Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 68 Penjurian Mutlak


__ADS_3

"Masakan ini adalah nasi goreng, tapi bukan juga nasi goreng. Setelah menumis nasi dan mentega dengan lembut … Ini adalah masakan yang direbus di dalam kaldu, dengan kata lain ini mirip seperti pilaf yang awalnya berasal dari masakan Turki,’’ kata Nyonya Mary.


‘’Begitu, ya? Sentuhan terakhirnya bukanlah digoreng dengan minyak. Meskipun begitu, setiap butir nasi ini berdiri sendiri-sendiri, aku pikir ini akan menjadi kacau setelah dimasak di dalam kaldu,’’ kata Jeremy.


‘’Aku memasak nasinya menggunakan Donabe, yang memiliki daya konduksi panas yang rendah, jadi karena itu juga punya penyimpanan panas yang tinggi. Jadi semua nasinya dipanaskan secara merata, dan bahkan saat dikukus, hawa panasnya dipertahankan dan air yang berlebihan keluar,’’ kata Kein.


Keempat juri dan 94 peserta tidak percaya dengan hal yang dilakukan Kein.


*Menggunakan pilaf dari masakan Turki sebagai dasarnya, kata N*yonya Mary dalam hati.


Dongporou yang super elit dari Cina, kata Sendawara dalam hati.


Ikan putih dengan littleneck clam acqua pazza dari Italia, kata Ogardo.


Poriyal pedas dengan cabai merah dari India, kata Jeremy dalam hati.


Kemudian oeuf mayonnaise yang didukung dengan mirepoix dari Prancis, kata Tuan Moriarty dalam hati.


Dia menggabungkannya menjadi satu, bahkan cara amatir pun anak itu tetap memperlihatkan kehebatannya, kata Adam dalam hati.


‘’Para juri terdiam setelah mencicipi hidangan Kamiya Kein. Sepertinya kelezatan kedua hidangan setara. Kalau begitu saatnya penjurian,’’ kata MC.


Keempat juri itu terdiam sebelum akhirnya menekan tombol di depan mereka. Setelah itu, MC mengayunkan tangannya dari atas ke bawah dengan maksud memperlihatkan voting di layar.


Semua orang menjadi tegang, karena sebelum babak final dimulai, kedua anak itu melakukan taruhan yang belum pernah terjadi dalam sejarah kuliner.


Ting!


Deg!


‘’Seri! Nilai mereka berdua seri!’’ pekik MC membuat semua langsung heboh.


‘’Apa? Seri? Tidak mungkin, padahal dia hanya membuat nasi goreng. Bagaimana bisa hidangan seperti itu dinyatakan seri dengan masakanku?’’ tanya Reon.

__ADS_1


Tidak mungkin hidangan kami berdua dinyatakan seri. Apakah mungkin karena taruhan itu? Hee~ sepertinya ada manipulasi dalam penilaian ini. Tidak akan kubiarkan. Aku sudah berjanji membalas dendam untuk Ibu kepada keluarga Raymond, kata Kein dalam hati.


Jeremy menatap Kein.


‘’Para juri terdiam setelah mencicipi hidangan Kamiya Kein. Sepertinya kelezatan kedua hidangan setara. Kalau begitu saatnya penjurian,’’ kata MC.


Sendawara, Ogardo dan Jeremy bersamaan menatap ke layar ponsel mereka, melihat pesan notif masuk dari Bookmaster yang memerintah mereka untuk membagi 2 penilaian agar nilai yang ditampilkan nanti menjadi seri. Ketiga Bookman itu saling memandang sebelum akhirnya menekan tombol poin. (Jeremy teringat)


Setidaknya ini pilihan yang bijak untuk mencegah kekacauan dari taruhan kedua anak itu. Tapi aku meragukannya, dan sudah tidak sabar menunggu kejutan yang lebih seru, kata Jeremy dalam hati.


‘’Sayang sekali karena nilai kalian berdua seri, maka akan diadakan tanding ulang untuk memastikan siapa yang layak memenangkan kompetisi masak bergengsi ini,’’ kata Nyonya Mary.


‘’Kurasa itu tidak perlu,’’ kata Kein membuat wajah Nyonya Mary langsung kusut.


Kepala Kein sedikit miring ke kiri dengan alis berkerut. ‘’Kita bisa memastikan hasilnya hari ini juga tanpa harus melakukan tanding ulang.’’


‘’Apa maksudmu? Yang menjadi juri di sini cuma 4 orang dan keempatnya mengeluarkan pendapat yang setara. Jadi bagaimana kau akan memastikan hasilnya?’’ tanya Nyonya Mary.


‘’Berambisi untuk menang memang bagus, tapi jangan terlalu sombong dan percaya diri, karena itu akan merusak dirimu sendiri,’’ lanjut Kein sambil melirik Reon.


Reon yang merasa dirinya disindir langsung mengepalkan tangan.


‘’Kata-kata itu,’’ kata Ogardo.


‘’Ya, kalimat yang diucapkan Kamiya Kein barusan,’’ kata Sendawara.


Kedua Bookman itu melirik nyonya Mary.


‘’Benar, itu adalah kata bijak dari Nyonya Bookmaster, Mary Raymond … Seperti yang aku bilang tadi, kita bisa memastikan hasilnya hari ini juga tanpa melakukan tanding ulang,’’ kata Kein.


Anak berambut putih menoleh ke arah Mark yang duduk di kursi peserta. ‘’Sesuai kata bijak Bookmaster, 94 peserta di sana bisa menjadi juri begitu juga 100 penonton yang hadir hari ini. Jangan khawatir, aku dan Reon masih memiliki sisa hidangannya, jadi tidak perlu cemas kalau hidangannya akan habis. Mereka memiliki hak untuk mencicipi kedua hidangan tersebut dan mengeluarkan pendapat mereka. Dengan begitu akan terbukti, hidangan siapa yang layak diakui. Apakah ada yang keberatan dengan keputusanku?’’


Nyonya Mary mengepalkan tangan, sebab tidak mungkin ia menolak usulan Kein di acara seperti ini. Semua orang pasti akan menilainya buruk, apalagi dia adalah seorang Bookmaster. Ia hanya memejamkan mata dengan nafas tertahan.

__ADS_1


‘’Baiklah, aku tidak keberatan. 100 penonton dan 94 peserta akan mencicipi kedua hidangan itu!’’ perintah Nyonya Mary langsung membuat semua heboh bukan main.


‘’Wah! Kita akan mencicipi hidangan Tuan Reon dan Tuan Kein sekaligus!’’


‘’Apakah ini mimpi?! Tolong jangan bangunkan aku!’’


‘’Kya! Bisa mencicipi hidangan Tuan Reon dan Kein-sama, aku seperti seorang putri saja.’’


‘’Padahal ini sangat mustahil dilakukan.’’


‘’Ini semua berkat Tuan Kein!’’


‘’Terima kasih Tuan Kein!’’


Jeremy tersenyum remeh mendengar kehebohan semua orang. ‘’Belum mencicipi hidangan saja, Kamiya Kein sudah merebut hati semua orang. Anak itu benar-benar tahu membuat orang menghormatinya.’’


Berbeda dengan kedua Bookman lainnya, wajah Nyonya Mary semakin kusut karena tidak menyukai perkataan Jeremy yang selalu memancing suasana.


Para staf menyiapkan meja panjang dengan 2 hidangan yang akan dinilai.


‘’Baiklah, agar tidak menimbulkan keributan, kami akan mempersilahkan 100 penonton untuk mencicipi terlebih dahulu dengan syarat setiap giliran hanya 10 orang yang berbaris!’’ kata MC memandu jalannya penjurian.


Akhirnya penjurian dimulai dengan 100 penonton yang dibagi 10 setiap giliran. Setelah itu giliran 94 peserta tiba yang juga dibagi 10 orang setiap giliran, meskipun terakhir tersisa 6 orang.


3 orang dari 94 peserta telah kembali ke kursi peserta khusus koki dan sekarang tersisa Mark, peserta terakhir yang akan mencicipi kedua hidangan itu.


Untuk sesaat Mark menatap Reon dan Kein yang berdiri memandanginya. Ia pun meraih sendok dan mencicipi hidangan Reon terlebih dahulu.


Hidangan buatan Tuan Reon memang tidak perlu diragukan lagi. Aku sudah sering mencicipinya di kompetisi masak saat kami berhadapan, dan aku tidak akan membantah hal itu. Apalagi Tuan Reon membuat hidangan dari dalam anime ini menjadi kenyataan, kata Mark dalam hati.


Ia pun beralih ke hidangan milik Kein.


Nasi Goreng, ya sama seperti Tuan Reon, Tuan Kein juga mewujudkan hidangan ini menjadi nyata … Tapi aku tidak menyangka Tuan Kein yang selama ini menghidangkan hidangan mewah yang diubah menjadi karya seni dengan elegan, akan memasak dengan cara amatir seperti ini dan menghidangkan nasi goreng tersebut. Benar-benar melenceng dari julukannya sebagai Si Iblis Makanan, haa … Lebih baik aku mencicipinya dulu, kata Mark dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2