
‘’Kaji-kun, aku tidak bisa membiarkan Kein mengikuti kompetisi itu,’’ kata Eve.
‘’Kenapa kau selalu melarangnya? Kau tahu betul perasaan putramu yang satu itu. Kein-kun sudah sangat lama ingin memenangkan kompetisi ini. Tapi kau selalu melarangnya. Setidaknya biarkan dia mengikuti kompetisinya sekali saja,’’ pinta Kaji.
Sedangkan dari balik pintu tampak 2 anak kembar yang menguping pembicaraan. Baru saja mereka ingin memberitahu ibunya, tapi sudah dikalah cepat oleh pria yang bernama Kaji.
‘’Tapi kenapa harus di Indonesia? Kau tahu kalau aku tidak mau kembali ke sana.’’
Mendengar ucapan Eve, membuat Kane dan Kein saling memandang tidak mengerti.
‘’Ini keputusan Bookmaster dari W.O.G, dan kau tahu sendiri kalau beliau berasal dari Indonesia. Jadi karena itu beliau mengusulkan negaranya menjadi tuan rumah,’’ kata Kaji.
Eve menghela nafas dan kembali duduk di hadapan pria itu.
‘’Kaji-kun, kau juga sendiri tahu, jika bukan karena dirimu, mungkin aku sudah dibunuh di sana. Itulah kenapa aku tidak ingin kembali ke negara itu lagi. Aku sudah melupakan masa laluku. Aku tidak mau kedua anak-anakku dalam masalah karena diriku lagi.’’
Kane dan Kein membulatkan mata setelah mendengar ucapan ibunya.
‘’Kakak? Apa maksud Ibu hampir dibunuh? Kenapa kita tidak mengetahui hal ini?’’ tanya Kane.
Kaji berdiri dan menghampiri Eve. Ia berlutut sambil menggenggam kedua tangan wanita itu.
‘’Eve-chan, apakah kau akan seperti ini terus?’’ tanya Kaji membuat dahi Eve berkerut tanda tidak mengerti.
Kaji terdiam untuk sesaat, membuat kedua anak kembar dibalik pintu semakin penasaran.
‘’Jangan melarikan diri lagi. Ini saatnya kau balas dendam kepada mereka yang sudah menyiksamu, terutama Cordelia-san. Adik tirimu itu sudah menghancurkan kehidupanmu, dan merebut posisimu sampai kau ditendang 2 keluarga sekaligus. Aku mau kau bangkit sekarang. Kalau kau merasa tidak aman dan mencemaskan kedua anakmu, jangan khawatir. Jika kau mau, aku akan ikut ke Indonesia dan bersedia melindungimu,’’ kata Kaji tulus.
Eve tidak menyangka karena kebaikan Kaji. Pria itu sudah pernah menolongnya saat ia hampir dibunuh, lalu membantunya hidup di negara asing seperti ini, dan sekarang pria itu rela menemaninya ke tempat yang meninggalkan kenangan buruk padanya.
Tidak punya alasan membantah ucapan Kaji lagi, membuat Eve menghela nafas dan pasrah. Kaji tersenyum karena wanita itu menyetujuinya.
Dari luar, Kein mengepalkan tangan sambil mengayunkannya ke atas lalu ke bawah. Ia merasa senang karena akhirnya ia bisa mengikuti kompetisi itu.
Tapi di sisi lain, kedua anak kembar itu merasa tidak menerima perlakuan yang dialami ibu mereka.
‘’Aku tidak menyangka Ibu merahasiakan ini kepada kita. Selama ini Ibu menghadapi cobaan sambil menghidupi kita berdua. Aku tidak menerima ini! Kakak, kita harus segera menyelidiki CEO dan wanita yang bernama Cordelia itu,’’ kata Kane.
Kein mengangguk mengerti. Saat itu juga pintu terbuka membuat mereka tersentak. Sama halnya Kaji yang membuka pintu, ia tidak menyangka melihat kedua anak kembar itu sudah ada di sana.
‘’Kalian sudah pulang?’’ tanya Kaji.
‘’Hehe, iya Paman Kaji. Kami baru saja sampai. Apakah Paman Kaji sudah ingin pulang?’’ tanya Kane senatural mungkin.
‘’Ya. Aku harus mengabari kakak mengenai Kein yang akan mengikuti kompetisi,’’ jawab Kaji.
‘’Apakah Ibu mengizinkan?’’ tanya Kein yang juga berpura-pura.
Kaji menatap Eve sekilas dan kembali menatap kedua anak kembar di hadapannya itu.
‘’Tentu saja. Aku sudah membicarakannya tadi, ibumu sudah memberi izin,’’ kata Kaji tersenyum.
__ADS_1
Kein merasa senang dan masuk memeluk wanita itu. Tidak lupa ia juga berterima kasih.
Melihat kegembiraan di wajah putranya membuat Eve tersenyum. Sepertinya ia memang tidak bisa melarikan diri lagi.
Kaji akhirnya meminta pamit kepada mereka, dan berlalu pergi. Setelah memastikan kepergian pria itu, Kane masuk ke dalam rumah dan menghampiri ibu dan kakaknya.
‘’Tapi Ibu, kenapa paman Kaji tidak membawa Kakak? Bukankah harus ada seleksi sebelum mengikuti kompetisi itu?’’ tanya Kane.
Kein menatap ibunya dengan maksud yang sama.
‘’Kaji-kun memberitahuku kalau hanya ada 3 kandidat yang akan dikirim ke sana. Kein mendapat undangan khusus di luar 3 kandidat itu,’’ beritahu Eve.
‘’Hee~ kalau begitu Kakak tidak perlu susah payah merebut posisi 3 kandidat. Benar-benar Si Iblis Makanan,’’ puji Kane.
‘’Penggila misteri diam saja. Kau juga memiliki julukan yang sama denganku, Si Iblis Deduksi,’’ balas Kein datar.
Entah apakah ini sebuah kebetulan, kedua anak kembar itu mengetahui masa lalu ibunya bersamaan kompetisi makanan yang akan diadakan di tempat asal mereka. Ini sungguh kesempatan emas.
......................
Sambil Eve mengemas barang, kedua anak kembar itu menyelidiki informasi mengenai Adam dan Cordelia. Kebetulan, kemampuan meretas Kane di atas rata-rata, membuatnya bisa mengetahui informasi yang sangat dilindungi tanpa meninggalkan jejak dan membunyikan sistem yang melindunginya.
‘’Hooh, apa-apaan ini? Saat menikahi ibu, mereka tidak mempublikasikannya ke media. Lalu saat Cordelia yang menggantikan posisi ibu, mereka mempublikasikannya ke media. Keluarga Raymond ini benar-benar pilih kasih,’’ kata Kane menahan emosinya.
‘’Tapi, bagaimana ibu bisa ditendang keluar hanya karena mengandung kita berdua?’’ penasaran Kein.
Kane menyipitkan mata dan meretas semua CCTV yang menampilkan ibunya saat itu. Ada begitu banyak CCTV yang muncul di layar komputer, membuat Kane menghapus yang tidak penting.
Keduanya menatap CCTV yang memperlihatkan ibu mereka memasak di sebuah restoran terkenal. Tidak ada yang menarik, hanya canda tawa bersama rekan kerjanya.
‘’Cordelia,’’ kata Kein dengan wajah dingin.
Kedua wanita tadi hanya berbincang sambil menikmati makanan mereka. Tapi, begitu rekaman tiba di menit 45, kedua anak kembar itu membulatkan mata. Sebab ibu mereka dibius di salah satu kamar, sambil Cordelia meninggalkannya dan menuju ke lobby.
‘’Dia menjebak ibu, dasar wanita ular!’’ kesal Kane.
Saat Cordelia pergi, tampak sosok pria berjalan mendekati elevator. Tapi, pria itu berhenti tepat di depan kamar yang ditempati ibunya tadi. Pintu tiba-tiba terbuka yang memperlihatkan ibu mereka menarik pria tersebut.
Melihat hal itu, membuat Kane memundurkan kembali saat pria tadi berdiri di depan pintu. Ia menekan tombol zoom untuk mempertajam wajah pria tersebut.
Menyadari sesuatu, membuat Kane mencocokkan wajah pria di dalam rekaman CCTV dengan wajah milik Adam, dan benar kecocokan mencapai 100%.
Keduanya benar-benar terkejut dengan kenyataan tersebut. Mereka kembali melihat rekaman CCTV di rumah sakit, saat ibunya ditampar dan mengemis di kaki seorang pria yang tidak lain adalah Adam.
Pria itu berjalan pergi tanpa menoleh ke belakang. Tidak lama kemudian, Cordelia memperlakukan Eve seperti binatang dan mengusir wanita itu.
Kane menekan tombol jeda di rekaman. Ia melihat raut wajah kakaknya yang tampak tenang tapi terlihat marah.
‘’Jadi begini mereka memperlakukan ibu kita?’’ tatap Kein.
‘’Padahal pria yang bersama ibu di hotel adalah Adam sendiri. Beraninya mereka membuang kita Kakak!’’ kesal Kane.
__ADS_1
......................
Keesokan harinya, Kaji dan Eve bersama kedua anaknya menaiki pesawat jet pribadi.
Eve merasa tidak tenang karena ia akan kembali ke negara asalnya. Kane dan Kein yang melihatnya mengerti membuat kedua anak kembar itu menghibur dengan topik lain.
7 jam kemudian...
Kaji dan yang lainnya telah tiba di Indonesia. Mereka menuruni pesawat jet pribadi tersebut. Eve kembali diingatkan dengan kejadian yang membuat rasa traumanya kembali.
Kane dan Kein terhenti di depan pintu pesawat sambil memandangi kota itu.
‘’Inilah tempat dimana ibu ingin dibunuh dan diperlakukan seperti binatang,’’ kata Kane.
‘’Saatnya menghakimi 2 orang itu,’’ kata Kein.
Setelah mengurus perlengkapan, Eve meminta izin kepada Kaji untuk bertemu dengan sahabatnya, di restoran tempatnya pernah bekerja. Mendengar hal itu, membuat si kembar ingin ikut.
‘’Baiklah. Aku akan mengirimkan lokasi kediaman Kamiya yang ada di sini,’’ kata Kaji.
......................
The Polo Lounge
Setelah bertahun-tahun, akhirnya Eve bertemu dengan sahabatnya Vic.
Wanita itu bahkan merasa cemas karena kepergian Eve yang tiba-tiba, meski Vic yang masa lalunya.
‘’Jadi dimana malaikat kecilmu itu? Aku sangat ingin bertemu dengannya? Apalagi Si Iblis Makanan itu,’’ kata Vic.
Eve tersenyum dan mengatakan kalau kedua putranya ada di belakangnya. Tapi melihat keberadaan kedua anak itu tidak ada, membuatnya mulai panik.
‘’Tadi mereka ada di sini. Ke mana mereka pergi?’’ cemas Eve.
......................
Di sisi lain, kedua anak kembar itu terhenti di depan sebuah kamar yang ada di hotel tersebut. Kamar dimana ibu mereka pernah dijebak.
Saat memasuki restoran, mereka langsung mencari kamar tersebut. Beruntung, Kane mengingat nama kamar hotel di rekaman CCTV kemarin, membuatnya menemukan kamar itu.
‘’Kamar 212,’’ tatap kedua anak kembar.
‘’Jadi kalian di sana!’’
Kane dan Kein menolehkan kepala melihat Eve menemukan mereka. Di saat yang bersamaan, pintu kamar itu terbuka dengan 2 sosok pria yang berjalan keluar.
Deg!
Kedua pria itu tertegun saat melihat dua anak kembar yang berdiri di hadapan mereka.
Kenapa kedua anak kembar ini sangat mirip dengan Tuan Muda? Tidak mungkin, kata pria yang ada di belakang dalam hati.
__ADS_1
Aku seperti melihat versi kecilku saja, kata pria yang ada di depan sama kagetnya dalam hati.
Dialah Adam Raymond ... Pria yang selama ini menendang ibu dan membuang kami berdua, kata Kane dan Kein kompak dalam hati.