Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 50 Tamparan


__ADS_3

Eve yang cemas sejak tadi, langsung terbelalak saat melihat Kein sudah muncul di layar TV. “Kein?!”


“Haa, akhirnya dia kembali juga,” kata Dokter Yuu.


Kein menuju ke meja dapur dan memasak seolah-olah tidak tidak terjadi apa pun. Eve berdoa semoga Kein bisa menyelesaikan tantangannya.


Ting!


Waktu habis menandakan tantangan telah selesai. Semua orang terkejut melihat Kein berjalan ke meja penguji membawa hidangannya.


“Kentang. Pertama-tama rebus kentangnya dan kupas kulitnya, lalu tumbuk sampai halus. Setelah itu tambahkan garam, tepung dan air lalu uleni adonannya. Karena tepung gandum nyaris tidak tersisa, aku menggunakan tepung kentang. Kilauan kaldunya itu berasal dari parut kentang yang aku tambahkan, karena itulah kaldunya mengental. Di samping itu, kentang mengandung asam glutamat sehingga menyempurnakan kaldunya,” kata Kein di TV.


Eve menghela nafas menyaksikan hal itu. “Syukurlah, dia berhasil.”


“Sudah aku bilang, kan? Kaji akan menemukan anakmu itu dan Kein akan menyelesaikan semuanya,” kata Dokter Yuu.


“Toping di atasnya adalah mochi kentang. Rasanya yang ringan dan lembut namun bagian luarnya renyah,” kata Nyonya Mary di tv.


“Kalau ingin membuatku gagal dalam ujian, seharusnya tidak menyisahkan kentang Irish Cobler ini. Kau lupa aku berasal dari Jepang, dan di Jepang ada 40 jenis kentang yang memiliki karakteristik, dan tentu saja koki amatir tidak akan mengerti soal ini.”


Eve dan Dokter Yuu mengerutkan dahi mendengar ucapan Kein.


“Apa maksudnya dia berkata seperti itu?” tanya Eve.


“Dia seperti menyindir seseorang,” kata Dokter Yuu.


Keduanya melihat Kein kembali ke meja dapur dan berbincang sebentar dengan anak laki-laki di sampingnya.


Deg!


“Kein!” seru Eve saat anak itu langsung jatuh.


Semua yang ada di sana langsung terkejut. Tim medis pun langsung menghampirinya dan memeriksa keadaan Kein. Tidak lama kemudian, Kein diangkat ke atas tandu lalu dibawa pergi.


......................


Akademi Chrysos


Saat Kein dibawa pergi, penguji meminta perhatian semua koki agar fokus dengan urusan mereka yang tertunda tadi.


Reon hanya melontarkan tatapan tidak suka.


......................


Ruang Kesehatan


Kein langsung ditangani oleh tim medis. Kaji dan Kane yang ada di sana memasang raut wajah cemas, begitu juga Adam.


Cordelia mengerutkan dahi tanda kesal.


“Kein!” seru semua orang di ruang VVIP yang melihat anak itu langsung jatuh.

__ADS_1


“Kakak, aku dan Kane-kun akan menemani Kein-kun. Anda di sini saja untuk menyaksikan penilaiannya,” kata Kaji bergegas pergi bersama Kane.


Adam yang hendak menyusul lansung ditarik oleh Cordelia. “Reon masih belum selesai, kau mau ke mana?”


“Aku ingin melihat Kein. Lagi pula ada Ayah, Bu Christa, Pak Percy dan kau di sini untuk melihatnya,” kata Adam.


“Tapi Reon akan kecewa kalau kau pergi,” kata Cordelia.


Pugh!


Adam menepis lengannya kasar dan berjalan keluar. Urat di leher Cordelia sudah menegang tapi ia menyembunyikannya. (Cordelia teringat)


Aku jadi harus ikut kemari untuk melihat anak yang tidak memiliki kepentingan ini. Aku bahkan terkejut saat melihatnya pertama kali. Kenapa wajah anak kembar ini sangat mirip dengan Adam? Hhah, apakah mungkin kedua anak ini adalah anak selingkuhannya Adam? Kalau itu benar, aku akan mencari wanita itu, kata Cordelia.


Kane menatap kakaknya yang sedang ditangani tim medis.


“Siapa yang melakukan hal ini?” tanya Adam membuat semua orang terhenti dari langkahnya.


Kein terdiam untuk sesaat yang masih dalam posisi membelakangi Adam.


“Ini bukan urusan Anda untuk mengetahuinya,” jawab Kein berjalan pergi. (Kane teringat)


Tangannya mengepal sambil menatap Adam dan Cordelia yang juga ada di sana.


Kane menuju ke kursi dan menyalakan ponselnya. Tidak lama kemudian, ia kembali menatap Kein di dalam.


Ting!


Bunyi ponsel Adam dan Cordelia yang bersamaan. Keduanya merasa aneh karena mereka mendapatkan notif di waktu yang sama.


Deg!


Matanya membulat besar melihat apa yang dikirim oleh pengirim itu


Cordelia yang mendapatkan pesan dari nomor yang tidak dikenal juga sama kagetnya. Kepalanya langsung mencari-cari.


Apakah mereka mengintaiku dari jauh? Cih, kata Cordelia dalam hati.


Kenapa mereka berdua bersamaan tersentak kaget? Bedanya Tuan Muda terlihat sangat marah sedangkan Nona Cordelia terlihat tegang sekali seperti di mobil. Apakah sesuatu terjadi? Hm, kata Sekretaris Rey.


......................


Setelah pertandingan selesai, Nyonya Mary dan semua penguji bahkan para peserta langsung menuju ke ruang kesehatan untuk melihat kondisi Kein.


Reon tersentak karena Adam langsung menatapnya tajam tapi terlihat datar.


"Bagaimana kondisinya?" tanya Nyonya Mary.


"Kein-kun ditemukan di lemari pendingin dan sudah hampir kehilangan kesadaran," kata Kaji.


"Apa?!" pekik semuanya lalu menatap Kein yang terbaring lemah.

__ADS_1


"Karena tubuhnya mengalami pendinginan yang ekstrim, jantungnya memompa darah lebih sedikit sehingga otak pun kekurangan oksigen. Tidak ada luka serius, tubuhnya hanya melemah," kata Kaji.


Kein bangkit dengan raut wajah sedikit pucat. Karena kompetisi telah selesai dan akan lanjut besok, membuat Tuan Yuki membawa mereka pulang saja.


"Kalau begitu kami pamit dulu," kata Tuan Yuki.


Reon membuang muka karena merasa tidak nyaman.


Kenapa Ayah menatapku seperti itu dari tadi? Stt, ucapnya dalam hati.


"Kita semua juga pulang," kata Adam memberi sedikit penekanan.


......................


Kediaman Kamiya di Indonesia


Kedatangan Tuan Yuki dan yang lainnya pun disambut seperti biasa. Begitu mereka sampai, semuanya langsung menuju ke kamar Eve yang sudah ditemani Dokter Yuu.


"Kein! Apakah kau baik-baik saja? Tenanglah, Yuu-san ada di sini," kata Eve.


"Good job Demon Food," puji Dokter Yuu.


"Kau sudah datang, ya?" tanya Kaji.


"Eve-chan sudah minum obat. Jadi beberapa hari demamnya akan turun kalau dia cukup istirahat," kata dokter Yuu.


Tuan Yuki tersenyum. "Terima kasih, dan maaf kau sampai repot-repot mengambil penerbangan kemari."


"Tidak apa-apa. Kebetulan aku juga mau mampir ke cabang Rumah Sakit Keluarga Kamiya di sini," kata Dokter Yuu.


......................


Kediaman Raymond


Begitu pintu mobil terbuka, semuanya berjalan menaiki tangga teras rumah. Belum sempat mereka masuk, Reon terhenti saat Adam memanggilnya.


"Ada apa Adam?" tanya Tuan Moriarty.


Adam memicingkan mata sebelum akhirnya mengayunkan tangannya.


Plak!


"Adam?! Kenapa kau menamparnya?" tanya Cordelia.


Semua orang terkejut terutama Reon. Anak itu menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca.


"Rey, kunci Reon di kamar dan segera batalkan kompetisi miliknya!" perintah Adam berjalan masuk.


"Adam, apa maksudnya ini?" tanya Nyonya Mary.


Adam menghentikan langkahnya tanpa berbalik. "Biarkan Reon merenungkan diri atas kesalahannya."

__ADS_1


Semua yang ada di sana hanya saling bertatapan tidak mengerti.


Reon menggertak gigi sambil memegang sebelah pipinya. Tidak ada angin tidak ada api, tapi ayahnya tanpa ragu melayangkan tamparan kepadanya.


__ADS_2