Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 112 Pernyataan


__ADS_3

Sutradara Hakuba tersentak. ‘’Nona Vic? Kau baik-baik saja? Kenapa kau menangis?’’


‘’Apa pedulimu?!’’ marah Vic.


‘’Eh?’’ bingung Sutradara Hakuba.


Vic terisak. Ia tidak peduli lagi riasan di wajahnya luntur karena air matanya. Sutradara Hakuba benar-benar bingung dengan apa yang terjadi.


‘’Sekali lagi aku ditinggalkan,’’ isak Vic.


‘’Eh? Ditinggalkan? Maksud Nona Vic? Siapa yang meninggalkan Nona Vic?’’ tanya Sutradara Hakuba.


‘’Pertama kekasihku, dan sekarang kau juga meninggalkanku. Aku tahu, tidak ada yang menyukai wanita galak dan pemarah seperti diriku. Hiks, aku senang Hokuto-kun menganggapku wanita yang penuh kasih sayang, tapi itu tidak benar. Aku ini wanita yang mudah marah … Hiks, padahal saat pertama kali bertemu, aku terkesan dengan Hokuto-kun. Selama ini, aku berusaha ingin bertemu denganmu, jadi aku meminta bantuan Tuan Muda dan istrinya agar mengatur pertemuan kita. Aku sangat senang, karena kita akhirnya bertemu. Tapi, kedua anak itu datang dan mengganggu waktu berdua kita. Hiks, lalu … Lalu, aku berencana ingin mengenal Hokuto-kun lebih dekat lagi dengan cara menghiburmu,’’ ungkap Vic.


Sutradara Hakuba benar-benar dibuat diam karena ucapan Vic. Ia tidak tahu wanita itu melakukan semua ini karena dirinya.


‘’Ini keterlaluan. Padahal aku menyukaimu, tapi Hokuto-kun sudah memiliki wanita lain. Hiks, usahaku hanya sia-sia. Aku bodoh, kan? Menyatakan cinta kepada pria yang sudah memiliki wanita penting di hidupnya,’’ isak Vic.


‘’Nona Vic? A—‘’ ucapan Sutradara Hakuba terpotong karena Vic langsung berdiri.


Vic tersenyum. ‘’Tidak apa-apa. Aku tahu wanita itu menunggumu, kau bisa pergi. Terima kasih sudah mau datang kemari. Shitsurei shimasu(Permisi).’’


......................


‘’Eh? Kau sudah mau pergi?’’ tanya Kaji.


Eve yang melirik ke belakang, kembali menatap sutradara Hakuba. ‘’Kenapa perginya begitu cepat?’’


Sutradara Hakuba tersenyum. ‘’Tiba-tiba aku ada urusan. Oh iya, bisakah aku minta tolong kepada kalian? Tolong sampaikan permintaan maafku kepada Nona Vic.’’


‘’Apakah semuanya baik-baik saja?’’ tanya Eve.


‘’Sepertinya aku tidak sengaja melukainya,’’ jawab Sutradara Hakuba.


Eve dan Kaji hanya saling bertatapan bingung, hingga akhirnya sutradara Hakuba pamit pergi.


......................


Kamar Kane & Kein


Bugh!


Kedua anak kembar itu tersentak karena pintu tiba-tiba terbuka dengan kasar.


‘’Hehe, kenapa Ibu begitu terlihat marah?’’ tanya Kane berusaha menutupi rasa gugupnya.


‘’Apa yang kalian berdua lakukan sehingga merusak pertemuan mereka?’’ tanya Eve.

__ADS_1


‘’Merusak pertemuan? Aku dan Kakak tidak melakukan apa pun. Kami berdua pergi setelah berbincang sebentar dengan Bibi Vic saat Paman Hakuba sementara bicara dengan seseorang lewat ponselnya,’’ kata Kane.


Eve mengerutkan dahi tanda kesal. ‘’Lalu kenapa Tuan Hakuba pergi begitu cepat? Bahkan dia menitipkan permintaan maaf karena tidak sengaja melukai Vic? Cepat jawab aku!’’


‘’Eh? Paman Hakuba sudah pergi? Tapi kenapa?’’ tanya Kane.


‘’Berhenti berpura-pura sebelum aku memberikan kalian hukuman,’’ kata Eve.


‘’Tapi, aku dan Kakak memang benar tidak melakukan apa pun. Kalau Ibu tidak percaya, tanyakan kepada Kakak. Kita hanya benar-benar berbincang dengan Bibi Vic lalu pergi, kan? Kakak?’’ tanya Kane.


Eve melirik Kein menunggu anak itu menjawab.


‘’Benar. Kami hanya berbincang lalu pergi,’’ jawab Kein.


‘’Sudah aku bilang, kan?’’ tanya Kane.


‘’Hm, kalau aku sampai tahu kalian berdua ada hubungannya dengan masalah ini, maka aku tidak akan segan menghukum kalian,’’ kata Eve.


Setelah memastikan kepergian wanita itu, kedua anak kembar tadi akhirnya menghela nafas lega.


‘’Kakak, apakah mungkin karena hal itu yang membuat pertemuan mereka selesai secepat ini?’’ tanya Kane sambil memasang wajah bodoh.


......................


Semenjak kejadian itu, Vic menghindar untuk bicara dengan siapapun terutama sutradara Hakuba. Bahkan sekretaris Rey yang sering menggodanya tidak ia hiraukan dan memilih melakukan kesibukan sendiri. Kedua anak kembar yang biasa berjumpa dengannya, juga ia abaikan.


‘’Sepertinya Bibi Vic benar-benar marah,’’ kata Kane.


Kedua anak kembar itu berjalan ke arah dapur.


‘’Bisakah aku bertanya kepada Kakak? Kenapa naskah yang Kakak buat itu begitu pendek? Padahal butuh banyak hari untuk menyelesaikannya? Apakah sesulit itu membuat novel? Kakak ini jenius, kan? Seharusnya tidak masalah hanya karena membuat naskah novel,’’ kata Kane.


‘’Justru aku yang ingin bertanya, kenapa kau tidak menemukan petunjuk di dalam naskah itu?’’ tanya Kein.


Kane mengerutkan dahi sambil mengingat naskah novel tersebut. ‘’Tidak ada petunjuk sama sekali. Hanya ada kata pengantar dan beberapa dialog yang menurutku tidak mencurigakan. Tapi, aku bisa mengatakan, naskah pendek yang Kakak buat itu, misterinya lebih terasa daripada novel yang aku baca selama ini.’’


‘’Jadi, kau belum menyadarinya, ya?’’ tanya Kein.


‘’Kakak ini bicara apa? Kalau ingin memberiku kasus, langsung katakan pa—‘’ ucapan Kane terpotong karena mereka berjumpa dengan para orang dewasa.


‘’Oh, Tuan Kane, syukurlah Anda sudah kembali pulih,’’ kata CEO.


‘’Kami begitu mencemaskan kondisi Tuan Kane,’’ kata Direktur Pengelola.


‘’Tuan Kane harus menjaga kesehatan, agar Nona Muda tidak mencemaskan Anda,’’ kata Pendiri.


Kane tersenyum dan berterima kasih kepada mereka. Saat para orang dewasa itu berjalan pergi, perhatian Kane teralihkan.

__ADS_1


‘’Pendiri? Anda terlihat lebih kurus. Apakah tidur dan makanan Anda tercukupi?’’ tanya Kane.


‘’Sebuah kehormatan Tuan Kane berkata seperti itu. Tapi, kondisi saya baik-baik saja,’’ jawab Pendiri.


Kane mengerutkan dahi. ‘’Suara Anda bahkan lebih ringan dibandingkan sebelumnya.’’


‘’Tuan Kane tidak perlu khawatir. Saya sudah seperti ini sejak kecil. Memperoleh berat badan selama musim dingin, dan kehilangan berat badan selama musim panas. Karena sekarang memasuki musim panas, saya menjadi lebih kurus,’’ kata Pendiri.


Kondisi tubuh yang berubah karena pengaruh musim. Ini seperti Takumi Isami dalam seri Shokugeki no Souma. Heh, aku tidak menyangka hal seperti itu terjadi di dunia nyata seperti ini, kata Kane dalam hati.


Pendiri membungkuk sebelum pergi, dan kedua anak kembar itu kembali berjalan masuk ke dapur.


Para koki yang melihat kedatangan kedua anak kembar itu langsung membungkuk memberi hormat.


‘’Kane-sama.’’


‘’Kein-sama.’’


‘’Apakah Kein-sama membutuhkan sesuatu?’’


‘’Tuan Besar memanggil kalian semua agar segera menghadap,’’ kata Kein.


Semua koki di sana saling bertatapan bingung sambil memasang wajah cemas. Tanpa membuang waktu puluhan koki itu langsung meninggalkan dapur.


‘’Kenapa Kakek sampai memanggil mereka semua, ya?’’ tanya Kane.


Kein hanya mengela nafas sambil berbalik berjalan pergi. Sama halnya dengan Kane.


......................


Ruang Tamu


Semua orang juga bereaksi sama, saat melihat puluhan koki dari dapur sedang menuju ke arah taman.


‘’Apakah terjadi sesuatu?’’ tanya Sponsor.


‘’Kenapa mereka begitu terburu-buru?’’ tanya Komisaris.


Sama halnya dengan mereka, Eve menatap Kaji dan meminta penjelasan. ‘’Kaji-kun, kenapa mereka semua menuju ke taman?’’


‘’Aku juga tidak tahu,’’ jawab Kaji yang lalu menatap tuan Yuki.


‘’Apakah Kakak tahu sesuatu?’’ tanya Kaji.


Tuan Yuki menggelengkan kepalanya. ‘’Tidak.’’


‘’Kalau tidak salah, Kakek ada di taman saat ini bersama yang lainnya. Apakah mungkin mereka disuruh menghadap?’’ tanya Dokter Yuu.

__ADS_1


‘’Jangan-jangan mereka membuat kesalahan, sehingga disuruh menghadap ke Tuan Besar,’’ tebak Kritikus Restoran.


__ADS_2