Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 41 Meminta Waktu Pertemuan


__ADS_3

“Eh, Tuan Kaji ke mana?” tanya Cordelia.


Namun, ia bingung melihat semua orang terdiam setelah kedatangannya.


“Tuan Kaji baru saja pulang Nona Muda,” jawab Sekretaris Rey.


“Pulang? Kenapa begitu cepat?” tanya Cordelia.


Nyonya Mary mengerutkan dahi. “Kau ini ke mana saja sampai tidak menyapa Tuan Kaji, dan baru datang setelah dia pergi? Di mana tata kramamu sebagai menantu keluarga Raymond?”


“Ma-Maaf. Tadi aku mencari Reon agar sekalian menyapa Tuan Kaji, tapi karena tidak ketemu, aku segera ke sini,” jawab Cordelia.


“Sebaiknya kau mendidik Reon agar lebih berpendidikan!” perintah Tuan Moriarty.


Cordelia hanya mengangguk sambil mengepalkan tangan.


......................


Perjalanan…


Semua yang ada di dalam mobil hanya diam. Berbeda dengan Kaji yang tersenyum tanpa merasa bersalah, kedua anak kembar itu melirik ibu mereka sesekali.


Eve yang menyilangkan kedua tangannya menghela nafas. “Kaji-kun, jujur saja aku tidak menyukai tindakanmu ini. Aku tahu selama ini aku dan kedua anakku berhutang budi kepadamu. Tapi bukan berarti kau bisa memgambil keputusan secara sepihak tanpa izin dariku seperti ini.”


“Kuharap kau juga tidak lupa kalau kakek sudah menerima kalian bertiga, agar kau dan kedua anak kembarmu memakai marga Kamiya. Karena itulah, aku juga punya hak atas kedua anak kembarmu,” kata Kaji.


“Aku tahu itu. Tapi tetap saja aku tidak terima perbuatanmu yang langsung membawa mereka pergi,” kata Eve.


Kaji menghela nafas dan tersenyum. “Sudah aku bilang, dimanapun kalian berada, aku akan melindungi kalian.”


Eve menghela nafas panjang. Sepertinya mengomel hanya buang-buang tenaga karena pria itu tidak mendengarkan.


......................


Keesokan harinya…


Setelah acara kemarin malam, Cordelia menceramahi anaknya atas kesalahan yang ia perbuat.

__ADS_1


“Bukankah sudah aku bilang, jangan menghilang dari sisiku sampai acara selesai? Aku jadi kena marah karena ulahmu. Tapi untunglah ayah dan ibu mertua hanya menahannya karena ada banyak tamu. Memangnya kau ke mana?” tanya Cordelia.


“Ibu ingat dengan ucapan nenek hari itu di meja makan? Katanya kali ini Si Iblis Makanan akan hadir. Lalu Mark dan yang lainnya memancingku kemarin malam sambil menyanjung Si iblis Makanan. Karena tidak tahan, aku ke kamarku untuk mencari informasi mengenai dirinya, dan tidak sadar acara sudah selesai,” kata Reon.


Cordelia berdecih kesal. “Jadi apa yang kau ketahui tentang Si Iblis Makanan?”


Reon berjalan dan menyalakan komputernya. Ia memperlihat beberapa blog di internet. “Kein Kamiya memiliki banyak prestasi dalam bidang seni. Dia juga merubah makanan menjadi karya seni, membuat banyak orang dewasa merasa tidak percaya diri. Dia juga memiliki kemampuan menilai kualitas makanan secara akurat. Sekitar 4 tahun, bakat terpendam Kein sebagai penguji rasa menjadi jelas, dan dia mulai membantu orang-orang industri kuliner, menguji rasa hidangan yang terhitung jumlahnya dan mengkritiknya. Dia tidak akan ragu menyirami kepala setiap koki jika masakannya tidak layak dan tidak sesuai dengan cita rasanya. Hal itu membuatnya mendapat julukan Si Iblis Makanan.”


“Kamiya? Ternyata dia benar-benar anak didik dari saudara Tuan Kaji, seperti yang ibu mertua katakan,” kata Cordelia.


“Aku juga sudah melihat prestasinya di kompetisi masak. Tapi sayangnya aku sama sekali tidak bisa mendapatkan fotonya, dan publik hanya tahu kalau dia anak laki-laki berambut putih. Aku sangat tidak suka melihat semua artikel yang memberikan pujian kepadanya,” kata Reon.


Ia mengepalkan tangan. “Ibu, kali ini aku pasti akan menang lagi, kan? Bukankah aku bisa menang seperti biasa karena berkat Ibu.”


“Iya, itu pasti. Tidak peduli Si Iblis Makanan ikut kompetisi, kau akan tetap menjadi juara. Ini adalah janjiku,” kata Cordelia.


......................


Balkon


“Tuan Muda, teh Anda akan menjadi dingin jika tidak diminum sekarang,” kata sektetaris Rey.


Flashback on


“Ayah ada di mana?” tanya Adam.


“Baru saja Tuan Besar dan Nyonya Besar menuju ke arah ruang kerja, Tuan Muda,” jawab Sekretaris Rey.


Adam menyusuri koridor rumah dan hendak membuka pintu ruang kerja milik ayahnya.


“Aku sangat yakin itu adalah gelang yang sama yang aku berikan kepada Eve!”


Deg!


Tangan Adam terhenti tepat ia memegang gagang pintu setelah mendengar pembicaraan di dalam ruangan.


“Memangnya gelang apa yang kau maksud?” tanya Tuan Moriarty.

__ADS_1


“Gelang Akar Bahar Kepala Naga Emas milik keluarga Raymond. Gelang yang hanya dipakai oleh menantu keluarga kita, dan tidak ada duanya. Sebelum aku pergi, aku memberikannya kepada Eve,” kata Nyonya Mary.


“Benarkah? Pantas saja aku tidak pernah melihatmu memakainya. Kupikir kau melepaskannya dan berniat meninggalkanku. Ternyata kau memberikannya kepada Eve dan masih mencintaiku,” kata tuan Moriarty.


Nyonya Mary dan Adam yang berada di luar ruangan, hanya memasang raut wajah bodoh mereka karena sikap dramatis pria itu.


“Apakah mungkin dia adalah orang lain yang menyamar sebagai Eve? Nama wanita itu juga adalah Eve,” kata Tuan Moriarty.


“Tidak. Dia memang adalah Eve,” kata Nyonya Mary membuat kedua pria itu tersentak.


“Kenapa kau seyakin itu?” tanya tuan Moriarty.


“Tentu saja karena gelang yang dia pakai di tangannya. Kuharap kau tidak lupa, 5 tahun yang lalu Eve pergi dalam keadaan mengandung. Waktu itu, Tuan Kaji hanya datang sendirian saat meresmikan kerja sama. Lalu sekarang, Tuan Kaji muncul bersama seorang wanita yang memiliki 2 anak kembar. Selain itu, kau juga pasti berpikiran yang sama denganku saat melihat kedua anak kembar itu. Ya, mereka berdua seperti versi kecil Adam, dan wanita itu datang sambil memakai kacamata seolah-olah tidak ingin memperlihatkan wajahnya,” kata Nyonya Mary.


“Benar juga. Tapi kalau dia memang adalah Eve yang selama ini kita cari, kenapa sikapnya seperti itu? Berbeda dengan Eve yang lembut, dia tidak akan berani berkata kasar seperti wanita itu,” kata Tuan Moriarty.


“Aku seorang wanita. Kalau aku berada di posisinya saat keluarga dan orang yang kau cintai meragukanmu lalu membuangmu. Apakah menurutmu aku akan naif dengan memaafkan kalian begitu saja?”


Flashback off


“Rey?” panggil Adam.


“Iya Tuan Muda?”


“Kau adalah teman masa kecilku dan kita berdua tumbuh dewasa bersama. Kalau suatu hari aku meragukanmu lalu membuangmu, bagaimana perasaanmu?”


Sekretaris Rey terbelalak sambil kebingungan. Tidak tahu apa yang menimpa atasannya itu sampai melontarkan pertanyaan tadi. Namun, tidak ingin ambil pusing membuat Sekretaris Rey menjawab dengan jujur.


“Saya pasti akan merasa sakit hati, karena selama ini saya sudah mengabdikan diri kepada Tuan Muda,” jawab sekretaris Rey.


Sakit hati, ya? Hm, kata Adam dalam hati.


“Bisakah kau mengatur jadwal pertemuanku malam ini?” tanya Adam tiba-tiba.


“Tentu saja Tuan Muda. Tapi tidak ada pertemuan dalam agenda hari ini, jadi Tuan Muda akan bertemu dengan siapa malam ini?


Adam meneguk teh itu lalu meletakkannya kembali. “Calon istri Tuan Kaji.”

__ADS_1


__ADS_2