Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 107 Cordelia Menghilang


__ADS_3

Setelah mengetahui kondisi Kane, semua orang keluar agar anak itu bisa beristirahat. Kini tersisa kedua anak kembar tadi di kamar.


‘’Kenapa menatapku seperti itu?’’ tanya Kein.


‘’Haa, seharusnya aku tidak terlalu terobsesi karena Kakak. Kasus pembunuhan itu mungkin hanya sebuah kebetulan dan tidak ada hubungannya dengan kalimat itu,’’ kata Kane.


Ia melirik kakaknya yang hanya diam dan fokus dengan aktivitasnya seperti biasa. ‘’Ini sudah satu minggu Kakak merangkai naskah, dan hasilnya hanya satu lembar?’’


‘’Sejak awal aku tidak pernah bilang ingin membuat novel panjang,’’ jawab Kein.


‘’Eh? Tapi, bukankah naskah novel itu panjang? Bahkan sampai ratusan kertas,’’ kata Kane.


Sebelah alis Kein terangkat. ‘’Kau pikir aku ingin menjadi penulis novel?’’


Kane mengerutkan dahi karena tidak mengerti dengan kakaknya. ‘’Kalau begitu, kenapa Kakak ingin membuat naskah?’’


‘’Kenapa? Seharusnya kau tahu karena kau adalah Si Iblis Deduksi,’’ kata Kein.


Wajah Kane langsung kusut. ‘’Kakak mulai lagi.’’


Karena kondisinya begitu lemah, Kane memilih diam. Ia tidak memiliki tenaga untuk berdebat dengan kakaknya.


Kein yang menyadari adiknya sedang kesal, hanya menghela nafas. ‘’Kane?’’


‘’Apa?’’ tanya Kane ketus.


‘’Kemungkinan besar, hal buruk akan terjadi. Tapi, kau harus ingat satu hal ini. Apa pun itu, kau harus tetap tenang dan dinginkan kepalamu. Dengan begitu kau bisa memecahkan kasusnya,’’ kata Kein.


Kane mengerutkan dahi dengan wajah cemas mendengar ucapan kakaknya. ‘’Kakak?’’


‘’Itu salah satu dialog di dalam naskah yang aku buat,’’ kata Kein merusak suasana.


‘’Hm, aku kira apa, ternyata hanya sebuah dialog. Ada-ada saja,’’ kata Kane.


......................


Kamar Kaji & Eve


‘’Bagaimana? Apakah Kaji-kun sudah menemukan keberadaan Cordelia?’’ tanya Eve.


Kaji menggeleng. ‘’Belum ada informasi dari tim pelacak. Sepertinya Cordelia mematikan ponselnya semenjak kompetisi masak selesai. Mereka juga menelusuri pengguna nomor dan tidak menemukan identitasnya di pendaftaran kartu satu pun.’’


‘’Hee~ kenapa begitu?’’ tanya Eve.


‘’Kenapa kau tidak bertanya kepada Jeremy-san? Mungkin saja dia mengetahui keberadaan Cordelia,’’ kata Kaji.

__ADS_1


‘’Kaji-kun, kita semua tahu kalau hubungan Cordelia dan Jeremy-san itu tidak baik. Selain itu, aku juga sudah pernah bicara kepadanya,’’ kata Eve.


Flashback on


‘’Jeremy-san!’’


Jeremy menoleh dan melihat sosok yang memanggilnya tidak lain adalah Eve. ‘’Oh, Nona Eve? Ini pertama kalinya kita saling bicara. Apakah Anda butuh sesuatu?’’


‘’Aku ingin bicara mengenai Cordelia dan Reon,’’ jawab Eve.


‘’Bukankah Nona Eve sudah tahu setelah melihat kebenaran di kompetisi masak hari itu?’’ kata Jeremy.


‘’Aku bukan ingin membahas soal itu,’’ kata Eve.


Eve melirik ke sekitar membuat Jeremy juga mengikuti arah pandangan wanita itu.


‘’Bicaranya di taman saja. Tidak baik di sini,’’ kata Eve.


Jeremy hanya mengerutkan dahi sambil mengikuti Eve ke taman.


......................


Taman


‘’Iya. Awalnya aku berpikir kalau Cordelia masih marah padaku, sehingga dia tidak pernah menampakkan dirinya. Lalu, ibu bilang tidak pernah menerima kabar dari Cordelia dan Reon,’’ kata Eve.


‘’Sekarang aku mengerti. Nona Eve menghampiriku karena Anda mengira aku mengetahui keberadaan wanita itu,’’ tebak Jeremy.


Eve mengangguk membuat Jeremy terkekeh.


‘’Nona Eve bisa memeriksa ponselku secara langsung. Tidak ada riwayat panggilan dari wanita itu. Aku juga tidak pernah menghubunginya kalau bukan dia yang menghubungiku lebih dulu. Lagi pula, aku tidak pernah peduli dia berada dimana,’’ kata Jeremy.


Eve mengerutkan dahi, karena merasa marah setelah mendengar perkataan Jeremy. ‘’Adikku sedang menghilang bersama anaknya. Bukankah Reon adalah anak kandungmu? Kenapa kau berkata seperti itu dan tidak peduli kepadanya?’’


Jeremy tersenyum remeh. ‘’Sepertinya ada kesalahpahaman di sini. Dengar Nona Eve. Aku memang tidak pernah mendampingi anak itu sampai dia tumbuh sekarang. Tapi, bukan berarti aku tidak pernah peduli kepadanya. Anda bisa bertanya kepada Cordelia kalau Anda menganggapku sedang bicara omong kosong.’’


‘’Kalau kau peduli lalu kenapa kau hanya bersikap tenang? Bukankah seharusnya kau menyuruh orang-orangmu untuk mencarinya? Bagaimana kalau saat ini mereka sedang dalam masalah?’’ tanya Eve.


‘’Mencarinya? Heh, wanita mencariku hanya saat dia butuh bantuan. Dia sendiri yang menolak keberadaanku, lalu kenapa aku harus melakukan sesuatu yang tidak ada untungnya bagiku dengan mencarinya?’’ tanya Jeremy.


Eve tidak menyangka dengan apa yang dikatakan Jeremy barusan. ‘’Kau merusak kehidupan adikku, dan mencampakkannya begitu saja? Kau benar-benar pria brengsek.’’


‘’Hee~ lalu apa bedanya dengan adik Anda yang merusak kehidupan Nona Eve? Kami berdua tidak ada bedanya. Bukankah kami adalah pasangan serasi? Ah, aku harus pergi karena ada urusan. Shitsurei shimasu(Permisi),’’ kata Jeremy.


Flashback off

__ADS_1


‘’Aku tidak menyangka Jeremy-san adalah pria seperti itu. Tenanglah, aku akan berusaha menemukan adikmu bersama anaknya,’’ kata Kaji.


Eve hanya menghela nafas. ‘’Sudah tengah hari, ini waktunya Kane makan siang. Aku harus membuatkan makan siang untuknya.’’


‘’Ah, benar juga. Kedua anakmu itu sangat merepotkan kalau sedang sakit. Mereka tidak akan makan kalau bukan Eve-chan sendiri yang membuatnya,’’ kata Kaji.


......................


Adam menatap ke sekitar sambil angin menerpa wajahnya. Sudah lama ia tidak pernah bicara dengan Eve semenjak kejadian di kamar 212. Hatinya masih sakit karena perbuatan wanita itu.


Sekretaris Rey yang menemaninya hanya diam seperti biasa. Ia berjalan mendekat. ‘’Tuan Muda sungguh menyerah kepada Nona Eve?’’


‘’Bukankah sudah kibilang agar tidak pernah membahas wanita itu lagi? Apalagi menyebut namanya di depanku,’’ kata Adam.


‘’Maaf Tuan Muda,’’ kata Sekretaris Rey menundukkan kepala.


Karena perasaan Adam kembali memburuk setelah mendengar nama Eve, membuatnya berjalan pergi. ‘’Aku ingin sendiri. Jangan datang jika bukan aku yang memanggilmu.’’


Sekretaris Rey membungkuk. ‘’Saya mengerti Tuan Muda.’’


......................


Adam berjalan ke balkon lantai dua setelah keluar dari kamarnya. Agak lama ia berdiri di balkon, membuatnya berjalan menuju ke tangga.


Namun, sebelum menuruni tangga, saat itu juga Eve datang dari bawah sambil membawa nampan makan siang untuk Kane.


Sama halnya dengan pria itu, Eve juga terdiam saat melihat Adam dari atas yang hendak menuju ke bawah. Ia kembali mengingat kejadian di kamar 212. Mengingat hal itu, membuatnya merasa bersalah. Apalagi, sudah lama ia juga tidak pernah bicara dengan Adam.


Adam berjalan ke bawah dengan tenang seperti biasa, membuat Eve juga menaiki tangga.


Keduanya saling berjumpa, dan Eve menggunakan kesempatan itu untuk meminta maaf.


‘’Adam, aku i—‘’


Deg!


Eve terbelalak karena Adam hanya berlalu melewatinya tanpa peduli sama sekali. ‘’Eh?’’


Ia pun berbalik menatap Adam yang tetap menuruni tangga tanpa berbalik ke arahnya, hingga pria itu berjalan keluar tanpa menoleh sedikit pun.


Eve kembali menaiki tangga dan menuju ke kamar kedua putranya.


Tapi kenapa? Melihat dia mengabaikan diriku seperti tadi, rasanya sangat sakit, kata Eve dalam hati.


Dokter Yuu yang tidak sengaja menyaksikan kejadian itu, hanya menatap Eve yang berjalan ke kamar putranya. ‘’Tunggu, jangan bilang….’’

__ADS_1


__ADS_2