
Belum sempat Eve menaiki tangga, ia sudah berjumpa dengan ayahnya.
‘’Ayah, aku baru saja ingin melihatmu,’’ kata Eve.
Pak Percy menuruni tangga dengan pelan. Terlihat jelas bahwa kondisinya masih lemah, membuat Eve membantunya turun.
‘’Aku berniat membuatkan Ayah beberapa hidangan, tapi sepertinya Ibu dan Cordelia butuh kesempatan.’’
Eve membantu ayahnya ke ruang makan. Pak Percy terbelalak melihat pemandangan itu. Dilihatnya ada begitu banyak bahan-bahan, sayur-sayuran, serta bumbu memenuhi meja dapur.
‘’Aku meminta bantuan Kakak untuk mengajariku memasak, dan aku juga minta maaf mengenai kejadian kemarin. Maaf sudah membuat Ayah malu. Ayah benar, sekarang Kakak sudah menikah, jadi pekerjaan rumah harus kukerjakan. Apalagi Ayah sedang sakit, seharusnya aku sadar diri, jadi maafkan aku, Ayah.’’
Terukir senyuman di bibir pak Percy. ’’Syukurlah, kalau kau menyadarinya.’’
Eve membantu ayahnya duduk di kursi, sambil menyediakan makanan untuknya. Pak Percy kembali menatap Eve.
‘’Eve tidak apa-apa. Ibu dan saudarimu bisa mengurus sisanya. Kau pulanglah, nanti Tuan Besar mencemaskanmu lagi.’’
‘’Baiklah Ayah, aku pulang dulu.’’
‘’Hati-hati,’’ kata Pak Percy.
Eve mengangguk dan berpamitan untuk pergi.
......................
Perjalanan pulang…
Eve merasa ada yang aneh dalam dirinya. Kepalanya sedikit pusing dan kondisi tubuhnya seperti ingin terjatuh.
Ada apa dengan diriku? Tubuhku seperti sangat tidak enak, seperti ingin muntah. Apakah mungkin saat di dapur tadi? Ah kurasa tidak, aku selalu mengawasi ibu dan Cordelia, dan mereka tidak melakukan hal yang mencurigakan. Mungkin, aku hanya sedikit kelelahab, kata Eve dalam hati.
‘’Nona Muda baik-baik saja?’’ tanya supir pribadi.
‘’Ya, aku tidak apa-apa. Aku hanya merasa sedikit lelah,’’ jawab Eve.
Eve memperbaiki posisi duduknya sambil sandar di kursi mobil dengan mata tertutup.
Mungkin sedikit tidur akan membuatku merasa lebih baik, ucapnya dalam hati.
......................
__ADS_1
Restoran Jepang
Adam dan Tuan Moriarty beserta sekretaris Rey disuguhkan beberapa hidangan Jepang oleh Kamiya Kaji. Mereka mendapat pelayanan tamu VVIP. Mengenal keluarga Kamiya adalah salah satu keluarga kaya di Jepang, yang memiliki 8 jaringan restoran yang tersebar ke penjuru dunia, tidak perlu meragukannya lagi jika mereka mendapat layanan seperti itu. Apalagi salah satu anak dari keluarga tersebut merupakan seorang miliarder di samping dirinya seorang perwira polisi.
‘’Aku harap makanannya bisa memuaskan kalian,’’ kata Kaji
‘’Ini bahkan lebih dari cukup. Kami menikmatinya,’’ kata Adam.
Dahi Kaji berkerut saat menatap orang-orang di dalam ruangan itu satu persatu. Ia kembali menatap Adam yang menikmati hidangan tersebut.
‘’Kudengar, baru-baru ini Tuan Adam menikah, lalu ke mana istri Anda? Kenapa dia tidak hadir?’’
Adam terdiam sesaat sambil menatap ayahnya yang juga sama diamnya. ‘’Dia sebenarnya ingin menemaniku, tetapi ayahnya sakit jadi dia pergi mengunjungi keluarganya.’’
Kaji mengangguk mengerti. ‘’Itu berarti istri Tuan Adam pasti sangatlah baik dan penyayang.’’
Terukir senyuman di bibir Adam saat mendengar perkataan Kaji.
Pria itu membetulkan ucapan adik dari rekan kerjanya, jika Eve memang wanita yang baik dan penyayang. Apalagi wajah cantiknya sama dengan sifatnya yang juga lembut. Wanita itu juga sangat hebat jika soal memasak. Mendengar hal itu, membuat Kaji semakin ingin bertemu dengan Eve.
‘’Kalau Tuan Kaji berkenan, Anda bisa mengunjungi rumahku besok. Aku akan memberitahunya saat pulang nanti, agar menyiapkan hidangan untuk menyambut kedatangan Anda,’’ kata Adam mengajak.
‘’Baiklah, aku akan datang besok dan mengabari Anda,’’ kata Kaji menerima ajakan.
......................
Rumah Keluarga Laurence
Pak Percy menatap masakan Cordelia dan menyantapnya. Ia tampak menikmati masakan itu, tapi menegurnya untuk lebih baik lagi seperti Eve. Bu Christa dan Cordelia hanya melontarkan tatapan tidak suka.
Sambil pak Percy makan, Cordelia dan bu Christa membereskan dapur sebelum mereka ikut makan. Tidak butuh waktu yang lama, dapur selesai dibersihkan. Bu Cordelia lebih dulu menuju ke meja makan baru disusul oleh Cordelia.
Cordelia mengambil satu piring untuk dan mengambil nadi goreng. Ia menatap masakan itu untuk sesaat sebelum memasukkannya ke dalam mulut.
Terukir senyuman di bibir Cordelia dan bu Christa karena masakannya berhasil.
‘’Tapi, usahakan masakanmu seperti Eve, agar kau juga bisa bekerja di restoran mewah seperti dirinya.’’
Sekali lagi setelah mendengar hal itu, senyuman kedua wanita tadi langsung luntur. Cordelia berdecih pelan, melihat ayahnya seperti itu terus, membandingkan dirinya dengan Eve, bahkan menyuruhnya agar seperti kakak tirinya.
‘’Hehe tentu saja suamiku. Cordelia masih harus belajar agar kemampuan memasaknya lebih bagus. Dengan begitu, dia akan seperti Eve,’’ kata bu Christa.
__ADS_1
Pak Percy membetulkan ucapan istrinya, dan mengajak kedua wanita itu ikut makan tanpa mengetahui perasaan mereka.
......................
Kediaman Raymond
Supir pribadi membukakan pintu mobil untuk Eve. Namun, ia terbelalak melihat wanita itu tertidur di kursi mobil sambil bersandar. Ragu-ragu, sang supir pribadi membangunkannya.
‘’Nona Muda? Nona Muda, kita sudah sampai di kediaman,’’ ucapnya sepelan mungkin.
Dahi Eve berkerut. Ia menoleh dan sudah melihat supir pribadinya membukakan pintu untuknya.
‘’Oh? Kita sudah sampai, ya?’’ tatap Eve.
‘’Benar, Nona Muda.’’
Eve meraih tasnya dan menuruni mobil. Supir pribadi membungkuk sebelum menutup pintu mobil kembali.
‘’Sepertinya Nona Muda sangat kelelahan. Ini pertama kalinya Nona Muda tertidur di dalam mobil. Semoga saja, Nona Muda tidak jatuh sakit.’’
......................
Restoran Jepang
Setelah makan malam, mereka akhirnya pulang. Kaji mengajak ketiga pria itu pulang bersamanya menggunakan limousine, tanpa menyuruh supir pribadi mereka untuk menjemput.
‘’Kurasa itu tidak perlu Tuan Kaji. Kami tidak ingin merepotkan Anda,’’ kata Adam.
‘’Tidak apa-apa. Aku sendiri yang ingin mengantar kalian. Jadi tidak perlu merasa seperti itu,’’ kata Kaji.
Adam tersenyum dan tidak menyangka kalau Kaji orangnya seperti ini. Sudah mendapat pelayanan yang luar biasa memuaskan, pria itu sampai-sampai ingin mengantarnya pulang. Padahal seharusnya Kaji bisa kembali ke hotel untuk beristirahat.
......................
Perjalanan pulang…
‘’Sekali lagi, kami berterima kasih atas kebaikan Tuan Kaji, dan maaf sudah merepotkan Anda,’’ kata Sekretaris Rey mewakili.
Kaji tersenyum dan tidak terlalu mempermasalahkannya.
‘’Kalau boleh tahu, Tuan Kaji menyukai masakan seperti apa? Aku akan memberitahu istriku agar memasak sesuai makanan yang Anda sukai,’’ kata Adam membuka pembicaraan.
__ADS_1
‘’Aku orangnya tidak pilih-pilih, dia memasak apa pun, aku akan menerimanya. Tapi kalau masalah makanan kesukaan, aku lebih suka sushi.’’
‘’Begitu? Baiklah, aku akan memberitahunya nanti,’’ senyum Adam.