
Prank! Crash! Bugh!
Para pelayan tersentak kaget saat mendengar suara pecahan, bantingan dan pukulan dari kamar Cordelia.
‘’Astaga, apa yang terjadi dengan Nona Cordelia akhir-akhir ini?’’
‘’Hm, semenjak beberapa hari yang lalu, dia selalu seperti ini saat semua orang tidak ada di rumah.’’
‘’Dia selalu saja marah-marah tidak jelas, lalu kembali normal jika berhadapan dengan Tuan Besar, Nyonya Besar dan Tuan Muda.’’
‘’Apakah mungkin mentalnya sedang terganggu?’’
‘’Ush, jangan berkata seperti itu. Kalau Nona Cordelia sampai mendengarnya maka kita akan dalam masalah.’’
‘’Tapi aku yang mendengarnya setiap hari begini tidak tahan.’’
‘’Sudah-sudah. Lebih baik kita pura-pura tidak mendengarnya saja kalau masih ingin bekerja di keluarga Raymond ini.’’
Para pelayan itu pun kembali bekerja, meskipun mereka sangat terganggu dengan kebisingan yang ditimbulkan Cordelia dari kamar.
......................
Kamar Cordelia
‘’Ha, huha, huha, hhah.’’
Cordelia terengah-engah karena ia benar-benar emosi. Ia menggertak gigi setelah membaca pesan dari nomor tidak dikenal yang selalu mengganggunya akhir-akhir ini. ‘’Sial! Aku sudah mengirimkan 500 juta sebanyak 8 kali kepadanya, tapi dia masih tetap meminta uang?!’’
Ting!
Ia menatap ke layar ponsel saat nada notifikasinya berbunyi. Matanya melotot dengan wajah merah padam.
‘’Dari mana dia mendapatkan semua rekaman itu?!’’ tanya Cordelia yang menerima rekaman baru lagi.
Ting!
Kalau kau ingin rekaman ini tidak sampai di tangan Adam Raymond, maka seperti biasa, aku akan menunggu transfer darimu.
Cordelia mengepalkan tangan sambil menggertak gigi. Ia memejamkan mata sambil tertahan lalu menghela nafas panjang.
__ADS_1
Wanita itu mengetik dan memberitahu si pengirim kalau rekaman itu harus dihapus dulu kalau ingin mendapatkan uang lagi.
Ting!
Tidak lama kemudian, si pengirim memperlihatkan bukti kalau rekaman itu telah dihapus, membuat Cordelia menunduk sejenak lalu menghela nafas kasar. Ia kembali membuka ponselnya.
......................
Ruang VVIP
Baru saja mereka tiba di ruangan, ponsel milik Adam dan Sekretaris Rey bersamaan berbunyi. Kedua pria itu mengambil ponsel mereka dari saku celana.
Sekretaris Rey terbelalak sambil menatap Adam yang tampak biasa saja. ‘’Tuan Muda, ini sudah kesembilan kalinya, Nona Cordelia mengeluarkan uang sebanyak 500 juta.’’
Adam memicingkan mata dan mematikan ponselnya lalu kembali menaruhnya di saku celana. ‘’Biarkan dia bertindak sesuka hatinya. Tunggu kompetisi ini selesai, baru aku menangani wanita itu.’’
Sekretaris Rey hanya mengangguk dan memasukkan kembali ponselnya ke saku celana juga.
Memangnya apa yang dilakukan Nona Cordelia sampai mengeluarkan uang sebanyak itu? Kalau tentang belanja atau apa, tidak perlu mengeluarkan uang sebanyak itu juga, kata Sekretaris Rey dalam hati.
Cordelia, aku memberimu kartu tanpa limit bukan berarti kau bisa menggunakan uang sebanyak itu sesuka hati. Dari dulu, kau wanita yang licik. Menjebak diriku untuk menikahimu agar kau bisa menikmati kekayaan keluarga Raymond. Jika saja aku tahu hal ini, seharusnya aku tidak menendang Eve keluar dari keluarga dari Raymond dan menceraikannya hari itu, meskipun dia melakukan kesalahan dengan membiarkan pria lain menyentuhnya sebelum hari pernikahan. Tapi, takdir mempertemukan kami kembali. Kali ini aku akan memperbaiki kesalahanku, kata Adam dalam hati.
Saat itu juga semua menoleh melihat kedatangan keluarga Kamiya. Adam langsung berdiri saat melihat Eve akhirnya datang. Pak Percy dan bu Christa juga berdiri sambil menatap wanita berkacamata hitam di samping Kaji.
Wanita itu … Jangan-jangan dia adalah calon istri Tuan Kaji yang dibicarakan hari itu, kata Bu Christa dalam hati.
Dia, apakah dia Eve yang dibicarakan itu? Kenapa aku merasa kalau wanita ini memang adalah Eve? Tapi putriku sudah meninggal, kata Pak Percy dalam hati.
‘’Tuan Yuki dan Tuan Kaji sudah datang. Silahkan,’’ sambut Tuan Moriarty.
Tuan Moriarty mengerutkan dahi saat melihat ada satu pria muda yang juga datang bersama Tuan Yuki.
‘’Ah, dia adalah sepupu kami yang sekarang bekerja sebagai seorang dokter,’’ kata Tuan Yuki memperkenalkan.
Dokter Yuu tersenyum sambil membalas uluran tangan dari keluarga Raymond dan keluarga Laurence. ‘’Salam kenal, namaku Kamiya Yuu.’’
Tuan Moriarty dan yang lainnya tersenyum, berbeda dengan Adam yang masih menatap Eve dari tadi, membuat Kaji merasa terganggu.
‘’Sayang, kau sudah pernah berkenalan dengan keluarga Raymond, kan?’’ tanya Kaji membuat Adam sedikit merasa terganggu karena pria itu merusak lamuannya.
__ADS_1
Eve hanya tersenyum kaku dan berusaha memperlihatkan raut wajah setenang mungkin.
‘’Di sana ada keluarga Laurence, keluarga dari pihak Nona Cordelia, tidak baik tidak menyapanya,’’ kata Kaji.
Meskipun Eve memakai kacamata hitam, tapi Kaji tahu kalau wanita di sampingnya itu sedang melontarkan tatapan tajam yang hendak membunuhnya.
Kaji-kun, apakah kau sedang cari mati? Rasanya aku ingin mencekikmu sekarang juga, kata Eve dalam hati.
Kaji hanya tersenyum manis membalas tatapan itu, membuat Eve menghela nafas.
Wanita itu tersenyum di depan pak Percy dan bu Christa. Eve mengulurkan tangan dan dibalas oleh pak Percy. Untuk sesaat Eve terdiam. setelah sekian lama, ia baru menyentuh tangan ayahnya. Mengingat gara-gara dia yang membuat ayahnya masuk ke dalam rumah sakit karena terkena serangan jantung, membuat Eve ingin menangis melihat ayahnya di depan mata.
Syukurlah ayah sehat-sehat saja. Semenjak hari itu, aku tidak tahu lagi apakah aku masih bisa melihat ayah. Tapi sekarang aku dan ayah bertemu lagi, kata Eve dalam hati.
Beruntung Eve memakai kacamata hitam, membuat semua orang tidak tahu kalau sekarang ini matanya sedang berkaca-kaca. Ia menarik nafas panjang dan kembali tersenyum. ‘’Salam kenal, aku Kamiya Eve, calon istri Kamiya Kaji.’’
Deg!
Pak Percy dan bu Christa bersamaan tersentak saat mendengar suara wanita itu.
Eh? Suara ini kenapa sangat mirip dengan suara Eve? Meskipun aku sudah tidak pernah mendengar suara putriku lagi, tapi aku masih tetap mengenali suaranya. Ya, suara wanita ini sangat mirip dengan suara Eve putriku. Apakah di dunia ini ada kebetulan seperti ini? Putriku sudah tiada, tapi kenapa nama dan suaranya ada pada wanita ini? Hhah, kata pak Percy dalam hati.
Aku tidak salah dengar, kan? Kenapa suaranya sangat mirip dengan Eve? Apakah mungkin ... Tidak! Cordelia sudah melenyapkan Eve 5 tahun yang lalu. Tapi, kenapa ada kebetulan seperti ini? Nama dan suaranya sangat mirip dengan Eve, kata Bu Christa dalam hati.
Semua hanya bingung saat suami-istri keluarga Laurence itu terdiam sejak tadi setelah Eve memperkenalkan diri. Merasa diperhatikan, membuat pak Percy tersadar.
‘’Hem! Salam kenal Percy Laurence, ayah tiri Cordelia,’’ kata Pak Percy.
‘’Christa Laurence,’’ kata Bu Christa.
Eve menarik tangan sambil mengerutkan dahi. ‘’Ayah tiri? Maksudnya?’’
‘’Pak Percy memiliki istri pertama sebelum menikahi Bu Christa yang merupakan ibu kandung dari Nona Cordelia. Istri pertama Pak Percy meninggal dunia karena keracunan, jadi dia menikahi Bu Christa,’’ kata Tuan Moriarty.
‘’Kalau begitu, Nona Cordelia seharusnya memiliki saudara tiri dari mendiang istri pertama Pak Percy. Kenapa aku tidak melihatnya?’’ tanya Eve.
Deg!
Semua tertegun karena pertanyaan itu, membuat mereka saling memandang satu sama lain.
__ADS_1