Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 82 Meminta Persetujuan


__ADS_3

Sebelah alis Kein terangkat, sedangkan Kane mengerutkan dahi.


"Kenapa harus berdua? Tuan Muda bisa mengatakannya di sini," kata Kane.


Adam menghela nafas. "Kane, ada saatnya hal yang ingin dibicarakan itu bisa di depan umum, tapi hal yang ingin aku bahas kali ini menyangkut privasi keluarga, jadi orang lain yang tidak ada hubungannya tidak perlu mengetahuinya."


Kaji bisa melihat jelas melalui raut wajah Adam kalau pria itu sedang menyinggungnya.


"Siapa yang Tuan Adam maksud sebagai orang lain di sini?" tanya Kaji tersenyum.


"Aku tidak menyinggung siapa pun. Tapi akan lebih bijak kalau orang itu sendiri menyadari dirinya," balas Adam.


Wajah Kaji langsung kusut. "Keluarga Kamiya dan keluarga Raymond memiliki hubungan kerja sama, semenjak kedua keluarga memutuskan untuk menandatangani perjanjian, jadi tidak ada orang lain di sini," kata Kaji.


"Aku bukannya tidak ingin mengatakan hal ini di depan semuanya, tapi ini memang privasi, dan aku tidak menyukai seseorang mengetahui privasiku," kata Adam.


Ia menatap Eve, membuat wanita itu membuang pandangannya.

__ADS_1


"Baiklah ... Aku mengerti sekarang. Jika harus meminta persetujuan darimu membuat kedia anak ini bisa menerimanya, aku akan meminta hal itu darimu. Eve, bisakah aku bicara dengan mereka berdua?" tanya Adam.


Eve menatap Adam sekilas, lalu menatap semuanya hingga berakhir ke arah Kane dan Kein. Untuk sesaat ia terdiam dan kembali menatap kedua anak kembarnya.


"Tentu saja," jawabnya membuat Adam menatap Kaji dengan senyum penuh kemenangan.


Berbeda dengan Kane dan Kein yang merasa kesal.


Humph! Pria ini benar-benar tahu kelemahan kami. Jika Ibu yang sudah mengeluarkan keputusan, maka aku dan Kakak tidak akan bisa membantah. *Seharusnya dia sudah mengerti saat kami menolak berpelukan dengan ayahnya tadi, tapi dia tetap keras kepala, sampai-sampai menggunakan Ibu, kata Kane dalam hati.


Tuan Muda satu ini tidak pernah kehabisan akal, kata Sekretaris Rey.


Bagus Adam! Ternyata kau lebih mengerti bagaimana menaklukkan Si Kembar Iblis ini, kata Tuan Moriarty dalam hati.


Sudah sepantasnya kau melakukan ini, meskipun aku tidak tahu apa yang ingin kalian bicarakan. Aku berharap semoga kau berhasil memperbaiki kesalahan ini, dan Eve mau memberi kesempatan, kata Nyonya Mary dalam hati.


Aku benar-benar tidak mengerti dengan cara berpikir dari Tuan Adam. Setelah dia sendiri yang menendang istrinya keluar, kenapa dia berusaha mengejar Eve-chan, padahal wanita itu sudah memberinya keputusan yang tidak ingin memperbaiki masa lalu? Hm, kata Dokter Yuu dalam hati.

__ADS_1


Aku sebenarnya menolak hal ini, tapi Eve-chan sendiri sudah mengeluarkan keputusannya, jadi aku tidak berdaya. Entah siasat apa lagi yang Tuan Adam lakukan, kata Kaji dalam hati.


Ini masalah keluarga mereka, jadi Tuan Adam juga memiliki hak atas Kane-kun dan Kein-kun. Meskipun aku baru mengetahui hal ini. Tapi Eve-chan ... Apakah dia bersungguh-sungguh akan meninggalkan keluarga Raymond? Haa, kata Yuki dalam hati.


"Kane, Kein, Tuan Adam ingin bicara dengan kalian, bersikap sopanlah kepadanya," kata Eve.


"Kami mengerti, Ibu," kata Kane dan Kein.


"Kalau begitu, pergilah," kata Eve.


Adam berjalan lebih dulu sambil kedua anak kembar itu menyusul.


......................


Balkon


Kane dan Kein menatap punggung Adam dengan wajah datar.

__ADS_1


__ADS_2