
‘’Apa?’’ tanya semua orang.
‘’Pelaku hanya membekukan ruangan kakak, itu berarti … Kakak mungkin saja masih hidup!” pekik Kane.
Ia merasa sangat senang melihat ada sedikit cahaya, meskipun semua orang masih tidak mengerti dengan ucapannya.
‘’Apa maksudmu Kane-kun?’’ tanya Tuan Giruberuto.
Kane menatap semua orang. ‘’Aku pernah membaca tentang mati karena beku seketika. Dulu ada penelitian di seluruh dunia. Freezing, mereka seperti mati. Tapi jika dicairkan dengan baik, ada kalanya bisa kembali hidup.’’
‘’Benarkah? Jadi Kein masih hidup?’’ tanya Adam.
‘’Itu pasti. Jika kita mencairkan mayat beku kakak di kantor polisi dengan benar, kakak pasti kembali hidup,’’ kata Kane.
Inspektur meraih ponselnya dan mengangkat panggilan itu. Reaksi wajahnya yang terbelalak membuat semua orang penasaran terutama Kane.
‘’Inspektur, ada apa?’’ tanya Kaji.
‘’Autopsi Tuan Kein akan segera dilakukan.’’
Deg!
‘’Autopsi? Mereka akan meng-autopsi kakak dalam keadaan hidup?!’’ seru Kane.
Tanpa membuang waktu lagi, semua langsung bergegas pergi.
Kondisi rumah sedang kosong. Namun, terlihat sosok yang hendak menuju ke bagasi mobil.
‘’Kau mau ke mana?’’
Deg!
Sosok itu terkejut dan melihat Kane datang kembali. ‘’Kau? Kenapa kau tidak pergi? Kakakmu sebentar lagi akan diautopsi dalam keadaan hidup.’’
Kane tersenyum. ‘’Tidak apa-apa. Biarkan mereka meng-autopsi kakak, karena saat ini kakak tidak ada di kamar mayat kantor polisi.’’
‘’Apa maksudmu? Bukankah kalian mendapat panggilan?’’
‘’Pelaku ingin kita menuju ke kantor polisi agar dia bisa melarikan diri. Dia mulai merasa cemas karena kami mengetahui kakak tidak mati tapi cuma dibekukan. Jadi, dia menyuruh seseorang untuk menghubungi Inspektur agar kita semua menuju ke kantor polisi. Lalu memanfaatkan waktu itu untuk melarikan diri. Itu skenario yang Anda rangkai bukan … Pendiri?’’
Deg!
Sosok yang tidak lain adalah pendiri tadi hanya terbelalak.
‘’Anda yang merencanakan semua ini. Meracuni kakak, membuat ibu ditangkap polisi, lalu menjadikanku kambing hitam atas kematian kakak. Awalnya aku bingung karena kita tidak memiliki masalah. Pendiri sampai melakukan hal seperti ini, tidak ... Bagaimana kalau aku memanggilmu … Bibi Cordelia?’’
Pendiri terdiam untuk sesaat hingga akhirnya tersenyum remeh. Ia pun menarik dan melepaskan topeng di wajahnya, hingga rambut panjang mengurai ke bawah.
__ADS_1
‘’Long time no see, iblis kecil,’’ senyum Cordelia.
Wajah Kane langsung kusut melihat sosok di depannya itu benar-benar adalah Cordelia. Wanita yang selama ini dicari keberadaannya karena menghilang.
‘’Both word of Coach ... Orang yang masuk ke dalam kamar dan menulis kalimat itu di cermin juga adalah ulahmu, kan?’’ tanya Kane.
Cordelia mengerutkan dahi. ‘’Benarkah?’’
‘’Dua kasus berutun hari itu, bagaimana Anda bisa mengetahuinya sebelum pembunuhan terjadi?’’ tanya Kane.
‘’Menurutmu bagaimana aku bisa bertemu dengan mereka?’’ senyum miring Cordelia.
Kane memasang raut wajah tidak suka mendengar balasan wanita di depannya itu.
‘’Bagaimana kau mengetahui identitasku?’’ tanya Cordelia.
‘’Saat itu, kau mengatakan akan memperoleh berat badan saat musim dingin, dan akan kehilangan berat badan di musim panas. Aku bertanya-tanya, kondisi fisik karena perubahan iklim seperti di dalam manga, ternyata juga ada di real-life. Setelah dipikir-pikir, aku memeriksa kehidupan Pendiri yang faktanya tidak memiliki riwayat kondisi tubuh seperti itu. Aku mulai memantau setiap orang, dan hanya kau yang selalu mondar-mandir ke dapur,’’ kata Kane.
‘’Apa salahnya mengunjungi dapur? Aku hanya ingin melihat koki keluarga Kamiya memasak,’’ kata Cordelia.
‘’Melihat koki memasak atau ingin bertemu dengan seseorang?’’ tanya Kane tersenyum miring.
Cordelia mengerutkan dahinya sambil tersenyum. ‘’Heh~ aku tidak mengerti dengan ucapanmu.’’
‘’Di mana Pendiri yang asli?’’ tanya Kane serius.
‘’Kalian dengar? Cari dia di seluruh pulau sekitar sini, cepatlah!’’ kata Kane menggunakan mic kecil dari alat penyadap.
Deg!
Saat itu juga, detektif Ryugen dan detektif Erimi sudah ada di belakang Cordelia sambil menodongkan pistol kepadanya. ‘’Jangan bergerak!’’
‘’A-Apa?!’’ pekik Cordelia.
Semua orang muncul membuat Cordelia terbelalak. ‘’Mereka semua di sini? Seharusnya kalian menuju ke kantor polisi.’’
‘’Kami juga berniat seperti itu,’’ kata Inspektur.
Flashback on
Semua langsung bergegas pergi. Namun, langkah Kane terhenti karena ia menerima sebuah pesan.
‘’Tunggu! Tidak ada yang akan meninggalkan rumah ini!’’ teriak Kane.
‘’Eh?’’ bingung semuanya sambil memasang raut wajah kaget.
‘’Apa yang kau pikirkan? Autopsi Kein-kun akan segera dilakukan,’’ kata Kaji.
__ADS_1
‘’Biarkan saja mereka meng-autopsi kakak,’’ kata Kane.
‘’Ha?!’’ habis pikir semua orang.
‘’Pelaku menipu kita semua,’’ kata Kane menoleh ke belakang.
Flashback off
‘’Kane-kun menyadari kalau pelakunya masih ada di sini, sehingga dia menyuruh kami untuk menunggu di luar dan seorang diri masuk menemuimu,’’ kata Hakuba.
‘’Cih!” kesal Cordelia yang tidak bisa bergerak.
‘’Dia benar-benar wanita ular itu,’’ tatap Vic tidak percaya.
Cordelia menoleh dan menatap Adam. ‘’Adam? Bagaimana kabarmu?’’
Adam memasang raut wajah kusut dengan tatapan tajam tanpa menjawab pertanyaan.
‘’Sepertinya kau terlihat baik-baik saja. Aku benar-benar tidak menyangka anak ini menyadari rencanaku. Benar-benar membuatku kesal,’’ kata Cordelia.
‘’Cordelia, selama ini kami mencarimu. Kenapa kau melakukan ini?’’ tanya Pak Percy.
‘’Tentu saja, membayar semua perbuatan yang telah mereka lakukan kepadaku,’’ jawab Cordelia santai.
Pak Percy melotot. ‘’Dengan membunuh keponakanmu sendiri dan membuat kakakmu masuk penjara? Kenapa kau menghancurkan hidup kakakmu?!’’
‘’Bagaimana dengan hidupku?! Semuanya berjalan dengan tenang setelah kakak pergi. Tapi, saat wanita itu kembali, dia menghancurkan keluargaku! Aku ini juga putri Ayah, kenapa Ayah hanya memandang kakak saja?!’’ kesal Cordelia.
‘’Apa maksudmu? Aku tidak pernah membedakan kalian berdua,’’ kata Pak Percy.
Cordelia tersenyum remeh. ‘’Terserah. Aku sudah mencapai tujuanku dengan menghancurkan keluarga kakak.’’
‘’Kau benar-benar wanita yang tidak punya hati,’’ kata Yuki.
‘’Dasar wanita iblis,’’ kata Dokter Yuu.
‘’Sudah wajar kalian memanggilku seperti itu, aku adalah bibi dari kedua iblis ini juga,’’ kata Cordelia memicingkan mata.
‘’Kalau begitu, orang yang meracuni Kein hari itu apakah juga kau?’’ tanya Pak Percy berusaha mengontrol nafasnya.
‘’Semua ini adalah rencananya, tentu saja pelakunya adalah dia,’’ kata Kane.
Pak Percy memejamkan mata karena sangat kecewa dengan ulah putrinya. Bu Christa berusaha menenangkan suaminya.
‘’Lalu bagaimana dengan trik mengenai kasus itu? Petugas forensik tidak menemukan Botulinum Toxin di semua tempat kecuali di dalam cangkir teh milik Tuan Kein?’’ tanya Inspektur.
Kane tersenyum. ‘’Aku akan membayar kesalahan hari itu sekarang juga.’’
__ADS_1