
Ketiga peserta itu pun mulai memasak, dan sambil menyaksikan mereka, keempat orang berpengaruh di meja penguji tersebut berbincang.
‘’Sendawara-san, jadi kau juga datang karena saking tidak bisa menunggunya di babak final?’’ tanya Nyonya Mary.
‘’Nyonya Bookmaster benar. Kami sudah menyaksikan kompetisi ini lewat TV, dan jujur saja Si Iblis Makanan benar-benar memukau seperti rumornya,’’ kata Sendawara, Bookman peringkat 1.
‘’Apalagi Si Iblis Makanan dan Reon Raymond bertemu di satu kompetisi. 2 kandidat dari 2 keluarga ternama dalam dunia kuliner bertemu, tentu saja ini adalah pemandangan yang sangat langka,’’ kata Ogardo, Bookman peringkat 1.
Sedangkan Bookman yang satunya hanya senyum tanpa bicara, dan lebih memilih fokus kepada Reon.
‘’Bahan yang dipakai Reon Raymond banyak berasal dari laut, apalagi juga ada tomat dan minyak zaitun, mungkin yang dia buat adalah Acqua pazza,’’ kata Ogardo.
‘’Acqua pazza … Hidangan yang berasal dari Italia bagian selatan, dengan ikan sebagai bahan utama ditambah berbagai tumisan. Minyak zaitun, tomat dan kerang adalah bahan dasarnya. Hidangan itu juga memakai banyak bumbu,’’ kata Sendawara.
‘’Dia tepat memilih hidangan ini, karena dia yakin kemampuannya dalam menilai kualitas. Dia juga terlihat tenang. Aku sama sekali tidak merasakan rasa gugup dari dirinya,’’ kata Bookman yang satunya.
‘’Dia memakai plastik anti panas, yang tahan di atas 200 derajat Celcius, dan dingin -40 derajat Celcius. Makanan bisa dilapisi itu agar tetap matang,’’ kata Sendawara.
Puluhan menit kemudian, akhirnya Reon yang selesai pertama kali. Reon meletakkan 4 hidangan yang terbungkus plastik di depan para juri. Keempat orang itu pun membuka plastik berbentuk permen klasik tersebut.
‘’Silahkan dicicipi,’’ kata Reon.
‘’Sangat segar! Lemak sauri pasifiknya manis meleleh di mulut,’’ kata Ogardo.
‘’Bahan-bahan lautnya sangat segar,’’ kata Sendawara.
‘’Aroma ini berasal dari herbal,’’ kata Bookman pria satunya.
__ADS_1
‘’Benar, aku campur saat membungkus bahan-bahannya dengan mentega herbal. Setelah membuat menteganya meleleh, aku mencampurnya dengan irisan herbal dan rempah, lalu memasukkannyaa ke dalam kulkas. Bahan ini akan meleleh dengan panasnya oven, dan rasanya yang kaya akan menyerap ke dalam sauri pasifik dan bahan lainnya. Jadi memberi dorongan kuat terhadap rasa serta aromanya,’’ kata Reon.
‘’Acqua pazza biasanya menggunakan teri, tapi kau menggunakan herbal. Itu keputusan yang bijak. Kalau pakai keduanya, rasanya akan kacau. Mentega herbalnya berperan penting dalam hidangan ini. Mentega yang lembut meleleh dan menyatukan rasa setiap bahan. Herbalnya memberikan rasa yang kuat juga ringan jadi tidak terlalu berlebihan, meningkatkan aroma sauri pasifiknya,’’ kata Nyonya Mary.
......................
‘’Plastik anti panas dan mentega herbalnya memanfaatkan rasa sauri pasifik sepenuhnya. Fokusnya dalam dalam kompetisi ini yang membuat hidangan ini sempurna,’’ kata Tuan Moriarty dari ruang VVIP.
Setelah itu, Sarrah menyusul untuk menyajikan hidangannya di depan para juri. Hidangan yang dibuat dari ikan kembung membuat keempat juri tersebut terkesan. Hidangannya juga mendapatkan respon positif dari para juri, membuatnya bergabung bersama Reon.
Kini giliran Kein yang menyajikan hidangannya di depan para juri. Untuk sesaat keempat orang itu terkesima melihat hidangan Kein yang berkilauan.
‘’Kau merendam ikannya, lalu memotongnya persegi panjang dan melapisinya irisan daging,’’ kata Ogardo.
‘’Aku mengatur suhu intinya sampai 45 derajat Celcius, dan panasnya 60 derajat Celcius selama 18 menit,’’ kata Kein.
‘’Protein dalam daging dan ikan akan mulai berdenutrasi pada suhu 57 derajat Celcius. Lalu kalau suhunya mencapai 68 derajat, dagingnya akan mulai mengeras. Jadi kalau suhunya diatur antara 58 dan 68 derajat, bahan masakan tidak akan kacau dan tetap terasa empuk,’’ kata Sendawara.
Oven konveksi panas, sirkulator pemanas, gastrovacs. Anak ini adalah koki yang memerintah semua teknologi canggih dalam masakan. Ya, itu karena laboratorium keluarga Kamiya tidak perlu diragukan lagi. Kalau bisa menguasainya, maka para koki bisa bertarung dalam berbagai jenis masakan sama seperti yang dilakukan Si Iblis Makanan ini, kata Nyonya Mary dalam hati.
‘’Kilauan ini … Bahan masakannya seperti berubah total,’’ kata Sendawara.
‘’Salamander … Sebutan untuk alat memasak yang memanaskan bahan masakan dari atas dan bukan dari bawah. Digunakan untuk membakar permukaan serta memperkuat aroma,’’ kata Bookman pria yang satunya.
‘’Di dalam hidangan ini, sudah kusiapkan gimik yang memanfaatkan manisan. Saat daging salmon dibungkus dan dihangatkan, aku merendamnya di dalam minyak zaitun. Kalau dipanaskan dengan cara biasa, mau dibungkus serapat apa pun, berat ikan akan membebankan dagingnya dan menyebabkan lemaknya keluar, jadi bisa memanaskan salmon tanpa memberi tekanan sedikit pun, sehingga tidak kehilangan lemak setetes pun,’’ kata Kein.
......................
__ADS_1
Kane yang menyaksikannya dari ruang VVIP hanya tersenyum remeh.
Kakak benar-benar cerewet kalau soal makanan, padahal dia adalah manusia es. Ya, setidaknya sisi manusia es-nya berubah saat dia memasak, ucapnya dalam hati.
Bookman pria yang satunya tersenyum miring. ‘’Kompetisi masak ini dilaksanakan setiap tahun, lalu kenapa Si Iblis Makanan baru mengikutinya? Hm~ atau mungkin ada maksud tersendiri mengapa Si Iblis Makanan baru mengikuti kompetisi masak ini.’’
Reon memicingkan mata karena menyadari maksud Bookman pria itu yang sedang menyindirnya. Ia lalu menatap Kein, menunggu jawaban dari anak berambut putih itu. Kein menatap para penguji itu sekilas, lalu menolehkan kepalanya ke arah Reon.
‘’Tujuanku mengikuti kompetisi ini cuma satu … Yaitu berada di posisi puncak,’’ kata Kein tanpa mengalihkan pandangannya dari Reon.
Kedua anak itu saling melontarkan tatapan datar tapi terlihat tajam, membuat Bookman pria yang bertanya tadi sedikit terkekeh.
‘’Kalau begitu, aku menantikan babak final,’’ senyum Bookman pria tadi.
Reon dan Kein masih bertatapan sampai akhirnya pengumuman bagi peserta yang akan lolos ke babak final dimulai. Keempat penguji tadi kembali berunding sambil memperhatikan ketiga hidangan di depan mereka. Reon dan Sarrah diberi perintah untuk bergabung bersama Kein. Ketiga peserta itu hanya diam menunggu keputusan. Sedangkan para penonton sudah menduga-duga mengenai dua orang yang akan lolos ke babak final.
Keempat penguji mengangguk dan akan mengumumkan hasil kesepakatan mereka.
‘’Reon Raymond … Acqua pazza yang kau buat jauh berbeda dari Acqua pazza pada umumnya, begitu juga tampilannya yang begitu unik dengan membungkus hidanganmu menggunakan plastik anti panas agar tetap menjaga suhu kematangannya, dan itu sangat brilliant. Good job,’’ kata Ogardo.
‘’Ikan kembung yang kau sajikan juga memiliki rasa yang enak dan tekstur yang seimbang. Tampilannya sangat sederhana tapi elegan, begitu juga dengan bahan-bahan yang melengkapinya langsung menyatu di dalam mulut. Kami terkesan Sarrah Sean,’’ kata Bookman pria.
‘’Kein Kamiya atau bisa aku panggil Si Iblis Makanan. Keahlian seni dan memasak darimu, semua orang mengetahuinya. Kau mengikuti kompetisi masak dunia ini, dan seperti biasa kau mengetahui hidangan apa yang bisa memuaskan pelanggan. Tidak ada satu pun kesalahan setiap kau membuat hidangan, jadi aku tidak perlu memberikan komentar untuk hidanganmu. Kau adalah mahakarya bagi dunia kuliner dan itu mutlak,’’ kata Sendawara.
...Visual Sendawara Bookman Rank 1...
__ADS_1
...Visual Ogardo Bookman Rank 1...