seharga 7 juta?! Dari mana aku akan mendapat uang sebanyak itu selama sebulan? 25.000 yen ini saja aku dapatkan berkat rangkaian bunga ikebana karena ada festival, kalau tidak arghh, aku akan memikirkannya nanti, yang penting aku harus memiliki tempat tinggal dulu, kata Eve dalam hati.
‘’Itu, bisakah aku membayar 25.000 yen dulu sebagai uang muka? Aku tiba di Jepang tadi pagi tanpa membawa apa pun, jadi tolong berbaik hatilah. Aku berjanji, sisanya akan segera kulunasi.’’
Pemilik apartemen itu terdiam sambil menatap Eve dari atas hingga ke bawah. Melihat luka-luka di sekujur tubuh dan wajahnya, membuat pemilik apartemen merasa iba, sehingga memakluminya.
Eve merasa bersyukur dan membungkuk beberapa kali. Ia menerima kunci apartemen miliknya dan masuk ke dalam.
‘’Tempat tinggal sudah kudapatkan. Saatnya lembur untuk menguasai semua bahasa Jepang di aplikasi Duolingo ini.’’
__ADS_1
...Visual Kamiya Yuki...