
Tidak ada aktivitas jalan-jalan yang dilakukan semenjak Kane sakit. Para orang dewasa hanya sibuk dengan aktivitas masing-masing di mansion.
Sudah beberapa hari berlalu Adam selalu bersikap dingin, bahkan lebih dingin dibandingkan sebelumnya jika bertemu dengan Eve.
Tentu saja Eve yang berusaha bicara dengan Adam tanpa orang lain ketahui merasa kesal karena pria itu selalu mengabaikannya.
‘’Sampai sekarang, keberadaan Cordelia-san masih belum diketahui,’’ kata Kaji.
Adam, awalnya aku menerima sikapnya yang tidak ingin mengajakku bicara. Tapi, aku sudah tidak tahan, kata Eve kesal dalam hati.
‘’Aku tahu kau mencemaskan mereka berdua, dan orang yang paling sedih adalah Bu Christa dan Pak Percy. Kepolisian juga sudah memeriksa semua CCTV, dan tidak melihat keberadaan terakhir adikmu,’’ kata Kaji.
Padahal aku hanya ingin minta maaf, dan dia menghindariku sampai sekarang. Apakah dia sengaja melakukan hal itu? Cih, kata Eve dalam hati.
‘’Tapi terakhir kali, Cordelia-san dan Reon-kun terlihat, mereka ada di salah satu hotel. Lalu, menaiki sebuah mobil dan menunju ke hotel lain. Setelah itu, tidak ada tempat lain lagi yang di datangi adikmu. Kami juga sudah mengecek di hotel tersebut, dan mereka bilang adikmu sudah pergi,’’ kata Kaji.
Baiklah. Jika dia masih bersih keras mengabaikanku, sepertinya aku tidak punya pilihan selain menghajarnya, kata Eve dalam hati.
‘’Aku tidak mengerti, kenapa Cordelia-san me—’’ ucapan Kaji terhenti saat melihat Eve sedang termenung.
‘’Eve-chan? Eve-chan! Eve-chan!!’’
Eve tersadar saat mendengar teriakan Kaji.
‘’Oh? Ada apa Kaji-kun? Kau membuatku kaget saja.’’
‘’Kau tidak mendengar apa yang aku katakan?’’ tanya Kaji.
‘’A-Aku mendengarnya,’’ kata Eve.
Kaji menatap Eve begitu lekat.
Flashback on
‘’Kenapa kau berkata seperti itu?’’ tanya Kaji.
‘’Aku hanya berusaha membantumu sebelum semuanya terlambat,’’ kata dokter Yuu.
Kaji mengerutkan dahi sambil menatap dokter itu. ‘’Yuu-san, tidak mungkin Eve-chan menghianatiku. Aku percaya dengan wanita itu.’’
‘’Aku tidak bilang dia akan menghianatimu,’’ kata Dokter Yuu.
‘’Lalu kenapa kau menyuruhku membatalkan pernikahan kami?’’ tanya Kaji.
__ADS_1
Dokter Yuu menghela nafas dan menceritakan kejadian dimana ia melihat Eve berusaha mengajak Adam bicara, tapi pria itu selalu mengabaikannya. ‘’Dan itu tidak terjadi sekali saja. Tapi sampai sekarang Eve-chan berusaha bicara dengan Tuan Adam.’’
‘’Eve-chan tidak pernah memberitahuku hal ini,’’ kata Kaji.
‘’Aku tidak tahu apa yang ingin dia bicarakan sampai berusaha keras seperti itu kepada mantan suaminya. Saat melihat reaksi wajah Eve-chan, aku langsung sadar. Aku tidak bermaksud pamer, tapi aku ahli dalam memahami perasaan wanita, dan jika memang benar, maka dugaanku tidak salah. Sepertinya Eve-chan masih mencintai Tuan Adam. Hanya saja dia menolak perasaannya, dan memilih egonya untuk bersamamu. Karena itulah aku menyuruhmu membatalkan pernikahan kalian sebelum semuanya terla—’’
‘’Sudah cukup. Aku tidak mau mendengarnya lagi. Aku pikir kau ingin mengatakan hal penting, jadi aku kemari. Tapi aku tidak ada waktu meladeni omong kosongmu,’’ kata Kaji berjalan pergi.
‘’Kaji-san, aku melakukannya agar kalian tidak saling menyakiti. Aku tahu ini pasti berat bagimu, tapi masih ada wanita lain di luar sana yang akan mengerti dirimu,’’ kata Dokter Yuu.
‘’Tidak. Kami-sama(Tuhan) sudah mengirim Eve-chan untukku. Jadi, apa pun yang terjadi, aku tidak akan pernah melepaskannya, ’’ kata Kaji.
Dokter Yuu menghela nafas kasar. ‘’Kenapa kau tidak ingin mengerti?’’
‘’Karena aku tidak mau mengerti!’’ kesal Kaji.
‘’Apakah kau tega melihat Eve-chan menyiksa dirinya sendiri?’’ tanya dokter Yuu.
Kaji hanya diam sambil membelakangi sepupunya itu. ‘’Shitsurei shimasu(Permisi).’’
Flashback off
Kaji mengepalkan tangan setelah mengingat semua itu. Ia berusaha menolak perkataan dokter Yuu.
Tidak. Aku percaya Eve-chan tidak seperti itu. Aku akan membuktikan ucapan Yuu-san itu salah, kata Kaji dalam hati.
......................
Heh, bahkan sampai ingin membunuhku. Aku tidak tahu kalau Adam ini memiliki sisi psikopat, kata Sekretaris Rey dalam hati.
‘’Tuan Kaji memberitahuku agar saya menyampaikan ini kepada Tuan Muda. Dia ingin mengajak Anda makan malam secara pribadi bersama Nona Eve,’’ kata Sekretaris Rey.
Wajah Adam langsung berubah seketika. ‘’Kapan itu?’’
‘’Malam ini, tepat pukul 19:00 di restoran milik keluarga Kamiya yang ada di kota ini,’’ jawab sekretaris Rey.
......................
Malam pun tiba, dan para koki sementara menyiapkan makan malam. Namun, melihat tiga orang akan keluar, membuat semuanya penuh tanda tanya.
‘’Kaji-kun, kau mau ke mana? Makan malam sebentar lagi tiba,’’ kata Tuan Giruberuto.
‘’Untuk malam ini, kami bertiga akan makan di luar,’’ jawab Kaji.
__ADS_1
‘’Kenapa harus di luar? Apakah kalian merencanakan sesuatu?’’ tanya Nyonya Vaioretto.
‘’Nenek terlalu banyak curiga. Kami hanya ingin makan di luar, itu saja,’’ jawab Kaji.
‘’Baiklah. Jangan pergi terlalu lama, Eve-chan harus cepat pulang karena Kane-kun masih sakit. Kalau Kane merengek karena mencari Eve-chan, itu bisa gawat,’’ kata Tuan Giruberuto.
Heh, kurasa Kakek sendiri yang ingin Eve-chan pulang cepat, kata Kaji dalam hati sambil memasang raut wajah bodohnya.
‘’Aku mengerti. Shitsurei shimasu(Permisi),’’ kata Kaji.
......................
Restoran Pribadi
Setelah menuruni limousine, Eve menatap Kaji dengan alis berkerut.
‘’Kenapa menatapku seperti itu?’’ tanya Kaji.
‘’Kenapa Kaji-kun tidak memberitahuku terlebih dahulu soal ini?’’ tanya Eve.
Berbeda dengan Adam dan sekretaris Rey yang sudah mengetahui hal itu dari Kaji secara langsung, hanya memilih diam tanpa ikut campur.
‘’Eve-chan dan Tuan Adam sudah bukan suami-istri lagi. Jadi, aku tidak perlu meminta persetujuanmu lagi,’’ kata Kaji.
Eve tersentak mendengar hal itu. Yang dikatakan Kaji memang benar. Dulu, Kaji harus meminta persetujuannya terlebih dahulu kalau berkaitan dengan Adam, tapi sekarang karena mereka berdua sudah tidak memiliki hubungan lagi, Kaji tidak perlu minta izin lagi.
Untuk sesaat, Eve melirik Adam dan melihat reaksi pria itu.
Dia hanya diam. Biasanya Adam akan berdebat dengan Kaji-kun, kata Eve dalam hati.
Kaji yang melihatnya hanya tenang seperti biasa. Ia tersenyum dan mengajak mereka masuk. Pekerja restoran langsung menuntun mereka ke ruang VVIP.
‘’Kaji-kun, kenapa kita harus makan di ruang VVIP? Bukankah semua meja di sana kosong? Kenapa tidak makan di salah satu meja itu saja?’’ tanya Eve.
‘’Kau keberatan?’’ tanya Kaji tersenyum.
‘’Tidak juga,’’ jawab Eve.
Ia mengerutkan dahi sambil menatap Kaji.
Sejak tadi Kaji-kun begitu aneh. Tapi, sepertinya aku bisa memanfaatkan situasi ini untuk bicara kepada Adam, kata Eve dalam hati.
......................
__ADS_1
Ruang VVIP
Begitu mereka masuk, meja sudah tertata rapi sebaik mungkin dengan seorang koki yang akan memasak langsung di depan mereka. Sambil koki memasak hidangannya, mereka menikmati pemandangan malam kota.