
Kebenaran sudah terbukti, dan tentu saja keluarga Raymond benar-benar kehilangan martabat mereka.
Klik!
Saat itu juga layar telah mati setelah Kane meretas sistem untuk mengungkap kebenarannya.
‘’Tidak! Ini semua bohong! Kami dijebak!’’ seru Cordelia dan Bu Christa membela diri.
Reon masih berdiri dengan posisi terpaku. Ia menatap Jeremy di meja juri dengan mata memerah yang terlihat mengeluarkan amarah. Tangannya mengepal saat kembali menatap Kein di depannya.
‘’Kau menghancurkan keluargaku, kau benar-benar tidak memiliki hati nurani … Dasar Iblis!’’ seru Reon.
Kein hanya memasang wajah datar. ‘’Terima kasih atas pujiannya.’’
‘’Semua sudah terbukti kalau selama ini menantu Anda menipu kalian semua. Apakah kalian akan tetap mempertahankan seorang penipu di dalam keluarga Raymond?’’ tanya suara sistem
‘’Kau ingin aku mengatakan apa lagi? Seluruh dunia sudah menyaksikan aib keluarga Raymond jadi apa bedanya mengusir atau tidaknya Cordelia dari keluarga Raymond?’’ tanya Nyonya Mary.
‘’Cukup mudah, keluarga Raymond hanya perlu memutuskan hubungan dengan Cordelia dan Reon lalu meminta maaf kepada seluruh dunia, mungkin mereka akan mempertimbangkan permintaan kalian,’’ kata Kein.
Bugh!
Semua menoleh saat mendengar Tuan Moriarty memukul meja. Kein dan yang lainnya hanya diam menatap pria dewasa itu.
‘’Sudah cukup ... Sudah cukup sampai di sini,’’ kata Tuan Moriarty akhirnya.
Pria dewasa itu menatap Kein dengan wajah tenangnya meskipun tatapannya terlihat menusuk. ‘’Kamiya Kein, apa sebenarnya tujuanmu melakukan ini?’’
‘’Anda sudah menyaksikan kebenarnya barusan, jadi sudah jelas aku melakukannya karena meminta keadilan untuk Nona Eve yang hidupnya dihancurkan oleh kalian,’’ kata Kein dingin.
‘’Kalau kau ingin meminta keadilan, langsung kepada Cordelia, kenapa harus mengikutsertakan keluarga Raymond?’’ tanya Tuan Moriarty.
‘’Karena keluarga Raymond juga pantas untuk membayarnya,’’ jawab Kein.
‘’Kau … Apa alasan kalian melakukan ini semua demi wanita itu?’’ tanya Adam akhirnya angkat bicara.
Kein terdiam untuk sesaat, begitu juga dengan Kane yang hanya diam mendengar.
Pandangan anak berambut itu beralih ke arah ibunya yang duduk bersebelahan dengan Kaji dan Dokter Yuu, lalu kembali menatap ke Adam.
__ADS_1
‘’Kenapa kau diam?’’ tanya Adam dingin.
‘’Biarkan wanita itu sendiri yang menjawabnya,’’ jawab Kein membuat semua mengerutkan dahi.
Semua mengikuti pandangan Kein yang menatap seorang wanita.
‘’Ibu … Sampai kapan Anda akan diam di sana?’’ tanya Kein.
Adam dengan cepat menatap Eve yang dimaksud Kein tadi.
Eve terdiam untuk sesaat hingga akhirnya menghela nafas. Tangannya terulur melepaskan kacamata hitam yang ia pakai.
Deg!
Untuk kesekian kalinya semua yang ada di sana dibuat tersentak kaget terutama keluarga Raymond dan keluarga Laurence.
‘’E-Eve?’’ tatap Tuan Moriarty, Nyonya Mary, Pak Percy dan Bu Christa.
Mata Cordelia membulat besar. ‘’Ka-Kak Eve?’’
Eve tersenyum tanpa raut wajah merasa terganggu sama sekali. ‘’Long time no see. Sepertinya kedua anakku kelewatan batas bermain.’’
Cordelia langsung jatuh terduduk begitu juga dengan bu Christa.
‘’Ba-Bagaimana mungkin? Bukankah kau sudah meninggal?’’ tanya Bu Christa.
Eve melirik kedua wanita yang seolah-olah sedang melihat hantu. ‘’Heh~ aku minta maaf karena membuat kalian kecewa dengan diriku yang masih hidup.’’
Pak Percy terdiam 1000 bahasa. Selama ini ia merasa bodoh karena percaya dengan sandiwara istri dan putrinya.
‘’Ayolah, kenapa setiap melihat wajahku kalian seperti melihat hantu saja?’’ tanya Eve.
Keluarga Raymond dan keluarga Laurence benar-benar dibungkam oleh sosok wanita yang selama ini bersama mereka tidak lain adalah Eve.
‘’Kalau kau masih hidup, itu berarti anak itu … Mereka adalah cucu kami? Kedua anak kembar itu cucu keluarga Raymond?’’ tatap Tuan Moriarty.
Eve tersenyum remeh. ‘’Cucu? Hari dimana kehamilanku diketahui dan memohon untuk berbelas kasih, kalian malah menendangku keluar, dan sekarang Anda malah mengatakan cucu?’’
‘’Eve hari itu seharusnya kau mengatakan yang sebenarnya, mungkin kami akan mencoba menerimanya,’’ kata Tuan Moriarty.
__ADS_1
‘’Jika saja hari itu aku ada, aku pasti tidak akan membiarkan mereka menendangmu,’’ kata Nyonya Mary menghampiri.
‘’Kau tahu, selama ini aku selalu mencarimu tapi tidak menemukanmu,’’ kata Tuan Moriarty.
‘’Kapan aku meminta kalian untuk mencariku?’’ tanya Eve dingin.
Keluarga Raymond benar-benar tidak percaya dengan sosok Eve di depan mereka ini. Wanita itu benar-benar berubah.
‘’Baiklah, seperti yang dikatakan Kein, keluarga Raymond akan meminta maaf kepada seluruh dunia dan memutuskan hubungan dengan Cordelia dan Reon karena mereka memang tidak memiliki hubungan darah dengan kami. Setelah itu, kau akan kembali kepada keluarga Raymond, kan? Memulai kembali pernikahanmu dengan Adam,’’ kata Tuan Moriarty.
‘’Mohon maaf Tuan Besar, kuharap Anda tidak melupakan kalau wanita ini adalah calon istri saya. Apalagi sampai sekarang Raymond Group dan Kamiya Group terikat kontrak. Jangan menimbulkan masalah yang menyebabkan pembatalan kontrak antara kedua belah pihak,’’ kata Kaji.
Jadi selama ini, Eve-chan adalah menantu pertama keluarga Raymond. Wanita ini sudah begitu banyak melalui penderitaan dalam hidupnya, dan kurasa Kaji-san tahu hal itu. Sekarang aku mengerti kenapa Kaji-san sangat peduli dengan wanita asing yang sama sekali tidak memiliki hubungan dengannya. Selain itu, kedua anak kembar ini benar-benar memberi pelajaran kepada keluarga Raymond melalui siaran langsung yang disaksikan seluruh dunia. Mereka berdua benar-benar Iblis, kata Dokter Yuu dalam hati.
Media langsung ramai kembali dengan mendesak keluarga Raymond untuk bersikap adil, meminta Cordelia keluar dari keluarga Ryamond dan menyuruh Reon menepati taruhannya.
‘’Cordelia?’’ panggil Adam membuat semua orang menatapnya terutama Cordelia.
‘’Aku membebaskanmu dari pernikahan ini,’’ kata Adam dengan wajah dinginnya.
Eve, aku membebaskanmu dari pernikahan ini.
Mata Cordelia membulat besar mendengar perkataan Adam. Ia spontan berlutut di depan suaminya itu.
‘’Tidak, jangan lakukan itu padaku, kumohon! Baiklah, aku akan mengatakan yang sebenarnya. Kejadian itu adalah sebuah kecelakaan bukan murni dari kemauanku. Jeremy memaksaku untuk melayaninya, dan yang dikatakan anak itu tidak benar! Aku tidak pernah berniat membunuh Kak Eve,’’ kata Cordelia.
Tidak, jangan lakukan ini padaku, kumohon! Baiklah, aku akan mengatakan yang sebenarnya. Kejadian itu adalah sebuah kecelakaan bukan murni dari kemauanku. Dan yang dikatakan Cordelia itu tidak benar, aku tidak pernah menyuruhnya menunggu di dalam mobil.
‘’Apakah rekaman itu terlihat berbohong?’’ tanya Adam.
Cordelia tertegun. Adam menegaskan kembali, dan tidak mengubah keputusannya.
‘’Sekarang, kau sudah bukan bagian dari keluarga Raymond,’’ kata Adam.
Eve yang menyaksikan hal itu mengingat kejadian yang sama persis yang ia alami 6 tahun yang lalu.
Kein menatap Reon yang masih memasang raut wajah ngeri. ‘’Sekarang kau bukan bagian dari keluarga Raymond lagi.’’
‘’Ima koso, anata ga watashi ni sen’nen suru tokidesu(Sekarang saatnya kau mengabdikan dirimu kepadaku),’’ kata Kein dengan mata tajam melotot.
__ADS_1
Saat itu juga, Tuan Yuki menoleh melihat kedatangan Kane yang muncul dari pintu masuk sambil memasang wajah yang terlihat menikmati kejadian tersebut. ‘’Akuma(Iblis) ... Mereka berdua pantas menyandang julukan itu.’’