
Kane tersenyum miring sambil menikmati kursi putar. ‘’Ini seperti menggali kuburanmu sendiri Reon Raymond.’’
Suasana dalam aula menara utama langsung menjadi canggung setelah Bookmaster memukul meja. Tidak bisa dipungkiri, Reon merasa gemetar dalam dirinya, tapi berusaha untuk menutupi rasa takutnya demi menjatuhkan Kein.
‘’Aku tidak menerima ini,’’ kata Nyonya Mary dengan aura mengintimidasi.
Jeremy yang melihat raut wajah Bookmaster, langsung terlintas sesuatu di pikirannya. ‘’Reon Raymond … Dia adalah cucu Anda, kan? Lalu Kamiya Kein-sama, Si Iblis Makanan yang merupakan anak didik dari keluarga ternama di Jepang. Berani mengatakan hal seperti tadi, kedua anak ini punya nyali juga.’’
2 keluarga ternama langsung memasang raut wajah kusut, karena sepertinya Jeremy sengaja memancing keadaan.
‘’Heh, ini pertama kalinya taruhan seperti itu dilakukan, apalagi di acara kompetisi masak bergengsi di dunia seperti ini. Bayangkan saja, kalau Kein-sama kalah taruhan, berarti Si Iblis Makanan akan berlutut di depan Reon Raymond di hadapan semua orang. Sebaliknya, jika Si Iblis Makanan menang, maka mau tidak mau, Reon Raymond harus meninggalkan dunia memasak dan menjadi bawahannya. Skenario yang benar-benar melenceng dari nama baik keluarga ternama,’’ kata Jeremy.
‘’Hem! Yang dikatakan Jeremy-san ada benarnya. Membayangkannya saja sudah membuat semua orang merinding. Ini adalah bencana,’’ kata Ogardo.
Sendawara melotot karena melihat berita di ponsel mengenai media yang langsung ramai karena kejadian tadi. ‘’Secepat ini? Bookmaster-sama … Sekarang bagaimana kita mengatasi masalah ini?’’
Nyonya Mary terdiam untuk sesaat. ‘’Babak final dibatalkan dan kalian berdua didiskualifikasi karena menimbulkan masalah, dengan menyinggung kedua keluarga!’’
Semua orang langsung heboh terutama Reon dan Kein.
Aku sudah menantikan kompetisi masak ini. Tidak akan kubiarkan kompetisinya dibatalkan karena perbuatan bodoh anak ini, kata Kein dalam hati.
‘’Orang yang pertama kali memulai taruhan ini adalah cucu Anda sendiri bukan aku. Ini siaran langsung … Jika Bookmaster-sama membatalkan babak final dan mendiskualifikasi kami berdua, itu artinya Reon Raymond sudah kalah dari sejak awal taruhan ini dilakukan,’’ kata Kein.
Nyonya Mary dan Reon menatap Kein dengan wajah tertahan.
‘’Lagi pula kami hanya melakukan taruhan, dan sama sekali tidak ada niat menghina kedua keluarga. Jadi kenapa kami berdua harus didiskualifikasi?’’ tanya Kein.
‘’Aku adalah Bookmaster! Pemegang keputusan tertinggi dalam dunia kuliner di seluruh dunia. Karena itulah aku sudah mengeluarkan keputusanku untuk membatalkan babak final dan mendiskualifikasi kalian berdua!’’ perintah Nyonya Mary.
Kein menghela nafas panjang. ‘’Kalau begitu, aku akan mengusulkan pemilihan posisi Bookmaster yang baru.’’
Deg!
Sekali lagi semua orang dibuat heboh, berbeda dengan Kane yang sangat menikmati kejadian tersebut di ruang kontrol.
__ADS_1
Nyonya Mary tersenyum remeh. ‘’Memangnya kau memiliki pengaruh apa sampai bisa membuatku turun dari posisi Bookmaster?’’
Sebelah alis Kein terangkat. ‘’Presiden atau Raja saja bisa turun jabatan saat seluruh rakyatnya bersatu untuk menyuruhnya melepaskan posisi mereka, lalu kenapa aku tidak?’’
Wajah Nyonya Mary langsung kusut mendengar ucapan Kein yang benar-benar berani.
‘’Semua klien beratku dari penjuru dunia sudah cukup bisa membuat Anda turun dari posisi Bookmaster,’’ kata Kein dengan wajah dinginnya.
Nyonya Mary memicing mata. ‘’Kau benar-benar Iblis.’’
Kein hanya tersenyum menanggapi kalimat itu membuat semua orang terkejut dan heboh bukan main.
‘’Si Iblis Makanan tersenyum!’’
‘’Astaga, apakah ini mimpi?!’’
‘’Aku tidak salah lihat, kan?!’’
‘’Ini pertama kalinya Tuan Kein tersenyum!’’
‘’Tapi dia juga terkenal dengan sikap dinginnya!’’
‘’Sepertinya dunia akan kiamat!’’
Ketiga Bookman itu saling bertatapan untuk mengajak Bookmaster bicara. Sendawara dan Ogardo saling mengkode, tapi tidak ada yang berani, sehingga Jeremy menghela nafas.
‘’Jadi, bagaimana keputusan Anda, Bookmaster-sama?’’ tanya Jeremy.
Nyonya Mary hanya diam dengan raut wajah tenangnya. Ia memejamkan mata untuk sesaat, hingga akhirnya menghela nafas panjang. Matanya terbuka perlahan dan menatap kedua anak laki-laki di depannya.
Dengan raut wajah tertahan dan tangan yang mengepal, Nyonya Mary mengeluarkan keputusan. ‘’Taruhan diterima dan segera mulai babak final!’’
Reon dan Kein beserta yang lainnya menghela nafas lega. Tapi, mereka tetap tegang karena taruhannya. Sebab kedua keluarga sedang dipertaruhkan.
MC yang hendak mengumumkan tema hidangan untuk babak final dihentikan oleh Nyonya Mary.
__ADS_1
‘’Ada perubahan tema di babak final. Di dunia ini ada jenis makanan yang terkenal dengan nama Lima Masakan Terhebat di Dunia.’’
Reon dan Kein menatap Bookmaster dengan serius.
‘’Ada banyak teori mengenai julukan tersebut, dari masakan Prancis, masakan Tiongkok, masakan Turki, masakan India dan masakan Italia. Kelima jenis masakan itulah yang mungkin paling memberikan dampak bagi dunia kuliner. Jadi, tema kalian dalam babak final kali ini adalah semua jenis masakan tersebut! Itu akan sepadan dengan masalah yang kalian timbulkan,’’ kata Nyonya Mary.
Bookmaster-sama tidak main-main, kan? Dia sungguh menyuruh kedua anak ini memasak tema hidangan itu, kata Ogardo dalam hati.
Kalau tidak salah tema hidangan ini juga dilakukan di babak final di salah satu serial tv anime Jepang. Jangan bilang Bookmaster melakukan hal yang sama yang dilakukan Bookmaster Nakiri Mana di anime Shokugeki no Souma, kata Sendawara dalam hati.
Berbeda dengan kedua Bookman yang memasang raut wajah tidak percaya, Jeremy hanya tersenyum karena menikmati situasi tersebut.
‘’Kalian bisa menggunakan bahan apa saja. Waktu kalian 180 menit. Kalian harus mengkombinasikan Lima Masakan Terhebat ke dalam satu hidangan dan menciptakan hidangan terhebat … Mulai memasak!’’ perintah Nyonya Mary.
‘’Mengkombinasikan lima jenis masakan menjadi satu?’’
‘’Bagaimana itu mungkin?’’
‘’Itu terlalu sulit!’’
‘’Astaga ini seperti Déjà vu.’’
‘’Benar, kita seperti merasakan alur di dalam anime Shokugeki no Souma Season 5.’’
Lima jenis masakan yang digabungkan menjadi satu? Aku akan memasak apa? Ibu sudah memberitahuku tema hidangan di babak final ini. Tapi sialnya, nenek malah membuat perubahan, kata Reon dalam hati.
Ia menatap Cordelia dengan raut wajah bingung.
Tidak, aku sudah berjanji untuk menang agar kami berlibur satu keluarga. Ibu juga pasti sangat menantikan hal itu agar bisa bersama dengan Ayah. Benar, tidak peduli tema hidangannya apa, aku akan tetap memenangkan kompetisi ini dan membungkam kesombongan Si Iblis Makanan di sampingku ini, kata Reon dalam hati.
Reon menatap Kein sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada. ‘’Tema hidangannya sudah ditentukan. Taruhan yang kita sepakati akan menentukan masa depan kedua keluarga. Tapi jangan lupa, aku adalah Reon Raymond, cucu dari seorang Bookmaster, dan Tuan Besar di keluarga Raymond, dan anak dari seorang CEO. Aku tidak akan mempermalukan mereka. Aku juga meragukan julukanmu sebagai Si Iblis Makanan.’’
Kein hanya diam dengan wajah datarnya, mendengarkan Reon menyombongkan diri, dan memilih untuk menuju ke meja dapur .
Ia menoleh sedikit ke samping yang berjalan membelakangi Reon. ‘’Tunggu aku memenangkan kompetisi ini, lalu kau akan meninggalkan dunia memasak dan menjadi bawahanku. Saat itulah kau akan mengerti kenapa aku dipanggil Si Iblis Makanan.’’
__ADS_1