
‘’Adam, bersikaplah sedikit lebih lembut! Reon itu masih anak-anak, kenapa kau memperlakukannya begitu kasar?’’ tanya Cordelia habis pikir.
‘’Masalah ini timbul karena dirinya, kenapa aku harus memperlakukannya secara lembut?’’ tanya Adam.
Cordelia menggertak gigi. Dengan raut wajah tertahan, ia menandatangani surat perceraian tersebut. Sekretaris Rey mengkode kedua pengawal itu untuk melepaskan Cordelia.
‘’Reon! Apakah kau baik-baik saja?’’ tanya Cordelia.
‘’Aku baik-baik saja, Ibu,’’ kata Reon mengelus lehernya.
‘’Sekarang kau bukan lagi istri atau menantu keluarga Raymond, jadi semua yang kau dapatkan setelah kita menikah, aku menariknya kembali. Kau boleh pergi,’’ kata Adam.
Cordelia menatap Tuan Moriarty dan Nyonya Mary yang bahkan tidak memandangnya sekali pun, membuat wanita itu berjalan pergi sambil menarik Reon.
Urat di leher Cordelia menegang sambil mengepalkan tangan. Raut wajahnya tertahan dengan butiran air mata yang terjatuh.
Aku akan mengingat semua ini. Aku akan membalas perlakuan kalian terutama kau Adam, kata Cordelia dalam hati.
Sebelum meninggalkan kediaman mewah itu, Cordelia berbalik menatap rumah mewah gaya Eropa klasik itu. Butiran air matanya berjatuhan sambil ia mengepalkan tangan.
......................
Rumah Keluarga Laurence
Begitu pak Percy menuruni mobil, pria dewasa itu langsung bergegas masuk ke dalam rumah tanpa peduli bu Christa mengejarnya.
‘’Suamiku? Suamiku!’’ panggil Bu Christa berhasil meraih tangan suaminya.
Pak Percy menepis tangannya dengan kasar dan kembali bergegas menuju kamar. Bu Christa tidak menyerah dan mengikuti suaminya.
......................
Kamar
Bu Christa mengerutkan dahi melihat suaminya mengeluarkan sebuah koper. ‘’Suamiku, apa yang kau lakukan?’’
‘’Apa yang kulakukan? Sedang mengemas barang-barangmu,’’ jawab Pak Percy.
‘’Tidak, kumohon! Dengarkan aku sekali ini saja, sekali ini saja,’’ kata Bu Christa berlutut.
__ADS_1
Pak Percy dengan wajah tertahannya berusaha mengontrol nafasnya. Ia bisa mendengar istrinya tersedu-sedu.
‘’Baiklah, aku akan mengakuinya tapi kumohon berikan aku kesempatan untuk memperbaikinya. Cara Cordelia mungkin memang salah, tapi mengertilah, dia melakukan semua itu karena menyukai Adam. Saat pertama kali mendengar kabar Adam akan menikah dengan Eve, perasaannya sangat hancur. Tapi, hari itu dia menahannya agar pernikahan Eve tetap berjalan. Bayangkan bagaimana hancurnya perasaan Cordelia, jadi dia hanya memperjuangkan perasaannya,’’ kata bu Christa.
‘’Dengan membunuh kakaknya sendiri?! Christa, apa yang dilakukan Cordelia itu salah! Apalagi dia menggunakan cara kotor untuk menjebak keluarga Raymond. Apakah kau tahu aku seperti sudah tidak memiliki wajah untuk bertemu dengan Tuan Besar!’’ marah Pak Percy.
Bu Christa terisak sambil mengatupkan kedua tangannya. ‘’Tapi kau sudah melihat semuanya, kan? Cordelia sudah mendapatkan hasil perbuatannya. Jadi kumohon berikan kami kesempatan kedua untuk memperbaikinya.’’
Pak Percy mengingat semua perlakuannya dari awal, sejak Eve hamil sampai putrinya itu pergi dan akhirnya kembali lagi di hadapannya. Ia merasa sangat malu telah meragukan putri kandungnya sendiri. Ia dipenuhi perasaan bersalah.
‘’Hiks, hiks, kumohon … Hanya kau yang aku dan Cordelia miliki sekarang. Jika kau mengusirku, aku akan pergi ke mana? Hiks,’’ isak bu Christa.
Mata pak Percy berkaca-kaca. Ia mengepalkan tangan sambil memejamkan mata dengan wajah tertahan. Ia menghela nafas panjang dan kembali membuka matanya. Ia benar-benar kecewa dengan perbuatan istri dan anak tirinya itu.
‘’Baiklah,’’ kata Pak Percy akhirnya.
Bu Christa mendongakkan kepala dengan cepat, memastikan pendengarannya tidak salah. ‘’A-Apa? Kau bilang apa suamiku?’’
‘’Aku akan memberi kalian kesempatan kedua, tapi … Bukan berarti aku telah memaafkan kalian berdua, tidak. Aku benar-benar marah karena perbuatanmu dan Cordelia. Bukan itu saja, aku sangat kecewa. Aku tidak menyangka kalian berbuat keji kepada Eve seperti itu,’’ kata pak Percy.
‘’Aku minta maaf,’’ kata Bu Christa.
Pak Percy menepis kakinya dan berjalan keluar meninggalkan bu Christa. ‘’Sampai Eve memaafkan kalian berdua, jangan harap bisa mengajakku bicara.’’
Bu Christa mengepalkan tangan sambil menggertak gigi. ‘’Eve, Eve, Eve! Eve terus! Apakah dia tidak bisa melihat kalau Cordelia juga putrinya?!’’
......................
Kediaman Kamiya di Indonesia
Limousine milik Kaji akhirnya tiba di halaman utama rumah. Salah satu pengawal membuka pintu. Tuan Yuki menuruni limousine disusul yang lainnya dan berjalan masuk. Setelah kejadian di akademi kuliner tadi, suasana menjadi canggung.
Belum sempat Tuan Yuki mengajak Eve bicara, Kaji mendahului kakaknya itu.
‘’Sepertinya Eve-chan begitu lelah, sebaiknya dia kembali kamar untuk membersihkan diri,’’ kata Kaji.
‘’Kalau begitu aku duluan,’’ kata Eve berjalan pergi.
Ketiga pria itu menatap kedua anak kembar di depan mereka.
__ADS_1
‘’Kalau begitu, kami berdua juga ke kamar,’’ kata Kane.
Kein berjalan pergi sambil membawa trofi tanpa mengucapkan satu pun kalimat.
‘’Heh, anak berambut putih itu benar-benar dingin. Padahal beberapa jam yang lalu dia sangat cerewet memberi pelajaran kepada keluarga Raymond,’’ kata Dokter Yuu.
Tuan Yuki beralih menatap adiknya. ‘’Kaji, kenapa kau menyembunyikan hal ini kepadaku dan keluarga Kamiya?’’
Kaji terdiam untuk sesaat. ‘’Aku tidak berniat menyembunyikannya kepada Nii-san, tapi Eve-chan memintaku untuk merahasiakannya. Lagi pula, aku akan tetap tetap menikahi Eve-chan dan tidak mempermasalahkan masa lalunya.’’
‘’Apakah menurutmu keluarga induk Kamiya akan menerimanya?’’ tanya Tuan Yuki.
‘’Kenapa keluarga induk Kamiya tidak akan menerimanya? Mereka akan mengerti setelah melihat penderitaan Eve-chan,’’ jawab Kaji.
‘’Kalau keluarga induk Kamiya tidak menerimanya, masih ada aku yang akan meminang Eve-chan,’’ kata Dokter Yuu.
Kaji langsung menatap dokter muda itu dengan tatapan membunuh, membuat Dokter Yuu tersenyum kikuk.
‘’Kau ini di pihak mana, sih? Lebih memilih wanita asing daripada sepupumu sendiri,’’ kata Dokter Yuu dengan wajah bodohnya.
‘’Eve-chan bukan wanita asing! Dia calon istriku, calon Nyonya Kamiya, dan….’’
Dokter Yuu dan Tuan Yuki mengerutkan dahi melihat tingkah aneh Kaji.
‘’Apa?’’ tanya Dokter Yuu.
‘’Um, itu, dan, stt, dan … Hem! Itu, dan … Calon ibu dari anak-anakku,’’ kata Kaji dengan nada sedikit kecik di akhir kalimat.
Untuk sesaat Dokter Yuu dan Tuan Kaji terbelalak seolah-olah sedang loading, hingga akhirnya kedua pria itu tersadar.
Dokter Yuu membengkap mulutnya dengan kepalan tangan, sedangkan Tuan Yuki melongo.
A-Apa? Calon ibu dari anak-anakku?! Sepertinya aku bermimpi buruk, kata Dokter Yuu dalam hati.
Di mana? Aku di mana? Ini di mana?! Di mana aku ini sebenarnya?! Astaga, kata Tuan Yuki dalam hati.
‘’Hem! Kurang lebih akan seperti itu, jadi Nii-san tidak perlu khawatir mengenai keluarga induk Kamiya. Mereka akan menerima Eve-chan dengan segenap hati, dan kau … Yuu-san, tidak ada yang akan menyerahkan Eve-chan kepada siapa pun, jadi berhentilah bermimpi,’’ kata Kaji.
Dokter Yuu memasang raut wajah seperti ingin muntah.
__ADS_1
Kau yang sedang bermimpi! Menikah saja belum pasti, tapi kau sudah memikirkan anak. Dasar bucin bermuka dua, kata dokter Yuu dalam hati.