Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 5 Bertemu Tuan Besar


__ADS_3

Perjalanan...


Tidak ada satu pun yang membuka pembicaraan. Sekretaris Rey fokus ke jalanan sedangkan Eve juga hanya diam sambil menatap ke luar jendela mobil. Mengingat hal yang diperhatikan di kediaman Laurence tadi, membuat Sekretaris Rey sesekali menatap Eve dari kaca atas dalam mobil.


Apakah dia yang akan menjadi istri Tuan Muda? Melihat perilaku saudari dan ibunya tadi, mereka sepertinya berbeda. Cara bicara wanita ini tidak seperti kedua wanita tadi yang tidak memiliki tata krama. Aku jadi khawatir karena mengira istri Tuan Muda adalah wanita yang membuka pintu tadi, kata Sekretaris Rey dalam hati.


Padahal ia tidak terlalu peduli dengan Eve, tetapi karena bengkak dari wajah wanita itu membuat Sekretaris Rey curiga.


Setahuku, saat Nyonya Besar ke kediaman Laurence beberapa tahun yang lalu, Tuan Laurence hanya mempunyai satu putri yang akan dinikahkan kepada Tuan Muda. Lalu kenapa ada satu putri lagi yang seumuran dengan Nona Eve? Apakah Tuan Laurence bercerai? Jangan pikirkan itu dulu, nanti akan aku selidiki. Prioritas utamaku hari ini adalah membawa Nona Eve ke hadapan Tuan Besar, kata Sekretaris Rey dalam hati.


Eve mengerutkan dahi, karena Sekretaris Rey selalu menatapnya lewat spion atas, membuatnya merasa tidak nyaman.


Kenapa dia menatapku terus? Apakah karena bekas tamparan dari Cordelia tadi? Jangan-jangan wajahku sampai aneh meskipun aku menutupi bengkaknya. Tapi tetap saja aku merasa tidak nyaman karena dia melirikku terus, kata Eve dalam hati.


......................


Salon, Spa & Hairdresser


Sekretaris Rey memarkirkan mobil dan turun membukakan pintu untuk Eve. Wanita tadi hanya bingung mengapa dirinya dibawa ke tempat seperti ini.


‘’Apakah Tuan Besar ada di dalam?’’ tanya Eve membuat Sekretaris Rey menahan tawanya.


Pria itu mempertahankan raut wajahnya yang tenang sekuat tenaga, meskipun dalam hatinya sudah tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan Eve.


‘’Tidak Nona. Tuan Besar ada di kediamannya.’’


‘’Lalu kenapa kita kemari?’’


‘’Apakah Nona akan bertemu dengan Tuan Besar seperti ini? Jika Tuan Besar melihat plester luka di wajah calon menantunya di pertemuan pertama, kurasa Nona Eve sudah tahu sendiri bagaimana jadinya?’’


Eve mengangguk mengerti. Ternyata orang-orang kalangan atas benar-benar memperhatikan penampilan. Tentu saja, semua pasti akan menilai dirinya saat melihat plester luka di wajahnya sehari sebelum pernikahan.


Beruntung bagi Eve karena mewarisi kecantikan ibunya, meskipun dari kalangan biasa.


Keduanya memasuki salon, spa & hairdresser ternama yang hanya bisa dimasuki oleh selebriti kelas dunia. Gajinya selama satu bulan saja belum tentu membawanya masuk ke dalam sana.


Sekretaris Rey menyerahkan Eve ke pegawai salon. Wanita itu menerima berbagai perawatan sampai membuat pegawai salon memujinya karena kulit yang halus, lembut dan putih. Mereka juga tidak ragu menanyakan apa rahasia dibalik kecantikan yang dimiliki Eve.

__ADS_1


Bukan kulitnya saja yang halus dan lembut, wajahnya juga sangat cantik. Sudah banyak selebriti kelas dunia memasuki tempat itu, tetapi tidak pernah melihat wanita secantik Eve.


Butuh beberapa jam sampai akhirnya selesai. Untuk sesaat, Sekretaris Rey terdiam di tempatnya. Dilihatnya wanita dengan rambut panjang yang lurus hingga pinggang, mengenakan beckless dress hijau floral yang fresh dan colorful. Siapa lagi wanita itu kalau bukan Eve.


Aku tidak tahu kalau dia secantik ini setelah dirias. Penampilannya sangat berbeda dari yang sebelumnya. Sangat sempurna sebagai pasangan Tuan Muda, benar-benar menantu keluarga Raymond, kata Sekretaris Rey dalam hati.


Bekas tamparan Cordelia yang tadinya menyebabkan wajah Eve sedikit bengkak sudah tidak terlihat lagi. Dilihat dari jarak dekat pun wajah wanita itu terlihat mulus.


‘’Hem! Kalau begitu ini waktunya kita menemui Tuan Besar.’’


Para pegawai melambaikan tangan dan meminta Eve agar kembali berkunjung untuk melakukan perawatan.


......................


Rumah Keluarga Laurence


Lagi dan lagi Cordelia mengamuk. Kebetulan ayahnya keluar bekerja sehingga hanya ada dirinya dan ibunya di rumah.


‘’Argh! Argh!’’


‘’Sampai kapan kita harus menyimpan rahasia ini, Ibu?! Utusan keluarga Raymond sudah datang dan besok kakak akan menikah dengan Adam!’’


‘’Cordelia, bisakah kau tenang sedikit? Ibu sudah bilang, jangan terburu-buru. Kita harus memberikan Eve penderitaan sedikit demi sedikit.’’


‘’Tapi butuh berapa lama lagi kita beritahu kebenarannya kepada semua orang? Aku sudah tidak sabar ingin melihat wajah kakak yang putus asa!’’


Bu Christa bersih keras untuk menenangkan putrinya. Jika masalah emosi, Cordelia orangnya tidak bisa mengontrol kemarahannya. Ia akan membanting apa pun yang ada di sekitarnya.


Terkadang bu Christa merasa kesal karena sudah membujuk wanita itu baik-baik, tetapi putrinya sangat keras kepala.


‘’Kita akan beritahu semua orang setelah pernikahan kakakmu berlalu satu bulan.’’


Mata Cordelia membulat besar.


‘’APA?! Jadi Ibu akan membiarkan kakak menikahi Adam? Tidak, tidak! Aku tidak ingin kakak menikahi Adam. Harus aku yang menjadi istri pertamanya! Hehe, dan Ibu bilang akan membocorkan rahasia ini setelah pernikahan kakak berlalu satu bulan? Aku tidak menerimanya! Besok, saat pernikahan kakak tiba. Aku akan mengatakannya kepada semua orang!’’


‘’Dasar bodoh! Aku belum selesai berbicara, dengarkan aku dulu!’’

__ADS_1


Cordelia dengan mulut gemetar disertai tangisan terdiam.


‘’Biarkan Eve menikmati kekayaan itu untuk sesaat. Kita harus menunggu satu bulan sampai kehamilannya dipastikan. Cukup gunakan satu alasan itu maka dalam sekejap Eve akan kehilangan semuanya.’’


......................


Kediaman Raymond


Sekretaris Rey menuruni mobil dan membukakan pintu untuk Eve. Begitu menuruni mobil, ia ditakjubkan dengan rumah mewah bergaya klasik Eropa. Saat memasuki rumah mewah itu, di dalamnya tidak kalah takjub. Desain interior dan pilar-pilar yang begitu mewah membuat nuansa rumah tersebut sangat elegan.


Sambil menyusuri rumah mewah, Eve akhirnya tiba di depan sebuah pintu bersama Sekretaris Rey. Pria itu mengetuk pintu dengan dan melapor sampai sahutan seseorang terdengar.


‘’Masuklah!’’


Begitu pintu terbuka, terlihat sosok pria dewasa yang duduk memandangi mereka dengan tatapan tajam. Eve menelan saliva. Ia saja belum menginjakkan kaki ke dalam tapi sudah merasakan suasana mengintimidasi.


‘’Nona Eve, silahkan masuk!’’


Meskipun gugup, wanita itu berjalan setenang mungkin di belakang Sekretaris Rey. Setelah memberi hormat, pria itu menatapnya dari atas sampai ke bawah.


Deg! Deg! Deg! Deg!


Jantungnya berdetak kencang disertai keringat dingin. Mengapa pria itu masih menatapnya tajam. Apakah dia menyadari bekas tamparan yang sudah diperbaiki pegawai salon tadi. Kalau iya, penglihatannya benar-benar tajam.


‘’Ah~ cantiknya. Jadi dialah putri Percy Laurence? Aku Moriarty Raymond, senang berkenalan denganmu.’’


‘’Eh? Sa-Saya Eve Laurence, Tuan Besar.’’


‘’Wah~ benar-benar sempurna. Ternyata membuat perjanjian itu tidak merugikanku, dan yang kulihat sepertinya kau sangat baik seperti ayahmu. Kau tahu? Kenapa aku dan ayahmu bisa berteman?’’


Eve terbelalak. Ia hanya menggeleng pelan. Ada apa ini, bukankah pria di depannya itu seharusnya menyeramkan, lalu mengapa begitu cerewet.


‘’Dulu aku pernah kecelakaan. Mobilku terjun ke jurang. Keluargaku sudah mengerahkan tim pencari, tetapi tidak ada yang berhasil menemukanku. Kupikir ajalku sudah tiba hari itu, tapi ayahmu menemukanku dan membawaku ke rumahnya. Mungkin sekitar seminggu aku berada di rumahmu, sambil dirawat oleh Bu Laurence. Dia wanita yang sangat baik dan lembut. Aku seperti melihat dirinya dalam dirimu. Bagaimana kabar Bu Laurence?’’


...Visual Tuan Besar, Moriarty Raymond...


__ADS_1


__ADS_2