
Kane mengepalkan tangan dan bergegas pergi. ‘’Aku tidak boleh menyerah! Ini bukan saatnya mengeluh, aku harus segera memecahkan kasus ini dan membersihkan nama ibu.’’
......................
Taman
Kane menuju ke arah kursinya yang dekat dengan kursi Kein, dan berdiri di antaranya untuk berperan sebagai posisi kursi Shion.
‘’Memang benar, kami berempat adalah orang yang paling dekat dengan kursi kakak. Tapi, saat itu aku dan Shion-san berbincang terus. Paman Kaji dan ibu juga hanya berbincang, lalu bagaimana bisa kakak diracuni?’’ tanya Kane.
Dahinya berkerut karena berusaha berpikir. ‘’Argh! Cih, aku harus berpikir, aku harus berpikir!’’
Namun, sekeras apa pun Kane berusaha, ia tidak bisa menemukan sesuatu. Karena tidak menemukan bukti di sana, membuat Kane menuju ke arah dapur.
......................
Ruang Tamu
Para orang dewasa yang berbincang langsung menoleh saat melihat Kane berjalan dengan terburu-buru ke arah dapur.
‘’Bukankah itu Tuan Kane?’’ tanya Kritikus Restoran.
‘’Tuan Kane menuju ke dapur begitu terburu-buru, apakah sudah menemukan sesuatu?’’ tanya CEO.
‘’Kita lebih baik tidak usah menghampiri Tuan Kane. Kondisi hatinya pasti sangat buruk,’’ kata wakil komisaris.
‘’Benar. Saudaranya diracuni dan belum sadar, lalu ibunya ditahan atas tuduhan pelenyapan. Tentu saja itu pasti membuatnya hampir gila,’’ kata Pendiri.
‘’Tuan Kane bisa dengan cepat memecahkan kasus hanya dengan melihat para tersangka. Tapi … Ini pertama kalinya Tuan Kane gagal memecahkan kasus. Aku jadi mencemaskannya,’’ kata Komisaris.
‘’Semoga masalah ini cepat selesai,’’ kata salah satu koki kelas atas.
‘’Aku sangat ingin melihat kondisi Tuan Kein, tapi kita dilarang untuk melihatnya,’’ kata Direktur Pengelola.
‘’Itu semua demi kebaikan Tuan Kein. Lagi pula, meskipun kita ke sana, ada puluhan petugas polisi yang diutus Nyonya Zekino untuk berjaga,’’ kata Sponsor.
Para orang dewasa itu hanya menghela nafas dengan wajah sedih.
......................
Dapur
‘’Kane-sama? Anda butuh sesuatu?’’
Kane tidak menjawab dan hanya menuju ke dapur masak yang digunakan oleh kakaknya. Baginya tidak sulit menebak dapur masak mana yang digunakan, karena mereka memiliki dapur masak pribadi yang hanya bisa digunakan oleh keluarga Kamiya.
Kakak orangnya perhitungan, karena itulah kakek memanggil semua koki agar dapur hanya bisa digunakan olehnya. Tim forensik juga sudah memeriksa seluruh tempat di rumah ini dan tidak menemukan racun itu selain di dalam teh milik kakak. Sial! Kenapa aku tidak bisa berpikir? Cih, kata Kane dalam hati.
Para koki menatap Kane yang berjalan pergi, lalu saling memandang satu sama lain dengan tatapan bingung.
__ADS_1
......................
Hari demi hari pun berlalu, hingga akhirnya Kein telah sadar. Anak itu terkejut saat mengetahui situasinya.
Bugh!
Kane menutup pintu dengan kasar dan berjalan mondar-mandir di dalam kamar.
Ceklek!
‘’Shitsurei shi—‘’
‘’Aku sedang tidak ingin bertemu siapapun!’’ seru Kane.
Anak itu terbelalak saat berbalik melihat sosok yang datang.
‘’Mohon maaf Tuan Kane. Saya akan pergi,’’ kata Shion.
‘’Ah tunggu! Itu, maaf karena aku tidak tahu orang yang datang itu adalah kau. Kenapa kemari?’’ tanya Kane.
Shion memperlihatkan nampan yang ia bawa. ‘’Akhir-akhir ini, Tuan Kane tidak makan dengan baik. Jadi, saya membuatkan ini untuk Tuan Kane. Jika Anda Kane jatuh sakit, bagaimana bisa memecahkan kasus?’’
‘’Terima kasih, tapi kau saja yang makan. Aku sedang tidak berselera,’’ kata Kane.
‘’Apakah Tuan Kane menganggap ada racun di dalam makanan ini?’’ tanya Shion.
Kane terbelalak saat mendengar ucapan anak seumurannya itu. ‘’Eh?’’
‘’A-Ahaha, kenapa kau berpikir seperti itu? Aku minta maaf, tapi aku sedang mencari petunjuk agak bisa memecahkan kasus kakak dan ibuku,’’ kata Kane.
‘’Maaf karena sudah berpikir yang tidak-tidak mengenai Tuan Kane,’’ kata Shion.
‘’Tapi, aku memang benar-benar tidak berselera makan, jadi aku tidak butuh,’’ kata Kane.
Shion tersenyum remeh. ‘’Sudah aku duga kau sama sombongnya dengan anak itu.’’
Deg!
Kane tersentak dengan ucapan Shion barusan.
‘’Kalian berdua tidak ada bedanya. Kalian berdua tidak memiliki hati nurani … Dasar Iblis!’’ kata Shion.
‘’Shion-san?’’ tatap Kane.
‘’Maaf, aku tidak bisa menahan rasa kesalku. Tuan Kein bisa menghukumku, shitsurei shimasu(permisi),’’ kata Shion.
Kane masih terbelalak melihat kepergian Shion. Meskipun anak itu mengatakan hal yang kasar, entah kenapa ia tidak merasa marah.
‘’Tunggu, kenapa cara bicaranya seperti….’’
__ADS_1
......................
Rumah Sakit Pribadi
‘’Tunggu! Siapa kau? Tidak ada yang diperbolehkan masuk selain keluarga Kamiya!’’ tegur salah satu petugas polisi yang melihat kedatangan seseorang.
‘’Aku ingin bertemu dengan Kein.’’
‘’Beraninya kau menyebut namanya secara langsung!’’
Kein mengerutkan dahi mendengar suara dari luar. ‘’Kenapa ribut-ribut?’’
‘’Maaf Tuan Kein, tapi orang ini ingin masuk ke dalam kamar rawat Anda,’’ jawab salah satu petugas.
Sebelah alis Kein terangkat sambil melihat sosok bertudung yang dimaksud.
‘’Aku ingin kalian semua pergi,’’ ucapnya tenang seperti biasa.
‘’Eh? Tapi Tuan Kein … Nyonya Muda menyuruh kami untuk menjaga Anda. Setidaknya biarkan satu orang saja berada di sini untuk menemani Tuan Kein.’’
Kein melontarkan tatapan tajam membuat semua petugas itu bergidik. Mereka membungkuk sebelum akhirnya pergi.
Sosok bertudung itu menoleh untuk memastikan semua petugas polisi tadi pergi, lalu kembali menatap ke arah Kein.
‘’Bagaimana kabarmu bocah?’’ tanya sosok bertudung.
Kein hanya diam tanpa menjawab, membuat sosok bertudung itu tersenyum remeh.
‘’Kau sombong seperti biasa. Tapi sayang sekali, usahamu tidak berhasil memberitahu mereka, terutama adikmu Si Iblis Deduksi itu. Aku penasaran, setelah kau mengetahui identitasku, kenapa kau hanya memilih diam tanpa memberi tahu mereka semua?’’
‘’Tidak perlu terburu-buru. Hanya menunggu waktu yang tepat dia memecahkannya,’’ kata Kein.
‘’Kau memberikan petunjuk kepada adikmu, apakah mungkin kau melakukannya untuk melatih emosi anak itu?’’
Kein hanya diam tanpa menjawab pertanyaan tadi.
‘’Aku dengar, meskipun Kane jenius, anak itu tidak akan bisa konsentrasi memecahkan kasus jika pikirannya terganggu. Kau ingin adikmu menyadari kesalahannya itu. Tapi, sayang sekali dia masih belum sadar.’’
Sebenarnya Kein juga merasa cemas karena adiknya masih tidak bisa memecahkan kode yang ia buat. Meskipun tidak memperlihatkan raut itu di wajahnya.
‘’Apakah kau ingin membebaskan ibu dan adikmu dari dilema ini?’’
‘’Apa maksudmu?’’ tanya Kein.
‘’Kau harus ikut denganku ke suatu tempat. Lalu berikan petunjuk kepada adikmu agar dia mencarimu. Jika dalam 30 menit dia berhasil menemukanmu, aku akan menyerahkan diri kepada polisi.’’
Deg!
Apakah ini jebakan? Tidak, pasti ada dia rencanakan, kata Kein dalam hati.
__ADS_1
‘’Aku tahu kau meragukan ucapanku. Kali ini aku akan berbaik hati membantumu. Aku akan benar-benar menyerahkan diriku kepada polisi, dan Eve pasti bebas hanya jika Si Iblis Deduksi itu berhasil memecahkan yang satu ini.’’