
Adam menoleh ke sekeliling menyadari keberadaan Eve dan Sekretaris Rey tidak ada.
Kenapa Rey begitu lama mengangkat telepon? Selain itu aku juga tidak melihat keberadaan Eve dan wanita bernama Vic tadi, ucapnya dalam hati.
‘’Apakah kau melihat Sekretaris Rey?’’ tanya Adam ke salah satu pengawal.
‘’Tidak Tuan Muda. Tuan Rey belum kembali sejak mengangkat telepon.’’
Kaji yang melihat tingkah Adam itu hanya tersenyum remeh. ‘’Tuan Adam, Anda mencari Sekretaris Anda atau sebenarnya sedang mencari calon istri saya?’’
Wajah Adam langsung berubah setelah mendengar kata calon istri keluar dari mulut Kaji. ‘’Tuan Kaji, apakah Anda sengaja menyinggungku?’’
‘’Apa maksud Anda aku sengaja menyinggung?’’ tanya Kaji tersenyum.
‘’Sepertinya Tuan Adam dan adikku begitu dekat, ya?’’ tanya Tuan Yuki membuat kedua pria itu menoleh.
Heh? Akrab? Itu tidak akan terjadi, kata Adam dalam hati.
Akrab dengan pria yang melukai Eve-chan? Humph! Kurasa dunia akan kiamat jika itu terjadi, kata Kaji dalam hati.
‘’Kami tidak ak—‘’ ucapan Adam dan Kaji terpotong saat Dokter Yuu angkat bicara.
‘’Tentu saja mereka sangat akrab Yuki-san. Sejak tadi mereka berdua selalu mengobrol, dan aku penasaran mereka membahas apa tadi,’’ kata Dokter Yuu tersenyum puas.
Adam dan Kaji bersamaan mengeluarkan aura gelap sambil menatap Dokter Yuu.
‘’Tuan Adam hanya memberi selamat atas pernikahanku dan Eve-chan, yang akan berlangsung setelah kami kembali ke Jepang. Kami juga akan mengundang keluarga Raymond untuk hadir.’’
Perkataan Kaji membuat Adam langsung mengepalkan tangan.
......................
Di sisi lain, Vic merasa risih karena Sekretaris Rey tidak mau pergi sejak tadi.
‘’Sekretaris Rey, kalau kau berada di sini terus, maka Tuan Muda akan marah karena kau tidak kunjung kembali,’’ kata Vic.
‘’Tuan Muda tidak akan marah. Aku sudah meminta izin kepadanya,’’ jawab Sekretaris Rey.
‘’Kenapa kau begitu yakin?’’ tanya Vic.
__ADS_1
‘’Karena aku sudah mengenal Tuan Muda sejak kecil,’’ jawab Sekretaris Rey.
‘’Bagaimana aku bisa percaya dengan ucapanmu?’’ tanya Vic meragukan.
‘’Aku dan Tuan Muda berteman sejak kecil dan sudah mendampinginya sejak saat itu,’’ jawab sekretaris Rey.
Haa, pria ini … Aku butuh alasan apa lagi untuk mengusirnya? Benar-benar merepotkan. Sejak tadi dia selalu mengikutiku, kata Vic dalam hati.
‘’Kalau Nona ingin mengusirku, sebaiknya pilih alasan yang lebih masuk akal,’’ kata Sekretaris Rey.
Vic menatap pria itu tidak percaya.
Apa? Jadi dia sadar diri dan masih berada di sini? Apakah dia sengaja ingin membuatku marah? Astaga, ucapnya dalam hati.
Tiba-tiba speaker pemberitahuan berbunyi yang menandakan sudah pukul 15:00 sore, dimana babak final akan segera dimulai.
‘’Oh, sepertinya sebentar lagu akan dimulai,’’ kata Vic.
‘’Kalau begitu ayo kembali,’’ kata Sekretaris Rey.
......................
Tuan Moriarty dan yang lainnya juga mendengar pemberitahuan tersebut yang sedang berkeliling.
‘’Sebaiknya kita menuju ke Menara Utama,’’ kata Tuan Moriarty berjalan pergi bersama yang lainnya.
Cordelia dan Jeremy yang tiba di ujung koridor juga mendengarnya, membuat mereka menuju ke menara utama.
Begitu juga dengan Kein dan Reon beserta para koki yang mendengar pemberitahuan tersebut. Semuanya langsung bergegas menuju ke menara utama.
......................
Menara Utama
Ya, selain Negara Jepang, hanya Negara Indonesia yang memiliki akademi kuliner yang disambungi menara 3 lantai di belakangnya. Menara yang merupakan tempat bertandingnya para koki yang mengikuti kompetisi masak bergengsi dunia tersebut.
Kompetisi masak bergengsi dunia ini hanya selalu dilaksanakan di Jepang, tapi karena permintaan Bookmaster yang mengusulkan negaranya menjadi tuan rumah membuat kompetisi ini dilaksanakan di Indonesia.
Di babak inilah seharusnya Bookmaster dari W.O.G, Mary Raymond dan ketiga Bookman tadi baru menjadi juri. Tapi, karena Nyonya Mary tidak tahan ingin melihat kemampuan Kein secara langsung, membuatnya turun tangan untuk menjadi juri di babak kualifikasi, dan ia benar-benar terpukau dengan keahlian memasak Kein.
__ADS_1
Di menara utama ini, 2 keluarga ternama yakni keluarga Raymond dan keluarga Kamiya menyaksikan babak final secara langsung di aula menara utama.
Reon tersenyum melihat Adam dan Cordelia duduk bersebelahan, begitu juga Kein yang menatap Eve dan Kaji duduk bersebelahan dengan raut wajah datar. Sedangkan yang lainnya menyesuaikan.
Nyonya Mary dan ketiga Bookman menatap kedua anak laki-laki di hadapan mereka.
‘’Hari ini kembali tiba. Buktikan kalau kau pantas menyandang nama keluarga Raymond,’’ kata Nyonya Mary dengan mata memicing. (Reon teringat)
Ia mengepalkan tangan karena masih mengingat perkataan neneknya itu. Pandangannya beralih ke arah ibunya, Cordelia.
Aku akan memenangkan kompetisi ini agar kita semua bisa jalan-jalan satu keluarga, kata Reon dalam hati.
Reon kembali menatap Kein dengan serius.
Aku juga akan membuktikan kalau selama ini aku tidak menggunakan orang dalam untuk mencapai posisi pertama, ucapnya dalam hati.
Nyonya Mary menatap Kein yang selama ini dijuluki Si Iblis Makanan, telah berdiri di hadapannya memasuki babak final. Ya, ia tidak perlu meragukan kemampuan anak berambut putih di depannya. Tapi perkataan Kein selalu mengganggunya sejak malam itu.
‘’Tapi, sebaiknya Nyonya Bookmaster mencemaskan reputasi keluarga Raymond. Kita semua tahu selain keluarga Kamiya, hanya keluarga Raymond yang selalu memenangkan kompetisi masak. Lalu bagaimana menurut Anda, kalau untuk pertama kalinya keluarga Raymond mengalami kekalahan?’’ tanya Kein. (Nyonya Mary teringat)
Matanya memicing karena mengingat kalimat itu lagi.
Kein Kamiya, kata nyonya Mary dalam hati.
Sebelum mengumumkan tema hidangan, Reon menyela membuat semuanya menoleh kepadanya.
‘’Mohon maaf karena menyela kompetisi masak ini,’’ kata Reon mengangkat sebelah tangannya ke atas.
Cordelia mengerutkan dahi. ‘’Apa yang dia lakukan?’’
Adam dan yang lainnya hanya diam menunggu, begitu juga dengan para penonton.
Reon menoleh ke arah Kein yang tampak tidak peduli dengannya.
Cih, anak ini benar-benar arogan. Tapi humph! Aku akan mempermalukannya di depan semua orang. Kebetulan acara ini disiarkan secara langsung ke seluruh dunia. Biarkan dunia tahu kalau Si Iblis Makanan yang mereka bangga-banggakan akan mencoreng namanya sendiri di kompetisi masak bergengsi dunia ini, ucapnya dalam hati.
‘’Ada apa Tuan Reon? Apakah Anda butuh sesuatu?’’ tanya MC yang hendak mengumumkan tema hidangan tadi tapi dicegah.
Reon melirik MC itu dan kembali menatap Kein. ‘’Aku ingin membuat taruhan! Kalau aku memenangkan kompetisi ini, maka kau … Harus berlutut di depanku di hadapan semua orang.’’
__ADS_1
‘’Apa yang membuatku akan menerima taruhan tidak penting ini?’’ tanya Kein dengan wajah dinginnya.