
‘’Adam! Kau tidak akan melakukan ini, kan? Kau benar-benar tidak serius dengan ucapanmu, kan?!’’ tanya Cordelia.
Adam menoleh menatap wanita itu dengan mata tajam melotot membuat Cordelia tersentak.
‘’Setelah apa yang kau lakukan, kau pikir aku masih ingin mempertahankanmu?’’ tanya Adam tertahan.
‘’Hiks, Adam … Aku melakukannya karena mencintaimu. Selama ini aku selalu memperhatikanmu, tapi kau tidak pernah membalas perhatianku, dan malah mengabaikan keberadaanku bersama Reon. Kenapa kau sama sekali tidak pernah memandangku?’’ isak Cordelia.
‘’Dari awal aku memang tidak pernah menyukaimu,’’ kata Adam tanpa ragu.
Deg!
Cordelia menggigit bibir bawahnya sambil mengepalkan tangan. ‘’Apakah ini karena Kak Eve?’’
Adam hanya diam tanpa menjawab pertanyaan itu, membuat Eve berpikir ia memang seharusnya tidak perlu berharap.
‘’Adam!’’ panggil Cordelia.
‘’Reon sudah terbukti kalau dia bukanlah anakku jadi untuk apa kalian berdua menyandang nama keluarga Raymond? Lagi pula nama baik keluarga Raymond sudah tercemar karena ulahmu sendiri. Jadi menendangmu bersama Reon dari keluarga Raymond adalah harga yang pantas untuk kalian bayar,’’ kata Adam.
Ia menoleh ke arah Sekretaris Rey. ‘’Hubungi pengacara untuk mengurus surat perceraianku dengan Nona Cordelia.’’
‘’Baik, Tuan Muda,’’ kata Sekretaris Rey lalu mengeluarkan ponselnya dari dalam saku kamejanya.
‘’Tidak, tidak, Adam, aku tidak mau bercerai denganmu! Pikirkan perasaan Reon, pe—‘’
‘’Reon bukan anakku!’’ seru Adam memotong ucapan Cordelia.
Reon yang mendengarnya hanya mengepalkan tangan. Tidak peduli semua orang melihatnya, butiran air matanya sudah keluar. Kein yang melihatnya hanya memasang raut wajah datarnya.
‘’Ibu?’’ panggil Reon membuat semua menoleh ke arahnya.
__ADS_1
Cordelia menatap putranya itu dengan wajah sendu.
‘’Kita bukan bagian dari mereka, jadi berhentilah bersujud dan memohon seperti itu,’’ kata Reon.
‘’Reon, apa maksudmu?’’ tanya Cordelia.
Reon mengepalkan tangan sambil tersenyum remeh. ‘’Aku benar-benar kecewa dengan Ibu. Padahal selama ini hanya Ibu yang mendukungku. 5 tahun … Ya, selama 5 tahun aku begitu berharap bisa seperti anak-anak pada umumnya, berkumpul bersama keluarga mereka, menerima kasih sayang, dan bercanda satu sama lain. Sejak awal, keluarga Raymond memang tidak menerima keberadaan kita, hanya sikap dingin yang mereka perlihatkan. Kenapa? Kenapa Ibu menyembunyikan semua ini?!’’
‘’Reon, aku melakukannya demi dirimu, aku tidak bermaksud me—‘’
‘’Apakah Ibu senang mempermainkan perasaanku yang begitu berharap dari keluarga Raymond yang sama sekali bukan bagian dari kita?’’ tanya Reon memotong ucapan Cordelia.
Ia tersenyum remeh sebelum akhirnya tertawa dan menyeka air matanya sambil terkekeh. ‘’Aku seharusnya sudah memenangkan kompetisi ini, lalu kita satu keluarga akan pergi berlibur, dan menikmati quality time. Tapi, skenario sempurna itu rusak gara-gara dirimu.’’
Pandangan Reon kembali ke arah ibunya. ‘’Maka dari itu, Ibu tidak perlu membuang harga diri dengan memelas kepada keluarga yang sama sekali tidak memiliki hati nurani seperti keluarga Raymond.’’
‘’Reon,’’ tatap Cordelia tidak percaya.
Untuk sesaat anak itu diam hingga akhirnya menghela nafas panjang. ‘’Baiklah, aku menerima kekalahanku. Aku akan menepati taruhan kita berdua. Meninggalkan dunia memasak, aku pastikan itu akan terjadi tapi … Aku tidak akan sudi menjadi bawahanmu, Kamiya Kein, bahkan jika harus mengorbankan nyawaku. Terima kasih atas partisipasinya dalam kompetisi masak ini.’’
Reon berjalan pergi tanpa mengambil trofi miliknya. Sebelum keluar dari pintu, ia sempat mendongakkan kepala dan melihat Kane berdiri di podium yang juga menatapnya.
Kane tersenyum, sedangkan Reon merasa jijik melihat senyuman kembaran Kein. Melihat hal itu membuat Cordelia berdecih dan menyusul kepergian Reon, tak lupa ia mengambil trofi milik putranya.
Semua orang kembali ramai dan saling bicara. Mark yang masih berada di samping Kein, hanya menunduk sedikit.
‘’Terima kasih, Tuan Kein sampai membuat Tuan Reon meninggalkan dunia memasak agar impas dengan diriku,’’ kata Mark.
‘’Aku tidak melakukannya demi dirimu,’’ kata Kein datar.
Meskipun begitu, Mark tetap tersenyum. Sebelum pergi, ia berterima kasih sekali lagi, tidak peduli Kein hanya diam.
__ADS_1
‘’Ev—‘’
‘’Kompetisi masaknya sudah selesai, sebaiknya kita pulang,’’ kata Kaji memotong ucapan Adam karena menyadari niat pria itu.
‘’Benar, tidak alasan lagi yang membuatku harus tetap di sini,’’ kata Eve.
Tuan Yuki dan Dokter Yuu juga pamit kepada keluarga Raymond.
‘’Eve, setidaknya kita luruskan masalah 6 tahun yang lalu,’’ kata Tuan Moriarty.
‘’Kami memang melakukan kesalahan, jadi tinggalah sebentar untuk meluruskan kejadian 6 tahun yang lalu,’’ kata Nyonya Mary.
‘’Mohon maaf, Tuan Besar, Nyonya Besar, tapi kami tidak bisa tinggal lebih lama,’’ kata Eve.
‘’Kalau begitu, kita adakan perayaannya bersama-sama,’’ kata Adam.
‘’Kami menghargai itu Tuan Adam, tapi perayaan ini hanya khusus untuk keluarga Kamiya,’’ kata Kaji.
‘’Tuan Kaji, secara hukum Kein dan Kane adalah anak kandungku, jadi aku memiliki hak atas mereka da—‘’
‘’Hak atas mereka?’’ tanya Eve memotong ucapan Adam.
Eve berbalik menatap pria itu, lalu tersenyum remeh. ‘’Jika saja Tuan Muda mengatakan hal itu 6 tahun yang lalu, mungkin aku akan mempertimbangkan posisi Anda sebagai ayah mereka. Apalagi sekarang aku dan Kaji-kun akan melangsungkan pernikahan, jadi buang imajinasi Anda mengenai kedua putraku.’’
Dia memanggilku Tuan Muda? Lalu mengatakan akan melangsungkan pernikahan tepat di depanku? Heh, kata Adam dalam hati.
Melihat Eve berbalik pergi membuat Adam mengepalkan tangan.
‘’Eve! Kau tidak bisa menikahi Tuan Kaji!’’ seru Adam.
‘’Kenapa aku tidak bisa melakukan hal itu? Aku sudah memutuskan untuk menikah dengan Kaji-kun. Lagi pula kita sudah tidak memiliki hubungan sejak kau menendangku 6 tahun yang lalu,’’ kata Eve.
__ADS_1
Adam tersenyum remeh. ‘’Aku memang menandatangani surat perceraian kita, tapi hari itu kau langsung menghilang, dan kurasa waktu itu kau sudah bersama Tuan Kaji, dan bukti surat perceraian padaku masih tersimpan, tapi tidak denganmu. Bukankah perceraian dipastikan saat kedua belah pihak menandatangani surat pernyataan tersebut sebelum diserahkan ke pengadilan? Tapi hanya aku yang menandatanganinya, dan belum diserahkan kepada pengadilan. Dengan kata lain … secara hukum kau masih istriku.’’