
Kane dan Kein masih bertatapan dengan kedua pria di depannya.
“Kalian tersesat?” tanya Adam.
Namun, kedua anak kembar itu hanya diam dan tidak sudi menjawab pertanyaan Adam.
“Apakah kalian berdua tersesat? Di mana ibu kalian?” tanya Sekretaris Rey.
“Kami berdua terpisah saat memasuki restoran,” jawab Kane dalam bahasa Jepang.
Kedua pria itu terbelalak karena anak berambut hitam itu memakai bahasa Jepang. Adam mengajaknya bicara menggunakan bahasa Jepang tapi kedua anak itu tetap diam. Berbeda saat sekretaris Rey yang mengajak mereka bicara.
Adam mengerutkan dahi merasa kesal.
Anak kembar ini sengaja tidak menjawab pertanyaanku, ucapnya dalam hati.
“Ahaha, maaf. Mereka berdua adalah putraku. Woah, Anda … Anda adalah Adam Raymond? Wah, aku tidak menyangka bisa bertemu dengan Anda di sini,” kata Vic muncul.
Kedua anak kembar tadi mengerutkan dahi melihat wanita itu.
“Sangat beruntung bisa bertemu dengan Tuan Muda, tapi saya tidak bisa lama-lama. Kalau begitu aku akan mengambil kedua putraku. Terima kasih sudah menemukannya,” kata Vic.
“Ha? Kau bukan ibu kami,” kata Kane polos.
Vic tersenyum kaku saat kedua pria itu menatapnya dengan wajah meragukan. “Ahaha! Kalian ini mau jadi anak durhaka karena tidak mengakui ibu kalian, ya?”
“Nona, apakah Anda sungguh ibu mereka?” tanya Sekretaris Rey.
“Tentu saja. Kami sedang bertengkar karena itulah mereka bertingkah kekanak-kanakan seperti ini,” kata Vic.
__ADS_1
Kane yang tadi hendak bicara, langsung dihentikan oleh kakaknya.
“Lihat papan namanya,” bisik Kein.
“Kaji-kun, bisakah aku mampir ke suatu tempat dulu?” tanya Eve.
“Kita baru sampai, apakah kau tidak ingin istirahat dulu?” tanya Kaji.
“Hanya sebentar. Sudah lama aku tidak bertemu dengan sahabatku. Namanya Vic Demilo. Kami bekerja di restoran yang sama. Hanya dia yang mengetahui masa laluku,” kata Eve.
Kaji terdiam untuk sesaat sampai akhirnya mengangguk. (Kane teringat)
“Ah, dia sahabat ibu,” kata Kane berbisik.
“Tapi mereka membantah kalau Anda adalah ibunya. Jangan-jangan Anda ini seorang penculik anak, ya? Kalau memang benar, saya akan melaporkan Anda kepada polisi,” kata Sekretaris Rey.
“Wah, jaga mulut Anda! Kekasihku bahkan seorang selebriti Hollywood. Kalau dia sampai tahu aku dituduh seperti ini, maka kau akan dalam masalah,” kata Vic.
Kane dan Kein memicingkan mata. “Dia selingkuh atau tidak, itu bukan urusan Anda. Sebaiknya koreksi diri sendiri terlebih dahulu.”
Ketiga orang dewasa itu hanya terbelalak mendengar ucapan kedua anak kembar tadi terutama Adam.
Kane menarik tangan Vic untuk pergi. “Ayo kita pergi Ibu.”
Sedangkan Kein hanya diam mengikut di belakang. Sekretaris Rey dan Adam masih terbelalak. Perkataan kedua anak kembar itu sedikit menyinggung mereka tadi.
Koreksi diri sendiri? Tuan Muda bukan tipe orang yang selingkuh. Apa maksud dari ucapan anak itu? Apakah mereka mengetahui sesuatu? Stt, tidak mungkin, kata Sekretaris Rey dalam hati.
Apakah hanya perasaanku saja? Kedua anak itu seperti menatapku dengan tatapan penuh kebencian. Tapi ini pertama kalinya aku bertemu dengan mereka, kata Adam dalam hati.
__ADS_1
......................
Lantai 1
“Kalian berdua kenapa langsung menghilang? Membuatku khawatir saja,” kata Eve.
Kane dan Kein hanya meminta maaf. Vic menatap Eve penuh kebingungan.
‘’Jadi kalian di sana!’’
Kane dan Kein menolehkan kepalanya melihat Eve menemukan mereka. Di saat yang bersamaan, pintu kamar itu terbuka dengan 2 sosok pria yang berjalan keluar.
Deg!
Mata Eve membulat besar melihat kedua pria itu yang tidak lain adalah Adam dan sekretaris Rey.
Dengan cepat ia berbalik membelakangi. “Vic, kumohon jemput Kane dan Kein sekarang juga. Jangan biarkan mereka mengetahui identitas kedua putraku.”
“E-Eh? Kenapa kau pergi? Hei?! Haa, tapi ini kesempatan emas karena bisa bertemu dengan Tuan Muda secara langsung,” kata Vic.
“Ahaha, maaf. Mereka berdua adalah putraku. Woah, Anda … Anda adalah Adam Raymond? Wah, aku tidak menyangka bisa bertemu dengan Anda di sini.” (Vic teringat)
Ia menarik Eve agar sedikit menjauh dari kedua anak kembar itu.
“Kenapa kau melarikan diri? Padahal kau bisa menemuinya secara langsung. Dengan begitu Tuan Muda akan kaget dan mungkin saja dia akan mengejarmu lagi,” bisik Vic.
“Kumohon, aku tidak ingin membahasnya lagi. Kau sendiri tahu semua jalan ceritanya, bagaimana mereka memperlakukan diriku. Aku sudah cukup memiliki kedua putraku,” kata Eve.
Vic menghela nafas sambil tersenyum. “Baiklah, baiklah, aku minta maaf. Jika tidak bisa kembali dengan Tuan Muda Adam, kurasa Tuan Muda miliarder itu juga tidak buruk.”
__ADS_1
Eve hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Vic.