Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 45 Babak Kedua


__ADS_3

Setiap regu terdiri dari 8 orang. Setelah beberapa jam berlalu, babak pertama kualifikasi menyisahkan 4 peserta dari masing-masing regu.


Karena babak pertama kualifikasi telah selesai. 48 peserta yang lolos, beralih ke lantai 2. Di babak kedua ini, mereka akan saling bertanding bersama anggota regu.


Sambil menunggu undian, para MC menampilkan pertandingan ke-12 regu, dan hasilnya adalah sebagai berikut :


Regu A VS Regu H


Regu B VS Regu I


Regu C VS Regu J


Regu D VS Regu K


Regu E VS Regu L


Regu F VS Regu G


Di babak kedua, semua regu bertanding di ruangan yang sama, menggunakan meja dapur besar yang diperuntukkan 2 tim. Sebelum babak kedua dimulai, para anggota regu diberi kesempatan untuk mendiskusikan hidangan apa yang akan mereka buat.


......................


Ruang Tunggu


“Perkenalkan, namaku Journ. Sungguh keberuntungan bisa satu regu dengan Tuan Kein.”


“Aku Wilky, harap kerja samanya Tuan Kein.”


“Kya~ aku satu tim dengan Tuan Kein. Namaku Lovato.”


Journ tersenyum kaku. “Karena undian teracak, jadi mustahil memperkirakan hidangan yang akan dibuat tim kita. Sepertinya kita tidak perlu berdiskusi, karena Tuan Kein pasti sudah tahu hidangan apa yang akan kita buat apa pun temanya.”


......................


Aula Lantai 2


2 MC mengambil undian yang akan memperlihatkan tim siapa yang akan bertanding pertama.


“Regu B melawan Regu I!” kata kedua MC memperlihatkan bola di masing-masing tangannya.


Kedua regu pun menuju ke meja dapur masing-masing sambil terkejut melihat para penguji duduk.


“Ya Tuhan, bukankah itu Nyonya Bookmaster?”


“Kenapa Nyonya Bookmaster sampai menjadi penguji di babak kualifikasi seperti ini?”


“Kita hanya bisa bertemu dengannya di babak final. Peserta yang kalah malah merasa beruntung karena bisa bertemu dengan beliau.”


“Wah ini kejutan! Nyonya Bookmaster akan mencicipi hidangan kita. Kalau begitu kita harus berikan yang terbaik!”


“Tapi lawan kita sangat sulit.”


“Benar. Kenapa kita harus melawan regu dimana Si Iblis Makanan ada.”


“Habislah kita.”


“Kita tidak boleh menyerah. Ini juga sebuah kehormatan bisa bertanding dengan Si Iblis Makanan.”

__ADS_1


Nyonya Mary yang mendengarnya hanya mengabaikan hal itu. Ia lebih fokus ke regu sebelah kanan.


Kamiya Kein, kau akan menyajikan hidangan apa di babak ini? Apalagi ini kompetisi kelompok. Kau yang terkenal sebagai individu, bisakah kau akan membawa regu milikmu ini menang? Hm, kata Nyonya Mary dalam hati.


Reon yang berada di bangku penonton, merasa risih karena semua sedikit ribut entah karena apa. Ia lebih fokus menatap neneknya dari jauh.


Nenek sampai turun langsung untuk menjadi penguji demi diriku. Aku tidak akan menyianyiakan hal ini, kata Reon dalam hati.


......................


Ruang VVIP


Pintu terbuka dengan masuknya Cordelia membuat Sekretaris Rey membungkuk sedikit.


“Kau dari mana saja sampai tidak menyaksikan kompetisi anak Anda sendiri?” tanya Tuan Moriarty.


Cordelia menunduk sedikit dan meminta maaf. “Ibu menghubungiku kalau kondisi ayah sudah membaik. Jadi mereka akan datang untuk melihat Reon.”


Ia pun menghampiri Adam dan duduk di sampingnya.


“Tema untuk kedua regu adalah makanan yang disajikan sebelum makanan pembuka!”


Nyonya Mary menatap regu B tempat Kein berada yang sudah memulai aksi mereka.


Kein mengambil pisau dan mulai memotong sayuran. “Kalian bantu aku menyiapkan bahan masakan.”


Akhirnya keempat anggota regu B menyebar.


‘’Journ, pertama gunakan pengolah makanan untuk Quenelle dari buah ara. Potong hache bawang merahnya dan potong julienne wortelnya. Tambahkan kapulaga, susu campuran kuning telur dan gula untuk membuat Crème Anglaise, lalu tuangkan ke Sorbet ketika sudah dingin.’’


*Hache adalah potongan sayur setengah lingkaran.


*Julienne adalah potongan sayur dengan bentuk seperti batang korek api.


*Crème Angliase adalah saus pelengkap makanan penutup yang dibuat dari telur, krim dan vanili.


*Sorbet adalah olahan buah dengan cara dihaluskan.


Semua memasang raut wajah ngeri. ‘’Sebanyak itu sekaligus?! Kepalaku bisa meledak!’’


Dia benar-benar Iblis, kata Journ dalam hati.


‘’Lalu Walky, olesi ikan ayu goreng pakai tepung dan jadikan friture!’’ perintah Kein yang masih mencincang.


*friture adalah ikan goreng kecil.


‘’Courgette sudah selesai, lalu 10 detik lagi sampai krimnya sempurna,’’ lapor Lovato.


*Courgette adalah labu siam.


‘’Journ, panggang Asparagus!’’ perintah Kein.


*Asparagus adalah sayuran dengan jenis Asparagus.


‘’Ryoukai!’’ jawab Journ.


Melihat kecepatan kerja tim regu B, membuat semua orang terdiam. Apalagi regu tersebut menyelesaikannya dengan waktu yang cepat juga.

__ADS_1


“Apa?! Sudah selesai? Ini bahkan belum pertengahan waktu.”


“Selain itu, mereka memasak 5 jenis makanan sekaligus! Tidak mungkin!”


Regu B berdiri di depan meja penguji setelah menyajikan hidangan mereka.


Nyonya Mary menatap kelima hidangan tersebut.


Awalnya aku akan mengira kerja sama tim Regu B akan sedikit terganggu, tapi aku dikejutkan. Tema kali ini adalah makanan yang disajikan sebelum makanan pembuka, dan mereka membuat hidangan ini. Amushe Bouche, 5 macam masakan Prancis yang disajikan sebelum makanan pembuka, kata Nyonya Mary dalam hati.


Wanita itu tersenyum remeh sambil mencicipi hidangan tersebut. Butuh beberapa puluhan menit Regu I baru selesai menyajikan hidangan mereka.


Nyonya Mary dan penguji yang lainnya mencicipi hidangan Regu I. Tidak lama kemudian, mereka membuat keputusan bahwa yang menang adalah Regu B.


Journ, Walky dan Lovato mengepalkan tangan lalu mengayunkan dari atas ke bawah. "Yes!"


Reon terbelalak melihat keempat anak seumurannya itu berjalan ke arah pintu keluar. "Dasar sombong."


Setelah itu dilanjutkan dengan pertandingan regu yang lainnya hingga akhirnya giliran regu A tiba.


Kedua anggota regu berkumpul dan menunggu tema hidangan mereka.


"Tema untuk kedua regu adalah masakan Italia!" kata MC.


Tidak ingin kalah karena kecepatan Regu B menyelesaikan hidangan mereka, Reon memaksa ketiga anggota regunya agar menyelesaikan hidangan mereka dengan waktu yang sama.


"Wah benar-benar cepat! Tuan Reon juga menyelesaikan hidangannya secepat ini."


Nyonya Mary menatap hidangan cucunya.


"Raviole de Langoustine," kata Reon.


Ravioli adalah pasta yang diisi dengan isian yang diselimuti adonan pasta tipis. Ravioli yang direbus lalu dicincang, dicampur dengan telur kocok dan keju segar, kemudian direbus dalam kaldu, kata Nyonya Mary dalam hati.


Setelah mencicipi hidangan Regu H, kelima penguji berbincang dan membuat keputusan.


"Pemenangnya adalah Regu A!" kata MC.


Kein hanya diam duduk di bangku penonton bersama anggota regunya.


"Sudah pasti Tuan Reon akan menang lagi," kata Walky.


"Itu sudah jelas, karena Tuan Reon adalah cucu keluarga Raymond," kata Lovato.


"Akan gawat kalau regu kita bertemu dengan regu A. Beruntung kita memiliki Si Iblis Makanan, dan Tuan Kein tidak akan membiarkan Regu B kalah. Iya, kan? Tuan Kein," kata Journ.


Ada yang aneh dengan regu A. Reon memaksa anggota regunya untuk memasak dengan cepat, apakah mungkin dia terprovokasi oleh reguku? Tapi, dia hanya menyuruh anggota regunya tanpa menjelaskan bahan, seolah-olah mereka sudah tahu apa yang akan Reon perintahkan. Jadi, dia menggunakan cara itu lagi, kata Kein dalam hati.


......................


Pintu Utama Akademi Chrysos


Sebuah mobil terhenti dan tampak suami-istri menuruninya.


"Ayo cepat, kita harus melihat Reon," kata seorang wanita yang tidak lain adalah bu Christa.


"Iya. Tapi tidak perlu terburu-buru begitu," kata Pak Percy.

__ADS_1


__ADS_2