Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 24 Berhasil Kabur


__ADS_3

Eve mulai panik saat mobil hitam itu melaju membawanya pergi.


Ada apa ini?! Siapa mereka? Kenapa menculikku? Jangan-jangan mereka adalah begal yang selalu dibicarakan akhir-akhir ini? Kudengar, ada banyak kasus pembunuhan yang terjadi di saat malam hari, tetapi polisi tidak pernah menemukan mereka. Lalu segerombolan pria ini ... Kalau itu memang benar, aku harus segera menyelamatkan diri, paniknya dalam hati.


......................


Di sisi lain, sebuah limousine melaju menuju ke arah bandara.


‘’Kaji-sama(Tuan Kaji), karena hujan turun dengan lebat, pesawat jet pribadi Anda akan datang sedikit terlambat,’’ kata supir pribadi.


Kaji mengangguk yang sedang fokus menatap layar laptopnya.


Pria itu melihat informasi yang dikirimkan kepolisian mengenai kasus yang akan ditanganinya.


......................


Kediaman Raymond


Tuan Moriarty terdiam sejak tadi di kursi goyangnya yang dekat perapian. Ia hanya menatap ke luar jendela, melihat derasnya hujan turun.


Saat itu juga Eve mual membuat semuanya langsung menatapnya.


Eve mulai panik dan memandangi orang satu persatu. Melihat hal itu, Tuan Moriarty langsung menghubungi dokter pribadinya.


‘’Tidak! Jangan hubungi do—" ucapan Eve terpotong karena kembali mual.


Dokter tadi berdiri setelah memeriksa Eve. Terukir senyuman di bibirnya sambil memberikan selamat, membuat semua orang bingung.


‘’Nona Muda hamil, dan kandungnya berusia 3 minggu.’’


‘’Jangan hubungi Ibu!’’ tegas Adam.


‘’Siapa ayah dari anak di kandunganmu itu?’’


‘’Eve?’’


‘’Adam, apa yang kau katakan? Tentu saja, anak yang dikandung Eve adalah anakmu,’’ kata Tuan Moriarty.


‘’Aku bahkan belum pernah menyentuhnya, lalu bagaimana bisa dia hamil?’’

__ADS_1


*Semua langsung menatap ke arah Cordelia yang menyalakan ponselnya.


Wanita itu memperlihatkan sebuah rekaman yang menampilkan seorang wanita dan pria yang melakukan adegan tidak senonoh. Saat itu juga, mereka langsung mengetahui kalau wanita yang ada di dalam rekaman itu adalah Eve*.


‘’Tuan Besar, Anda menganggapku seperti anak kandung sendiri, sama seperti diriku mengganggap Anda juga sebagai ayahku. Kalau begitu, seharusnya orangtua memiliki keyakinan terhadap anaknya.’’


‘’Tidak perlu menjelaskan apa pun. Aku hanya ingin kau menjawab satu pertanyaanku,’’ kata Adam.


‘’Apakah wanita di dalam rekaman itu, memang adalah dirimu?’’


‘’Benar ... Itu aku.’’


‘’Sekarang, kau sudah bukan bagian dari keluarga Raymond.’’ (Tuan Moriarty teringat)


Tuan Moriarty memejamkann matanya. Ia benar-benar merasa terluka dan tidak menyangka menantu kesayangan yang begitu ia sukai adalah wanita seperti itu. Beruntung, ia tidak mempublikasikan wajah menantunya ke media, karena jika tidak, kurasa hari ini nama baiknya akan hancur.


......................


Eve berusaha melepaskan tali yang mengikat tangannya tanpa disadari segerombolan pria itu. Kebetulan, mobil hitam tersebut mampir ke pengisian bensin.


‘’Jaga dia agar tidak berteriak!’’


‘’Humph! Humph!’’ berontak Eve sambil berteriak membuat pria-pria di dalam menahan gerakannya.


‘’Di dalamnya ada hewan buas, jadi mobilnya sedikit bergerak,’’ kata pria yang menuruni mobil.


Karena tidak ingin diam, membuat salah satu pria di dalam mobil itu menamparnya.


Eve kembali menjadi tenang, hingga akhirnya mobil itu melaju pergi tanpa ada yang menyadari dirinya ada di dalam mobil tersebut.


Tiba-tiba ponsel dari pria yang mengemudi berbunyi, membuatnya memberikan pria di sampingnya.


‘’Halo? Iya, kami sudah membawanya.’’


Eve yang mendengarnya akhirnya mengerti. Ternyata ada seseorang yang menyuruh segerombolan pria itu untuk menangkapnya.


‘’Ya, iya, iya, tentu saja. Kau tidak perlu khawatir, yang penting bayarannya segera kami terima. Benarkah? Kalau begitu, kami akan membereskannya secepat mungkin. Tidak perlu khawatir, kau tahu sendiri bagaimana sistem kerja kami, kepolisian tidak akan menemukan mayatnya.’’


Mata Eve membulat besar saat pria di depan mengatakan kata ‘’mayat’’ kepada si pemanggil. Perasaannya semakin tidak karuan mengetahui segerombolan pria itu memang benar-benar ingin membunuhnya.

__ADS_1


‘’Baiklah, kami akan mengabari Anda ... Nona Cordelia.’’


Deg!


Cordelia? Jadi ini ulahnya, kata Eve dalam hati.


Eve terpaku di tempatnya. Ternyata Cordelia adalah dalang di balik semua ini. Ia benar-benar tidak menyangka, hati apa yang dimiliki adik tirinya itu sampai ingin melenyapkannya. Keperawanannya telah direbut oleh pria lain, rumah tangganya sudah dihancurkan, ayahnya terkena serangan jantung yang sekarang ditangani di rumah sakit, 2 keluarga sekaligus menendangnya, dan sekarang dia juga harus dilenyapkan. Skenario kejam apa ini, mengapa Tuhan harus memberinya ujian seperti itu.


Kalau aku memang harus mati maka baiklah. Tapi aku tidak akan mati di tangan mereka, kata Eve dalam hati.


Wanita itu meringis karena mengeluarkan tenaganya sekuat mungkin untuk melepaskan tali yang mengikat tangannya.


Tali itu sedikit longgar, membuatnya meninju mata pria yang duduk di sampingnya, dan mencekik pria yang sedang mengemudi, serta menendang pria yang duduk di samping kemudi. Alhasil, mobil hitam itu keluar jalur. Eve sekuat tenaga mencekik pria di depan membuat mobil terhenti.


Tanpa membuang waktu, ia segera melepaskan tali yang mengikat kakinya dan berlari keluar.


‘’Argh! Dia meninju mataku begitu kuat.’’


Mobil hitam itu kembali melaju. Eve berlari di tengah hujan sambil dikejar mobil hitam.


Wanita itu sesekali menoleh ke belakang, dan menambah kecepatan larinya. Ia meringis karena tubuhnya sudah lemah bukan main, apalagi ia juga sedang mengandung.


Eve menangis di tengah kepanikannya. Ia sama sekali tidak melihat kendaraan yang lewat di jalanan, bahkan kedai-kedai pun sudah tutup semua. Dengan nafas terengah-engah, ia berusaha mencari pertolongan.


Kumohon! Siapapun! Tolong aku! Haa, katanya dalam hati.


‘’Sial! Kenapa wanita itu larinya cepat sekali?’’ gerutu pria yang memegang kemudi.


20 menit aksi kejar-kejaran itu berlangsung, salah seorang supir menginjak rem mendadak saat Eve muncul di perempatan lalu lintas.


‘’Ada apa?’’ tanya Kaji.


‘’Ma-Maaf, Kaji-sama(Tuan Kaji). Tiba-tiba ada seorang wanita yang berlari di tengah jalan,’’ lapor supir pribadi.


Kaji menatap ke luar dan tidak melihat sosok wanita yang supir pribadinya katakan. Ia dikagetkan oleh seorang wanita yang memukul jendela kaca limousine. Melihat hal itu, Kaji menurunkan jendela kaca limousine miliknya.


‘’Tuan! Kumohon selamatkan aku! Ada seseorang yang berusaha melenyapkan diriku!’’


Mendengar hal itu, membuat Kaji langsung membuka pintu limousine dan membiarkan wanita tadi masuk ke dalam.

__ADS_1


Limousine itu langsung melaju pergi bersamaan datangnya mobil hitam tadi.


‘’Sial! Wanita itu berhasil lolos,’’ tatap pria di dalam mobil melihat limousine yang membawanya pergi.


__ADS_2