Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 11 Anemia


__ADS_3

Kediaman Raymond


Baru saja Adam memasuki rumah, ia sudah dikagetkan oleh ayahnya.


‘’Adam! Ini keadaan darurat! Cepat perintahkan tim pencari agar menyebar ke seluruh kota.’’


Adam terbelalak, ia baru menyelesaikan pertemuannya dengan salah satu CEO dari Jepang, dan dirinya sudah dihadapi dengan kelakuan ayahnya.


‘’Ayah, tenanglah, ada apa ini? Kenapa sampai harus menyuruh tim pencari menyebar ke seluruh kota?’’ tanyanya yang sudah merasa lelah.


‘’Menantuku! Menantuku menghilang! Istrimu menghilang! Sejak mengantar ibumu dari Bandara, dia belum kembali ke rumah!’’


Adam dan sekretaris Rey membulatkan mata.


‘’Ayah bilang apa? Eve menghilang? Tidak mungkin. Wanita itu pasti mampir ke suatu te—‘’


Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, ayahnya itu sudah membuncang tubuhnya.


‘’Di mana dia mampkr? Apakah kau tahu tempatnya? Lalu kenapa kalian tidak sekalian pulang bersama?’’


Adam menghela nafas kasar. Ia tadinya langsung ingin beristirahat, tetapi tubuhnya malah dibuncang hebat oleh ayahnya.


‘’Ayah tenanglah! Memangnya Eve mau ke mana? Mungkin setelah mengantar ibu, dia bertemu dengan teman-temannya.’’


Tuan Moriarty spontan menatap putranya itu dengan tajam. Adam mengernyitkan alis karena merasa tidak nyaman.


‘’Memangnya siapa suami Eve yang sebenarnya, aku atau kau?’’


‘’Tentu saja aku su—‘’


‘’Lalu kenapa kau sama sekali tidak merasa tenang melihat istrimu belum pulang?!’’


Lagi dan lagi, ayahnya memotong ucapannya, membuat Adam memutar bola mata dengan malas. Ia tidak menyangka melihat kelakuan pria yang merupakan ayah biologisnya itu. Semua orang takut dan menghormatinya, tapi jika ada yang sampai melihat sifat asli ayahnya ini, mungkin dunia akan terguncang.


‘’Baiklah, baiklah, aku akan menyuruh Sekretaris Rey untuk mencari Eve.’’


Dengan cepat, Tuan Moriarty menatap sekretaris Rey membuat pria muda itu langsung menunduk.


‘’Aku mengandalkanmu Sekretaris Rey. Cepat bawa Eve pulang, sebelum sesuatu terjadi padanya!’’


Sekretaris Rey mengangguk. ‘’Sesuai perintah Tuan Besar.’’

__ADS_1


Adam memiringkan kepalanya sedikit sambil menatap ayahnya yang melihat kepergian sekretaris Rey. ‘’Ayah ini sebenarnya ayahnya siapa?’’


Dahi Tuan Moriarty berkerut mendengar pertanyaan putranya. ‘’Tentu saja ayahmu. Kenapa kau menanyakan hal yang konyol?’’


‘’Ayah tidak pernah secemas ini sampai menyuruh tim pencari untuk mencariku saat aku hilang 2 hari di hutan tempat kita berlibur. Lalu Eve? Baru hilang 9 jam saja, sudah membuat Ayah secemas ini.’’


Duk!


Pria itu menjitak kepala putranya. ‘’Berhenti bertingkah seperti anak kecil!’’


Lalu siapa yang seperti anak kecil beberapa menit yang lalu karena mencemaskan istriku? Haa, kata Adam dalam hati.


......................


Rumah Sakit


Setelah menjalani pemeriksaan, Eve dan ayahnya duduk di depan meja dokter.


‘’Jadi, bagaimana kondisi ayahku? Ini bukan penyakit yang serius, kan?’’ tanya Eve.


‘’Tidak perlu khawatir. Pak Laurence hanya mengalami anemia, yang menyebabkannya pusing pasti karena tubuhnya kelelahan. Itu disebabkan kurangnya sel darah merah di dalam tubuhnya, jadi dia pasti merasa seperti ingin terjatuh. Ini obatnya, aku sudah menuliskan kapan dia harus meminum obat.’’


‘’Bukankah aku sudah bilang, agar menjaga kesehatan Ayah? Lihat, Ayah jadi dipecat dari pekerjaan dan jatuh sakit. Lebih baik, Ayah istirahat saja. Aku akan mengirimkan uang setiap bulan.’’


Eve sudah tahu kalau ibu tiri dan saudari tirinya itu tidak bisa diandalkan. Selama ia di rumah, semua pekerjaan dilakukan olehnya. Inilah yang Eve khawatirkan, karena dirinya sudah menikah, maka tidak ada yang akan mengurus rumah tersebut.


......................


Rumah Keluarga Laurence


Bu Christa dan Cordelia mondar-mandir sejak tadi menunggu kepulangan pak Percy. Sejak pagi, mereka belum makan sama sekali karena tidak ada satu pun di antara mereka yang pintar memasak.


‘’Aduh! Kenapa ayah lama sekali? Bukankah sudah waktunya dia pulang?’’ gerutu Cordelia.


Saat mendengar suara mobil berhenti di depan, membuat kedua wanita itu langsung menuju ke pintu depan.


‘’Sayang, kenapa telat pu—‘’ ucapan bu Christa terpotong saat melihat yang datang malah sekretaris Rey.


‘’Maaf mengganggu, tapi apakah Nona Muda sekarang ada bersama dengan kalian?’’


‘’Nona Muda? Siapa Nona Muda yang kau maksud?’’ bingung bu Christa.

__ADS_1


Sekretaris Rey menjelaskan kalau Nona Muda yang dimaksud adalah Eve. Spontan raut wajah Cordelia berubah drastis. Kecemburuan dari dalam hatinya kembali muncul, karena kakak tirinya itu sudah dipanggil dengan sebutan ‘Nona Muda’.


‘’Tidak. Eve tidak ada di sini. Aku hanya menunggu suamiku pulang.’’


Di saat yang bersamaan, sebuah mobil datang dan berhenti di belakang mobil yang dipakai sekretaris Rey. Sosok Eve dan pak Percy keluar dari mobil, membuat ketiga orang itu merasa lega.


‘’Sekretaris Rey, kau di sini?’’


Pria itu membungkuk dan memberitahunya kalau Tuan Besar sedang cemas karena dirinya belum pulang. Eve baru tersadar, karena setelah mengantar nyonya Mary dari bandara, ia mampir ke pemakaman ibunya.


‘’Suamiku, ada apa? Kenapa kau terlihat pucat?’’ cemas bu Christa.


‘’Ayah terkena anemia karena terlalu kelelahan. Ayah juga baru saja dipecat dari pekerjaannya.’’


Bu Christa dan Cordelia melotot karena kaget mendengar ucapan Eve. Kedua wanita itu langsung menatap pak Percy.


‘’Kalau begitu, bagaimana kita akan makan? Jika Ayah sakit, maka siapa yang akan mencari uang? Aku dan Ibu saja belum makan sejak pagi, dan kau bilang Ayah dipecat?’’


‘’Cordelia! Seharusnya kau tidak berkata seperti itu!’’


Cordelia melotot karena kakak tirinya itu berani meninggikan suara kepadanya. Jika saja sekretaris Rey tidak ada di sana, mungkin ia sudah menampar Eve.


‘’Saat ini Ayah sedang sakit! Justru kau yang seharusnya bekerja dan membiayainya! Kenapa kau malah membuat Ayah bekerja dalam kondisi buruk?’’


Bu Christa melerai perdebatan putrinya dan membawa suaminya masuk dibantu Eve, sedangkan Cordelia masih menatap kakak tirinya itu tajam.


‘’Sekretaris Rey, bisakah aku menginap di sini saja?’’ tanyanya ke sekretaris Rey.


Tapi pria yang dimaksud tadi menegaskan, kalau ia tidak memiliki hak untuk memberi izin kecuali Tuan Besar.


Eve menghela nafas kecewa dan menatap ayahnya. ‘’Ayah, sepertinya aku harus pulang. Tuan Besar sudah mencariku sejak tadi, maafkan aku.’’


Pak Percy mengangguk mengerti dan menyuruh putrinya itu agar segera pulang. Sebelum pergi, Eve menyerahkan uang kepada ayahnya. Setidaknya untuk sementara uang itu dipakai memenuhi kebutuhan karena ayahnya telah dipecat.


‘’Ayah, aku pergi dulu. Aku kembali besok lagi untuk melihat kondisi Ayah.’’


Rasanya berat untuk pergi dari rumah. Melihat ayahnya sedang sakit dan tidak ada yang merawatnya, membuat langkah kaki Eve terasa sulit meninggalkan rumahnya. Ia menatap Cordelia yang masih melontarkan tatapan tajam.


‘’Nona Muda, waktunya kembali ke kediaman Tuan Besar.’’


Eve memasuki mobil yang dipakai sekretaris Rey. Ia memberitahu supir pribadinya untuk mengikuti dari belakang saja. Ia masih memandangi rumahnya dengan perasaan cemas.

__ADS_1


__ADS_2