Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 106 Memantau


__ADS_3

Saat makan malam tiba, semua terbelalak melihat koki yang meletakkan hidangan.


‘’Sepertinya kita seumuran,’’ kata Kane.


‘’Itu benar. Aku berharap kalian dan Shion-kun bisa akrab,’’ kata Eve.


‘’Shion-san?’’ tanya Kane.


‘’Itu namanya. Dia koki yang aku kenal di Okinawa. Karena hanya kalian berdua anak di sini, aku mengundangnya agar kalian memiliki teman bicara,’’ kata Kaji.


Kein menatap hidangan makan malam. Melihat hal itu membuat Kaji kembali tersadar.


‘’Untuk makan malam kali ini, Shion-kun yang membuatnya. Sudah lama dia ingin bertemu denganmu Kein-kun, dan ingin kau mencicipi hidangannya,’’ kata Kaji.


Kane memicingkan mata. ‘’Aku curiga kalau sepertinya ini salah satu alasan kenapa kita ada di Okinawa.’’


Kaji membuang wajah sambil tersenyum kaku. ‘’Benarkah?’’


‘’Kalau begitu, silahkan cicipi makan malamnya,’’ kata Kaji mempersilahkan.


‘’Itadakimasu(Selamat makan),’’ ucap semuanya sebelum makan.


Kein menatap hidangan di depannya untuk sesaat. Mereka yang hadir, menunggu anak itu mencicipi makanannya.


Semua orang tahu, hanya hidangan berkualitas yang bisa memuaskan selera makan Si Iblis Makanan. Karena itulah para koki sangat berhati-hati menyajikan hidangan untuknya.


Apalagi, Kein tidak akan segan menganggap hidangan yang tidak layak itu menjijikkan.


Setelah makanan itu masuk ke dalam mulut Kein, dan anak itu menelannya, semua orang di sana menunggu reaksinya.


‘’Tidak buruk,’’ kata Kein.


Shion yang mendengarnya terbelalak, hingga akhirnya tersenyum. Mendengar ucapan Kein, semua orang di sana memuji Shion.


‘’Jangan senang dulu,’’ kata Kein membuat suasana langsung tenang.


‘’Meskipun aku mengatakan hidangan ini tidak buruk, bukan berarti hidangan ini tidak memiliki kekurangan. Shion-san, masih ada 12 kekurangan dalam hidangan yang kau buat ini. Pertama, kau menyaringnya terlalu cepat 6 detik. Kedua, bumbu yang kau masukkan tidak seimbang. Ketiga….’’


Shion dan yang lainnya hanya tersenyum kaku sambil mendengar Kein menyebutkan 12 kekurangan tersebut.


Setelah makan malam selesai, para orang dewasa hanya berkumpul di ruang tamu. Berbeda dengan si kembar yang mengamati dari lantai dua sambil melakukan aktivitas mereka.


‘’Aa shimatta(Gawat)! Aku hampir melupakan sesuatu yang penting!’’ pekik Kane lalu menatap orang satu persatu.


Kein yang melihatnya mengerutkan dahi. ‘’Sekarang apa lagi?’’


‘’Kakak bilang ch terakhir adalah chef, kan? Itu berarti, hari ini akan ada koki yang menjadi korban pembunuhan. Tapi, di sini ada hampir 50 koki. Karena jumlahnya terlalu banyak, aku tidak bisa menebak siapa di antara mereka yang akan tewas,’’ kata Kane.


‘’Tidak perlu terang-terangan seperti itu. Kau akan membuat pelakunya semakin waspada,’’ kata Kein tanpa mengalihkan pandangannya dari buku novel.

__ADS_1


‘’Benar juga. Kenapa aku begini? Bukan seperti diriku saja. Tapi ini aneh. Dia memberiku pesan sebelum pembunuhan terjadi, seolah-olah sudah tahu apa yang akan terjadi. Mustahil ada orang yang bisa melihat masa depan, kecuali Pain dalam anime Naruto,’’ kata Kane.


The real anime seri Naruto. Ya, meskipun aku juga menyukai animenya, kata Kein dalam hati.


Kein menutup novel misteri yang ia baca dengan sekali gerakan menggunakan sebelah tangannya, lalu berdiri.


‘’Kakak mau ke mana?’’ tanya Kane.


‘’Kamar.’’


Berbeda dengan kakaknya, Kane lebih memilih untuk mengawasi orang-orang di bawah.


Langkah Kein terhenti. Ia pun berbalik dan memanggil adiknya.


Kane menoleh. ‘’Ya?’’


‘’Kenapa kau tidak menghampiri Shion-san saja, agar bisa mengawasi mereka lebih dekat?’’ tanya Kein.


‘’Benar juga. Aku tidak kepikiran. Hiks, sepertinya Si Iblis Deduksi akan benar-benar digulingkan,’’ kata Kane.


Kein memutar bola matanya malas lalu berjalan pergi, begitu juga dengan Kane yang menuju ke bawah.


......................


Dapur


‘’Oh, Kane-sama, ya? Ahaha, aku ingin ke kamar mandi tapi sepertinya aku tersesat,’’ jawab Pendiri.


‘’Kamar mandinya ada di sebelah sana,’’ tunjuk Kane.


Pendiri membungkuk sebelum akhirnya pergi. Kane yang melihat kepergian pria itu hanya mengerutkan dahi.


‘’Apakah dia melupakan letak kamar mandi setelah satu hari?’’ tanya Kane.


Both word of Coach, berarti masing-masing dari kedua kata dari Coach. Coba kau hubungkan dengan dua kasus yang terjadi hari ini.


Jika kau membaginya dengan pola yang sama tapi mulai dari huruf terakhir, maka hasilnya pun juga akan sama.


Co, ac, ch, ac. Ah! Artinya huruf h terakhir adalah ch. Hm, dalam bahasa inggris hanya ada dua pekerjaan yang dua huruf awalnya adalah ch. Chef dan Choreographer. Itu berarti, korban selanjutnya adalah antara kedua pekerjaan itu.


Itu tidak perlu. Dua korban hari ini adalah orang yang berada di sekitarmu. Antara kedua pekerjaan terakhir, menurutmu mana yang lebih dominan? Chef.


Composer, actress, chef. Kalau ini memang sebuah pesan, berarti korban selanjutnya adalah orang yang bekerja sebagai chef. (Kane teringat)


Deg!


‘’Jangan-jangan….’’


Kane dengan cepat memasuki dapur dan melihat semua koki yang tampak baik-baik saja. Ia dengan teliti melirik koki satu persatu.

__ADS_1


‘’Kane-sama?’’


‘’Iya?’’ jawab Kane tersentak kaget.


Shion mengerutkan dahi. ‘’Kane-sama baik-baik saja?’’


‘’O-Oh, iya aku baik-baik saja,’’ jawab Kane kembali menatap ke sekitar.


Shion yang melihatnya juga mengikuti pandangan Kane. ‘’Apakah Kane-sama butuh sesuatu? Anda bahkan datang ke dapur secara langsung.’’


‘’Ah, itu, aku hanya ingin menghampirimu,’’ jawab Kane.


‘’Kalau begitu, aku harus membantu koki yang lain dulu, baru menemui Kane-sama,’’ kata Shion.


Kane tersenyum. ‘’Baiklah. Aku akan menunggumu.’’


Setelah Shion pergi, Kane menghela nafas lega. ‘’Syukurlah, aku kira sudah ada koki yang tewas. Bahkan sampai menuduh Pendiri yang tidak-tidak.’’


Tidak lama kemudian, Shion menghampiri Kane yang duduk di sofa.


‘’Maaf membuat Kane-sama menunggu,’’ kata Shion.


‘’Tidak apa-apa,’’ kata Kane.


Kedua anak itu pun berbincang, membahas beberapa topik sesama anak laki-laki. Kesempatan itu juga digunakan Kane agar bisa memantau lebih dekat tanpa menimbulkan kecurigaan.


Semua orang bertingkah seperti biasa, dan tidak ada yang terlihat mencurigakan. Aku harus segera menemukan pelaku itu dan mencegah salah satu koki di sini dibunuh. Tapi siapa? Stt, kata Kane dalam hati.


......................


Kane bahkan memasang CCTV di beberapa tempat tertentu dan berjaga selama 24 jam untuk memantau si pelaku.


......................


1 minggu kemudian...


‘’Bagaimana kondisinya?’’ tanya Eve cemas.


‘’Karena terlalu banyak begadang, kondisinya jadi lemah hingga berujung demam ringan,’’ jawab Dokter Yuu.


‘’Haa, memangnya apa yang kau lakukan sampai begadang terus? Ah, pasti kau bermain Game Detective Conan untuk memecahkan kasus lagi. Ingat, bermain game terlalu berlebihan itu tidak baik. Lihat? Kau membuat ibumu sangat cemas,’’ kata Kaji.


Heh, kurasa Paman Kaji yang cemas kepada Ibu. Selain itu, aku tidak bermain game, tapi sedang memantau pelaku pembunuhan di antara kita semua. Tapi, ini sudah satu minggu berlalu, dan tidak ada koki yang terbunuh. Bukan berarti aku ingin ada kasus pembunuhan terjadi. Haa, kalau begitu usahaku selama ini cuma sia-sia, kata Kane dalam hati.


Ia memasang raut wajah bodoh sambil menatap kakaknya.


Sebelah alis Kein terangkat melihat tatapan adiknya.


Hm, seharusnya aku tidak terlalu terobsesi dengan ucapan Kakak. Apalagi, Kakak hanya menebaknya, kata Kane dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2