Twins Brother Si Kembar Iblis

Twins Brother Si Kembar Iblis
Bab 123 Naskah


__ADS_3

Setelah mengamankan warga tadi, Inspektur dan yang lainnya membungkuk sebelum pergi. Namun, pandangannya teralihkan ke arah sebuah mobil yang berteduh di bawah pohon.


......................


Ruang Tamu


‘’Setelah hasil autopsi keluar, kita akan mengurus pemakaman Kein-kun,’’ kata Tuan Giruberuto.


‘’Aku benar-benar tidak menyangka anak itu pergi secepat ini,’’ sedih Tuan Zanmu.


‘’Kita juga kehilangan jejak pelakunya, bahkan tidak ada petunjuk satu pun,’’ kata Kaji.


Mata Adam terbelalak melihat sosok dari lantai dua menuruni tangga. ‘’Kane?’’


Semua tersentak mendengar ucapan pria itu. Lalu mengikuti arah pandang Adam, membuat mereka tidak kalah kagetnya.


‘’Kane-kun?’’


‘’Tuan Kane?’’


‘’Kau ada di sini? Bagaimana mungkin? Mereka semua sudah memeriksa rumah dan tidak menemukan dirimu,’’ kata Kaji.


‘’Sebenarnya aku menyelinap masuk saat kalian semua keluar tadi,’’ jawab Kane.


Dokter Yuu mengerutkan dahi. ‘’Tunggu, apakah keributan di gerbang tadi ada hubungannya kau ada di sini?’’


‘’Itu benar,’’ kata seseorang membuat mereka menoleh.


Deg!


Kane tersentak karena Inspektur ternyata datang kembali bersama petugas Reiki dan dua detektif lainnya.


‘’Bagaimana mungkin? Bukankah seharusnya Inspektur sudah pergi dari sini?’’ tanya Kane.


Inspektur menceritakan sebelum pergi, pandangannya tertuju ke sebuah mobil hitam. ‘’Saat melihat siapa yang ada di dalam mobil, aku merasa ada yang aneh. Kalau tidak salah dia adalah Mark Shelton, salah satu koki terkenal di Tokyo. Aku heran, kenapa dia mengetahui lokasi mansion ini, bersamaan keributan para warga tadi. Ternyata benar, dia mengalihkan perhatian agar Tuan Kane bisa masuk menyelinap.’’


‘’Aku tidak akan pergi ke kantor polisi!’’ seru Kane.


‘’Anda adalah saksi utama pembunuhan Tuan Kein,’’ kata Inspektur.


Kane menggertak gigi sambil mengepalkan tangan. Sepertinya usahanya hanya sia-sia untuk melarikan diri dari polisi.


‘’Baiklah. Jika bisa mengembalikan kepercayaanku mengenai Si Iblis Deduksi dari diri Anda, aku tidak akan membawa Anda pergi,’’ kata Inspektur.


‘’Eh?’’ tatap Kane bingung.


‘’Aku sudah menyuruh mereka semua agar menyebar ke seluruh Prefektur Okinawa untuk mencari Tuan Kane,’’ kata Inspektur.

__ADS_1


Kane terbelalak dan tidak menyangka dengan ucapan pria itu. ‘’Baiklah, aku pasti akan memecahkan kasus ini. Selain itu aku membawa sesuatu yang harus kalian lihat.’’


Semua orang menatap selembar kertas yang dibawa oleh Kane di meja bundar.


‘’Kein-kun membuat naskah novel? Aku tidak salah dengar, kan?" tanya Dokter Yuu.


"Aku tidak tahu kalau Kein-kun punya hobi menulis,’’ kata Yuki.


‘’Untuk seorang koki yang membuat naskah novel, bukankah itu aneh jika menganggapnya adalah hobi?’’ tanya Kaji.


‘’Benar. Kakak lebih memilih memasak di waktu senggang bukan menulis. Tapi, semenjak kita datang ke Okinawa, kakak tidak pernah memasak lagi dan lebih memilih membuat naskah novel ini,’’ kata Kane.


Kaji terbelalak. ‘’Sejak kita datang ke Okinawa? Tapi, kenapa?’’


‘’Sebenarnya, seseorang masuk ke dalam kamarku dan menulis ini di cermin, sementara aku masih di dalam kamar mandi,’’ kata Kane memperlihatkan ponselnya.


Tuan Iuzu mengerutkan dahi. ‘’Both word of Coach?’’


‘’Hanya kalimat ini dan tidak ada tulisan lain lagi. Aku pikir seseorang sedang memberiku petunjuk, jadi aku berusaha memecahkan kata ini. Lalu, Paman Kaji mengajak kita semua jalan-jalan, dan terjadi dua kasus pembunuhan. Saat itu kakak memberitahuku kalau dia sudah memecahkan kalimat itu lebih dulu,’’ kata Kane.


Semua terbelalak untuk sesaat hingga akhirnya terkejut.


‘’Hee?! Kein-kun memecahkan kata itu lebih dulu darimu?’’ tanya Nona Tsuruhina tidak percaya.


‘’Iya. Jadi, aku bertanya dan kakak mengaitkan dua kata sebelumnya dengan dua kasus pembunuhan yang terjadi hari itu,’’ jawab Kane.


‘’Both word of Coach. Masing-masing kedua kata dari Coach. Coba kalian hubungkan dengan dua kasus yang terjadi hari ini,’’ kata Kane.


‘’Jika membaginya dengan pola yang sama tapi di mulai dari akhir, maka hasilnya pun juga sama,’’ jawab Kane.


‘’Co, ac, ch, ac. Artinya huruf h terakhir adalah ch. Dalam bahasa inggris hanya ada dua pekerjaan yang kedua huruf awalnya adalah ch. Chef dan Choreographer,’’ kata Adam.


Kane terbelalak karena kalimat yang ia ucapkan waktu itu sama persis dengan yang diucapkan Adam tadi.


Kaji mengerutkan dahi tanda kesal, karena pria itu langsung memotong pembicaraan.


‘’Jadi, apa makna huruf h terakhir?’’ tanya Kaji.


Kane terdiam untuk sesaat sambil melirik ke arah Adam yang juga menatapnya. ‘’Seperti yang dikatakan pria ini.’’


Semua langsung menatap Adam tidak percaya. ‘’Bagaimana Tuan Adam bisa tahu?’’


‘’Itu hanya kebetulan,’’ kata Kaji membuang wajah.


Sebelah alis Adam terangkat. ‘’Seharusnya kalian tidak lupa. Kami memiliki hubungan darah ayah dan anak, jadi aku tahu apa yang dia pikirkan. Tentu saja orang asing tidak akan tahu soal ini.’’


Tangan Kaji mengepal karena tahu maksud kalimat Adam yang sedang menyindirnya.

__ADS_1


‘’Situasi sekarang sedang panas, jangan membuatnya semakin panas dengan memperkeruh suasana!’’ tegur Nyonya Zekino dan Nyonya Mary kompak.


‘’Itu berarti, korban selanjutnya adalah antara kedua pekerjaan itu,’’ kata tuan Toki.


‘’Tidak perlu memikirkannya. Dua korban hari itu adalah orang yang berada di dekat Kane. Antara kedua pekerjaan terakhir, menurutmu yang mana lebih dominan? Chef ,’’ kata Adam.


Entah kenapa aku pernah mendengar kalimat ini, kata Kane dalam hati dengan wajah bodohnya.


‘’Itu berarti kata dari Coach adalah Composer, Actress, Chef. Kein-kun mengaitkannya dengan kasus pembunuhan meskipun sulit dipercaya,’’ kata Sutradara Hakuba.


‘’Karena akan ada koki yang dibunuh, jadi aku mengawasi semua koki di rumah ini tapi tidak ada yang terjadi sama sekali,’’ kata Kane.


‘’Semua koki? Aku rasa kau tidak melakukannya,’’ kata Adam.


Kane mengerutkan dahi tanda kesal sambil menatap pria itu. ‘’Aku memang mengawasi semua koki di rumah ini!’’


‘’Semua koki, kecuali?’’ tanya Adam.


‘’Semua koki kecuali?’’ bingung Kane.


Deg!


Saat itu juga semua orang tersentak saat menyadari maksud Adam. ‘’Semua koki kecuali Kein!’’


‘’Kakak juga seorang koki, kenapa aku sampai melupakan hal itu?’’ tanya Kane tidak percaya.


‘’Sebelumnya, Kein-kun diracuni. Jangan bilang kematiannya kali ini memang berhubungan dengan kalimat itu,’’ tebak Kaji.


Bugh!


Semua tersentak melihat Kane memukul meja dengan raut wajah merah pedam. ‘’Aku benar-benar sangat marah saat ini.’’


‘’Aku akan menghubungi markas sekarang juga!’’ pekik Nyonya Zekino.


‘’Tunggu!’’ kata Adam mencegah niat wanita dewasa itu.


Ia mengambil selembar kertas naskah novel yang dibuat Kein, lalu membacanya.


‘’Apa yang kau lakukan?! Saat ini pelaku itu masih berkeliaran! Dan kau bilang tunggu?’’ marah Kaji.


‘’Kane? Siapa kau?’’ tanya Adam.


‘’Apa maksudmu?’’ tanya Kane dengan nada tidak suka.


Adam menatap Kane dengan tatapan dingin. ‘’Apakah kau Si Iblis Deduksi?’’


Kane terbelalak. ‘’Tentu saja aku Si Iblis Deduk—‘’

__ADS_1


‘’Kau bukan Si Iblis Deduksi,’’ kata Adam memotong ucapan anak itu.


‘’Apa?’’ tanya Kane tidak terima.


__ADS_2